Click here to load reader

KETOASIDOSIS

  • View
    416

  • Download
    85

Embed Size (px)

Text of KETOASIDOSIS

  • Ns. Revi Neini Ikbal, S. Kep

  • Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah komplikasi akut diabetes melitus yang serius, suatu keadaan darurat yang harus segera diatasi. KAD memerlukan pengelolaan yang cepat dan tepat, mengingat angka kematiannya yang tinggi. Pencegahan merupakan upaya penting untuk menghindari terjadinya KAD.

  • HiperglikemiaGlukosuria beratAsidosis MetabolikDiuresis osmotik, dengan hasil akhir dehidrasi dan penurunan elektrolitHipotensi dan syockKoma/penurunan kesadaran

  • Polidipsiapoliuria dan kelemahanAnoreksia, mual, muntah nyeri perut, ketonemia Ileus ( sekunder akibat hilangnya kalium karena diuresis osmotik ) dan dilatasi lambungPernapasan kussmaul ( pernapasan cepat dan dalam) Secara neurologis 20% penderita tanpa perubahan sensoris, sedangkan 10% penderita benar-benar koma Gula darah >100-200 mg

  • Edema serebralAdult Respiratory Distress Syndrome (ARDS)Hipertrigliseridemia

  • Glukosa darah: Meningkat 100-200 mg/dl atau lebihAsam plasma ( keton ): Positif secara mencolokAsam lemak bebas: Kadar lipid dan kolesterol meningkat.Osmolalitas serum: Meningkat tetapi biasanya kurang dari 330 mOsm/lElektrolit - Natrium : Mungkin normal, meningkat/ menurun - Kalium : Normal/peningkatan semu ( perpindahan seluler ), selanjutnya akan menurun - Fosfor : Lebih sering menurun

  • Hemoglobin glikosilat : Kadar meningkat 2-4 kali lipid dari normal yang mencerminan kontrol DM yang kurang selama 4 bulan terakhir.Gula darah arteri : Biasanya menunjukan pH rendah dan penurunan pada HCO3 ( asidosis metabolik ) dengan kompensasi Alkalosis Respiratorik.Trombosis darah : Ht mungkin menigkat ( dehidrasi ), leukositosis, hemokonsentrasi, merupakan respon terhadap stress/infeksi.

  • Ureum / kreatinin : Mungkin meningkat/normal ( dehidrasi/penurunan fungsi ginjal ).Amilase darah : Mungkin meningkat yang mengindikasikan adanya pankreatitis akut sebagai penyebab dari KAD.

  • PRINSIP :;Klien harus dirawat intensivePenanganan klien dengan segeraPencatatan kondisi klien secara berkala dengan benar, baik dan tepatKonsulkan segera ke psesialis endokrin

  • Memperbaiki perfusi jaringan, memperbaiki keadaan asidosisMenghentikan penyerapan insulin lebih lanjutKoreksi gangguan eletrolitMencegah kompplikasi edema serebral

  • Gunakan cairan kristaloid (RL), NaCLUmumnya diperkirakan dehidrasi 10-15 %Apabila syok berikan cairan kristaloid secara bolus 20 cc/kg BB, atau albumin pada jam-jam pertama sampai perfusi membaikHitung kebutuhan cairan

  • I.Pengkajian - Aktivitas/ Istirahat Gejala : Lemah, letih, sulit bergerak/ berjalan, kram otot, tonus oto menurun, gangguan tidur/ istirahat. Tanda : Takikardia dan takipnea pada keadaan istirahat/ dengan aktivitas letargi/ disorientasi, koma, penurunan otot - Sirkulasi Gejala : Adanya riwayat hipertensi: IM akut, klaudikasi, kebas, dan kesemutan pada ekstremitas, ulkus pa kaki, penyembuhan yang lama Tanda : Takikardia, perubahan tekanan darah postural, hipertensi, nadi yang menurun / tidak ada, disritmia

  • - Integritas EgoGejala : Stress, tergantung pada orang lain, masalah finansial b/d kondisi Tanda : Ansietas, peka rangsang - Eliminasi Gejala : Perubahan pola berkemih (Poliuria), Nokturia, rasa nyeri / terbakar, kesulitan berkemih (Inspfeksi), ISK bau / berulang, nyeri tekan abdomen Tanda : Urin encer, pucat, kuning, poliuria, urin berrkabut , bau busuk (Infeksi), abdomen keras, adanya asites

  • - Makanan / Cairan Gejala : Hilang nafsu makan, mual muntah, haus, penurunan BB > periode beberapa hari/ minggu, tidak mengikuti diet, peningkatan glukosa/ karbohidrat, penggunaan diuretik Tanda : Kulit kering/ bersisik, turgor jelek, kekakuan/ distensi abdomen, muntah, pembesaran tiroid - Neurosensori Gejala : Pusing / sakit kepala, kesemutan, kelemahan otot, gangguan penglihatan Tanda : Disorientasi, mengantug, letargi, reflek tendon dalam menurun, aktivitas kejang

  • - Nyeri / Kenyamanan Gejala : Abdomen yang tegang/ nyeri Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi - Pernapasan Gejala : Merasa kekurangan O2, batuk dengan/ tanpa sputum purulen Tanda : Lapar udara, batuk dengan/ tanpa sputum purulen (infeksi), frekuensi pernapasan - Keamanan Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit Tanda : Demam, diaforesis, kulit rusak, lesi/ ulserasi, menurunnya kekuatan umum/ rentang gerak - Seksualitas Gejala : Rabas vagina (cenderung infeksi), masalah impoten pada pria, kesulitan orgasme pada wanita

  • Kekurangan volume cairanNutrisi, perubahan : Kurang dari kebutuhan tubuh.Infeksi, Resiko tinggi terhadap (sepsis)Kurang Pengetahuan mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan.