Click here to load reader

Lbm 5 Saraf

  • View
    64

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

saraf

Text of Lbm 5 Saraf

1. Bagaimana Mekanisme kejang ?Neuron dalam susunan saraf pusat (SSP) mengalami depolarisasi sebagai akibat dari masuknya kalium dan repolarisasi timbul akibat keluarnya kalium. Kejang timbul bila terjadi depolarisasi berlebihan akibat arus listrik yang terus-menerus dan berlebihan.Volpe mengemukakan empat kemungkinan alasan terjadinya depolarisasi yang berlebihan yaitu:1. Gagalnya pompa natrium kalium karena gangguan produksi energi 2. Selisih relatif antara neurotransmitter eksitasi dan inhibisi 3. Defisiensi relative neurotransmitter inhibisi dibanding eksitasi 4. Perubahan membran neuron menyebabkan hambatan gerakan natrium.

Kejang atau konvulsi adalah kontraksi involunter hebat atau gerak otot klonik atau tonik yang involuntar. Kejang terjadi akibat lepas muatan paroksismal yang berlenihan dari suatu populasi neuron yang sangat mudah terpicu (fokus kejang) sehingga mengganggu fungsi normal otak. Namun kejang juga terjadi dari jaringan otak normal di bawah kondisi patologik tertentu, seperti perubahan kseimbangan asam-basa atau elektrolit. (Dorland, 2006; Mardjono dan Sidharta, 2008; Price and Wilson, 2006)

Kejang dapat terjadi hanya sekali atau berulang. Kejang rekuren, spontan, dan tidak disebabkan oleh kelainan metabolisme yang terjadi bertahun-tahun disebut epilepsi. Epilepsi ialah manifestasi gangguan otak dengan berbagai etiologi namun dengan gejala tunggal yang khas, yaitu serangan berkala yang disebabkan oleh lepas muatan listrik neuron kortikal secara berlebihan. Status epileptikus adalah keadaan aktivitas kejang yang kontinu dan intermiten yang berlangsung selama 20 menit atau lebih saat pasien kehilangan kesadarannya. (Mardjono dan Sidharta, 2008; Price and Wilson, 2006)

Definisi Kejang :

Kejang adalah gangguan sistem SSP lokal atau sistemik sehingga kejang bukan merupakan suatu penyakit, kejang merupakan tanda paling penting akan adanya suatu penyakit lain sebagai penyebab kejang.Kejang adalah gerakan otot tubuh secara mendadak yang tidak disadari baik dalam bentuk kronik atau tonik dengan atau tanpa disertai hilangnya kesadaran.Kejang disebabkan oleh pelepasan hantaran listrik yang abnormal. Gejala-gejala yang timbul dapat bermacam-macam tergantung pada bagian otak yang terpengaruh, tetapi umumnya kejang berkaitan dengan suatu sensasi aneh, kekakuan otot yang tidak terkendali, dan hilangnya kesadaran.Kejang dapat terjadi akibat adanya kelainan medis. Rendahnya kadar gula darah, infeksi, cedera kepala, keracunan atau overdosis obat-obatan dapat menyebabkan kejang. Selain itu, kejang juga dapat disebabkan oleh tumor otak atau kelainan saraf lainnya. Kurangnya oksigen ke otak juga dapat menyebabkan kejang. Pada beberapa kasus, penyebab kejang mungkin tidak diketahui. Kejang yang terjadi berulang mungkin merupakan suatu indikasi akan adanya suatu kondisi kronik yang dikenal sebagai epilepsi.

Dasar serangan epilepsi ialah gangguan fungsi neuron-neuron otak dan transmisi pada sinaps. Tiap sel hidup, termasuk neuron-neuron otak mempunyai kegiatan listrik yang disebabkan oleh adanya potensial membran sel. Potensial membran neuron bergantung pada permeabilitas selektif membran neuron, yakni membran sel mudah dilalui oleh ion K dari ruang ekstraseluler ke intraseluler dan kurang sekali oleh ion Ca, Na dan Cl, sehingga di dalam sel terdapat kosentrasi tinggi ion K dan kosentrasi rendah ion Ca, Na, dan Cl, sedangkan keadaan sebaliknya terdapat diruang ekstraseluler. Perbedaan konsentrasi ion-ion inilah yang menimbulkan potensial membran. Oleh berbagai faktor, diantaranya keadaan patologik, dapat merubah atau mengganggu fungsi membaran neuron sehingga membran mudah dilampaui oleh ion Ca dan Na dari ruangan ekstra ke intra seluler. Influks Ca akan mencetuskan letupan depolarisasi membran dan lepas muatan listrik berlebihan, tidak teratur dan terkendali. Lepas muatan listrik demikian oleh sejumlah besar neuron secara sinkron merupakan dasar suatu serangan epilepsi. Suatu sifat khas serangan epilepsi ialah bahwa beberapa saat serangan berhenti akibat pengaruh proses inhibisi. Di duga inhibisi ini adalah pengaruh neuron-neuron sekitar sarang epileptik. Selain itu juga sistem-sistem inhibisi pra dan pasca sinaptik yang menjamin agar neuron-neuron tidak terus-menerus berlepas muatan memegang peranan. Keadaan lain yang dapat menyebabkan suatu serangan epilepsi terhenti ialah kelelahan neuron-neuron akibat habisnya zat-zat yang penting untuk fungsi otak.Ada dua jenis neurotransmiter, yakni neurotransmiter eksitasi yang memudahkan depolarisasi atau lepas muatan listrik dan neurotransmiter inhibisi yang menimbulkan hiperpolarisasi sehingga sel neuron lebih stabil dan tidak mudah melepaskan listrik. Diantara neurotransmitter-neurotransmiter eksitasi dapat disebut glutamat, aspartat dan asetilkolin sedangkan neurotransmiter inhibisi yang terkenal ialahgamma amino butyric acid(GABA) dan glisin. Jika hasil pengaruh kedua jenis lepas muatan listrik dan terjadi transmisi impuls atau rangsang. Hal ini misalnya terjadi dalam keadaan fisiologik apabila potensial aksi tiba di neuron. Dalam keadaan istirahat, membran neuron mempunyai potensial listrik tertentu dan berada dalam keadaan polarisasi. Aksi potensial akan mencetuskan depolarisasi membran neuron dan seluruh sel akan melepas muatan listrik.

Dalam keadaan fisiologik neuron melepaskan muatan listriknya oleh karena potensial membrannya direndahkan oleh potensial postsinaptik yang tiba pada dendrit. Potensial aksi itu disalurkan melalui akson yang bersinaps dengan dendrit neuron lain. Pada keadaan patologik, gaya yang bersifat mekanik atau toksik dapat menurunkan potensial membran neuron, sehingga neuron melepaskan muatan listriknya. Manifestasi klinisnya berupa kejang atau terasanya suatu modalitas perasaan. Diduga neurotransmitter acetylcholine merupakan zat yang merendahkan potensial membran postsinaptik. Apabila sudah cukup acetylcholine tertimbun di permukaan otak, maka pelepasan muatan listrik neuron-neuron kortikal dipermudah. Penimbunan acetylcholine setempat harus mencapai suatu konsentrasi tertentu untuk dapat merendahkan potensial membran sehingga lepas muatan listrik dapat terjadi. Oleh karena itul, fenomena lepas muatan listrik epileptik terjadi secara berkala.Ditinjau dari bidang biokimia, didapatkan juga faktor etiologik yang dapat menjelaskan mekanisme epilepsi yang hingga saat ini dianggap sebagai idiopatik. Misalnya zat yang dikenal sebagai gama-aminobutyric-acid (GABA). Substansi serbral itu dapat dianggap sebagai zat anti-konvulsi alamiah. Pada orang tertentu zat itu kurang cukup, sehingga neuron-neuron kortikalnya mudah sekali terganggu dan bereaksi dengan melepaskan muatan listriknya secara menyeluruh.

2. Etiologi kejang ?EtiologiDitinjau dari penyebab epilepsi dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu :1. epilepsi primer atau epilepsi idiopatik yang hingga kini tidak ditemukan penyebabnya2. epilepsi sekunder yaitu yang penyebabnya diketahui.Pada epilepsi primer tidak ditemukan kelainan pada jaringan otak. Diduga terdapat kelainan atau gangguan keseimbangan zat kimiawi dalam sel-sel saraf pada area jaringan otak yang abnormal.Epilepsi sekunder berarti bahwa gejala yang timbul ialah sekunder, atau akibat dari adanya kelainan pada jaringan otak.Kelainan ini dapat disebabkan karena dibawa sejak lahir atau adanya jaringan parut sebagai akibat kerusakan otak pada waktu lahir atau pada masa perkembangan anak.Penyebab spesifik dari epilepsi sebagai berikut :1. kelainan yang terjadi selama perkembangan janin/kehamilan ibu, seperti ibu menelan obat-obat tertentu yang dapat merusak otak janin, menglami infeksi, minum alcohol, atau mengalami cidera.2. kelainan yang terjadi pada saat kelahiran, seperti kurang oksigen yang mengalir ke otak (hipoksia), kerusakan karena tindakan.3. cidera kepala yang dapat menyebabkan kerusakan pada otak 4. tumor otak merupakan penyebab epilepsy yang tidak umum terutama pada anak-anak.5. penyumbatan pembuluh darah otak atau kelainan pembuluh darah otak6. radang atau infeksi pada otak dan selaput otak7. penyakit keturunan seperti fenilketonuria (FKU), sclerosis tuberose dan neurofibromatosis dapat menyebabkan kejang-kejang yang berulang.8. kecerendungan timbulnya epilepsy yang diturunkan. Hal ini disebabkan karena ambang rangsang serangan yang lebih rendah dari normal diturunkan pada anak.

3. Klasifikasi kejangKLASIFIKASI KEJANG1. Kejang Parsial : kesadaran utuh walaupun mungkin berubah; fokus di satu bagian tetapi dapat menyebar ke bagian lain.a. Parsial sederhana : dapat bersifat motorik, sensorik, autonomik, maupun psikik; biasanya berlangsung kurang dari satu menitb. Parsial kompleks : dimulai sebagai kejang parsial sederhana; berkembang menjadi perubahan kesadaran yang disertei oleh gejala motorik, gejala sensorik, otomatisme; biasanya berlangsung satu sampai tiga menit.2. Kejang generalisata : hilangnya kesadaram; tidak ada awitan fokal; bilateral dan simetrik; tidak ada aura.a. Tonik-Klonik : spasme tonik-klonik otot.b. Absence : menatap kosong, kepala sedikit lunglai, kelopak mata bergetar atau bekedip secara cepat, tonus postural tidak hilang; berlangsung beberapa detik.c. Mioklonik : kontraksi mirip syok mendadak yag terbatas di beberapa otot atau tungkai; cenderung singkat.d. Atonik : hilangnya secara mendadak tonus otot disertai lenyapnya postur tubuh (drop attacks)e. Klonik : gerakan menyentak, repetitif , tajam, lambat, dan tunggal atau multipel di lengan, tungkai, atau torso.f. Tonik : peningkatan mendadak tonus otot (menjadi kaku, kontraksi) wajah dan tubuh bagian atas; fleksi lengan dan ekstensi tungkai(Price and Wilson, 2006)

4. Kenapa pasien mengeluarkan buih dari mulut nya setelah kejang ? buih yang keluar berupa apa ?Dalam keadaan fisiologik neuron melepaskan muatan listriknya oleh karena potensial membrannya direndahkan oleh potensial postsinaptik yang tiba pada dendrit. Potensial aksi itu disalurkan melalui akson yang bersinaps dengan den