tifus abdominalis

  • View
    15

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

typhoid fever, enteric fever

Text of tifus abdominalis

Tifus Abdominalis

Tifus AbdominalisBakteri dari genus Salmonella menyebabkan spektrum yang luas dari penyakit.Pertumbuhan serotipe S.typhi dan s. Paratyphi dibatasi untuk host manusia, di antaranya ini organisme penyebab enterik (tifoid) Demam.EtiologiDemam tifoid adalah penyakit infeksi sistemik karena bakteri S. Typhi dan S. Paratyphi yang ditandai dengan demam dan nyeri abdomen.

Jml kumam yg masuk : 103 dan 106, Status kesehatan dan imunologik pasien. pH asam lambung dan keadaan yang mengganggu intergritas saluran cernaBasil S.Typhi bertahan beberapa minggu dlm : air segar, es, sampah kering dan pada pakaian.Basil berkembang dengan pesat dlm : susu dan produkproduk yang berasal dari susu. Ditularkan melalui : makanan,minuman yg terkontaminasi tinja penderita/tangan pengidap basil. Di Indonesia berjangkit secara sporadis

3Salmonella typhi mempunyai 3 macam antigen, yaitu:a. Antigen O (Antigen dinding sel/ somatik) yang terletak pada lapisan luar tubuh bakteri. Bagian ini mempunyai struktur kimia lipopolisakarida atau disebut juga endotoksin. Antigen ini tahan terhadap panas dan alkohol tetapi tidak tahan tehadap formaldehid.Infeksi berasal dari pasien yg menderita tifoid. Basil terdapat dalam feses dan urin pada awal demam minggu ke-3.3 % kasus menjadi pengidap basil. Pengidap konvalesen mengeluarkan basil dlm feses selama 6 bln.Pengidap kronik selama 1 tahun

4b. Antigen H (Antigen flagella) yang merupakan komponen protein dan berada dalam flagella. Antigen ini tahan terhadap formaldehid tetapi tidak tahan tehadap panas dan alkohol.c. Antigen Vi (Virulen) merupakan polisakarida dan berada di kapsul yang melindungi seluruh permukaan sel. Ketiga jenis antigen tersebut di dalam tubuh manusia akan menimbulkan pembentukan tiga macam antibodi yang biasa disebut aglutinin

PathophysiologyIngestion of organismSmall intestinesPenetrates mucous layerReplicates (intracellular)Cross the epithelial layer of small intestinesPhagocytosed by macrophageDisseminate through out the body via lymphatics then circulationColonize reticuloendothelial tissueSecretion of cytokines by the epithelial cells and macrophageRecruitment of mononuclear cells & development of a specific acquired cell-mediated immune responseshepatosplenomegalyFeverAbdominal painDegranulation and release of toxins substance by neutrophilsDamage of intestinal mucosa inflammatory diarheaJumlah kuman cukup saluran limfe sirkulasi sistemik bakteriemia + gejala klinik plak Peyer dari ileum distal, limpa, hati, kandung empedu, sumsum tulang berkembang dlm makrofag (sel tifoid) nodul tifoid pada plak Peyer. Minggu I : plak Peyer Hiperplasia krn infiltrasi sel mononuklear & nodul tifoid Minggu II : nekrosis disusul ulserasi dari plak Peyer. Minggu III: erosi menyebabkan perdarahan & perforasi. Minggu IV: bila radang diatasi ulkus sembuh sikatrikDemam krn bakteri +endotoksin makrofag sitokin Tumor Nekrosis faktor (TNF), Interlekuin-1, Interlekuin-6

Tifoid fever infiltrasi mononuclear sel

6Clinical CourseThe incubation period for S.typhi averages 10 -14 days but ranges from 3 21 days, depending on th inoculum size and the hosts health and immune status.SymptomsProlonged fever (38,8o - 40,5o C) HeadacheChillsCoughSweatingMalaiseArthralgiaGI symptoms anorexia, abdominal pain, nausea, vomiting, diarrhea or constipation

diagnosisBlood culture : sensitivity 40-80%, ditemukan basil ssalmonella (minggu I dan II)Bone marrow culture : sensitivy 50-90% Pemeriksaan H2TL :Limfosit 4000 5000, dengan limfositiosis relatif (pada fase awal)

Terapi

Terapi