BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 2018. 7. 6.¢  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 4.1

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil 2018. 7. 6.¢  HASIL PENELITIAN DAN...

  • 44

    BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    4.1 Hasil Penelitian

    4.1.1 Hasil Penelitian Pra Siklus

    Pembelajaran IPA kelas 4 SDN Jembangan 01 Batangan Pati semester 1 tahun

    pelajaran 2016/2017 sebelum ada tindakan pembelajaran IPA, dengan materi struktur dan

    fungsi panca indera. Pembelajaran yang diterapkan di kelas hanya bersifat konvesional

    dengan menyampaikan materi pembelajaran tanpa memperhatikan kemampuan dan

    pemahaman siswa. Kurangnya memotivasi belajar siswa untuk berani menyampaikan

    pendapat serta belum adanya penerapan model pembelajaran yang dapat menunjang

    peningkatan proses dan kompetensi hasil belajar siswa. Pembelajaran yang diterapkan

    oleh guru masih bersifat teacher center yaitu memposisikan guru sebagai subjek yang

    utama, sedangkan siswa hanya menjadi objek pasif untuk menerima semua yang guru

    sampaikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru tidak menggunakan media alat

    peraga. Padahal dengan menggunakan sebuah media alat peraga juga dapat membantu

    guru untuk menyampaikan materi sehingga pengetahuan yang siswa terima tidak hanya

    dari guru tetapi siswa juga bisa melakukan aktivitas pembelajaran yang lebih bermakna.

    Ketika guru menjelaskan kesimpulan struktur dan fungsi panca indera nampak sekali 17

    siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Pada akhir pembelajaran guru menugaskan

    siswa untuk mengerjakan soal evaluasi yang diberikan.

    Pengukuran hasil belajar IPA yang dilakukan oleh guru pada pra siklus hanya di

    akhir pembelajaran saja, yaitu berupa tes pilhan ganda dengan jumlah 20 butir soal, bobot

    tiap butir soal 5, dan skor maksimal 100. Guru hanya mengukur kemampuan siswa pada

    aspek kognitif, sedangkan pengukuran keterampilan tidak dilakukan. Siswa

    mengumpulkan hasil pekerjaannya tanpa dilakukan pengukuran. Guru juga tidak nampak

    mengukur ketrampilan siswa. Jika hasil belajar hanya diukur dengan nilai tes seperti yang

    dilakukan guru pada pra siklus tanpa melakukan penilaian keterampilan siswa, maka hasil

    belajar siswa dibawah KKM yang ditentukan, yaitu > 80. Kondisi ini ditunjukkan secara

    rinci melalui tabel 4.1 halaman berikut:

  • 45

    Tabel 4.1 Distribusi Hasil Belajar IPA Berdasarkan Skor Siswa Kelas 4

    SDN Jembangan 01 Batangan Pati Pra Siklus

    No Skor Jumlah Siswa Persentase (%)

    1 55 4 17

    2 60 3 13

    3 65 5 20

    4 70 2 8

    5 75 3 13

    6 80 2 8

    7 85 4 17

    8 90 1 4

    Jumlah siswa 24 100 Sumber : Data Sekunder

    Berdasarkan tabel 4.1 distribusi hasil belajar IPA berdasarkan skor siswa kelas 4

    SDN Jembangan 01 Batangan Pati pra siklus antara 55-90. Hasil belajar IPA berdasarkan

    skor terdistribusi dalam 8 skor, yaitu skor 55, 60, 65, 70, 75, 80, 85, 90. Skor 55 dicapai 4

    siswa (17% dari seluruh siswa), skor 60 dicapai 3 siswa (13% dari seluruh siswa), skor 65

    dicapai 5 siswa (20% dari seluruh siswa), skor 70 dicapai 2 siswa( 8% dari seluruh siswa),

    skor 75 dicapai 3 siswa (13% dari seluruh siswa). Skor 80 dicapai 2 siswa (8% dari seluruh

    siswa), skor 85 dicapai 4 siswa (17% dari seluruh siswa) dan, skor 90 dicapai 1 siswa (4%

    dari seluruh siswa). Penyebaran skor hasil belajar IPA terbanyak terdapat pada kelompok

    skor 65 yaitu 20% dari seluruh siswa. Kondisi ini menjadi permasalahan pembelajaran

    yang terkait dengan hasil belajar IPA. Dengan diperolehnya hasil belajar siswa, maka

    segera dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

    Hasil belajar IPA berdasarkan skor siswa kelas 4 SDN Jembangan 01 Batangan

    Pati pra siklus dapat disajikan dalam bentuk grafik pada gambar 4.1 halaman berikut:

  • 46

    Gambar 4.1 Grafik Garis Hasil Belajar IPA Berdasarkan Skor Siswa Kelas 4

    SDN Jembangan 01 Batangan Pati Pra Siklus

    Berdasarkan gambar 4.1 nampak bahwa hasil belajar IPA berdasarkan skor siswa

    kelas 4 SDN Jembangan 01 Batangan Pati pra siklus, skor terbanyak diperoleh siswa

    adalah 65 yang diperoleh 5 siswa, skor tertinggi yang dicapai siswa adalah 90, yang hanya

    diperoleh oleh 1 siswa, dan skor terendah adalah 55 yang diperoleh 4 siswa.

    Deskripsi hasil belajar IPA berdasarkan skor minimum, skor maksimum, dan skor

    rata-rata kelas secara rinci disajikan melalui tabel 4.2 berikut:

    Tabel 4.2 Deskripsi Hasil Belajar IPA Berdasarkan Skor Minimum, Skor Maksimum dan Skor Rata-rata

    Siswa Kelas 4 SDN Jembangan 01 Batangan Pati Pra Siklus

    Deskripsi Skor

    Skor Minimum 55

    Skor Maksimum 90

    Skor Rata-rata 70

    Sumber : Data Sekunder

    Berdasarkan tabel 4.2 nampak bahwa hasil belajar IPA yang diperoleh oleh siswa

    kelas 4 SDN Jembangan 01 Batangan Pati pra siklus. Nampak skor minimum yang dicapai

    sebesar 55, skor maksimum yang dicapai sebesar 90, dan skor rata-rata sebesar 70

    dilakukan dengan mengukur hasil belajar melalui pengukuran tes saja.

    0

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    55 60 65 70 75 80 85 90

    Skor Hasil Belajar IPA Siswa

    Jumlah Siswa

  • 47

    Hasil belajar IPA berdasarkan ketuntasan belajar, maka sebesar 71% dari seluruh

    siswa yang ada di kelas 4 (17 siswa) tidak tuntas dalam belajar. Secara rinci distribusi hasil

    belajar IPA berdasarkan ketuntasan disajikan melalui tabel 4.3 berikut:

    Tabel 4.3 Distribusi Hasil Belajar IPA Berdasarkan Ketuntasan Siswa

    Kelas 4 SDN Jembangan 01 Batangan Pati Pra Siklus

    No Skor Ketuntasan Jumlah Siswa Persentase (%)

    1 80, skor minimum

    dan maksimum yang masih dibawah KKM. Oleh karena, disusunlah desain pembelajaran

    seperti yang disajikan melalui rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) IPA KD 3.1

    Menganalisis hubungan antara bentuk dan fungsi bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan

    dan, KD 4.1 Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang bentuk dan fungsi bagian tubuh

    hewan dan tumbuhan disajikan melalui RPP, menyiapkan materi bentuk dan fungsi daun,

    bunga, buah dan biji, media gambar bentuk dan fungsi daun, bunga, buah dan biji, kisi-kisi

    pengukuran hasil belajar IPA disajikan dalam (lampiran 1 RPP dan seperangkatnya), dan

    lembar observasi tindakan siswa dan guru model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang

    disajikan dalam lampiran 10

  • 48

    2. Pelaksanaan dan Tindakan Observasi siklus 1

    Pertemuan 1

    Implementasi rancangan dan pengamatan pada siklus 1 pertemuan pertama

    dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Oktober 2016 dengan KD 3.1 Menganalisis hubungan

    antara bentuk dan fungsi bagian tubuh pada hewan dan tumbuhan dan, KD 4.1

    Menyajikan laporan hasil pengamatan tentang bentuk dan fungsi bagian tubuh hewan dan

    tumbuhan. Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan,

    kegiatan inti dan kegiatan penutup.

    Guru kelas 4 mengimplementasikan RPP yang sudah disediakan dan dipelajari.

    Dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru, adalah sebagai berikut:

    Kegiatan pendahuluan, siswa memberikan salam, guru menjawab salam yang

    diucapkan oleh siswa, guru mengajak berdo’a menurut kepercayaan masing-masing dan

    guru mengabsensi siswa, guru melakukan apersepsi mengajak siswa menyanyikan lagu

    lihat kebunku, dalam melakukan apersepsi seluruh siswa terlibat siswa sangat terlihat

    semangat saat bernyanyi. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

    siswa. Nampak siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, setelah menyampaikan

    tujuan pembelajaran, nampak guru tidak memerinci langkah-langkah pembelajaran yang

    akan dilakukan seperti bagaimana urutan kegiatan yang akan dilaksanakan guru dan

    siswa dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan.

    Kegiatan inti, guru membentuk siswa menjadi 6 kelompok yang masing-masing

    kelompok terdiri dari 4 siswa, nampak seluruh siswa aktif dalam pembentukan kelompok

    ini. Kemudian guru menyajikan materi yang akan didiskusikan dengan teman sejawat

    mengenai bentuk dan fungsi daun, bunga, buah dan biji. Siswa membentuk kelompok ahli

    menunjukkan sikap bekerjasama, toleransi, teliti dalam menyebutkan bagian dan fungsi

    daun, bunga, buah dan biji . Siswa kembali ke kelompok asal dan menganalisis hubungan

    bentuk dan fungsi daun, bunga, buah dan biji. Untuk membuat siswa lebih memahami

    materi dalam pembelajaran guru memberi media berupa gambar bentuk dan bagian daun,

    bunga, buah dan biji. Tujuan pembelajaran hendak dicapai pada pembelajaran pertama

    dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah diharapkan siswa

  • 49

    setelah pembelajaran dapat menganalisis dan menjelaskan bentuk dan fungsi daun,

    bunga, buah dan biji.

    Kegiatan penutup, guru dan siswa melakukan refleksi dari hasil pembelajaran

    yang dilakukan, yaitu melakukan tanya jawab mengenai hal yang masih dianggap sulit.

    Misalnya dalam menganalisis dan menjelaskan bentuk dan fungsi daun, bunga, buah dan

    biji masih ada siswa yang kurang paham dengan pelaksanaan model pembelajaran

    kooperatif tipe jigsaw tersebut. Setelah refleksi guru menutup pembelajaran dengan do’a.

    Pada saat pembelajaran siklus 1 pertemuan 1 berlangs