Stabilisasi Neonatus Pasca Resusitasi (STABLE)

  • View
    241

  • Download
    34

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Pediatri

Text of Stabilisasi Neonatus Pasca Resusitasi (STABLE)

Stabilisasi Neonatus Pasca Resusitasi

Stabilisasi Neonatus Pasca ResusitasiZahra2006730108

Pembimbingdr. Desiana, Sp.APENDAHULUANWHO insidensi 49 juta kasus dari 130 juta kelahiran. AKB di Indonesia sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup1/3 terjadi pada bulan pertama setelah kelahiran (80% pada minggu pertama)Studi di Swedia selama 16 tahun 177 kasus neonatus asfiksia perinatal berat.100% ditransfer ke NICU48 (38%) lahir di rumah sakit tanpa fasilitas ventilator -> rujuk RS segera setelah lahir.32(18%) kasus meninggal16 (9%) kasus meninggal pada saat perawatanPortman, dkk., dari 98 neonatus yang ditransfer ke unit spesialis setelah resusitasi, 61% membutuhkan bantuan ventilasi, 45% mengalami disfungsi renal, 27% mengalami fungsi hati yang abnormal, dan 53% mengalami tekanan darah yang rendah.FAKTOR-FAKTOR STABILISASIPemeliharaan ventilasi dan oksigenasiKoreksi gangguan asam basaMenangani kebocoran udara di paruPemantauan kardiovaskulerPemantauan suhuPemantauan metabolikCont...Pemeriksaan dan koreksi yang tepat dari faktor-faktor yang mempengaruhi stabilisasi tersebut akan mengurangi masalah yang lebih serius selama proses transportasi.S.T.A.B.L.ES- (Sugar)Tidak memberikan makanan perenteral.Memberikan glukosa melalui jalur intravena.Beberapa neonatus berisiko tinggi mengalami hipoglikemia.S- (Sugar)Indikasi : usia 30 mnt bayi dgn distres pernafasan, sepsis atau tidak dapat minum. Dilanjut tiap 1jam.

Bayi yang asimtomatik dan dapat minum, pem gula darah dilakukan pada usia 2 jam.T- (Temperature)Pemeliharaan suhu badan normal harus diprioritaskan baik pada bayi sakit maupun sehat.Bayi prematur dan berat badan rendah sangat rentan mengalami hipotermia.Bayi yang dilakukan resusitasi lama berisiko tinggi mengalami hipotermia.Faktor Risiko HipotermiBayi prematur, berat badan rendah (khususnya berat badan kurang dari 1500 gram).Bayi kecil untuk masa kehamilan.Bayi yang mengalami resusitasi yang lama.Bayi yang sakit berat dengan masalah infeksi, jantung, neurologis, endokrin dan bedah.Bayi yang hipotonik akibat sedatif, analgesik, atau anestesiProses Kehilangan Panas Pada Bayi

A- (Airway)Laju NapasUsaha Napas.Kebutuhan Oksigen.Saturasi Oksigen.Analisis Gas Darah.Derajat Distres Pernapasan NeonatusRingan: nafas cepat tanpa membutuhkan oksigen tambahan, tanpa atau terdapat tanda distres minimal.Sedang: sianotik pada suhu kamar, terdapat tanda distres pernafasan dan analisis gas darah yang abnormal.Berat: sianosis sentral, berusaha kuat untuk bernafas, dan analisis gas darah yang abnormal.B- (Blood pressure)Curah jantung yang mencukupi diperlukan untuk mempertahankan sirkulasi.Cara yang terbaik untuk mempertahankan sirkulasi adalah dengan memberikan cairan dan elektrolit yang adekuatTanda-Tanda Bayi Mengalami SyokUsaha nafasNadiPerfusi periferWarnaFrekuensi jantungJantungTekanan darahL- (Laboratorium)Sebelum transportasiBlood count (pemeriksaan darah rutin)Blood culture (kultur darah)Blood glucose (kadar glukosa darah)Blood gas (analisis gas darah)Cont...Setelah transportasiC-reactive protein (CRP), elektrolit (natrium, kalium, kalsium), fungsi ginjal (ureum, kreatinin), fungsi hati (SGOT, SGPT, bilirubin, pT, aPTT, fibrinogen, D-dimer).E- (Emotional Support)TerkejutMenyangkalBerkabung, sedih, dan takut.Marah dan merasa bersalah.Tahap ekuilibrium dan terorganisir.

THANKS !!