of 26 /26
TYPHUS ABDOMINALIS DI SUSUN OLEH KELOMPOK 1 Fajar Satria Maha Amelia Syahfitri Winda Nadia Is Surya Nanda Muksalmina Istika Ratih M. Razzi M. Ikbal Zahara Imran 1

Typhus Abdominalis

Embed Size (px)

Text of Typhus Abdominalis

TYPHUS ABDOMINALIS

TYPHUS ABDOMINALISDI SUSUN OLEH KELOMPOK 1Fajar Satria Maha Amelia Syahfitri Winda Nadia IsSurya NandaMuksalminaIstika RatihM. RazziM. IkbalZaharaImran

11LATAR BELAKANGTyphus Abdominalis terdapat di seluruh dunia dan penyebarannya tidak tergantung pada iklim, tetapi lebih banyak di jumpai pada negara-negara berkembang di daerah tropis.Penyakit typhus adalah penyakit yang mengancam hidup seseorang yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi.2Next...Penyakit typhus abdominallis atau demam thypod merupakan problem atau masalah yang serius bagi kesehatan masyarakat di Negara-negara yang berkembang seperti halnya Indonesia yang memiliki iklim tropis banyak di temukan penyakit infeksi salah satuhnya Typhus Abdominalis yang di temukan sepanjang tahun. 3Next...Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak, namun tidak tertutup kemungkinan untuk orang muda/dewasa. Dalam masyarakat penyakit ini dikenal dengan nama Tipes atau thypus, tetapi dalam dunia kedokteran disebut TYPHOID FEVER atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut.4PENGERTIANTypus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 1 minggu, gangguan pencernaan dan gangguan kesadaran(Ngastiyah, 2005). Typhus merupakan penyakit infeksi menular yang dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Tetapi demam tifoid lebih sering menyerang anak. Walaupun gejala yang dialami anak lebih ringan daripada orang dewasa.5ETIOLOGIPenyebab penyakit ini adalah :Salmonella typhi, Salmonella para typhii A, dan Salmonella paratyphii B. Basil gram negatif, bergerak dengan rambut getar, tidak berspora, mempunyai 3 macam antigen yaitu :antigen O, antigen H, dan antigen VI. Dalam serum penderita terdapat zat (aglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. Kuman tumbuh pada suasan aerob dan fakultatif anaerob pada suhu 15 41C (optimum 37C) dan pH pertumbuhan 6 8.6FAKTOR RESIKOKebiasaan jajan di tempat-tempat yang tidak memenuhi syarat kesehatanLingkungan yang kotorDaya tahan tubuh yang rendah7MANIFESTASI KLINISGejala klinik thyphus abdominalis pada pasien dewasa biasanya lebih berat dibandingkan anak. Masa tunas rata-rata 10-20 hari. Yang tersingkat 4 hari jika infeksi melalui makanan, Sedangkan yang terlama sampai 30 hari jika infeksi melalui minuman. Selama masa inkubasi ditemukan gejala yaitu :perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing, nafsu makan berkurang,dan tidak bersemangat.8GEJALA KLINIS YANG BIASA DITEMUKAN IALAH DemamGangguan pada saluran pencernaanGangguan kesadaranBintik-bintik kemerahanLidah kotorBibir kering 9Pemeriksaan PenunjangDarah TepiTerdapat gambaran leukopenialimfositosis relatif danameosinofila pada permulaan sakitmungkin terdapat anemia dan trombositopenia ringan

Pemeriksaan Widal = Pemeriksaan positif apabila terjadi reaksi aglutinasi. Apabila titer lebih dari 1/80, 1/ 160, dst, semakin kecil titrasi menunjukkan semaki berat penyakitnya.

Darah Untuk Kultur (biakan empedu)10PATOFISIOLOGIMakanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh kuman Salmonella Typhosa masuk kedalam lambung, selanjutnya lolos dari sistem pertahanan lambung, kemudian masuk ke usus halus, melalui folikel limpa masuk kesaluran limpatik dan sirkulasi darah sistemik, sehingga terjadi bakterimia. Bakterimia pertama-tama menyerang Sistem Retikulo Endoteleal (RES) yaitu : hati, lien dan tulang, kemudian selanjutnya mengenai seluruh organ di dalam tubuh antara lain sistem syaraf pusat, ginjal dan jaringan limpa.11Makanan/minumankuman Salmonella TyphosaLambungUsus Haluskesaluran limpatik dan sirkulasi darah sistemikBakterimiaSistem Retikulo Endoteleal (RES) yaitu : hati, lien dan tulangseluruh organ di dalam tubuh antara lain sistem syaraf pusat, ginjal dan jaringan limpa12PENULARANKuman tipes masuk/ menular melalui mulut dengan makanan atau minuman yang tercemar.Pencemaran kuman tipes dapat terjadi :Dengan perantaraan lalat.Melalui aliran sungai.13PENCEGAHANUsaha terhadap lingkungan hidupPenyediaan air minum yang memenuhi syaratPembuangan kotoran manusia yang higienisPemberantasan lalatPengentasan terhadap rumah-rumah makan dan penjual makananTingkatkan kebersihan diri dan lingkunganPilih makanan yang telah diolah dan disajikan dengan baik (memenuhi syarat kesehatan)Jamban keluarga harus cukup jauh dari sumur (harus sesuai standar pembuatan jamban yang baik).Usaha terhadap individuImunisasiMenemukan dan mengawasi carrier typhoidPendidikan kesehatan kepada masyarakat.14KOMPLIKASIKompilikasi intestinalPerdarahan ususPeriforasi ususIleus paralitikKomplikasi ekstra intestinalKomplikasi kardiovaskulerKomplikasi darahKomplikasi paruKomplikasi hepar dan kandung empeduKomplikasi ginjalKomplikasi tulangKomplikasi neuropsikiatrik

15PENGOBATANTirah baring, Diet rendah serat tinggi kalori dan protein, Obat-obatan berupa antibiotika, Serta pengobatan terhadap komplikasi yang mungkin timbul. 16OBAT YANG DIGUNAKANObat untuk penyakit Types adalah antibiotika golongan Chloramphenikol, Thiamphenikol, Ciprofloxacin dll yg diberikan selama 7 10 hari. Lamanya pemberian antibiotika ini harus cukup sesuai resep yg dokter berikan. Jangan dihentikan bila gejala demam atau lainnya sudah reda selama 3-4 hari minum obat. Obat harus diminum sampai habis ( 7 10 hari ). Bila tidak, maka bakteri Tipes yg ada di dalam tubuh pasien belum mati semua dan kelak akan kambuh kembali17ASKEP TYPHUS ABDOMINALISPengkajian BiodataUsia ( sering terjadi pada anak-anak tetapi bisa juga pada semua usia )Jenis kelamin ( tidak ada pebedaan yang nyata antara insidensi demam tifoid pada pria dan wanita )Pendidikan ( kebersihan makanan atau minuman )

18Keluhan utamaMinggu pertama : demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi/diare peraaan tidak enak di perut, batuk dan epitaksis.Minggu kedua : pasien terus berada dalam keadaan demam, yang turun secara berangsur-angsur pada minggu ketiga.Riwayat Penyakit SekarangGejala yang timbul pada penyakit types/ tifoid : Panas (suhu380C pada hari pertama ), Pasien mengigil.Pada hari ketiga panas meningkat , pucat nyeri pada abdomen, tekanan darah menurun , pemeriksaan laboratorium positif.

19Riwayat Penyakit DuluPasien sebelumnya pernah mengalami febris, DB, diare.Riwayat Penyakit KeluargaDalam salah satu anggota keluarga tersebut ada yang menderita types, diare, DB, pada waktu bersamaan atau sebelum pasien mengalami penyakit tersebut (Arief Mansjoer, M Sjaifoellah Noer, Nursalam).

20Pola Fungsi KesehatanPola Manajemen KesehatanPola Nutrisi KesehatanPola Istirahat TidurPola aktivitasPola EliminasiPola Hubungan Peran21PEMERIKSAAN FISIKKeadaan umum : Klien merasa lemah, panas, perut tidak enak, anorexia.Kepala dan leher : Kepala tidak ada bernjolan, rambut normal, kelopak mata normal, konjungtiva anemia, mata cowong, muka tidak odema, pucat/bibir kering, lidah kotor, ditepi dan ditengah merah, fungsi pendengran normal, leher simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.Sistem respirasi : Pernafasan rata-rata ada peningkatan, nafas cepat dan dalam dengan gambaran seperti bronchitis.Sistem kardiovaskuler : Terjadi penurunan tekanan darah, bradikardi relatif, hemoglobin rendah.

22Next...Sistem integumen : Kulit kering, turgor kulit menurun, pucat, berkeringat banyak, akral hangat.Sistem gastrointestinal : Bibir kering pecah-pecah, mukosa mulut kering, lidah kotor (khas), mual, muntah, anoreksia. Di daerah abdomen ditemukan nyeri tekan. Saat palpasi didapatkan limpa dan hati membesar dengan konsistensi lunak serta nyeri tekan pada abdomen. Pada perkusi didapatkan perut kembung serta pada auskultasi peristaltik usus meningkat.23Next...Sistem eliminasi : Pada pasien typoid kadang-kadang diare atau konstipasi, produk kemih pasien bisa mengalami penurunan (kurang dari normal). N -1 cc/kg BB/jam.Sistem muskuloskolesal : Klien lemah, terasa lelah tapi tidak didapatkan adanya kelainan.Sistem endokrin : Apakah di dalam penderita thyphoid ada pembesaran kelenjar toroid dan tonsil.Sistem persyarafan : Kesadaran klien penuh.24DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN INTERVENSI KEPERAWATANHipertermi b.d proses infeksi usus halusTujuan : Suhu tubuh klien kembali secara normal.Kriteria hasil :Mengidentifikasi faktor-faktor resiko hipertermiSuhu tubuh relatif normalMenurunkan faktor- faktor resiko hipertermi.Intervensi dan rasional :Pantau suhu klienRasional: Suhu 380 C sampai 41,10 C menunjukkan proses peningkatan infeksius akut

Pantau suhu lingkungan, batasi atau tambahkan linen tempat tidur sesuai dengan indikasiRasional: Suhu ruangan atau jumlah selimut harus dirubah, mempertahankan suhu mendekati normal

Berikan kompres mandi hangatRasional : Dapat membantu mengurangi demam

Kolaborasi pemberian antipiretikRasional: Untuk mengurangi demam dengan aksi sentralnya hipotalamus

25REFERENSICarpenito-Moyet, Lynda Juall. 2006.Buku saku Diagnosis Keperawatan. Jakarta : EGC.Ngastiyah. 2005.Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC.Suriadi. 2006.Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta : Sagung Seto.Sutedjo. 2008.Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Yogyakarta : Amara BooksVietha. 2009.http://viethanurse.wordpress.com/2009/02/25/asuhan-keperawatan-anak-dengan-typhus-abdominalis/. Diperoleh tanggal 15-10-2010.Yoga. 2009. http: //yogabimantoro.blogspot.com/2009/09/typhus-abdominalis.html. Diperoleh tanggal 15-10-2010.http: //www.mediastore.co.id/kesehatan/news/0602/08/095423.htmhttp://www.infokesehatan.co.id26