Click here to load reader

Tumor mandibula

  • View
    2.943

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Tumor mandibula

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 1

    Departemen Keperawatan DewasaSistem Onkologi

    LAPORAN PENDAHULUAN

    Tumor Mandibula

    OLEH:

    FITRIANI, S.KEP

    NIM : 70900115001

    PERSEPTOR LAHAN PERSEPTOR INSTITUSI

    ( ) (Ns. Eni Sutriani, S.Kep)

    PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN IX

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

    UIN ALAUDDIN MAKASSAR

    2015

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 2

    KONSEP DASAR MEDIS

    A. Defenisi

    Tumor mandibula merupakan tumor odontogenik yang berasal dari

    epitelium yang terlibat dalam proses pembentukan gigi, akan tetapi pemicu

    transformasi neoplastik pada epitel tersebut belum diketahui dengan pasti.

    Secara mikroskopis, tumor mandibula tersusun atas pulau-pulau epitelium di

    dalam stroma jaringan ikat kolagen. Tumor mandibula juga mempunyai

    beberapa variasi dari tampilan histopatologis, akan tetapi tipe yang paling

    sering terlihat yaitu tipe folikular dan pleksiform. Pada sebagian besar kasus,

    tumor mandibula biasanya asimptomatik, tumbuh lambat, dan dapat

    mengekspansi rahang (Mansjoer, 2001).

    Tumor mandibula adalah tumor jinak ondontogenik pada mandibula

    yang mempunyai kecenderungan tumbuh ekspansif dan progresif, hingga

    menimbulkan deformitas wajah. Tumor mandibula adalah tumor jinak epitel

    yang besifat infltrati, tumbuh lambat, tidak berkapsul, berdiferensiasi baik.

    Lebih dari 75 % terjadi akibat adanya kista folikular (Mansjoer, 2001).

    B. Etiologi

    Etiologi tumor mandibula sampai saat ini belum diketahui dengan jelas,

    tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa tumor mandibula dapat terjadi setelah

    pencabutan gigi, pengangkatan kista dan atau iritasi lokal dalam rongga mulut.

    tumor mandibula dapat terjadi pada segala usia, namun paling banyak

    dijumpai pada usia dekade 4 dan 5. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, tetapi

    prediksi pada golongan penderita kulit berwarna.

    Tumor ini tumbuh dari berbagai asal, walaupun rangsangan awal dari

    proses pembentukan tumor ini belum diketahui. Tumor ini dapat berasal dari:

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 3

    Sisa sel dari enamel organ atau sisa-sisa dental lamina. Struktur mikroskopis

    dari beberapa spesimen dijumpai pada area epitelial sel yang terlihat pada

    perifer berbentuk kolumnar dan berhubungan dengan ameloblast yang pada

    bagian tengah mengalami degenerasi serta menyerupai retikulum stelata.

    Sisa-sisa dari epitel Malassez. Terlihat sisa-sisa epitel yang biasanya

    terdapat pada membran periodontal dan kadang-kadang dapat terlihat pada

    tulang spongiosa yang mungkin menyebabkan pergeseran gigi dan

    menstimulasi terbentuknya kista odontogenik.

    C. Patofisiologi

    Tumor mandibula berasal dari sel ameloblast atau adamantoblast,

    berupa sel yang tidak berdiferensiasi membentuk email. Walaupun secara

    histopatologis tidak tergolong lesi yang ganas, namun tumor ini tumbuh

    sangat agresif, yang menggambarkan suatu lesi ganas yang indolent atau low-

    grade semacam basalioma. Rekurensi bisa terjadi bila tumor ini hanya

    dioperasi dengan cara melakukan kuratase. Pada operasi yang dilakukan

    adekuat dengan cara melakukan reseksi 1 cm ditepi lesi, maka sangat jarang

    didapatkan rekurensi.

    Tumor ini bersifat infiltratif, tumbuh lambat, tidak berkapsul,

    berdiferensiasi baik. Lebih dari 75% terjadi di rahang bawah, khususnya regio

    molar dan sisanya terjadi akibat adanya kista folikular. Tumor ini muncul

    setelah terjadi mutasi-mutasi pada sel normal yang disebabkan oleh zat-zat

    karsinogen tadi. Karsinogenesisnya terbagi menjadi 3 tahap :

    1. Tahap pertama merupakan inisiasi yatu kontak pertama sel normal dengan

    zat karsinogen yang memancing sel normal tersebut menjadi ganas.

    2. Tahap kedua yaitu promosi, sel yang terpancing tersebut membentuk klon

    melalui pembelahan (poliferasi).

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 4

    3. Tahap terakhir yaitu progresi, sel yang telah mengalami poliferasi

    mendapatkan satu atau lebih karakteristik neoplasma ganas.

    D. Manifestasi Klinis

    Manifestasi klinik dalam tahap awal jarang menunjukkan keluhan, oleh

    karena itu tumor ini jarang terdiagnosa secara dini, umumnya diketahui setelah

    4 sampai dengan 6 tahun. Adapun gambaran klinis tumor mandibula, yaitu

    sebagai berikut:

    1. Pembengkakan dengan berbagai ukuran yang bervariasi sehingga dapat

    meyebabkan deformitas wajah.

    2. Konsestensi bervariasi ada yang keras dan kadang ada bagian yang lunak

    3. Terjadi ekspansi tulang ke arah bukal dan lingual

    4. Tumor ini meluas ke segalah arah mendesak dan merusak tulak sekitarnya

    5. Terdapat tanda egg shell cracking atau pingpong ball phonemona bila

    massa tumor telah mendesak korteks tulang dan tulangnya menipis

    6. Tidak terdapat nyeri dan parasestesi, hanya pada beberapa penderita

    dengan benjolan disertai rasa nyeri.

    7. Berkurangnya sensilibitas daerah distribusi n.mentalis kadang-kadang

    terdapat ulserasi oleh karena penekanan gigi apabila tumor sudah

    mencapai ukuran besar.

    8. Biasanya berisi cairan berwarna merah kecoklatan

    9. Gigi geligi pada daerah tumor berubah letak dan goyang.

    Tumor mandibula merupakan tumor yang jinak tetapi merupakan lesi

    invasif secara lokal, dimana pertumbuhannya lambat dan dapat dijumpai

    setelah beberapa tahun sebelum gejala-gejalanya berkembang. Tumor

    mandibula dapat terjadi pada usia dimana paling umum terjadi pada orang-

    orang yang berusia diantara 20 sampai 50 tahun dan hampir dua pertiga pasien

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 5

    berusia lebih muda dari 40 tahun. Kira-kira 80% terjadi di mandibula dan kira-

    kira 75% terlihat di regio molar dan ramus.

    Pada tahap yang sangat awal, riwayat pasien asimtomatis (tanpa

    gejala). Tumor mandibula tumbuh secara perlahan selam bertahun-tahun, dan

    tidak ditemui sampai dilakukan pemeriksaan radiografi oral secara rutin. Pada

    tahap awal, tulang keras dan mukosa diatasnya berwarna normal. Pada tahap

    berikutnya, tulang menipis dan ketika teresobsi seluruhnya tumor yang

    menonjol terasa lunak pada penekanan dan dapat memiliki gambaran berlobul

    pada radiografi. Dengan pembesarannya, maka tumor tersebut dapat

    mengekspansi tulang kortikal yang luas dan memutuskan batasan tulang serta

    menginvasi jaringan lunak. Pasien jadi menyadari adanya pembengkakan yang

    progresif, biasanya pada bagian bukal mandibula, juga dapat mengalami

    perluasan kepermukaan lingual, suatu gambaran yang tidak umum pada kista

    odontogenik. Ketika menembus mukosa, permukaan tumor dapat menjadi

    memar dan mengalami ulserasi akibat penguyahan. Pada tahap lebih

    lanjut,kemungkinan ada rasa sakit didalam atau sekitar gigi dan gigi tetangga

    dapat goyang bahkan tanggal.

    Pembengkakan wajah dan asimetris wajah adalah penemuan ekstra

    oral yang penting. Sisi asimetris tergantung pada tulang utama atau tulang-

    tulang yang terlibat. Perkembangan tumor tidak menimbulkan rasa sakit

    kecuali ada penekanan saraf atau terjadi komplikasi infeksi sekunder.

    Terkadang pasien membiarkan tumor mandibula bertahan selama beberapa

    tahun tanpa perawatan dan pada kasus-kasus tersebut ekspansi dapat

    menimbulkan ulkus namun tipe ulseratif dari pertumbuhan karsinoma yang

    tidak terjadi. Pada tahap lanjut, ukurannya bertambah besar dapat

    menyebabkan gangguan penguyahan dan penelanan.

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 6

    Perlu menjadi perhatian, bahwa trauma seringkali dihubungkan dengan

    perkembangan tumor mandibula (ameloblastoma). Beberapa penelitian

    menyatakan bahwa tumor ini sering kali diawali oleh pencabutan gigi,

    kistektomi atau beberapa peristiwa traumatik lainnya. Seperti kasus-kasus

    tumor lainnya pencabutan gigi sering mempengaruhi tumor (tumor yang

    menyebabkan hilangnya gigi) selain dari penyebabnya sendiri.

    E. Pemeriksaan Penunjang

    Adapun pemeriksaan penunjang untuk tumor mandibula yaitu sebagi

    berikut:

    1. X-ray kepala, yang menghasilkan satu-dimensi gambar dan leher untuk

    membantu mencari daerah yang tidak normal pada rahang.

    2. CT scan (computed tomography scan). CT scan, yang menghasilkan

    gambar dua dimensi dari kepala dan leher yang dapat mengungkapkan

    apakah ameloblastoma telah invaded tisu atau organ lain.

    3. MRI (magnetic resonance imaging). MRI Scan, yang menggunakan

    magnet dan gelombang radio untuk membuat gambar 3 dimensi yang

    dapat mengungkapkan abnormalitas kecil di kepala dan leher. Dokter juga

    menggunakan MRI Scan untuk menentukan apakah ameloblastoma telah

    menyebar ke rongga mata atau sinuses.

    4. Tumor marker (penanda tumor)

    F. Penatalaksanaan

    Terapi utama pada tumor mandibula adalah pembedahan. Tingkat

    rekurensi berkisar antara 55-90% setelah perawatan secara konsevatif.

    Mengingat besarnya tingkat rekurensi tersebut, pendekatan secara radikal

    (reseksi) dapat dipertimbangkan sesuai indikasi, meskipun berakibat hilangnya

    sebagaian tulang rahang, bridging plate titanium dapat digunakan untuk

  • Fitriani, S.Kep (70900115001) | 7

    mengganti sebagian tulang yang hilang dan berfungsi sebagai alat rekonstruksi.

    Dapat juga rekonstruksi dengan memasang tandur ahli tulang kalau mungkin

    bisa dikerjakan.

    Indikasi perawatan ditentukan berdasarkan luas dan besarnya jaring