Click here to load reader

Oklusi vs Maloklusi

Embed Size (px)

DESCRIPTION

rehabilitatif

Text of Oklusi vs Maloklusi

OKLUSI VS MALOKLUSI

Drg Prita WidyasariOKLUSI VS MALOKLUSI

OKLUSIKontak antara gigi rahang atas dan bawah

OKLUSI NORMALAdalah oklusi dalam batas normal, termasuk dengan variasinya.OKLUSI IDEALDidapat bila:-Bentuk gigi normal-TMJ,tulang, otot, jaringan sekitar gigi normal-Hubungan rahang dan kranium harmonisSyarat Oklusi yang baikSetiap gigi rahang atas kontak dengan 2 gigi rahang bawahGeligi, Fungsi Otot Kunyah, TMJ NormalGigi mempunyai titik kontak yang baik dengan geligi sekitarnyaLengkung geligi rahang atas sesuai dengan rahang bawah (RA > RB)Besar rahang dan gigi seimbang

Klasifikasi MaloklusiMenurut Angle:gigi molar pertama permanen dan kaninus permanen adalah gigi yang digunakan sebagai dasar untuk menentukan klasifikasi maloklusi dilihat dari sisi sagitalKlasifikasi Menurut AngleKlas I (Neutroklusi)

Klas II (Distoklusi)Divisi 1Divisi 2Klas III (Mesioklusi)

Klas I AngleTonjol mesiobukal molar pertama rahang atas berkontak dengan lekukan bukal molar pertama permanen rahang bawahKaninus terletak di antara caninus dan premolar pertama rahang bawahLengkung geligi rahang atas mempunyai hubungan mesio-distal yang normalKlas II AngleTonjol mesiobukal molar pertama permanen rahang atas terletak di antara tonjol mesiobukal molar pertama rahang bawah dan sisi distal dari tonjol bukal premolar kedua rahang bawah.Kaninus rahang atas terletak di antara incisive kedua dan caninus rahang bawahLengkung geligi rahang bawah lebih ke distal daripada rahang atasDivisi Imolar relasi klas II, keempat gigi incisive rahang atas protrusiDivisi IImolar relasi klas ii, sebagian atau keempat incisive rahang atas tegak/ palatoversi

Klas III AngleTonjol mesiobukal molar pertama rahang atas terletak di antara sisi distal molar pertama rahang bawah dan sisi mesial dari tonjol mesial molar kedua rahang bawahKaninus rahang atas terletak di antara premolar pertama dan premolar kedua rahang bawahLengkung geligi rahang bawah terletak lebih ke mesial daripada lengkung rahang atasTerdapat gigitan terbalik anteriorMacamnyaTrue prognatism : klas III murniPseudo prognatism : bila rahang bawah didorong ke distal, maka posisi gigi anterior dalam keadaan gigitan tonjol (edge to edge)

Bila terdapat 2 macam klas dalam rahang

???Klasifikasi dewey yaitu modifikasi dari angle kelas I dan kelas III

Modifikasi angles kelas ITipe 1Angle Class I dengan gigi anterior crowding.Tipe 2Angle Class I dengan gigi I protrusi gigi depan rahang atasTipe 3Angle Class disertai anterior cross bite Tipe 4Angle Class I disertai posterior cross biteTipe 5M mesio version ketika hilangnya gigi pada bagian mesial gigi tersebut ( contoh hilangnya M susu lebih awal dan P2 ).

Klasifikasi SimonBerdasarkan proyeksi sekelompok gigi berdasarkan bidang+ Horizontal (Frankfurt)atraksi: mendekati (intrusi)abstraksi: menjauhi ( ?)+Tranversal (Bidang Orbital)protraksi: lebih ke depanretraksi: lebih ke distal+Sagital (Bidang median)kontraksi: sekelompok gigi mendekati bidang sagitaldistraksi: ???Modifikasi Angle kelas III

Tipe 1Suatu lengkungan saat dilihat secara individu bidang pada jajaran yang normal, tetapi oklusi di anterior terjadi edge to edge.

Tipe 2I mandibula crowding dengan I maksila ( akibat I maksila yang terletak kea rah lingual ).

Tipe 3Lengkung maksila belum berkembang sehingga terjadi cross bite pada I maksila yang crowding dan lengkung mandibula perkembangannya baik dan lurus.

Etiologi MaloklusiMaloklusi merupakan penyimpangan dari pertumbuhkembangan disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lokal.

Kadangkala sukar menentukan etiologi secara tepat karena adanya banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan

Faktor-faktor yang mempengaruhi Genetik (hampir 60 %)Lingkungan:Cara makanJenis makananPertumbuhan dan perkembanganFungsionilPatologiFaktor lokal yang mempengaruhiAnomali jumlah, bentuk, dan ukuran gigiFrenulum labialis dan lingualis yang abnormalKehilangan prematurPersistensiKeterlambatan erupsi gigi permanenArah tumbuh yang abnormalAnkylosisPekerjaan konservasi gigi yang kurang baikAdanya kebiasaan buruk

Pengelompokan MaloklusiDENTAL DYSPLASIASKELETO DENTAL DYSPLASIASKELETAL DYSPLASIARangkuman etiologi maloklusiMaloklusi dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara berbagai sistem yang membentuk cranio facialEtiologi yang sama dapat memberikan efek yang berbeda pada keompok usia maupun individu tertentuMaloklusi dengan kondisi klinis yang hampir sama, bisa memilikki etiologi yang berbeda

Daftar pustakaProffit WR dan Fields HW, 1986. Contemporary Orthodontics, St. Louis: The CV Mosby CompanyPambudi R, 2009. Ortodonti dasar, Surabaya: Airlangga University PressBahan Ajar Ortodonti FKG UNAIR