TUGAS KELOMPOK 6.pptx

  • View
    235

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Arsitektur

Text of TUGAS KELOMPOK 6.pptx

KELOMPOK 6

NAMA ANGGOTA:1. JIMMI 11100151110262. LIA KARTIKA 11100151110273. IRVINK AL-AYUBI ARSYAD 11100151110284. DONNY REZKI APRIANTO 11100151110295. BENY SAPUTRA 11100151110306. SINGGIH PRAMONO 11100151110317. KHABIB AHMAD BURHANUDIN 1110015111032 KELOMPOK VI

NAMA PEKERJAAN:

PEMASANGAN BATU BATA, PLESTERAN DAN PENGACIAN

Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Ditinjau dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall). Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata). Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material sesuai kebutuhannya, antara lain :a. Dinding batu buatan : bata dan batakob. Dinding batu alam/ batu kalic. Dinding kayu: kayu log/ batang, papan dan sirapd. Dinding beton (struktural dinding geser, pengisi clayding wall/ beton pra cetak)

DINDING

A. DINDING BATADinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural). Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya. (Materi Pasangan Bata)DINDING BATU BUATAN

Contoh gambar dinding batu bata

B. DINDING BATAKOBatako merupakan material untuk dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak yang tidak dibakar. Terdiri dari campuran tras, kapur (5 : 1), kadang kadang ditambah PC. Karena dimensinya lebih besar dari bata merah, penggunaan batako pada bangunan bisa menghemat plesteran 75%, berat tembok 50% - beban pondasi berkurang. Selain itu apabila dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding batako tidak memerlukan plesteran+acian lagi untuk finishing.

Contoh gambar pasangan dinding batako

Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:a. Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan.b. Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.c. Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.d. Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah tengah.e. Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.

A. DINDING KAYU LOG/ BATANG TERSUSUNKontruksi dinding seperti ini umumnya ditemui pada rumah-rumah tradisional di eropa timur. Terdiri dari susunan batang kayu bulat atau balok. Sistem konstruksi seperti ini tidak memerlukan rangka penguat/ pengikat lagi karena sudah merupakan dinding struktural.DINDING KAYU

Contoh pasangan dinding kayu log/ batang tersusun

B. DINDING PAPANDinding papan biasanya digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Papan digunakan untuk dinding eksterior maupun interior, dengan sistem pemasangan horizontal dan vertikal. Konstruksi papan dipaku/ diskrup pada rangka kayu horizontal dan vertikal dengan jarak sekitar 1 meter (panjang papan di pasaran 2 m, tebal/ lebar beraneka ragam : 2/ 16, 2/20, 3/ 25, dll). Pemasangan dinding papan harus memperhatikan sambungan/ hubungan antar papan (tanpa celah) agar air hujan tidak masuk. Selain itu juga harus memperhatikan sifat kayu yang bisa mengalami muai dan susut.

Contoh pasangan dinding papan

C. DINDING SIRAPDinding sirap untuk bangunan kayu merupakan material yang paling baik dalam penyesuaian terhadap susut dan muai. Selain itu juga memberikan perlindungan yang baik terhadap iklim, tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan. Konstruksi dinding sirap dapat dipaku (paku kepala datar ukuran 1) pada papan atau reng, dengan 2 4 lapis tergantung kualitas sirap. (panjang sirap 55 60 cm).

Dinding batu alam biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas. Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu bata, dimana siar vertikal harus dipasang selang-seling. Untuk menyatukan batu diberi adukan (campuran 1 kapur : 1 tras untuk bagian dinding dibawah permukaan tanah, dan PC : 1 kapur : 6 pasir untuk bagian dinding di atas permukaan tanah). Dinding dari batu alam umumnya memiliki ketebalan min. 30 cm, sehingga sudah cukup kuat tanpa kolom praktis, hanya diperlukan.

DINDING BATU ALAM

Contoh pasangan dinding batu alam

METODE PELAKSANAAN PEMASANGAN BATU BATAALAT ALAT YANG DI GUNAKANWater pasBenangSiku rangkaMeteranSendok spesiPensilLine bobinPemotong bataPaluBak besiEmbar Skopcangkul

PEKERJAAN PEMASANG BATU BATA

Bahan-bahan yang di gunakanBatu bataKapur pasangSemenPasirAir secukupnya

Keselamatan kerjaa. Memakai pakaian kerja dengan lengkap dan benar.b. Bersihkan tempat kerja dari kotoran yang mengganggu.c. Tempatkan alat-alat dan bahan-bahan di tempat yangmudah dijangkau dan aman .d. Jagalah agar tempat kerja selalu bersih.e. Bekerjalah dengan teliti , hati-hati dan penuh konsentrasi.

PELAKSANAAN PEMASANGAN BATA :

- Basahi Bata terlebih dahulu- Letakkan Bata diatas sloof- Direkatkan bata satu persatu dengan spesi 1pc : 4ps- Pada bagian pojok dinding, harus di beri pengaku berupa kolom beton, dengan jarak antara kolom yaitu 3 meter- Pada kolom tersebut di beri angker sepanjang lebih kurang 30 cm, dengan jarak 5 buah susunan bata, yang berguna agar pasangan bata mengikat ke kolom.- Jika mendapatkan hasil pemasangan dinding yang bagus dan rata gunakan benang yang di ikat antara kolom ke kolom.- Tinggi bata yang di pasang maksimal 1,2 meter, kemudian lakukan pengecoran kolom setinggi bata yang terpasang.

PEMASANGAN BATU BATA DENGAN JARAK SPESI 2 3 CM

UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG RAPI GUNAKAN BENANG SEBAGAI ACUAN PEMASANGAN BATU BATA

TAHAP AWAL PEMASANGAN BATA MAKSIMAL 1.2 M KEMUDIAN DI LANJUTKAN DENGAN PENGECORAN KOLOM AGAR PEMASANGAN BATA MENJADI KOKOH

PEKERJAAN PLESTERAN METODA PEKERJAAN PLESTERAN ALAT-ALAT YANG DIGUNAKANMeteranRoskam besiRoskam kayuBenang BAHAN-BAHAN YANG DI GUNAKANTriplekAirSemenPasir

PELAKSANAAN - Basahi batu bata dengan air - Pasang benang vertikal dan horizontal untuk caplakan kepalaan. - Kemudian lakukan pekerjaan plesteran dengan adukan 1pc:2ps (1 semen : 2 pasir ), dan cek ketebalan plesteran sesuai dengan spesifikasi yaitu 1,5 2 cm - Setelah selesai pekerjaan plesteran, lakukan pengecekan kembali plesteran apa permukaan plesteran benar-benar rata atau belum.

ALAT-ALAT YANG DI GUNAKAN

PEKERJAAN PLESTERAN

PEKERJAAN PENGACIAN METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN PANGGACIAN ALAT-ALAT YANG DI GUNAKANSendok semenEmberKertas semen / kertas bekas zak semenBahan-bahan yang digunakanAirsemen

PELAKSANAAN- lakukan pengadukan acian yaitu air dengan semen secukupnya- Rekatkan adukan acian ke plesteran hingga merata-setelah acian mulai mengering, gosok acian tersebut dengan kertas semen hinga halus

PENGGOSOKAN ACIAN YANG MULAI MENGERING

SEKIAN & TERIMA KASIHKELOMPOK VI