KELOMPOK 7.pptx

  • View
    15

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of KELOMPOK 7.pptx

Om Swastiastu

Om SwastiastuLogika Bahasa dan PenalaranNi Made Ayu Rahayuni(P07120214001)Ni Nyoman Wita Wihayati(P07120214006)I Nyoman Sugiharta Dana(P07120214008)Ni Made Ayu Lisna Pratiwi(P07120214009)

Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghubung-hubungkan data atau fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpulanDefinisiTerlebih dahulu harus diketahui apa yang dimaksud term dalam pernalaran. Term adalah kata atau kelompok kata yang dapat dijadikan subjek atau predikat dalam sebuah kalimat proposisi. Contoh:Semua tebu manis.Semua tebu adalah term.Manis adalah term.

Proposisi dan termProposisi dapat dipandang dari empat kriteria, yaitu berdasarkan bentuknya, berdasarkan sifatnya, berdasarkan kualitasnya, dan berdasarkan kuantitasnya. Berdasarkan bentuknya, proposisi dapat dibagi atas proposisi tunggal dan proposisi majemuk. Proposisi tunggal hanya mengandung satu pernyataan. Contoh:Semua petani harus bekerja keras. Setiap pemuda adalah calon pemimpin

Jenis-Jenis ProposisiBerdasarkan dua jenis preposisi, yaitu berdasarkan kualitas (positif dan negatif) dan bedasarkan kuantitas (umum dan khusus) ditemukan empat macam proposisi, yaituProposisi umum-positif; disebut proposisi AProposisi umum-negatif; disebut proposisi EProposisi khusus-positif; disebut proposisi IProposisi khusus-positif; disebut proposisi OProposisi umum-positif adalah proposisi yang predikatnya membenarkan keseluruhan subjek (A)

Bentuk-Bentuk PreposisPernalaan deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau leih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diperoleh tidak munkin lebih umum daripada proposisi tempat menarik simpulan itu. Propoisi tempat menarik simpulan itu disebut premis.

Penalaran DeduktifSimpulan (konklusi) secara langsung ditarik dari satu premis. Sebaliknya, konklusi yang ditarik dari dua premis disebut simpulan tak langsung.Misalnya:Semua S adalah P. (premis)Sebagian P adalah S. (simpulan)Contoh :Semua ikan berdarah dingin (premis)Sebagian yan berdarah dingin adalah ikan (simpulan)Tidak satu pun S adalah P. (premis)Tidak satu pun P adalh s. (simpulan)Menarik Simpulan secara LangsungUntuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.

Menarik simpulan secara tidak langsung1. SilogismeContohnya:Semua manusia akan matiAni adalah manusiaJadi, Ani akan mati. (simpulan)2. EntimenContohnya :Proses fotosintesis memerlukan sinar matahariPada malam hari tidak ada sinar matahariPada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung1. Silogisme Kategorial : Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Silogisme kategorial disusun berdasarkan klasifikasi premis dan kesimpulan yang kategoris. Contoh :Premis Mayor : Tidak ada manusia yang abadiPremis Minor : Socrates adalah manusiaKesimpulan : Socrates tidak abadi

Jenis penalaran deduktif yang menarik kesimpulan secara tidak langsungSilogisme hipotesis Silogisme hipotesisSilogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedentEntimen

Silogisme Hipotesis Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan-pernyataan yang khusus dan menghasilkan simpulan yang umum. GeneralisasiAnalogiHubungan KausalPenalaran InduktifDeduksi Yang SalahGeneralisasi Terlalu LuasPemilihan Terbatas pada Dua Alternatif Penyebab Yang Salah NalarAnalogi Yang SalahArgumentasi Bidik OrangMeniru-Niru Yang Sudah AdaPenyamarataan Para AhliSalah NalarOm Santih, santih, santih om