6. Ketoasidosis Diabetikum

  • View
    269

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of 6. Ketoasidosis Diabetikum

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    1/52

    Ketoasidosis Diabetik

    Tim Modul

    UKK Endokrinologi-IDAI

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    2/52

    Pendahuluan Frekuensi bervariasi luas

    Di Eropa, Australia, danAmerika Utara 15-70%

    Risiko KAD pada DM Tipe 1(terdiagnosis):

    1-10/ 100 pasien/ tahun KAD: penyebab tersering

    kematian yang berhubungandengan diabetes anak 70% pada anak DM < 10

    tahun Angka kematian KAD 0,15-

    0,3%

    Kematian terbesar (60-90%)disebabkan edema serebral

    Dapat dicegah!

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    3/52

    Definisi KAD

    3

    Suatu keadaan darurat akibat kurangnya insulin absolutmaupun relatif disertai peningkatan hormon-hormoncounter-regulatory (katekolamin, glukagon, kortisol dan

    growth hormone) Defisiensi absolut:

    DM tipe 1 yang tidak terdiagnosis

    Tidak taat / benar dalam menggunakan insulin

    Defisiensi relatif Konsentrasi hormon counter-regulatory meningkat

    Misalnya: stres pada kondisi seperti sepsis, trauma, ataupenyakit gastrointestinal dengan diare dan muntah

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    4/52

    Patofisiologi

    Thelans Critical Care Nursing:Diagnosis and Management. 5th ed.

    Lemak GlukosaElektrolit

    Air

    Protein

    Ketonuria

    Natrium

    Mual

    Muntah

    Glukagon

    Glukoneogenesis

    Lipolisis

    Asam Lemak bebas

    Ketogenesis

    Ketonemia

    Defisiensi Insulin

    Uptake glukosa

    Hiperglikemia

    Glukosuria

    Poliuris

    Hiperosmolalitas

    Diuresis osmotik

    Poliuria

    Imbalans elektrolit

    Na. Kalium, Fosfat,

    Bikarbonat

    Glukagon

    Glukoneogenesis

    Katabolisme protein

    Sintesis protein

    Asam amino

    BUN

    Nitrogen urin

    Balans Nitrogen

    negatif

    pH serum

    Asidosis

    Kussmaul

    Ekskresi aseton

    Dehidrasi

    Hiperosmolalitas

    Hemokonsentrasi

    Hipotensi

    Perfusi Renal

    Perfusi jaringan

    Hipoksia jaringan

    Asam laktat

    Asidosis Metabolik

    Asidosis Metabolik, Syok, Koma, Kematian

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    5/52

    Pelatihan DM dan KAD

    KlinisKAD

    Dehidrasi

    Napas cepat dalamMual, Muntah, nyeriperut akut abdomen

    Penurunan kesadaran

    progressifLekositosis, shift to theleft

    Peningkatan amilase non

    spesifikDemam (hanya bila adainfeksi)

    T

    idakkhas

    Menyerupaipenyakit lain: Gastroenteritis

    Akut abdomen

    Keracunan Gangguan SSP

    Sindrom uremik

    dll

    !! Pikirkan KAD

    Khas: 3P, bau aseton

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    6/52

    Kriteria diagnosis KAD

    Kategori pHHCO3

    (mEq/L)

    Ringan

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    7/52

    Tatalaksana awal KAD

    Penilaian KegawatanEvaluasi klinis:

    Konfimasi

    diagnosis dan

    penyebab

    Cari bukti adanya infeksi

    KAD berulang: insulin tidak diberikan,

    tatalaksana saat sakit, kesalahan

    pompa insulin

    Timbang BB: gunakan untuk

    perhitungan

    Tentukan derajatdehidrasi

    klinis

    Tentukan tingkat

    kesadaran

    GCS

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    8/52

    Perkiraan derajat dehidrasi

    8

    Ringan:

    Turgormenurun,mukosamulut

    kering,takikardia,takipnea.

    Sedang:

    Kelopakmata

    cekung,ubun-ubun

    cekung,

    turgormenurun

    lebih berat.

    Berat:

    Renjatan,nadi tak

    teraba atausangat

    lemah,hipotensi,oliguria.

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    9/52

    Tindakan suportif awalBebaskan

    jalan napas NGT

    IV line

    Oksigen Kegagalan sirkulasi/ syok

    Antibiotik bila demam;setelah pengambilan

    kultur

    Kateter urin: Tidak sadar/ sakit

    berat

    Bayi/anak kecil

    Monitor jantung: EKGkontinyu

    Hiper/ hipokalemia

    Puasa

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    10/52

    Pemeriksaan laboratorium awal

    Gula Darah Elektrolit

    BUN, kreatinin

    pH, pCO2, HCO3 vena(bila pasien kritis arteri)

    HbA1C, DPL

    Beta OH butirat/ ketondarah

    Dengan indikasi:

    Ca, P, Mg

    Kultur

    Pemeriksaandarah

    keton

    Kultur (bilaperlu)

    Urinalisis Bilapemeriksaan Klama

    Ro thorax

    EKG,Radiologi

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    11/52

    Ruang perawatan

    Di unit dengan fasilitas:

    Staf perawat terlatih untuk pemantauan dan tatalaksana

    Petunjuk tertulis tatalaksana KAD pada anak

    Laboratorium yang dapat memeriksa sering dan cepat Spesialis anak/ konsultan yang terlatih penanganan KAD

    ICU:

    KAD berat (gejala lama, gangguan sirkulasi, penurunankesadaran)

    Risiko tinggi edema serebri

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    12/52

    Tatalaksana

    Tujuan:

    Koreksi dehidrasiKoreksi asidosis danmenghilangkan ketosis

    GD kembali ke kadarhampir normal

    Cegah komplikasi terapi

    Mengidentifikasi dan

    menatalaksana pencetusKAD

    D

    engan:

    Cairan

    Insulin

    KaliumBikarbonat?

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    13/52

    Cairan

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    14/52

    Pemberian cairan

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    15/52

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    16/52

    Tabel 1. Cara penghitungan kebutuhan cairan

    1. Tentukan derajat dehidrasi .... % (A)

    2. Tentukan defisit cairan A x Berat Badan (kg) x 1000 = B ml

    3. Tentukan kebutuhan rumatan untuk

    48 jam (tabel 2)

    C ml

    4. Tentukan kebutuhan total dalam 48

    jam

    (B+C) ml

    5. Tentukan dalam tetesan per jam (B+C)/48 = . ml/jam

    16

    Court J. The Management of Diabetes Mellitus in Brook CGD ed.

    Clinical paediatric Endocrinology. 3rd ed. Oxford, Blackwell Science: 1995, p. 655

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    17/52

    Tabel 2. Kebutuhan cairan rumatan

    Berat Badan Kebutuhan Cairan per Hari

    310 kg 100 mL/kg

    1020 kg 1000 mL + 50 ml/kg setiap kg BB di atas 10

    kg

    20 kg 1500 mL + 20 ml/kg setiap kg BB di atas 20

    kg

    17

    Court J. The Management of Diabetes Mellitus in Brook CGD ed.

    Clinical paediatric Endocrinology. 3rd ed. Oxford, Blackwell Science: 1995, p. 655

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    18/52

    Cairan Rehidrasi

    0.9% N/S + 7.45 % KCl.

    Selalu digunakan untuk memulai rehidrasi.

    5% D/S + 7.45% KCl.

    Terkadang dibutuhkan konsentrasi dekstrosalebih dari 5%.

    The Two bag system.

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    19/52

    Two bag system

    Kecepatan infus total (mL/jam)

    A B

    NaClKCl

    D10%

    NaClKCl

    Contoh:Kecepatan infus total = 200 mL/jam

    Jenis cairan Kec infus A Kec. Infus Bakhir (%) mL/jam mL/jam

    D0 200 0D5 100 100

    D7.5 50 150D10 0 200

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    20/52

    Insulin

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    21/52

    Mulai infus insulin 1-2jam setelahpemberian cairan

    Dosis: 0,05 - 0,1 IU/kg/ jam

    Larutkan 10 IU insulin regular (0,1 ml)dalam 100 ml normal saline

    0, 1 IU= 1 ml

    Kecepatan = BB kg/ jam

    Insulin regular/ rapid Insulin bolus iv tidakdiperlukan

    TerapiInsulin

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    22/52

    Bila menggunakan syringe pump

    Cara membuat larutan insulin dalam spuit 50 ml, danpemberian dengan dosis 0,1 IU/ kg/ jam, anak 12 kg,

    konsentrasi 1 IU = 1 mL:

    Jumlah

    Insulin regular 50 IU = 0,5 mL

    NaCl + Insulin 50 mL

    Konsentrasi 1 IU = 1 mL

    Kecepatan pemberian 0,1 x BB (kg) ml/ jam

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    23/52

    Terapi insulin

    23

    Laju kecepatan insulin dan pemberian dekstrosa diatursehingga kadar gula darah berkisar antara 90 - 180 mg/dL.

    Jika perlu koreksi Natrium diberikan.

    Gula darah mencapai 250 mg/dL, infus diganti dengan

    D5% in S atau D5% in S

    Target kecepatan penurunan gula darah:

    75 - 100 mg/dL/jam.

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    24/52

    Kalium

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    25/52

    KaliumDengan terapi insulin:

    Kalium akan masuk ke intrasel ((1meq/L/ 0.1 unit pH)

    Beri kalium, walau tinggi:

    Hipokalemia = Hipokalemia

    BERAT K bersamaan dengan

    pemberian cairan resusitasiawal sebelum pemberian insulinatau

    Setelah resusitasi cairan danbersamaan dengan pemberianinsulin.

    Hiperkalemia,

    Tunda pemberian K sampai adaproduksi urin.

    Hiperkalemia

    Hipokalemia

    Monitor Kalium dan EKG

    Disritmia jantung kematian mendadak!

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    26/52

    Kalium

    Konsentrasi awal sebaiknyatidak melebihi 40 mmol/ L,

    Bila bersamaan dengan resusitasicairan awal: 20 mmol/ L.

    Selanjutnya tergantung kadar Kselama pemantauan.

    Pegangan praktis:

    KCl 7,46 % 1 mmol = 1 ml

    Kalium

    plasma

    (mmol/L)

    KCL koreksi

    Mmol/Kg/jam)

    < 3 0,53-4 0,4

    4-5 0,3

    5-6 0,2

    >6 0

    Laju pemberian maksimum: 0,5 mmol/ kg/ jam

  • 8/10/2019 6. Ketoasidosis Diabetikum

    27/52

    Sodium

    Pseudohiponatremia: kadar Na terukur rendah karenadilusi

    Koreksi bila [Na+] serum 160 mmol/l

    Rehid

Search related