22
1.untuk mengetahui Pengertian 2.untuk mengetahui Etiologi 3.Untuk Mengetahui Patofisiologi 4.Untuk Mengetahui Pathway 5.Untuk Mengetahui Manifestasi Klinis 6.Untuk Mengetahui Analisa Data 7.Untuk mengetahui Diagnosa Keperawatan 8.Untuk Mengetahui Intervensi 9.Untuk Mengetahui aktivitaas yang baik pada usia 14 bulan di kasus ini 1.Pengertian Tetralogi of Fallot (TOF) adalah kelainan jantung kongenital dengan gangguan sianosis yang ditandai dengan kombinasi empat hal yang abnormal meliputi Defek Septum Ventrikel, Stenosis Pulmonal, Overriding Aorta dan Hipertrofi Ventrikel Kanan. (Buku Ajar Kardiologi Anak, 2002). Tetralogi of Fallot (TOF) adalah merupakan defek jantung yang terjadi secara kongenital dimana secara khusus mempunyai empat kelainan anatomi pada jantungnya. TOF ini adalah merupakan penyebab tersering pada Cyanotik Heart Defect dan juga pada Blue Baby Syndrome. TOF pertama kali dideskripsikan oleh Niels Stensen pada tahun 1672. tetapi, pada tahun 1888 seorang dokter dari Perancis Etienne Fallot menerangkan secara

Askep Akut Miokard Infark

  • Upload
    gipang

  • View
    103

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Askep Akut Miokard Infark

Citation preview

Page 1: Askep Akut Miokard Infark

1.untuk mengetahui Pengertian

2.untuk mengetahui Etiologi

3.Untuk Mengetahui Patofisiologi

4.Untuk Mengetahui Pathway

5.Untuk Mengetahui Manifestasi Klinis

6.Untuk Mengetahui Analisa Data

7.Untuk mengetahui Diagnosa Keperawatan

8.Untuk Mengetahui Intervensi

9.Untuk Mengetahui aktivitaas yang baik pada usia 14 bulan di kasus ini

1.Pengertian

Tetralogi of Fallot (TOF) adalah kelainan jantung kongenital dengan gangguan sianosis

yang ditandai dengan kombinasi empat hal yang abnormal meliputi Defek Septum

Ventrikel, Stenosis Pulmonal, Overriding Aorta dan Hipertrofi Ventrikel Kanan. (Buku

Ajar Kardiologi Anak, 2002).

                Tetralogi of Fallot (TOF) adalah merupakan defek jantung yang terjadi secara

kongenital dimana secara khusus mempunyai empat kelainan anatomi pada jantungnya.

TOF ini adalah merupakan penyebab tersering pada Cyanotik Heart Defect dan juga

pada Blue Baby Syndrome.

                TOF pertama kali dideskripsikan oleh Niels Stensen pada tahun 1672. tetapi,

pada tahun 1888 seorang dokter dari Perancis Etienne Fallot menerangkan secara

mendetail akan keempat kelainan anatomi yang timbul pada tetralogi of fallot.

                TOF merupakan penyakit jantung bawaan biru (sianotik) yang terdiri dari

empat kelainan yaitu :

         Defek Septum Ventrikel (lubang pada septum antara ventrikel kiri dan kanan)

         Stenosis pulmonal (penyempitan pada pulmonalis) yang menyebabkan obstruksi aliran

darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonal.

         Transposisi / overriding aorta (katup aorta membesar dan bergeser ke kanan sehingga

terletak lebih kanan, yaitu di septum interventrikuler).

Page 2: Askep Akut Miokard Infark

         Hipertrofi ventrikel kanan (penebalan otot ventrikel kanan)

                Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat beratnya penyakit

adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat.

 2.Etiologi

Pada sebagian kasus, penyebab penyakit jantung bawaan tidak diketahui secara pasti,

akan tetapi diduga karena adanya faktor endogen dan eksogen. Faktor- faktor tersebut

antara lain:

a. Faktor endogen:

         Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom

         Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan

         Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit

jantung atau kelainan bawaan.

b. Faktor  eksogen

          Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau suntik, minum obat-

obatan tanpa resep dokter (thalidomide, dextroamphetamine, aminopterin,

amethopterin, jamu)

         Selama hamil ,ibu menderita rubella (campak Jerman) atau infeksi virus lainnya.

         Pajanan terhadap sinar-X

         Gizi yang buruk selama hamil

         Ibu yang alkoholik

         Usia ibu di atas 40 tahun.

(Sumber : Ilmu Kesehatan Anak, 2001)

                Para ahli berpendapat bahwa penyebab endogen dan eksogen tersebut jarang

terpisah menyebabkan penyakit jantung bawaan. Diperkirakan lebih dari 90% kasus

penyebab adalah multi faktor. Apapun sebabnya, pajanan terhadap faktor penyebab

harus ada sebelum akhir bulan kedua kehamilan, oleh karena pada minggu ke delapan

kehamilan, pembentukan jantung janin sudah selesai.

                TOF lebih sering ditemukan pada anak-anak yang menderita Syndroma Down.

TOF dimasukkan ke dalam kelainan jantung sianotik karena terjadi pemompaan darah

yang sedikit mengandung oksigen ke seluruh tubuh, sehingga terjadi sianosis (kulit

berwarna ungu kebiruan) dan sesak napas. Mungkin gejala sianotik baru timbul di

Page 3: Askep Akut Miokard Infark

kemudian hari, dimana bayi mengalami serangan sianotik baru timbul di kemudian hari,

dimana bayi mengalami serangan sianotik karena menyusu atau menangis

3.Patofisiologi

Proses pembentukan jantung pada janin mulai terjadi pada hari ke-18 usia kehamilan.

Pada minggu ke-3  jantung hanya berbentuk tabung yang disebut fase tubing. Mulai

akhir minggu ke-3 sampai minggu ke-4 usia kehamilan, terjadi fase looping dan septasi,

yaitu fase dimana terjadi proses pembentukan dan penyekatan ruang-ruang jantung

serta pemisahan antara aorta dan arteri pulmonalis. Pada minggu ke-5 sampai ke-8

pembagian dan penyekatan hampir sempurna. Akan tetapi, proses pembentukan dan

perkembangan jantung dapat terganggu jika selama masa kehamilan terdapat faktor-

faktor resiko.

                   Kesalahan dalam pembagian Trunkus dapat berakibat letak aorta yang

abnormal (overriding), timbulnya penyempitan pada arteri pulmonalis, serta

terdapatnya defek septum ventrikel. Dengan demikian, bayi akan lahir dengan kelainan 

jantung dengan empat kelainan, yaitu defek septum ventrikel yang besar, stenosis

pulmonal infundibuler atau valvular, dekstro posisi pangkal aorta dan hipertrofi

ventrikel kanan. Derajat hipertrofi ventrikel kanan yang timbul bergantung pada derajat

stenosis pulmonal. Pada 50% kasus stenosis pulmonal hanya infundibuler, pada 10%-

25% kasus kombinasi infundibuler dan valvular, dan 10% kasus hanya stenosis

valvular. Selebihnya adalah stenosis pulmonal perifer.

                                        Hubungan letak aorta dan arteri pulmonalis masih di tempat yang

normal, overriding aorta terjadi karena pangkal aorta berpindah ke arah anterior

mengarah ke septum. Klasifikasi overriding menurut Kjellberg: (1) tidak terdapat

overriding aorta bila sumbu aorta desenden mengarah ke belakang ventrikel kiri, (2)

Pada overriding 25% sumbu aorta asenden ke arah ventrikel sehingga lebih kurang

25% orifisium aorta menghadap ke ventrikel kanan, (3) Pada overridng 50% sumbu

aorta mengarah ke septum sehingga 50% orifisium aorta menghadap ventrikel kanan,

(4) Pada overriding 75% sumbu aorta asenden mengarah ke depan venrikel kanan.

Derajat overriding ini bersama dengan defek septum ventrikel dan derajat stenosis

menentukan besarnya pirau kanan ke kiri.

  (Ilmu Kesehatan anak, 2001).

Page 4: Askep Akut Miokard Infark

                                        Karena pada TOF terdapat empat macam kelainan jantung yang

bersamaan, maka :

1. Darah dari aorta sebagian berasal dari ventrikel kanan melalui lubang pada

septum interventrikuler dan sebagian lagi berasal dari ventrikel kiri, sehingga

terjadi percampuran darah yang sudah teroksigenasi dan belum teroksigenasi.

2. Arteri pulmonal mengalami stenosis, sehingga darah yang mengalir dari

ventrikel kanan ke paru-paru jauh lebih sedikit dari normal.

3. Darah dari ventrikel kiri mengalir ke ventrikel kanan melalui lubang septum

ventrikel dan kemudian ke aorta atau langsung ke aorta, akan tetapi apabila

tekanan dari ventrikel kanan lebih tinggi dari ventrikel kiri maka darah akan

mengalir dari ventrikel kanan ke ventrikel kiri (right to left shunt).

4. Karena jantung bagian kanan harus memompa sejumlah besar darah ke dalam

aorta yg bertekanan tinggi serta harus melawan tekanan tinggi akibat stenosis

pulmonal maka lama kelamaan otot-ototnya akan mengalami pembesaran

(hipertrofi ventrikel kanan).

       Pengembalian darah dari vena sistemik ke atrium kanan dan ventrikel kanan

berlangsung normal. Ketika ventrikel kanan menguncup, dan menghadapi stenosis

pulmonalis, maka darah akan dipintaskan melewati defek septum ventrikel tersebut ke

dalam aorta. Akibatnya darah yang dialirkan ke seluruh tubuh tidak teroksigenasi, hal

inilah yang menyebabkan terjadinya sianosis. (Ilmu Kesehatan anak, 2001).

        Pada keadaan tertentu (dehidrasi, spasme infundibulum berat, menangis lama,

peningkatan suhu tubuh atau mengedan), pasien dengan TOF mengalami hipoksia spell

yang ditandai dengan : sianosis (pasien menjadi biru), mengalami kesulitan bernapas,

pasien menjadi sangat lelah dan pucat, kadang pasien menjadi kejang bahkan pingsan.

         Keadaan ini merupakan keadaan emergensi yang harus ditangani segera, misalnya

dengan salah satu cara memulihkan serangan spell yaitu memberikan posisi lutut ke

dada (knee chest position).

Page 5: Askep Akut Miokard Infark

4.Pathway

Page 6: Askep Akut Miokard Infark

5.manifestasi klinis

a.    SianosisObstruksi aliran darah keluar ventrikel kanan hipertropi infundibulum meningkat obstruksi meningkat disertai pertumbuhan yang semakin meningkat sianosis.b.    DispneaTerjadi bila penderita melakukan aktifitas fisik.c.    Serangan-serangan dispnea paroksimal (serangan-serangan anoksia biru)Semakin bertambah usia, sianosis bertambah berat umum pada pagi hari.

d.    Keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembanganGangguan pada pertambahan tinggi badan terutama pada anak, keadaan gizi kurang dari kebutuhan normal, pertumbuhan otot-otot dari jaringan subkutan terlihat kendur dan lunak, masa pubertas terlambat.e.    Denyut pembuluh darah normalJantung baisanya dalam ukuran normal, apeks jantung jela sterlihat, suatu getaran sistolis dapat dirasakan di sepanjang tepi kiri tulang dada, pada celah parasternal 3 dan 4.f.    Bising sistolikTerdengar keras dan kasar, dapat menyebar luas, tetapi intensitas terbesar pada tepi kiri tulang dada

Page 7: Askep Akut Miokard Infark

6.Analisa Data

Data Etiologi MasalahDs : Orang tua nya melaporkan bahwa anaknya mengalami sianosis yang hilang timbul/berulang sejak dilahirkan

Orang tua nya menjelaskan anaknya harus berusaha dengan kuat saat bernafas dan seringkali menjadi biru,sehingga anak tersebut harus berjongkok untuk bernafas

Do :

Bunyi murmur

sianosis di ujung ekstremitas

pemriksaan foto dada:adaa pembesaran jantung di ventrikel kanan

EKG tampak hipertrofi ventricular kanan

Echocardiogram terlihat VSD

Aorta overriding interventrikular septum

Hipoksemia

Sianosis

Hipoksia dan asam laktat meningkat

Asidosis Metabolik

Gangguan pertukaran gas

Gangguan pertukaran gas

Page 8: Askep Akut Miokard Infark

Ds : orang tua klien mengatakan anak nya tidak dapat bertahan seperti anak lain seusia anaknya.

Do :

Berjongkok untuk bernafas

Sianosis di ujung ekstremitas

Pembesaran jantung di ventrikel kanan

Hipoksemia

Sesak

Kelemahan tubuh

Anak cepat lelah:jika anak menetek,berjalan ,beraktifitas

Intoleransi aktifitas

Intoleransi Aktivitas

Ds :

Do :

Gejala-gejala tersebut semakin memburuk

Tidak ada penyakit dari keluarganya

Hipoksemia

Sianosis

Hipoksia dan asam laktat meningkat

Asidosis Metabolik

Kurangnya pengetahuan

Kurangnya Pengetahuan

7.Diagnosa keperawatan

1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan klien harus berusaha dan kuat saat bernafas

2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan cepat lelah nya saat beraktivitas

3. kurangnya pengetahuan berhubungan dengan semakin memburuknya gejala yang dialami klien..

Page 9: Askep Akut Miokard Infark

8.Intervensi

Data Tujuan Intervensi RasionalDs : Orang tua nya melaporkan bahwa anaknya mengalami sianosis yang hilang timbul/berulang sejak dilahirkan

Orang tua nya menjelaskan anaknya harus berusaha dengan kuat saat bernafas dan seringkali menjadi biru,sehingga anak tersebut harus berjongkok untuk bernafas

Do :

Bunyi murmur

sianosis di ujung ekstremitas

pemriksaan foto dada:adaa pembesaran jantung di ventrikel kanan

EKG tampak hipertrofi ventricular kanan

Echocardiogram terlihat VSD

Aorta overriding interventrikular septum

Tupen:

Dalam waktu 1 x 24 jam klien bernafas sedikt normal

Tupan :

Dalam waktu 3 x 24 diharapkan tanda – tanda vital klien ada pada kondisi normal.dan bernafas normal

1.Melakukan observasi terhadap tanda – tanda vital klien

2. Kaji frekuensi, kedalaman dan kemudahan bernafas

3. Observasi warna kulit, membrane mukosa, dan kuku, catat adanya sianosis periferatau sianosis sentral.

4. Kolaborasi pemberian terapi oksigen dengan benar. Missal, dengan masal, masker atau masker venture

1. Dari data tanda – tanda vital yang di padat dari pasien melalui observasi dapat sebagai acuan untuk menentukan tindakan yang dapat diberikan kepada pasien.

2. Manifestasi distress pernafasan tergantung pada drajat keterlibatan paru dan kesehatan umum

3. Untuk menentukan tindakan lebih lanjut jika sianosis berkurang atau malah bertambah parah.

4. Kebutuhan oksigen klien terpenuhi dan mengurangi kekurangan oksigen pada klien. Oksigen diberikan dengan metode yang sesuai dengan keadaan klien.

Page 10: Askep Akut Miokard Infark

Ds : orang tua klien mengatakan anak nya tidak dapat bertahan seperti anak lain seusia anaknya.

Do :

Berjongkok untuk bernafas

Sianosis di ujung ekstremitas

Pembesaran jantung di ventrikel kanan

Tupen:

Dalam waktu 1 x 24 jam Klien respon klien terhadap aktivitas sebagian terpenuhi

Tupan:

Dalam wakt 3 x 24 jam klien beraktivitas normal

1. Catat irama jantung, tekanan darah dan nadi sebelum, selama dan sesudah melakukan aktivitas

2. Tingkatkan istirahat, batasi aktivitas, dan berikan aktivitas senggang yang tidak bera

3. Anjurkan menghindari peningkatan tekanan abdomen seperti mengejan saat defekasi

4. Berikan waktu istirahat di antara waktu aktivitas.

1. Respons klien terhadap aktivitas dapat mengindikasikan penurunan oksigen jantung

2. Menurunkan kerja dan konsumsi oksigen jantung

3. Mengejan mengakibatkan kontraksi otot dan vasokontriksi yang dapat meningkatkan preload, tahanan vascular sistemis, dan beban jantung.

4. Untuk mendapatkan cukup waktu resolusi bagi tubuh dan tidak terlalu memaksa kerja jantung

Ds :

Do :

Gejala-gejala tersebut semakin memburuk

Tidak ada penyakit dari keluarganya

Tupen:

Dalam waktu 1 x 24 jam klien sedikit demi sedikit mengtahui informasi tentang penyakitnya

Tupan :

Dalam waktu 3 x 24 klien paham tentang masalah penyakitnya

1.Kaji Kesiapan klien dan keluarga untuk belajar

2.Pecahkan masalah bersama klien untuk mengidentifikasi dan menurunkan factor-faktor nya.

3.Berikan penguatan tentang pentingnya menaati pengobatan dan follow up secara tertaur

1,2,3 pencegahan serangan ulang dan komplikasi pasca tetralogy of fallot

Page 11: Askep Akut Miokard Infark

9.Untuk mengetahui cara aktivitas yang baik pada pada kasus tersebut

Pada saat ini bayi semakin pandai tersenyum, terutama saat diajak bermain.

Kontak mata bayi juga semakin meningkat. Hal ini meningkatkan hubungan antara

orang tua dan bayi yang menyebabkan orang tua juga merasa disayang oleh bayi.

Perkembangan yang juga ditemukan adalah :

Usia 6 bulan bayi sudah dapat mengontrol tegak kepalanya dengan baik dan

sudah dapat duduk sendiri tanpa dibantu.

Usia 7-8 bulan bayi mulai merangkak dan mengambil benda-benda/mainan di

sekitarnya. Bayi belajar berdiri dengan kedua kakinya menyangga sebagian

berat badannya.

Bayi sudah dapat memegang 2 benda di dua tangan yang berbeda pada waktu

yang bersamaan. Bayi senang menjatuhkan mainannya berulang-ulang serta

memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Saat ini ia sedang mencoba lebih

jauh menelusuri dunianya.

Bayi dapat memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup

Menirukan suara sederhana atau mengucapkan 1 suku kata seperti “ma”, “da”,

ba”.

Bayi dapat makan biskuit sendiri

Bermain tepuk tangan dan ”ciluk ba”

Bayi usia ini mulai mengerti ibu/bapak dan orang-orang di dekatnya. iya mulai

mengalami separation anxiety dan stranger anxiety. Bayi seringkali takut

dipisahkan dari orang tua/ ditinggal dan tidak mau digendong oleh orang lain

yang jarang ditemuinya.

Stimulasi yang dapat dilakukan

Stimulasiyang dapat diberikan untuk mendukung perkembagan bayi antara

lain:

- Untuk merangsang bayi merangkak, letakkan mainan di luar jangkauan bayi dan

ajak bayi bermain. Usahakan agar ia merangkak mengambil mainan tersebut dengan

menggunakan kedua tangan dan lututnya.

- Teruskan latihan mengangkat bayi dengan posisi tegak untuk melatih cara

menyangga badannya dengan kaki. Ketika bayi sudah dapat berdiri, pegang di bawah

ketiaknya pada posisi bayi berdiri dan tuntun untuk melangkah.

Page 12: Askep Akut Miokard Infark

- Ajarkan bayi cara memasukkan mainan kedalam suatu wadah seperti gelas atau

mangkok. Ajari pula cara untuk mengeluarkannya.

- Bermain “genderang”. Ajarkan bayi untuk membuat bunyi-bunyian seperti drum

kecil dan ajarkan untuk memukul agar menghasilkan bunyi.

- Berikan mainan yang dapat membuat bunyi-bunyian bila disatukan, ajarkan bayi

untuk membuat bunyi-bunyian dengan cara memukul-mukul dua benda tersebut saat

kedua tangannya disatukan.

- Biarkan ia bermain dengan mainan yang mengapung di atas air saat mandi.

Namun ingat jangan sekali – kali meninggalkan bayi sendirian ketika sedang mandi /

main air.

- Sembuyikan mainan yang disukainya dengan cara menutupinya dengan selimut /

koran sebagian. Tunjukkan cara bayi menemukan mainan tersebut dengan mengangkat

kain / koran tersebut. Setelah bayi mengerti permainan ini, biarkan ia mencari mainan

tersebut sendiri.

- Tetap ajak bayi bicara dan bermain walaupun responnya hanya tersenyum dan

menirukan sebagian suku kata sederhana.

- Bacakan buku cerita sederhana yang memiliki banyak gambar. Sebutkan nama

gambar perlahan-lahan, seperti nama-nama binatang, buah, dan lain-lain

- Putarkan lagu-lagu anak

- Mulai ajarkan “bye-bye” pada saat akan pergi

- Ajaklah bayi untuk bermain “ciluk ba”

- Jangan lupa berikan respon yang positif / pujian pada saat bayi telah melakukan

suatu aktivitas

Kebutuhan tidur

Kebutuhan tidur bayi pada usia ini adalah antara 14-16 jam/hari dengan 9-10

jam terkonsentrasi pada malam hari. Namun, terdapat variasi pada jumlah jam tidur

setiap bayi. Fase pada siklus tidur bayi yang lebih singkat dari dewasa menyebabkan

bayi lebih sering terbangun di malam hari. Namun, 70% bayi pada usia 6 bulan sudah

dapat tidur selama 6-8 jam penuh tanpa terbangun.

Gigi susu

Gigi susu pertama tumbuh pada usia ini. Biasanya dimulai dengan gigi seri

pada rahang bawah yang tumbuh pada usia 5-7 bulan dan disusul dengan gigi seri

Page 13: Askep Akut Miokard Infark

pada rahang atas yang tumbuh pada usia 6-8 bulan. Namun juga terdapat variasi pada

usia pertumbuhan gigi ini.

Setelah gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkan gigi dengan menggunakan

kain yang lembut dan lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi

dan gusi secara seksama namun lembut. Plak atau sisa makanan mungkin tertinggal di

permukaan gigi tersebut. Anda dapat juga membersihkannya dengan menggunakan

sikat gigi khusus bayi/anak yang memiliki bulu yang lembut dan kepala sikat yang

kecil. Tidak perlu menggunakan pasta gigi pada saat ini, tetapi basahilah dengan

menggunakan air matang.

Bersihkanlah gigi 2x/hari. Tetap jangan biarkan bayi tidur sambil minum susu

menggunakan botol susunya. Hal ini akan menyebabkan kerusakan pada gigi anak

dan jangan menambahkan rasa manis pada susu dengan gula atau zat pemanis lainnya.

Makanan Pendamping ASI

Saat bayi mencapai usia 6 bulan, bayi perlu mendapatkan

makananpendamping ASI (MPASI). (Untuk menilai kesiapan mendapat MP-ASI,

baca bab kesiapan makan bayi). Penundaan pemberian makanan lebih dari usia 6

bulan justru menyebabkan terhambatnya keterampilan makan pada anak. Selain itu,

pemberian ASI saja pada usia di atas 6 bulan justru akan menyebabkan bayi

kekurangan mikronutrient (vitamin dan mineral terutama zat besi) yang banyak pada

MPASI. Selain itu, sebaiknya bayi diberikan supplementasi zat besi. Vitamin dan zat

besi ini sangat diperlukan untuk perkembangan otak bayi.

Imunisasi

Jangan lupa untuk memberikan imunisasi pada bayi anda! Lihat jadwal

imunisasi terbaru yang disarankan oleh IDAI dan sesuaikan dengan jadwal imunisasi

anak anda. Konsultasikan dengan dokter anak anda. Pemberian imunisasi perlu

disesuaikan dengan pemberian vaksin sebelumnya atau apabila ada vaksin yang

belum diberikan dan harus dikejar (catch up immunization).

Mainan

Mainanyang cocok untuk membantu perkembangan bayi usia ini adalah:

Teethers dan mainan-mainan lain yang masih disenangi anak masih cocok untuk

membantu perkembangan bayi

Page 14: Askep Akut Miokard Infark

Kertas dan krayon / pensil warna

Buku cerita anak dan lagu-lagu anak

Gambar-gambar sederhana dengan warna terang seperti gambar buah-buahan,

binatang, rumah, dll

Kain / koran untuk menyembunyikan mainan kemudian membiarkan bayi

mencari dan menemukannya

Benda kecil seperti kismis atau manik-manik atau benda kecil lainnya untuk

melatih gerak motorik halus bayi. Tetapi perhatikan saat bermain, hati-hati

jangan sampai tertelan.

Kubus untuk melatih untuk gerak motorik kasar bayi

Finger food seperti biskuit untuk melatih gerak motorik halus bayi. Biarkan bayi

makan sendiri walaupun berantakan.

Berikan mainan yang mengeluarkan bunyi, seperti mainan piano, mainan

telepon yang mengeluarkan bunyi saat dipencet. Juga berikan mainan yang

mengeluarkan bunyi saat dipukulkan antara 2 tangan. Serta mainan drum untuk

latihan memukul

Mainan yang dapat mengapung saat mandi

Ingat, tetap perhatikan bahan, sudut-sudut mainan serta kebersihan mainan saat

hendak digunakan untuk bayi bermain.

Page 15: Askep Akut Miokard Infark

Sumber

Doenges, E. Marilynn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC

Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2. Jakarta: EGC

Reeves, Charlene J., dkk. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Salemba Medika

Guyton, Arthur C., dkk. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta: EGC

Price, A. Sylvia. 1995. Patofisiologi Edisi 4. Jakarta: EGC

Carpenito (2000), Diagnosa Keperawatan-Aplikasi pada Praktik Klinis, Ed.6, EGC, Jakarta

Doenges at al (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Ed.3, EGC, Jakarta

http://anis-m-fkp11.web.unair.ac.id/artikel_detail-78216-Keperawatan%20Kardiovaskuler-Askep%20TOF.html

MAKALAH

Page 16: Askep Akut Miokard Infark

SISTEM KARDIOVASKULER

SCENARIO 4 (TETRALOGY OF FALLOT) Makalah Ini Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sistem Kardiovaskuler

Disusun oleh :

Ahmad Rizal (C.0105.13.002)

S1 Keperawatan/II

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI

PRODI S 1 KEPERAWATAN

TAHUN AKADEMIK 2014 / 2015