SISTEM ... konstitusi homeostasis darah, saraf otonom, sistem endokrin, sistem koordinat kardiovaskuler,

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of SISTEM ... konstitusi homeostasis darah, saraf otonom, sistem endokrin, sistem koordinat...

  • SISTEM KARDIOVASKULER

    Setiap mahasiswa kesehatan harus mempunyai pengetahuan dasar tentang sistem

    kardiovaskuler. Jika kalian mengerti bagaimana tubuh kalian memompa darah untuk

    memneuhi kebutuhan sel, jaringan, organ, kalian akan lebih menghargai tubuh kalian lebih dari

    sebelumnya.

    Sebagai tenaga kefarmasian, tidaklah mungkin Anada dapat memhami dengan jelas obat-obat

    kardiovaskuler, jika tidak didukung dengan anatomi fisiologi dari kardiovaskuler itu sendiri.

    Pada saat di SMA/SMF kalian tentu saja pernah mendengar atau bahkan telah mempelajari

    tentang sistem kardiovaskular bukan? tetapi mungkin masih sangat singkat, baiklah untuk

    mengingatkan kembali, sistem kardiovaskular berasal dari kata “cardio” yang berarti jantung

    dan “vascular” yang berarti pembuluh darah. Jadi, sistem kardiovaskular adalah sistem jantung

    dan pembuluh darah. Untuk lebih jelasnya lagi marilah menyimaknya dalam modul ini.

    Sistem kardiovaskuler yaitu suatu sistem yang secara umum berperan mengedarkan darah

    keseluruh tubuh, sekaligus membawa oksigen dan zat gizi ke semua jaringan tubuh serta

    mengangkut semua zat buangan. Sistem kardiovaskuler terdiri dari jantung dan pembuluh

    darah. Jantung adalah pompa otot beruang empat yang mendorong darah mengelilingi

    sirkulasi. Sistem vaskuler atau pembuluh darah terdiri dari arteri yang membawa darah dari

    jantung ke jaringan, kapiler berdinding tipis yang memungkinkan difusi gas dan zat metabolik,

    dan vena serta venula yang mengembalikan darah ke jantung.

    Fungsi Sistem Kardiovaskuler

    Secara umum sistem kardiovaskuler memiliki fungsi:

    1. Mengangkut nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh tubuh dan melepaskan limbah

    metabolik (karbon dioksida, limbah nitrogen)

    2. Perlindungan tubuh oleh sel darah putih, antibodi dan protein komplemen yang beredar

    dalam darah dan mempertahankan tubuh terhadap mikroba asing dan toksin. Mekanisme

    pembekuan juga turut serta melindungi tubuh dari kehilangan darah setelah cedera

    3. Pengaturan suhu tubuh, pH cairan dan kadar air sel

    4. Bagaimanapun sistem kardiovaskuler, memerlukan fungsi kooperatif sistem lain untuk

    mempertahankan komposisi darah dan sebagainya untuk melestarikan homeostasis

    intraseluler. Misalnya, pencernaan dan organ ekskretori yang berperan dalam menjaga

  • konstitusi homeostasis darah, saraf otonom, sistem endokrin, sistem koordinat

    kardiovaskuler, serta fungsi lainnya.

    Materi pada bab 3 akan diuraikan dalam 2 topik, yaitu:

    • Topik 1. Jantung

    • Topik 2. Pembuluh Darah

  • Topik 1

    Jantung

    Jantung terletak dalam rongga mediastinum rongga dada, yaitu diantara paru-paru. Posisi

    jantung miring sehingga bagian ujungnya yang runcing (apex) menunjuk ke arah bawah ke

    pelvis kiri, sedangkan ujungnya yang lebar yaitu bagian dasarnya, menghadap ke atas bahu

    kanan. Jantung terdiri dari dua lapisan yaitu; (1) lapisan dalam atau perikardium viseral, dan

    (2) lapisan luar (perikardium parietal). Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sedikit cairan

    pelumas, yang mengurangi gesekan akibat gerakan pemompaan jantung. Perikardium juga

    melindungi terhadap penyebaran infeksi atau neoplasma dari organ-organ sekitarnya ke

    jantung.

    Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan yaitu:

    1. Epikardia adalah lapisan visera pada perikardia serum

    2. Miokardia adalah bagian jantung yang berotot, terdiri atas otot jantung yang berkontraksi

    dan serta purkinje yang tidak berkontraksi yang mengantarkan impuls saraf.

    3. Endokardia adalah endotelium tipis dan halus yang menjadi pembatas dalam jantung yang

    berhubungan dengan pembatas dalam pembuluh darah.

    Dua pertiga jantung berada di sebelah kiri sternum. Apex jantung, berada di sela iga keempat

    dan kelima pada garis tengah klavikula. Pada dewasa rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm dan

    lebar 9 cm dengan berat 300 sampai 400 g.

    Secara fungsional jantung dibagi menjadi pompa sisi kanan dan sisi kiri, yang memompa darah

    vena ke sirkulasi paru, dan darah bersih ke sirkulasi sistemik. Pembagian fungsi ini

    mempermudah konseptualisasi urutan aliran darah secara anatomi: vena kava, atrium kanan,

    ventrikel kanan, arteri pulmonalis, vena pulmonalis, atrium kiri, aorta arteri, arteriola, kapiler,

    venula, vena, dan vena kava (Gambar 1).

  • Gambar 1. Anatomi jantung

    Gambar 2. Penampang Diagram dari jantung (Atas). Tanda panah menunjukkan arah aliran

    darah. Bawah: Daftar diagram, dalam urutan, struktur melalui mana darah mengalir di

    sirkulasi sistemik, paru, dan koronari. Katup jantung ditandai dengan lingkaran (bawah).

  • A. Ruang Jantung

    Jantung terdiri atas 4 ruang, yaitu 2 ruang yang berdinding tipis disebut atrium (bilik) dan 2

    ruang yang berdinding tebal disebut ventrikel (serambi) (Gambar 1).

    Tabel 1. Ruang Jantung dan Fungsinya

    Ruang Jantung Fungsi

    Atrium kanan

    Sebagai penampung (reservoir) darah yang rendah oksigen dari

    seluruh tubuh melalui vena kava superior dan inferior dan dari

    jantung melalui sinus koronari. Tekanan di atrium kanan 2 sampai 6

    mmHg dengan saturasi oksigen 75%. Kemudian darah dipompakan

    ke ventrikel kanan dan selanjutnya ke paru

    Atrium kiri

    Menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui empat

    buah vena pulmonalis. Tekanan atrium kiri 4 sampai 12 mmHg

    dengan saturasi oksigen 95% sampai 98%.

    Ventrikel kanan

    Menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru

    melalui arteri pulmonalis. Tebal dinding kanan biasanya 0,5 cm dan

    tekanan sistoliknya 15-39 mmHg dan diastolik 0-5 mmHg dengan

    saturasi oksigen 75%

    Ventrikel kanan

    Menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh

    melalui aorta. Tebal dari dinding ventrikel kiri normalnya adalah 120

    mmHg dan diastolik 0-10 mmHg dengan saturasi oksigen sebesar

    95- 98%.

    B. Katup Jantung

    Katup jantung adalah jaringan khusus di dalam ruang jantung yang mengatur urutan aliran

    darah dari satu bagian ke bagian lain. Tabel 2; gambar 2 di bawah ini merupakan katup yang

    berada di dalam jantung beserta letak dan fungsinya.

  • Tabel 2.

    Lokasi, Struktur dan Fungsi Katup Jantung

    Katup Lokasi Struktur dan Fungsi Katup trikuspid

    Antara atrium kanan dan ventrikel kanan

    Terdiri dari tiga daun katup yang mencegah aliran balik darah dari ventrikel kanan ke atrium kanan selama kontraksi ventrikel

    Katup semilunar paru

    Antara ventrikel kanan dan batang paru

    Terdiri dari tiga flaps-bulan berbentuk setengah. Mencegah aliran balik darah dari trunkus paru ke ventrikel kanan selama ventrikel relaksasi

    Katup bicuspid (mitral)

    Antara atrium kiri dan ventrikel kiri

    Terdiri dari dua katup yang mencegah aliran balik darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri selama kontraksi ventrikel

    Katup semilunar aorta

    Antara ventrikel kiri dan aorta menaik

    Terdiri dari tiga flaps-bulan berbentuk setengah. Mencegah aliran balik darah dari aorta ke ventrikel kiri selama kontraksi ventrikel.

    Gambar 2. Katup Jantung

  • C. Fisiologi Jantung Sistem pengaturan jantung

    a. Serat Purkinje. Serat ini adalah serabut otot jantung khusus yang mampu mengantar

    impuls dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung.

    Hantaran yang cepat di sepanjang sistem Purkinje memungkinkan atrium berkontraksi

    bersamaan, kemudian diikuti dengan kontraksi ventrikular yang serempak, sehingga

    terbentuk kerja pemompaan darah yang terkoordinasi.

    b. Nodus sinoatrial (nodus SA)

    1. Lokasi. Nodus SA adalah suatu massa jaringan otot jantung khusus yang terletak

    di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah permukaan vena kava superior.

    2. Nodus SA melepaskan impuls sebanyak 72 kali permenit, frekuensi irama yang

    lebih cepat dibandingkan dalam atrium (40 sampai 60 kali permenit), dan ventrikel

    (20 kali permenit). Nodus ini dipengaruhi saraf simpatis dan parasimpatis sistem

    saraf otonom, yang akan mempercepat atau memperlambat iramanya.

    3. Nodus SA mengatur frekuensi kontraksi irama, sehingga disebut pemacu jantung

    (pacemaker).

    c. Nodus atrioventrikular (nodus AV)

    1. Lokasi. Impuls menjalar di sepanjang pita serat purkinje pada atrium, menuju

    nodus AV yang terletak di bawah dinding posterior atrium kanan.

    2. Nodus AV menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah atrium selesai

    sebelum terjadi kontraksi ventrikular.

    d. Berkas AV (berkas His)

    1. Lokasi. Berkas AV adalah sekelompok besar serat purkinje yang berasal dari nodus AV dan

    membawa impuls di sepanjang septum interventrikular menuju ventrikel. Berkas ini dibagi

    menjadi percabangan berkas kanan dan kiri.

    2. Percabangan berkas kanan memanjang di sisi dalam ventrikel kanan. Serabut bercabang

    menjadi serat-serat purkinje kecil yang menyatu dalam serat otot jantung untuk

    memperpanjang impuls.

    3. Percabangan berkas kiri memanjang di sisi dala