of 28 /28
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sehubungan dengan berkembangnya zaman, banyak faktor yang menyebabkan bertambah banyaknya pasien dengan gangguan pada pembuluh darah. Pembuluh darah merupakan bagian vital pada tubuh manusia, karena merupakan saluran tempat darah mengalir membawa O 2 yang diperlukan organ vital untuk tetap hidup. Apabila saluran tersebut mengalami hambatan secara sebagian atau total, maka organ vital yang akan tertuju tersebut akan mengalami gangguan. Gangguan pada pembuluh dapat terjadi dimana saja, termasuk pada arteri carotis. Arteri carotis merupakan pembuluh darah tempat menyalurkan darah dari jantung menuju pembuluh darah yang berada di kepala. Apabila saluran tersebut mengalami hambatan, maka aliran darah ke kepala juga akan berkurang dan akan timbul berbagai keluhan di kepala. Apabila pada arteri carotis mengalami hambatan total, hal itu sangat berbahaya karena akan timbul Transient Ischemic Attacks (TIA), stroke, kerusakan pada otak, dan bahkan akan mengalami kematian. Hambatan itu disebabkan oleh darah yang menumpuk sehingga dapat mengganggu aliran darah. Penumpukan darah itu biasa disebut plaque yg penyebab utamanya adalah LDL. 1

Makalah Oklusi Karotis

  • Author
    reboenk

  • View
    215

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah Oklusi Karotis

Text of Makalah Oklusi Karotis

BAB I

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Sehubungan dengan berkembangnya zaman, banyak faktor yang menyebabkan bertambah banyaknya pasien dengan gangguan pada pembuluh darah. Pembuluh darah merupakan bagian vital pada tubuh manusia, karena merupakan saluran tempat darah mengalir membawa O2 yang diperlukan organ vital untuk tetap hidup. Apabila saluran tersebut mengalami hambatan secara sebagian atau total, maka organ vital yang akan tertuju tersebut akan mengalami gangguan.

Gangguan pada pembuluh dapat terjadi dimana saja, termasuk pada arteri carotis. Arteri carotis merupakan pembuluh darah tempat menyalurkan darah dari jantung menuju pembuluh darah yang berada di kepala. Apabila saluran tersebut mengalami hambatan, maka aliran darah ke kepala juga akan berkurang dan akan timbul berbagai keluhan di kepala.Apabila pada arteri carotis mengalami hambatan total, hal itu sangat berbahaya karena akan timbul Transient Ischemic Attacks (TIA), stroke, kerusakan pada otak, dan bahkan akan mengalami kematian.

Hambatan itu disebabkan oleh darah yang menumpuk sehingga dapat mengganggu aliran darah. Penumpukan darah itu biasa disebut plaque yg penyebab utamanya adalah LDL. Untuk mengetahui ada atau tidak hambatan pada pembuluh darah, dapat dilakukan Ultra Sonography Vasculer.Pada pemeriksaan Ultra Sonography Vasculer peran teknisi kardiovaskuler sangat dibutuhkan untuk melakukan Diagnosis Non Invasif ini. Keahlian khusus diperlukan untuk melakukan pemeriksaan secara tepat dan benar.

1.2 Rumusan MasalahOklusi karotis adalah penyumbatan secara total pada arteri karotis, sehingga aliran darah ke kepala menjadi berkurang atau tidak ada. Hal ini menyebabkan berbagai penyakit yang dapat terjadi di kepala.1.3 Tujuan1.3.1 Tujuan KhususMengetahui cara pemeriksaan pembuluh darah dengan diagnosa Oklusi Karotis dengan menggunakan mesin dupleks sonography.

1.3.2 Tujuan Umum

Mengetahui Penyebab Oklusi Karotis

Mengetahui Gambaran B-mode, Kurva Doppler serta Colour pada pasien Oklusi Karotis

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Sistem Kardiovaskular Sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang bertugas untuk menyampaikan nutrien (seperti asam amino dan elektrolit), hormon, sel darah dll dari dan menuju sel-sel tubuh manusia, yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan homeostasis tubuh. Sistem ini terdiri atas organ jantung dan pembuluh-pembuluh darah.Jantung merupakan organ yang terdiri dari empat ruangan, yaitu atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri dan ventrikel kiri. Sistem ini bekerja dengan mengikuti pola sebagai berikut:

Gambar 1 : Sistem SirkulasiDarah yang rendah kandungan oksigen dan tinggi CO2 yang berasal dari sirkulasi sistemik dihantarkan melalui vena kava superior dan inferior menuju atrium kanan, masuk ke ventrikel kanan lalu dihantarkan melalui arteri pulmonalis menuju ke paru untuk di-oksigenasi kembali. Selanjutnya darah yang telah kaya akan oksigen akan masuk melalui vena pulmonalis menuju atrium kiri, lalu masuk ke ventrikel kiri untuk dihantarkan menuju sirkulasi sistemik melalui pembuluh aorta,demikian seterusnya.Secara umum, pembuluh darah yang ada di dalam tubuh dapat dibagi menjadi: pembuluh yang membawa darah menjauhi jantung (arteri) dan menuju jantung (vena).

2.1.1 ArteriArteri merupakan pembuluh yang bertugas membawa darah menjauhi jantung. Tujuannya adalah sistemik tubuh, kecuali arteri pulmonalis yang membawa darah menuju paru untuk dibersihkan dan mengikatkan oksigen. Arteri terbesar yang ada dalam tubuh adalah aorta, yang keluar langsung dari ventrikel kiri jantung. Arteri bercabang-cabang membentuk cabang lebih kecil yang disebut arteriole. Arteriole ini membentuk cabang-cabang lebih kecil dan ujung-ujungnya berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. Cabang-cabang ini disebut kapiler.

2.1.2 VenaVena merupakan pembuluh yang mengalirkan darah dari sistemik kembali ke jantung (atrium kanan), kecuali vena pulmonalis yang berasal dari paru menuju atrium kiri. Semua vena-vena sistemik akan bermuara pada vena cava superior dan vena cava inferior.

Vena mengandung banyak darah kaya karbon dioksida, kecuali vena pulmonalis mengandung banyak oksigen. Vena merupakan pembuluh berdinding lebih tipis, kurang elastis, dan lubang pembuluh lebih besar daripada arteri. Pembuluh ini mempunyai beberapa katup untuk mencegah agar darah tidak berbalik arah.2.1.3 KapilerKapiler merupakan pembuluh darah berukuran kecil sebagai perpanjangan arteri dan vena. Dinding sel pembuluh ini bersifat permeabel sehingga cairan tubuh zat-zat terlarut dapat keluar masuk melalui dinding selnya. Selain itu, juga pertukaran oksigen, karbon dioksida, zat-zat makanan, serta hasil-hasil ekskresi dengan jaringan yang ada di sekeliling kapiler. Beberapa pembuluh darah kapiler mempunyai lubang berukuran sempit sehingga sel darah dapat rusak jika melewatinya. Diameter pembuluh darah ini dapat berubah-ubah . kapiler dapat menyempit karena pengaruh temperatur lingkungan yang rendah dan membesar bila ada pengaruh temperatur lingkungan yang tinggi serta bahan kimia, sererti bahan histamin. Meskipun ukuran arteriole dan kapiler lebih kecil dibandingkan dengan arteri dan vena, tetapi jumlah volume darah secara keseluruhan lebih besar di areriole dan kapiler. Volume darah di dalam kapiler 800 kali volume darah di dalam arteri dan vena.2.2 Lapisan Pembuluh Darah ArteriSecara umum pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan yaitu tunika adventisia, tunika media dan tunika intima.

Gambar 2 : Lapisan Arteri dan Vena

1. Tunika Intima

Adalah lapisan pembuluh darah paling dalam yang bersentuhan langsung dengan darah terdiri dari sel-sel endotel.

2. Tunika Media

Adalah lapisan pemuluh darah tengah yang terdiri dari otot polos dan jaringan elastis.

3. Tunika AdventitiaAdalah lapisan pemuluh darah paling terluar berupa jaringan kolagen dan elastis. Lapisan ini berfungsi melindungi dan menguatkan pembuluh darah dengan jaringan sekitarnya.2.3 Anatomi Arteri Karotis

Arteri karotis terdiri dari beberapa bagian yaitu:1. Arteri Karotis Komunis (Common Carotid Artery/CCA)

Arteri karotis komunis berjalan ke superior mediastinum superior, di anterolateral leher dan letaknya di sebelah medial vena jugularis. Ujung dari CCA adalah bifurkasio karotis, yang merupakan asal dari atau percabangan arteri karotis interna (ICA) dan arteri karotis eksterna (ECA). Diameter CCA berkisar 5-7 mm.

Gambar 3 : Arteri Karotis2. Arteri Karotis Interna (Interna Carotid Artery / ICA )Interna Carotid Arteri ( ICA ) merupakan cabang CCA yang lebih besar, dimulai dari bifurcasio CCA dan berjalan ke basis kranii. Di bagian pangkal ICA normalnya memiliki suatu pelebaran yang disebut Bulbus Carotid dan kembali berukuran normal setelah bulbus. Diameter dari pertengahan ICA hampir setengah diameter bulbus. Diameter ICA adalah 4 mm.

3. Arteri Karotis Eksterna (External Carotid Artery/ ECA)Externa Carotid Artery ( ECA ) adalah cabang kembar dari ICA pada bifurcasio dan biasanya berukuran lebih kecil dari ICA. ECA terletak di anteromedial ICA, tapi setelah berjalan ke cranial, ECA terletak di sebelah posterolateral ICA. Diameter ECA adalah 3 mm. ECA mempunyai 8 cabang pembuluh yaitu : arteri tiroidalis superior

faringealis asendens

lingualis fasialis oksipitalis auricularis posterior dan cabang terminalnya temporalis

arteri maxilaris interna2.4 Definisi Oklusi Arteri Karotis

Oklusi Arteri Karotis adalah penyempitan yang terjadi pada arteri karotis secara total. Hal ini biasanya disebabkan oleh penumpukan zat lemak dan kolesterol yang disebut plaque. Lokasi Oklusi pada Arteri Karotis dapat terjadi di CCA, ICA dan ECA.2.4.1 Faktor Resiko

Beberapa faktor resiko telah diidentifikasikan, dikategorikan sebagai faktor resiko yang tidak dapat diubah dan faktor resiko yang bisa diubah/dikontrol.Faktor resiko yang tidak dapat diubah :1. Usia (resiko meningkat dengan meningkatnya usia)

2. Jenis Kelamin

3. Ras (orang kulit hitam memiliki faktor resiko yang lebih tinggi)

Faktor resiko yang dapat diubah :

1. Hipertensi

2. Kolesterol tinggi

3. Merokok

4. Gaya Hidup

2.4.2 Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala pada pasien dengan Oklusi Karotis :

Pingsan (sinkop) Pusing Kepala ringan Kebingungan Sakit kepala atau mual Mati rasa Kelemahan (hemiparesis) atau kelumpuhan sementara atau permanen pada satu sisi tubuh (hemiplegia) juga dapat terjadi. Keluhan tambahan mungkin termasuk penglihatan kabur, kesulitan berkomunikasi (afasia), atau penurunan kesadaran.2.4.3 Pemeriksaan Penunjang

Beberapa pemeriksaan penunjang Oklusi Karotis :

Ultra Sonography Vasculer Magnetic resonance angiography (MRA) Computerisasi tomography angiography (CTA) Cerebral angiography (Carotid angiogram)2.5 Pengertian Dupleks Sonografi Arteri Karotis

Dupleks Sonografi arteri karotis adalah suatu prosedur pemeriksaan diagnostik yang bersifat non invasif untuk menilai struktur dan fungsi arteri karotis dengan suara ultra (ultrasound), digunakan metode B-Mode, Doppler warna, dan Spektrum Doppler.2.5.1 Tiga Modalitas Dupleks Sonografi Pada Pasien Oklusi Karotis1. B-Mode

Untuk melihat dan menilai seluruh CCA, bifurkasio, ICA, ECA sampai ke distal mungkin. Ini merupakan langkah pertama dalam pemeriksaan Dupleks Sonografi Karotis, untuk mengukur ketebalan intima dan melihat plaque.

Gambar 4 : Arteri Karotis Normal Gambar 5: Oklusi pada ICA2. Colour Doppler ( Warna )

Doppler Warna digunakan untuk mengidentivikasi aliran darah pada pembuluh darah, apakah lumen pembuluh darah terisi penuh oleh warna pada arteri. Pada daerah yang terjadi oklusi, tidak akan terisi oleh warna.

Gambar 6: Arteri Karotis Normal

Gambar 7: Oklusi pada ICA3. Spektrum Doppler ( Kurva Aliran )Kecepatan aliran merupakan parameter utama untuk menilai morfologi kurva spektrum doppler pada pembuluh darah arteri karotis. Gambaran Sepektrum doppler pada arteri karotis adalah monophasik end diastolik tinggi, karena menghadapi resisten yang rendah Gambar 8 : Spektrum Doppler ICA Gambar 9 : Spektrum Doppler

Normal terdapat OklusiPerkiraan Kecepatan Spektrum Doppler dan Plak dihubungkan dengan derajat stenosis ICA

% stenosisPSV ICA (cm/det)Perkiraan % PlakRasio PSV ICA/CCAEDV ICA (cm/det)

Normal