Click here to load reader

Master Lbm 2 Saraf Sgd 1

  • View
    54

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

M

Text of Master Lbm 2 Saraf Sgd 1

NYERI WAJAHSTEP 1 Allodynia: diberi rangsangan normalnya tidak sakit tetapi merasakan sakit Hiperalgesia : normalnya rangsangan sakit tetapi dirasakan nyeri berlebihan VAS : Visual Analog Scale : skala dimulai dari angka 0 10 menentukan tingkatan nyeri

STEP 2

1. Bagaimana Anatomi dari nervus ke 5 ?2. Mengapa nyeri bersifat spontan paroksismal tajam seperti tersetrum berlangsung 5-20 detik ?3. Mengapa pasien mengeluhkan rasa nyeri apabila kena angin ,saat naik motor , bersentuhan handuk atau sarung bantal ?4. Apa hubungan trauma kepala satu taun yang lalu dengan keluhan sekarang ?5. Mengapa di dapatkan allodynia dan hiperagelsia ?6. Mengapa asam mefenamat tidak bisa menurunkan nyeri nya ?7. DD dan Diagnosis ?8. Etiologi dari kelainan pada nervus 5 ?9. Bagaimana penjelasan tentang VAS ? beserta interpretasi10. Bagaimana pemeriksaan Neurologis ?11. Penatalaksanaan dari skenario ?

STEP 3

1. Bagaimana Anatomi dari nervus ke 5 ?

Nervus trigeminus : sensoris dan motorik

Sensorik : menghantarkan impuls menuju ganglion gasseri Motorik : di pons Nervus trigeminus : 1. n. Oftalmica ( sensoris , menghamparkan impuls berupa protopatik dari bola mata , sekrematorik gandula lakrimalis . 3 serabutFrontalis , nassosilialis , lakrimalis melewai foramen supraorbital masuk ruang orbital Keluar dr basis cranii melalu fisura orbitalis superior menembus durameter sinus cavernosus samping proc clinoideus post menuju ganglion gasseri

2. Divisi maksilaris ( somatosensorik )Mempunya 3 srabut : kulit wajah , mukosa rongga hidung , selaput lendir gigi geligi rahang atas nervus infraorbitalis melalui basis cranii foramen protundum tulang tengkorak menembus durameter sinus caneversus gangliongasseri

3. MandibulaSomatomotorik parasimpatis , somatosensorik , sekretomotorikSomatomotorik muncul dari lateral pons bergabung dengan cab mandibular ganglion gasseri Cab mandibular foramen ovale dr foramen spinosum bergabung nervus meningea media bertemu di fossa infratemporalis di depan ini bercabang menjadi ante dan post mempunyai afferen dan efferen sendiri2 Cab post afferen kulit rahang bawah Ganglion gasseri / ganglio semilunaris juluran afferen impuls raba tekan diterima nukleus sensibilis prinsipilis , nyeri suhu nukleus spinalis nervus tigeminus tract spinalis nervus trigeminalis Ganglio gasseri di dalam cavum duramater atau cavum trigeminum meckli

Nukleus principalis sensorius post dr pond bersambung ke bawah bersama nukleus spinalis nervi tigeminus Nukleuas spinalis ke ats sensorik utama trigeminus dalam pons Nukleuas mecencheplicus bag lateral substansin grisea dan aqueductus Nukleus motorius didalam pons disebelah medial nukleus sensorius principalis

2. Mengapa nyeri bersifat spontan paroksismal tajam seperti tersetrum berlangsung 5-20 detik ?

Bersifat nyeri : kemungkinan ada penekanan pembuluh darah di nervus trigeminus bertemu di brain stem / batang otak kemungkinan ada trauma , tumor menekan nervus trigeminus arteri membesar berkelok kelok menambah sensoris afferen dimielinisasi terangsang nyeri karena ada hubungan trauma satu tahun yang lalu trauma proses regenerasi sel gagal saraf tdk terbentuk secara sempurna nyeri

3. Klasifikasi Nyeri

Nyeri : kerusakan jaringan Nyeri nosiseptik : karena kerusakan jaringanNyeri somatik : somatik superficial ( kulit ) dan dalam ( otot ligamen tulang sendi)Nyeri viceral Non non nosiseptik : disebabkan kerusakan sensorik / saraf Idiopatik : nyeri belum jelas sifat nyeri spontan paroksismal tajam Simptomatik : nyeri terus menerus , tdk timbul secara serangan

Nyeri cepat : tersetrum Nyeri lambat : pegal pegalBerbeda di dalam reseptornya

NYERI NEUROPATI ????? nyeri kronisNyeri yang di picu oleh lesi primer / difungsi sistem saraf karena kompresi atau tumor Perifer : terkana SST. ex : neuropatik diabetic , neuropatic trigeminal Central : SSP ex. Parkinson

MEKANISME NYERI

( mekanisme pertahan diri kita untuk menjauhi suatu rangsangan ) Transduksi : terkena rangsangan terjadi aktivitas listrik menuju reseptor nyeri Transmisi : impuls saraf perifer med spinalis otak Modulasi : aktivasi saraf melalui jalur descendens meningkatknya aktivitas di resptor nyeri terjadi persepsi Persepsi

Reseptor Nyeri Nosiseptor mekanis : berespon terhadap kerusakan tersayat terpukul cubitan Nosiseptor suhu : pada suhu suhu panas Nosiseptor polimodal : terhadap suatu bahan kimia yang iritan Ditingkatkan dengan adanya PG

4. Mengapa pasien mengeluhkan rasa nyeri apabila kena angin ,saat naik motor , bersentuhan handuk atau sarung bantal ?

Berhubungan dengan hiperalgesia karena demielinisasi saraf mengakibtkan hantaran saraf meloncat ke serabut saraf Dimielinisasi pada nervus trigeminus - mungkin terjadi short sirkuit terjadi impuls perasaan apapun - melalui serabut halus saja menghantar impuls yang nyeri Pada orang tua os petrosus yang berbentuk tumpul dimineralisasi terjadi tajam melukai nervusnya

5. Apa hubungan trauma kepala satu taun yang lalu dengan keluhan sekarang ?

6. Mengapa di dapatkan allodynia dan hiperagelsia ?7. Mengapa asam mefenamat tidak bisa menurunkan nyeri nya ?Asam mefenamat : nyeri menghambat reseptor PGTetapi nyeri ini resptornya bukan PG jadi tidak bisa menurunkan nyeri

Nyeri akut : menghambat cox 2 ( NSAID ) Nyeri kronis / nyeri neuropatik8. DD dan Diagnosis ?

Differential Diagnose Neuralgia Post Trauma Neuralgia trigeminus idiopatik Neuralgia trigeminus simptomatik Sindrom costen : nyeri menjalar ke rahang bawah dan pelvis rahang bawah disebabkan atrosis temporomandibular , maloklusi gigi

NEURALGIA TRIGEMINUS IDIOPATIK Nyeri bersifat paroksisimal di cabang maksilaris / mandibularis Serangan nya 30 menit berikutnya menyusul beberapa detik Gejala tunggal dan utama Wanita > laki lakiNEURALGIA TRIGEMINUS SIMPTOMATIK Nyeri terus menerus di nervus oftalmicus dan infraorbitalis Nyeri terus menerus Ada anastesi Tidak ada ratio perbandingan jenis kelamin

9. Etiologi dari kelainan pada nervus 5 ?

Trauma : pasca oprasi , mandibula surgery , benturan Non trauma : tumor batang otak , inflamasi di otak , pasca stroke , infeksi oleh bakteri atau lainnya Idiopatik : belum diketahui penyebabnya

10. Bagaimana penjelasan tentang VAS ? beserta interpretasi Skala dari angka 0-10 menentukan derajat nyeri 0 : tidak sakit 10: parah

11. Bagaimana pemeriksaan Neurologis ?12. Penatalaksanaan dari skenario ?13. Menjelaskan bangunan peka nyeri di kepala ?14. Klasifikasi nyeri kepala berdasarkan Etiologi nya nyeri primer dan sekunder !

STEP 7

1. Bagaimana Anatomi dari nervus ke 5 ?

Slide dafi 2. Mengapa nyeri bersifat spontan paroksismal tajam seperti tersetrum berlangsung 5-20 detik ?

Adalah nyeri yang dirasakan dapat bersifat menetap dan menjadi lebih hebat meskipun luka telah sembuh, hal ini dikaenakan adanya kerusakan pada serat saraf.Etiologi :- Peningkatan* kepekaan reseptor nyeri perifer pada nyeri pascatraumatik dan neuropati akibat pelepasan zat yang meningkatkan kepekaan.ex substansi p - Peningkatan* penghantaran di hubungan sinaps antara neuron ordo pertama dan neuron ordo kedua di cornu dorsalis Mekanisme yang berperan dalam peningkatan* : Peningkatan aktivitas presinaps reseptor NMDA pada ujung aferen primer _ peningkatan pelepasan substansi P. Gene switch subpopulasi serat Abeta mekanoreseptor mulai menghasilkan substansi P.Klasifikasi : Polineuritis Mononeuritis

3. Klasifikasi Nyeri

Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.

Nyeri adalah sensasi subjektif, rasa yang tidak nyaman biasanya berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial (Corwin J.E. ).

Sindrom Nyeri Akut Nyeri akut adalah nyeri yang muncul akibat jejas, trauma, spasmus, atau penyakit pada kulit, otot, struktur somatik, atau organ dalam/viscera tubuh. Intensitas nyeri sebanding dengan derajat jejas, dan akan berkurang sejalan dengan penyembuhan kerusakan jaringan. Tanda-tanda aktivitas sistem saraf otonom (misalnya takikardia, hipertensi, berkeringat, dilasi pupil yang berkepanjangan, demam) sering menyertai sensasi nyeri akut. Biasanya, nyeri akut berkaitan dengan suatu kejadian, dan secara alami bersifat linier (dengan kata lain ada permulaan dan akhirnya), memiliki arti dan tujuan positif, dan sering berkaitan dengan tanda-tanda fisik. Dua tipe sindroma nyeri akut yang utama adalah nyeri somatis dan nyeri viscera.

a. Nyeri Somatis Nyeri somatis adalah akibat aktivasi nociceptor pada jaringan kutan dan dalam. Nyeri somatis permukaan/superfisial adalah akibat stimulasi nociceptor di dalam kulit atau jaringan subkutan dan mukosa yang mendasari. Hal ini ditandai dengan adanya sensasi/rasa berdenyut, panas atau tertusuk, dan mungkin berkaitan dengan rasa nyeri yang disebabkan oleh stimulus yang secara normal tidak mengakibatkan nyeri (misalnya allodinia, dan hiperalgesia). Jenis nyeri ini biasanya konstan dan jelas lokasinya. Nyeri superfisial biasanya terjadi sebagai respon terhadap luka terpotong, luka gores dan luka bakar superfisial. Nyeri somatis dalam. Nyeri somatis dalam diakibatkan oleh jejas pada struktur dinding tubuh (misalnya otot rangka/skelet). Berlawanan dengan nyeri tumpul linu yang berkaitan dengan organ dalam, nyeri somatis dapat diketahui di mana lokasi persisnya pada tubuh; namun, beberapa menyebar ke daerah sekitarnya. Nyeri pascabedah memiliki komponen nyeri somatis dalam karena trauma dan jejas pada otot rangka. b. Nyeri viscera Nyeri viscera disebabkan oleh jejas pada organ dengan saraf simpatis. Nyeri ini dapat disebabkan oleh distensi