75465890 Fraktur Collum Femoris

  • View
    55

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fraktur

Text of 75465890 Fraktur Collum Femoris

PBL IIIBlok MuskuloskeletalGwendry Ramadhany1102010115

Fraktur Collum Femoris1. Memahami anatomi Os femorisa. Anatomi makroUjung atas femur memiliki : CaputMembentuk kurang lebih dua per tiga dari bulatan dan berartikulatio dengan acetabulum Os coxae. Jenis sendi enarthrosis spheroidea dan penguat sendi terdapat tulang rawan pada facies lunata. Pada pusat caput terdapat lekukan kecil (fovea capitis) untuk tempat melekatnya ligamnetum capitis femoris.

CollumMengubungkan caput dengan corpus, berjalan kebawah, belakang dan lateral membentuk sudut kurang lebih 125o, besarannya bisa berubah akibat adanya penyakit.

Trochanter major dan minorMerupakan tonjolan besar pada taut antara collum dan corpus. Linea intertrochanterica menghubungkan kedua trochanter dibagian anterior, tempat melekatnya ligamentum iliofemorale, dan di bagian posterior oleh crista intertrochanterica, pada crista ini terdapat tuberculum quadratum.

CorpusPada permukaan anteriornya licin dan bulat, sedangkan posteriornya terdapat linea aspera yang melebar keatas dan kebawah. Pada linea ini melekat otot-otot dan septa intermuscularis. Lanjutan linea aspera : Medial ke distal sebagai crista supracondylaris medialis yang menuju tuberculum adductorum pada condylus medialis. Lateral ke distal sebagai crista supracondylaris lateralisPada permukaan posterior corpus, dibawah trochanter major terdapat tuberositas glutea, untuk tempat melekatnya M. gluteus maximus. Corpus yang melebar ke arah ujung distalnya dan membentuk daerah segitiga datar pada permukaan posteriornya, yang disebut facies poplitea.

Ujung bawah femur : Condyli lateralis dan medialisBagian posteriornya dipisahkan oleh incisura intercondylaris. Permukaan anterior condylus bersatu dengan facies articularis patella. Kedua condyli ikut serta dalam pembentukan articulatio genus. Diatas condyli terdapat epicondylus lateralis dan medialis. Tuberculum adductorum dilanjutkan oleh epicondylus medialis.

b. Anatomi mikroKekakuan tulang akibat mengandung unsur in-organik yang tinggi. Tulang terdiri dari sel dan matrix. Unsur-unsur tulang, yaitu : Sel Osteoblas Osteocyte Osteoclas Osteoprogenitor

Serat Kolagen Elastin

Substansi dasar Proteoglikan Glikoprotein

Jenis-jenis tulang : SpongiosaTerdapat pada bagian epiphysis tulang panjang. Terdiri dari : TrabekulaLangsing, tidak teratur, bercabang dan membentuk anyaman, terdapat ruang diantara trabekula yang nantinya berisi sumsum tulang. SpiculaYang kesemuanya berhubungan dan bercabang kesegala arah. CompactMempunyai matriks yang padat dan berlamel, periosteum merupakan lapisan luar dari tulang tersebut, dan endosteum merupakan lapisan bagian dalam.

Sel-sel jaringan tulang : OsteoprogenitorTerletal pada periosteum dan endosteum, berperan pada bone repair dan pembentukan callus. Dengan stimulasi, osteoprogenitor dapat berdiferensiasi menjadi : Pro-osteoblast Osteoblast Sel lemak Chondroblast Fibroblast

OsteoblastMensekresi matrix tulang dengan bantuan vitamin C, turut berperan dalam proses kalsifikasi (pengerasan). Saling berhubungan melalui gap junction di ujung kanalikuli dengan osteoblast/osteocyte lainnya untuk menyalurkan nutrisi.

OsteocyteBentuknya seperti kenari, dipengaruhi oleh hormon PTH dan kalsitonin. Secara aktif terlibat dalam mempertahankan matrix tulang, matinya ostocyte akan terjadi resorbsi matrix.

OsteoclastMerupakan sel motil dan sangat besar, permukaan sel keriput dalam sitoplasma terdapat vakula dan vesikel. Bersifat fagositik dengan mensekresi lisosom. Terdapat pada lakuna Howship.

c. KinesiologiGerak sendi : Fleksi M. Iliopsoas M. pectineus M. rectus femoris M. adductor longus M. adductor bervis M. adductor magnus pars anterior tensor fascia lata

Ekstensi M. gluteus maximus M. semitendinosis M. semimembranosus M. biceps femoris caput langum M. adductor magnus pars posterior

Abduksi M. gluteus medius M. gluteus minimus M. piriformis M. sartorius M. tensor fasciae lata

Adduksi M. adductor magnus M. adductor longus M. adductor brevis M. gracilis M. pectineus M. obturator externus M. quadratus femoris

Rotasi medialis M. gluteus medius M. gluteus minimus M. tensor fascies latae M. adductor magnus (pars posterior)

Rotasi lateralis M. piriformis M. obturator internus Mm. Gamelli M. obturator externus M. quadratus femoris M. gluteus maximus Mm. Adductores

Dislokasi : AnteriorBila caput femoris terletak didepan ilium maka pada art. coxae terjadi fleksi, abduksi, eksorotasi. PosteriorBila caput femoris terletak dibelakang maka pada art. coxae terjadi fleksi, adduksi, endorotasi.

2. Fraktur Os femorisa. DefinisiFraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epiphysis, baik yang bersifat total maupun parsial. Terdapat 2 jenis fraktur, yaitu : Fraktur completeGaris patah melalui kedua korteks tulang

Fraktur imcompleteGaris patah tidak melalui seluruh penampang tulangPada orang tua terutama perempuan sering terjadi fraktur collum femoris 10 kali lebih banyak pada laki-laki, dikarenakan kerapuhan tulang akibat kombinasi proses penuaan dan osteoporosis pascamenopause. Fraktur collum femoris yang terletak pada intraartikuler sukar sembuh karena bagian proksimal perdarahnnya sangat terbatas sehingga memerlukan fiksasi kokoh untuk waktu yang lama.

Sering ditemukan pemendekan tungkai, akibat jarak anatr trochanter major dan spina iliaka anterior superior lebih pendek karena trochanter terletak lebih tinggi akibat pergeseran tungkai ke cranial. Salah satu faktor yang meningkatkan resiko terjadinya fraktur adalah sudut inklinasi (sudut antara axis collum femoris dan axis corpus femoris), sudut yang normal kurang lebih 126o. Bila sudut inklinasi lebih kecil (coxa vare) lebih sering terjadi fraktur collum femoris dibandingkan pada sudut yang lebih besar (coxa volga).

b. EtiologiUmumnya fraktur terjadi akibat kegagalan tulang menahan tekanan, terutama tekanan membengkok, memutar, dan tarikan. Faktor-faktor yang menyebabkan fraktur, yaitu :

Trauma LangsungTekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tersebut, umumnya bersifat komunitif dan jaringan lunak ikut mengalami kerusakan.

Tidak langsungTrauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur, misalnya jatuh dengan tangan ekstensi menyebabkan fraktur clavicularis, pada keadaan ini jaringan lunak tetap utuh.

Tekanan pada tulang BerputarMenyebabkan fraktur bersifat spiral atau oblik

MembengkokMenyebabkan fraktur bersifat transversal

Sepanjang aksis tulangFraktur impaksi, dislokasi, atau fraktur dislokasi

Kompresi vertikalFraktur komunitif/memecah, contoh pada badan vertebrae, talus, atau fraktur buckle pada anak-anak Trauma langsung disertai resistensi pada jarak tertentu, menyebabkan fraktur oblique atau fraktur Z

Fraktur karena remuk

Trauma tarikan pada ligamen atau tendo menarik sebagian tulang

c. Klasifikasi Lokasi anatomis fraktur collum femoris Tipe ITipe transepiphysial, terjadi pemisahan epifisis dan harus dibedakan dengan slipped upper femoral epiphysis.

Tipe IITipe trancervikal, fraktur melalui bagian tengah collum femur

Tipe IIICervikotrochanteric, fraktur melalui basis collum femur

Tipe IVPertrochanteric, fraktur antara basis collum femur dan trochanter minor.

Arah sudut garis patah menurut pauwel Tipe ISudut 30o

Tipe IISudut 50o

Tipe IIISudut 70o

Dislokasi menurut garden Garden IIncomplete

Garden IIFraktur collum femoris tanpa dislokasi

Garden IIIFraktur collum femoris dengan subluksasi (dislokasi sebagian)

Garden IVFraktur collum femoris dengan dislokasi total

Etiologis Fraktur traumatikTrauma yang tiba-tiba

Fraktur patologisFraktur akibat keadaan patologis tulang dapat terjadi secara spontan atau akibat trauma ringan.

Fraktur stresTrauma yang terus menerus pada suatu tulang

Klinis Fraktur tertutup (simple fracture)Fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar

Fraktur terbuka (compound fracture)Fraktur yang terhubung dengan dunia luar melalui luka pada kulit dan jaringan lunak, dapat berbentuk : From within (dari dalam) From without (dari luar)

Fraktur dengan komplikasi (complicated fracture)Fraktur yang disertai dengan komplikasi : Malunion Delayed union Nonunion Infeksi tulang

Radiologis Lokalisasi Diafisial Metafisial Intra-artikuler Fraktur dengan dislokasi

Konfigurasi Fraktur transversal Fraktur oblique / Z Fraktur spiral Fraktur segmental Fraktur komunitif Fraktur bajiUmumnya akibat trauma kompresi pada vertebrae Fraktur avulsiFragmen kecil tertarik oleh otot atau tendon (fraktur epikondilus humeri, fraktur trochanter major dan fraktur patela) Fraktur depresiTrauma langsung (tulang tengkorak) Fraktur pecah (burst)Fragmen kecil yang berpisah misalnya pada fraktur vertebrae, patela, talus, calcaneus. Fraktur epiphysis

Ekstensi Fraktur complete Fraktur imcomplete Fraktur buckle/torus Fraktur hair line Fraktur green stick

Hubungan antara fragmen dengan fragmen lainnya. Undisplaced Displace Bersampingan (Ad longitudinam cum contractionum/overlapping) Angulasi (ad axim) Rotasi Distraksi Over-riding Impaksi Ad latus (dua fragmen saling menjauhi

d. PatofisiologiUntuk mengetahui mengapa dan bagaimana terjadinya fraktur, kita harus mengetahui faktor yang menyebabkan fraktur, yaitu : Keadaan fisik Keadaan traumaMekanismenya terjadi karena kecelakaan, jatuh dari ketinggian, jatuh dari sepeda dan biasanya terjadi trauma pada tempat lain. e. Manifestasi Biasanya disertai trauma hebat Nyeri panggul sehingga penderita tidak dapat berjalan, dikarenakan fraktur disertai pergerakan Ditemukan rigiditas dan gangguan pergerakan sendi panggul Penderita umumnya tidur de

Related documents