1-Sistem Saraf Otonom

  • View
    16

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

farmakologi

Text of 1-Sistem Saraf Otonom

  • 12/26/2013

    1

    SISTEM SARAF OTONOM

    FARMAKOLOGI I Semester III/2013

    Azizah Vonna, M. Pharm. Sci., Apt.

    s

    Sistem

    SISTEM SARAF PERIFER Terdiri dari: Sistem Saraf Otonom Sistem Saraf Enterik Sistem Saraf Simpatis Sistem Saraf

    Parasimpatis Sistem Saraf Somatik Serabut Afferren Serabut Efferen

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Sistem Saraf Perifer Sistem Saraf Somatis

    Mengatur otot2 rangka dengan rangsangan yang berasal dari SSP langsung dikirim ke otot melalui saraf motorik.

    Mengatur fungsi voluntary, seperti kontraksi otot

    Contoh : memindahkan suatu benda

    Sist. Saraf Otonom Impuls dari SSP tidak langsung dikirim ke tujuan (efektor)

    Disusun oleh serabut saraf yg berasal dari otak maupun sum-sum tulang belakang dan menuju organ yg bersangkutan.

    Mengatur fungsi involuntary. Menginervasi otot polos saluran cerna, otot jantung, pembuluh darah & kelenjar eksokrin

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

  • 12/26/2013

    2

    Pada serabut saraf somatik efferent, serabut saraf tunggal

    menghubungkan SSP ke otot rangka. Sedangkan pada saraf otonom, perhubungan antara SSP dan organ disusun oleh dua seri serabut saraf

    Dua seri serabut saraf pada SSO dikenal sbg serabut preganglionik dan postganglionik

    Ganglia otonom merupakn tempat bermuaranya ujung saraf preganglionik dan awal dari saraf praganglionik

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Susunan Saraf Otonom Meliputi :

    Saraf-saraf dan

    Ganglia (simpul saraf)

    Persarafan ke :

    Semua otot polos dari berbagai organ (bronchia, lambung,

    usus, pembuluh darah)

    Beberapa kelenjar (ludah, keringat & pencernaan)

    Otot jantung

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Lanjutan .SSO Saraf yg meneruskan impuls dr SSP ke ganglia

    Preganglion

    Saraf antara ganglia & organ ujung Post Ganglion

    Impuls dr SSP dlm sinaps dialihkan dr satu neuron mll neurotransmitter.

    Bila dlm suatu neuron impuls tiba di sinaps, mk pada saat itu juga neuron tsb mbebaskan neurotransmitter di ujungnya yg melintasi sinaps & merangsang neuron

    berikutnya. Di neuron ini impuls diterus lg hingga impuls

    tiba di organ efektor.

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

  • 12/26/2013

    3

    Sistem Saraf Otonom (SSO)

    Menjaga homeostasis Contoh: Menjaga tekanan darah pada saat berubah posisi

    Mengatur respon tubuh terhadap rangsangan external

    Perubahan ukuran pupil pada saat merespon cahaya

    Fungsi pengaturan khusus

    Kontraksi dan relaksasi dari otot polos pembuluh darah dan saluran pencernaan

    Refleks kardiovaskular

    Sekresi kelejar eksokrin dan beberapa dari hormon (endokrin)

    Metabolisme energi, terutama di dalam hati dan otot rangka

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Susunan Saraf Otonom Terdiri dari :

    a. Sistem Saraf Simpatis umumnya bekerja antagonis,

    b. Sistem Saraf Parasimpatis dalam beberapa hal sinergis

    Pada SS Simpatis, ganglia terdapat di luar SSP, yaitu

    sepanjang tulang

    belakang dan mempunyai

    serabut preganglion yang

    pendek

    Saraf preganglion saraf parasimpatis panjang

    karena ganglion

    menempel pada organ

    yang dibantu.

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

  • 12/26/2013

    4

    Fungsi Saraf Simpatis :

    Mpertahankan derajat keaktifan (m/ tonus vaskular )

    Memberikan respons pd situasi stress s/ trauma, ketakutan, hipoglikemia, kedinginan atau latihan.

    Meningkatkan irama jantung & tekanan darah.

    Memobilisasi cadangan energi tubuh

    Meningkatkan aliran darah ke otot rangka & otot jantung.

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Saraf Simpatis

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Fungsi Saraf Parasimpatis

    Menjaga fungsi tubuh esensial (proses pencernaan makanan) u/ mpertahankan kehidupan.

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Efek Utama dari SSO

  • 12/26/2013

    5

    SISTEM SARAF SIMPATETIK

    Saraf preganglion lebih pendek dibandingkan dengan post

    ganglion

    Saraf preganglion melepaskan Asetilkolin (Ach) yg berkerja

    pada reseptor nikotinik pada saraf postganglion

    Secara keseluruhan Post ganglion melepaskan Noradrenalin

    (Adrenaline) yang berkerja pada reseptor dan reseptor pada sel efektor

    Ada pengecualian

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    SISTEM SARAF SIMPATETIK

    Mengatur keadaan stress fight or flight response

    denyut nadi dan TD, meningkatkan suplai daral ke otot skeletal, bronkhodilatasi,

    dilatasi pupil, keringat, metabolisme energi

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    SISTEM SARAF PARASIMPATETIK

    Saraf preganglion lebih panjang dibandingkan dengan post

    ganglion

    Saraf preganglion melepaskan Asetilkolin (Ach)

    Ach berkerja pada reseptor nikotinik pada saraf

    postganglion

    Post ganglion melepaskan Ach yang berkerja pada

    reseptor muskarinik pada sel efektor

    Sistem Saraf Parasimpatetik mengatur keadaan istirahat dan pencernaan

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    SARAF KOLINERGIK

    Semua neuron preganglion (SSP dan SSS) Asetilkolin (ACh)

    Neuron post ganglion (SSP) Asetilkolin (ACh)

    SARAF ADRENERGIK

    Neuron post-ganglion (SSS) meneruskan impuls dr

    SSP dg melepaskan Adrenalin dan atau Noradrenalin

    pd ujungnya

    Adrenalin juga dihasilkan oleh bagian dalam

    anak ginjal.

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

  • 12/26/2013

    6

    Penghantaran Neurotransmitter pada SSO

    1. Pengambilan (uptake) prekursor

    2. Sintesis dari transmitter

    3. Uptake transmitter ke dalam vesikel

    sinaps

    4. Degradasi dari kelebihan transmitter

    5. Terjadi aksi potensial

    6. Influx Ca2+ ke dalam sinaps

    7. Pelepasan transmitter dari vesikel

    8. Difusi NT ke ke membran postsinaps

    9. NT berikatan dg reseptor postsinaps

    10. Inaktivasi dari NT

    11. Reuptake dr produk degradasi NT

    12. Utake NT oleh sel non-saraf

    13. Pengikatan NT dg reseptor presinaps

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Berakhirnya kerja Transmitter Pada celah Kolinergik

    ACh di inaktivasi oleh asetilkolinesterase

    Pada celah adrenergik

    Aksi NAD berakhir dg cara pengambilan kembali ke dalam

    sinaps (75% dari NAD di daur ulang) dan uptake ke sel non

    saraf

    @AzizahVonna,MPharmSci.,Apt

    Terima Kasih