Responsi Fraktur Collum Femur

  • View
    142

  • Download
    10

Embed Size (px)

Text of Responsi Fraktur Collum Femur

  • RESPONSIFRAKTUR COLLUM FEMURPembimbing:dr. Adi Suriyanto, Sp.OT

    Oleh:Ryan Arantxa2008.04.0.0014

  • IDENTITAS PENDERITANama: Ny. TSUmur : 86 tahunJenis kelamin: Perempuan Alamat : Barito SurabayaAgama : IslamTanggal Masuk: 28 Oktober 2013Tanggal Pemeriksaan: 30 Oktober 2013

  • ANAMNESAKeluhan Utama:Nyeri pangkal paha kanan dan tidak bisa digerakkan sama sekali.Keluhan Tambahan: (-)

  • Riwayat Penyakit Sekarang:Pasien datang ke RSAL dr. Ramelan Surabaya diantar oleh keluarganya dengan keluhan nyeri pada pangkal paha kanan dan tidak bisa digerakkan sama sekali.Pasien terjatuh 3-4 jam SMRS di kamar mandi dengan posisi terduduk dan pinggul kanan terbentur lantai, lalu timbul keluhan.Tidak terdapat luka terbuka pada daerah panggul dan pangkal paha kanan.Pasien tidak mengalami benturan pada kepala dan bagian tubuh lain. BAB dan BAK lancar.

  • Riwayat Penyakit Dahulu:Riwayat trauma (-)Riwayat Penyakit Keluarga: (-)Riwayat Penggunaan Obat:Riwayat Alergi Obat: (-)Riwayat Obat Penyakit Kronis yang digunakan: (-)

  • PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum: Tampak Sakit Sedang Kesadaran / GCS: Compos Mentis / 4-5-6Vital sign:T : 120/80 mmHgR : 20 x/menitN : 82 x/menitS : 36,4 C

  • Status GeneralisKepala: A/I/C/D : +/-/-/- ; Jejas (-)Leher: Pembesaran KGB (-)Thorax:Pulmo : I: Tanda-tanda trauma thorax (-), SimetrisP: Gerak nafas simetrisP: Sonor +/+A: Vesikuler +/+Cor : I: IC tidak terlihatP: IC teraba, MCL 5 sinistraP: Batas jantung normalA: S1,S2 tunggal, suara tambahan (-)

  • Abdomen:I: Tanda-tanda trauma abdomen (-), Flat, SimetrisA: Bising usus (+)P: Supel, nyeri tekan/lepas tekan (-)P: Tymphani (+)Ekstremitas:Akral Hangat + +Edema- - + +- -

  • Status Lokalis (Regio femoralis dextra)L: Terpasang bebat sepanjang tungkai kanan dengan skin traksi 4 kg, Hematoma (-), Deformitas (+), Edema (-)F: Nyeri (+), teraba hangat, AVN distal (+) baik, krepitasi SDEM: ROM terbatas karena nyeri

  • FOTO PRE-OP

  • PEMERIKSAAN PENUNJANGLaboratorium (Darah lengkap)Hb = 9,4 g/dL ( )Ht = 29,6 % ( )Leukosit = 8.700/mmTrombosit = 168.000/mm3

  • RadiologiFoto polos Thorax AP

    Kesan: Cor dan Pulmo tampak dalam batas normal

  • Foto polos Femur Dextra

    Kesan: Fraktur tertutup collum femur dextra

  • RESUMEAnamnesa Pasien merasakan nyeri pada pangkal paha kanan dan tidak bisa digerakkan sama sekali akibat terjatuh 3-4 jam SMRS di kamar mandi dengan posisi terduduk dan pinggul kanan terbentur lantai.Pemeriksaan FisikKeadaan Umum: Tampak sakit sedangStatus Generalis: A/I/C/D: +/-/-/-Status Lokalis (Regio Femoralis Dextra):Deformitas (+), nyeri (+), teraba hangat, terdapat pulsasi arteri dorsalis pedis dextra, krepitasi SDE, ROM terbatas karena nyeri Pemeriksaan PenunjangLaboratorium:Hb = 9,4 g/dL ( )Ht = 29,6 % ( )Radiologi:Foto polos Femur Dextra: Fraktur tertutup collum femur dextra

  • DIAGNOSAFraktur tertutup collum femur dextra

  • PENATALAKSANAANPlanning Diagnosa : (-)Planing TerapiKONSERVATIF: Pemasangan Traksi @ 4kg OPERATIF : Protese HemiarthroplastyPlaning EdukasiFisioterapi : latihan fisikPlaning Monitoring Awasi sindroma kompartemen: monitoring KU, Kesadaran, VSAwasi terjadi syokAwasi terjadi pendarahan

  • PROGNOSADubia ad bonam

  • FOTO POST-OP:

  • FOLLOW UP

  • PEMBAHASAN

  • FRAKTUR3,4Definisi frakturFraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun parsial

  • Proses terjadinya fraktur:Fraktur dapat diakibatkan:a. Injury (trauma)b. Stres berulangc. Kelemahan abnormal dari tulang (fraktur patologis)Penyebab tersering adalah akibat dari trauma; trauma bisa bersifat:a. Trauma langsungMenyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tekanan. Fraktur yang terjadi biasanya bersifat komunitif dan jaringan lunak ikut mengalami kerusakan.b. Trauma tidak langsungTrauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur. Pada keadaan ini biasanya jaringan lunak tetap utuh.Trauma dapat berupa tekanan berputar, tarikan, membengkok, dan kompresi.

  • Klasifikasi fraktur (secara klinis)a. Fraktur tertutup (simple fracture)Suatu fraktur yang tidak mempunyai hubungan dengan dunia luarb. Fraktur terbuka (compound fracture)Fraktur yang mempunyai hubungan dengan dunia luar melalui kulit dan jaringan lunak, dapat berbentuk from within (dari dalam) atau from without (dari luar)c. Fraktur dengan komplikasi (complicated fracture)Fraktur yang disertai dengan komplikasi misalnya malunion, delayed union, nonunion, infeksi tulang

  • Diagnosa (Pemeriksaan Klinis)AnamnesaBiasanya ada riwayat cedera, diikuti oleh ketidakmampuan menggunakan anggota tubuh yang cedera - tapi hati-hati! Fraktur tidak selalu terjadi di lokasi cedera.Usia pasien dan mekanisme cedera penting diketahui. Jika fraktur terjadi dengan trauma sepele, curigai lesi patologis.Nyeri, memar dan pembengkakan adalah gejala umum tetapi mereka tidak membedakan fraktur dengan cedera jaringan lunak. Deformitas (Deformity) jauh lebih sugestif.Selalu tanyakan tentang gejala terkait cedera:Rasa sakit dan bengkak di tempat lain (seringkali terjadi kesalahan karena terlalu fokus pada cedera utama, apalagi jika cedera parah), mati rasa atau kehilangan gerakan, pucat atau sianosis, darah dalam urin, nyeri perut, kesulitan bernapas atau kehilangan kesadaran sementara.Setelah keadaan darurat yang akut telah ditangani, tanyakan tentang cedera sebelumnya, atau kelainan muskuloskeletal lainnya yang mungkin menyebabkan kebingungan ketika terlihat pada X-ray.Riwayat medis sangat penting, untuk persiapan anestesi atau operasi.

  • Pemeriksaan FisikGeneral SignsSampai jelas riwayat bahwa pasien mengalami cedera lokal dan cukup sederhana, prioritas yang harus diberikan adalah yang berkaitan dengan efek umum akibat trauma.Ikuti ABC: mencari, dan jika perlu tangani, Airway obstruction, Breathing problems, Circulation problems dan Cervical spine injury.Selama survei sekunder juga akan diperlukan untuk memeriksa kembali cedera lainnya yang mungkin dialami tetapi tidak ditemukan sebelumnya dan untuk mengetahui kemungkinan predisposisi yang ada pada pasien (seperti penyakit Paget atau mungkin suatu metastasis).

  • Local SignsJaringan yang terluka harus ditangani dengan hati-hati.Untuk memperoleh krepitus (crepitus) atau gerakan abnormal (false movement) tidak perlu menyakiti pasien, diagnosis sinar-X lebih dapat diandalkan. Namun demikian pemeriksaan klinis harus selalu dipertimbangkan, atau kerusakan pada arteri, saraf dan ligamen mungkin dapat terlewati.Suatu pendekatan sistematis selalu membantu:Periksa bagian yang paling jelas terluka.Pengujian kerusakan arteri dan saraf.Carilah cedera yang berhubungan di wilayah (region) tersebut.Carilah cedera yang berhubungan di bagian yang jauh.

  • LOOKBengkak, memar dan deformitas mungkin jelas terlihat, tetapi yang penting adalah apakah kulit masih utuh, jika kulit rusak dan luka berkomunikasi dengan fraktur, cederanya 'terbuka' ('compound').Perhatikan juga postur ekstremitas distal dan warna kulit (Untuk mengetahui kerusakan saraf atau pembuluh darah).

  • FEELBagian yang cedera diraba secara gentle untuk nyeri lokal.Seringkali fraktur terlewat ditemukan jika tidak dicari secara teliti, misalnya tanda klasik (memang satu-satunya tanda klinis!) dari fraktur scapoid adalah nyeri tekanan tepat pada daerah sesuai anatomisnya.Luka harus diperiksa, walaupun pasien tidak ada keluhan.Kelainan saraf perifer dan pembuluh darah harus diuji sebelum dan setelah pengobatan.

  • MOVEKrepitus dan gerakan abnormal dapat ditemukan, tapi mengapa menyakiti ketika X-ray tersedia?Lebih penting untuk menanyakan apakah pasien dapat menggerakkan sendi distal yang cedera.

  • Tanda-tanda fraktura. Krepitasib. Deformitasc. False movement

  • Bone HealingPemulihan bisa terjadi walaupun tidak dipasang splint, karena pembentukan callus terjadi sebagai respon dari gerakan.a. Pemulihan oleh callusMerupakan bentuk pemulihan alami dari tulang; tanpa adanya fiksasi yang rigid, melalui 5 tahap:1. Destruksi jaringan dan pembentukan haematomaPembuluh darah robek dan membentuk haematoma di sekitarnya dan di dalam fraktur.Tulang pada permukaan fraktur, kekurangan suplai darah, jaringannya mati satu hingga dua milimeter.

  • 2. Inflamasi dan proliferasi dari selDalam 8 jam dari fraktur, terjadi reaksi inflamasi akut dengan migrasi sel-sel inflamasi dan inisiasi dari proliferasi dan diferensiasi stem cell mesenkim dari periosteum, masuk ke kanalis medularis dan muskulus di sekelilingnya.Ujung fragmen dikelilingi jaringan dan sel-sel, membentuk suatu kerangka yang berseberangan pada lokasi fraktur.Mediator-mediator inflamasi juga terlibat dalam proses ini (sitokin dan berbagai growth factor).Haematoma yang membeku pelan-pelan diserap dan kapiler-kaplier baru yang baik tumbuh di area tersebut.

  • 3. Pembentukan callusStem cell berdiferensiasi menjadi sel kondrogenik dan osteogenik; pada kondisi yang tepat biasanya berhubungan dengan biologis lokal dan lingkungan biomekanik akan mulai membentuk tulang dan, pada beberapa kasus, kartilago juga.Populasi sel-sel sekarang terdiri dari osteoklas (mungkin derivat dari pembuluh darah baru), yang akan mulai membersihkan tulang yang mati.Massa sel yang tebal, pada tulang yang imatur dan kartilago, membentuk callus atau splint pada permukaan periosteal dan endosteal.Sebagaimana serat-serat tulang imatur (woven bone) termineralisasi semakin padat, pergerakan pada lokasi fraktur menurun secara progresif dan sekitar 4 minggu setelah injury fraktur menyambung (unite).

  • 4. KonsolidasiDengan berlanjutnya aktivitas osteoklastik dan osteoblastik, woven bone ber

Search related