Terapi Cairan Pada Pasien Ketoasidosis Diabetikum

  • View
    34

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kesehatan

Text of Terapi Cairan Pada Pasien Ketoasidosis Diabetikum

Terapi Cairan pada Pasien Ketoasidosis Diabetikum

Terapi Cairan pada Pasien Suspek Ketoasidosis Diabetikum

#1Pendahuluan#2Hepar Jaringan adiposa PankreasAktivitas atau suplai insulin GLukosa-GLYCOGENOLYSISHGP+G L UC O S EG LYCOGENGLUCONEOGENESISPatofisiologi DM Tipe II LIPOLYSISFFA +Asam laktat#3DefinisiKetoasidosis diabetik (KAD) adalah keadaan dekompensasi kekacauan metabolik yang ditandai oleh trias hiperglikemia, asidosis, dan ketosis, terutama disebabkan oleh defisiensi insulin absolut atau relatif #4Etiologi dan Faktor Pencetus#5#6

#7

#8#9Penatalaksanaan#10

#11Komplikasi #12PrognosisPrognosis dari ketoasidosis diabetik biasanya buruk, tetapi sebenarnya kematian pada pasien ini bukan disebabkan oleh sindrom hiperosmolarnya sendiri tetapi oleh penyakit yang mendasar atau menyertainya

#13KASUSIdentitas Penderita:Nama: Ny. NwyUmur: 52 TahunAlamat : PosoPekerjaan: Pegawai Negeri SipilAgama: KristenRuangan: ICU Undata PaluTanggal Masuk: 20 Juni 2015Tanggal Pemeriksaan: 22 Juni 2015

#14AnamnesaKeluhan Utama: Gelisah Riwayat Penyakit Sekarang :Pasien masuk ruang ICU dengan kondisi gelisah sejak 1 hari yang lalu, awalnya pasien tidak sadar 1 hari pada saat di rujuk ke RSUD Undata Palu dari RSD Poso. Menurut keluarga, pasien awalnya masih dapat berkomunikasi dengan baik, namun dalam perjalanan ketika dirujuk ke RSUD Undata pasien mulai gelisah dan sudah tidak dapat berkomunikasi dengan baik. 3 hari sebelum masuk rumah sakit poso pasien sempat mengeluhkan demam dan sakit kepala, kemudian pasien memeriksakan diri ke dokter dan diberikan obat namun tidak ada perubahan yang dirasakan pasien. Mual(-), muntah (-), lemah badan (+), BB menurun (+), sering minum dan sering BAK juga diakui keluarga pasien. 2 hari sebelum masuk rumah sakit pasien juga mengeluh BAK berwarna merah, namun pasien tidak mengeluhkan adanya nyeri saat BAK. Menurut suaminya, pasien sudah menopause sejak 3 tahun yang lalu.

#15Riwayat Penyakit Sebelumnya Riwayat Diabetes Melitus diakui keluarga pasien sejak 2 tahun yang lalu, namun pasien tidak pernah mengkonsumsi obat secara teratur. Pasien sudah mengontrol pola makannya sejak pasien mengetahui penyakitnya. Tidak ada riwayat pemakaian insulin sebelumnya. Riwayat Hipertensi (+)Riwayat Kolesterol (+)Riwayat penyakit jantung (-)Riwayat stroke (-)Riwayat trauma (-)

#16Pemeriksaan FisikStatus GeneralisKeadaan Umum: Sakit SedangKesadaran: Delirium(GCS E1 V1 M4)Berat Badan: 60 kg

#17Primary SurveyAirway: Paten, obstruksi (-)Breathing: Respirasi 28 kali/menit, pergerakan dada simetris, pernapasan dalam dan cepat.Circulation:Tekanan darah: 137/58 mmHgNadi: 102 kali/menit, reguler, kuat angkat

#18Secondary SurveyKepala:Bentuk: NormocephalRambut : Ikal, warna hitam distribusi padatKulit kepala: Psoriasis (-), lesi (-)Wajah: Simetris, paralisis facial (-), afek ekspresi serasi, deformitas (-)Kulit : Keriput (-), pucat (+), sianosis (-), massa (-), turgor 3 detik.

#19Mata: Eksoftalmus (-), enophtalmus (-), palpebra edema (-), dermatitis seborea (-), ptosis (-), kalazion (-). konjungtiva anemis (+/+), sclera ikterik

Telinga: Keloid (-), kista epidermoid (-), serumen minimal, membrana timpani normal.

Hidung & Sinus: Deviasi septum nasi (-), polip (-), rhinorrhea (-), epistaksis (-), nyeri tekan pada sinus (-)

#20Mulut & Faring:Bibir : sianosis (-), pucat (+), kering (+)Gusi: gingivitis (-)Gigi: karies dentis (+)Lidah: deviasi lidah (-), lidah kotor (-), tremor (-)

#21Leher:Inspeksi: jaringan parut (-), massa(-)Palpasi :pembengkakan kelenjar limfe (-), pembesaran pada kelenjar tiroid (+), nyeri tekan (-), JVP : R5 + 2 cm H2OTrakhea: Deviasi trakhea (-)

#22Thorax Inspeksi:Normochest, retraksi (-), massa (-), cicatrix (-), spider nevi (-)Palpasi:nyeri tekan (-), ekspansi paru simetris kiri dan kanan.Perkusi:sonor (+) diseluruh lapang paru, batas paru hepar SIC VI dextra.Auskultasi:vesicular +/+, bunyi tambahan (-).

#23JantungInspeksi:lctus cordis tidak tampak Palpasi:lctus cordis teraba pada SIC V linea midclavicula (s), thrill (-)Perkusi:Batas atas: SIC II linea parasternal dextra et sinistraBatas kanan: SIC V linea parasternal dextraBatas kiri: SIC V linea midclavicula sinistraAuskultasi: Bunyi jantung I/II reguler murni, murmur (-), gallop (-)

#24AbdomenInspeksi:Bentuk cembung terhadap thorax dan symphisis pubis Auskultasi:Peristaltik (+) kesan normal ( 16 kali/menit) diseluruh kuadran abdomen , Bruit (-), friction rub (-)Perkusi:Timpani (+) diseluruh kuadran abdomen, ascites (-)Palpasi:hepar tidak teraba, Spleen tidak teraba, Ginjal tidak teraba

#25Genitalia : terdapat darah bercampur urine yang terdapat pada kateterEkstremitas:Atas : Edema (-), Akral hangat (+/+)Bawah : Edema (-), Akral hangat (+/+)

#26Pemeriksaan Penunjang

#27ResumePasien usia 52 tahun. Masuk ICU dengan penurunan kesadaran, febris (+), riw. cephalgia(+), lemah badan (+), BB menurun (+), polidipsi (+), poliuria (+), riw. hematuria (+), riw. DM (+), riw. HT (+), riw. Kolesterol (+).

Diagnosis Kerja:Penurunan kesadaran e.c susp ketoasidosis diabetik

#28Diagnosis Banding:Hiperosmolar non ketotik

Penatalaksanaan:Airway: O2 8 Lpm via face mask+reservoarBreathing: SpontanCirculation: IVFD NaCl 20tpmDrug: Inj. Ceftriaxone 1gr/12jamMetronidazole btl 0,5gr/8jamInj. Ranitidine 1 amp/12jam

#29Anjuran PemeriksaanPemeriksaan Gula DarahPemeriksaan ElektrolitPemeriksaan Fungsi GinjalPemeriksaan Analisa Gas DarahPemeriksaan Aseton darahPemeriksaan UrinalisisEKGCT-Scan

#30Follow Up

#31

#32

#33

#34

#35

#36

JamHasil GDS17.0017.1017. 2517. 3517.45568 mg/dl556 mg/dl494 mg/dl176 mg/dl568 mg/dl#37DiskusiPada kasus ini wanita 52 tahun masuk dengan penurunan kesadaran sejak 4 jam pada saat dirujuk dari RSD Poso. Menurut teori, penurunan kesadaran merupakan suaru kegawatdaruratan yang paling sering ditemukan pada praktek sehari-hari yang dapat disebabkan oleh gangguan pada otak dan sekitarnya atau karena pengaruh gangguan metabolik. Pada pasien ini dicurigai penyebab terjadinya penurunan kesadaran adalah karena penyakit metabolik.#38

#39#4041

42Terapi CairanPada pasien ini seharusnya pada jam 1 diberikan 1 liter NaCl 0,9% 1 jam kedua 1 liter NaCl 0,9%Dilakukan pemeriksaan elektrolit Bila elektrolit tinggi ataupun normal pasien di lanjutkan dengan NaCl 0,45% 4-14 ml/kgBB/jam yaitu sekitar 240-840ml/jam dengan estimasi BB 60kg. jika natriumnya rendah maka pasien diberikan NaCl 0,9% dengan jumlah yang sama. #43Terapi InsulinPada awal pemberian diberikan 6 IU/jam

Menurut ADA (American Diabetic Association) pada pasien yang tidak mengalami hipokalemia (K < 3,3mEq/l), dapat diberikan insulin regular 0,15 u/kg BB/bolussehingga 0,15 x 60 = 9 IU diikuti dengan infus kontinu 0,1 u/kgBB/jam (5-7 u/jam).

Cek kadar gula darah, jika mencapai 250 mg/dl, turunkan infus insulin menjadi 0,05-0,1 u/kgBB/jam (3-6 u/jam), dan tambahkan infus dextrose 5-10%.

#44Koreksi ElektrolitApabila jumlah kalium 5 mEq/L maka jangan memberikan kalium tetapi pantau kadar kalium setiap 2 jam. Apabila kadar kalium 3 mEq/L dan

Search related