Kelompok 3.pptx

  • View
    243

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Kelompok 3.pptx

Kelompok 3 Terapi Herbal Sistem Imun

Kelompok 3 Terapi Herbal Sistem ImunNama Kelompok:Novita Sari (I21112001)Dies Natalis S (I21112007)Yosi Sania (I21112011)Letisia mellany L (I21112023)Kris Natalia M (I21112021)Anni Lius (I21112023)Tantri (I21112026)

8. Fransisca Daisa (I211120)9. Anselma Y (I21112051)10. Ciptayuni E W. (I21112055)11. Sinta A (I21112060)12. Nafilah H (I21112062)13. Patrisia Halla (I21112083)Definisi sistem imunSistem imun adalah sistem pertahanan tubuh yang terdiri dari sel atau gabungan sel, molekul-molekul, dan atau jaringan yang berperan dalam penolakan mikroorganisme penyebab infeksi. Sistem imun berguna sebagai perlindungan terhadap infeksi molekul lain seperti virus, bakteri, protozoa dan parasit (Salmon, 1989). Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

Fungsi Sistem ImunPenangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh

menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua

Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi atau ganas, serta menghancurkannya.

Melindungi tubuh dari invasi penyebab penyakit dengan menghancurkan dan menghilangkan mikroorganisme atau substansi asingMenghilangkan jaringan atau sel yang mati atau rusak untuk perbaikan jaringanMengenali dan menghilangkan sel yang abnormalRespon ImunSpesifikNon Spesifikimunitas yang didapat (adaptive immunity) dimulai dari pengenalan zat asing hingga penghancuran zat asing tersebut dengan berbagai mekanismeimunitas bawaan (innate immunity), artinya bahwa respon terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh dapat terjadi walaupun tubuh belum pernah terpapar pada zat tersebutPembagian sistem imun :

Pertahanan non spesifik, merupakan garis pertahan pertama terhadap masuknya serangan dari luar Respon imun nonspesifik dapat mendeteksi adanya zat asing dan melindungi tubuh dari kerusakan yang diakibatkannya, tetapi tidak mampu mengenali dan mengingat zat asing tersebut . Pertahanan spesifik, dilakukan oleh sel darah putih yaitu sel darah putih limfosit. Disebut spesifik karena : dilakukan hanya oleh sel darah putih limfosit, membentuk kekebalan tubuh, dipicu oleh antigen (senyawa asing) sehingga terjadi pembentukan antibodi dan setiap antibodi spesifik untuk antigen tertentu. Limfosit berperan dalam imunitas yang diperantarai sel dan antibodi.

Mekanisme respon imun spesifik

Interaksi antara respon imun selular dengan respon imun humoral

Salah satu interaksi antara respon imun selular dengan respon imun humoral adalah antibody dependent cell mediated cytotoxicity (ADCC). Pada interaksi ini sitolisis terjadi dengan bantuan antibodi yang berfungsi melapisi antigen sasaran (opsonisasi), sehingga sel natural killer (NK) dan sel-sel fagosit yang mempunyai reseptor pada fragmen Fc antibodi tersebut dapat melekat pada antigen sasaran dan menghancurkan antigen tersebut melalui mekanisme fagositosis (Kresno, 2010). Mekanisme pertahanan tubuh

Metode penapisan imunostimulan

Fitokimia Cabang ilmu kimia yang mempelajari mengenai pertumbuhan dan metabolisme tanaman, misalnya pengubahan unsur anorganik seperti nitrogen, kalium, air dan karbondioksida menjadi pati, gula, protein dan sebagainya yang dibutuhkan oleh tanaman. Ilmufitokimia secara analisis merupakan penambahan secara sistematis tentang berbagaisenyawa kimia, terutama dari golongan senyawa organik yang terdapat dalam tumbuhan,proses biosintesis, metabolisme dan perubahan-perubahan lain yang terjadi pada senyawakimia tersebut beserta sebaran dan fungsi biologisnya.(Rahway, 1960)Penapisan Fitokimia (skrining fitokimia)Penapisan fitokimia dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui informasi awal golongan senyawa sehingga memudahkan proses pengisolasiannya. Selain itu jugabertujuan untuk mengetahui apakah suatu jenis tumbuhan tersebut potensial untukdimanfaatkan. Metode-metode dasar penapisan fitokimia harus memenuhi syarat-syarat sederhana, cepat, limit deteksi rendah dan tegas.(Harbone, 1977)

Metode Pengujian Efek Imunomodulator

Metode yang digunakan dalam pengujian efek imunomodulator :

Uji Respon Hipersensitivitas Tipe Lambat Uji respon hipersensitivitas merupakan pengujian efek imunomodulator terkait dengan respon imun spesifik. Respon hipersensitivitas tipe lambat merupakan respon imun seluler yang melibatkan aktivasi sel Th yang akan melepaskan sitokin yang bersifat proinflamasi dan meningkatkan aktivitas makrofag yang ditandai dengan pembengkakan kaki hewan uji (Roit,1989). b. Titer Antibodi Respon imun spesifik dapat berupa respon imun seluler dan respon imun humoral. Penilaian titer antibodi merupakan pengujian terhadap respon imun humoral yang melibat pembentukan antibodi. Peningkatan nilai titer antibodi terjadi karena peningkatan aktivitas sel Th yang menstimulasi sel B untuk pembentukan antibodi dan peningkatan aktivitas sel B dalam pembentukan antibodi (Roit, 1989). IMUNOMUDULATOR Imunomodulator adalah senyawa tertentu yang dapat meregulasi sistem imun dengan tujuan menormalkan atau membantu mengoptimalkan sistem imun. Mekanisme pertahanan spesifik maupun non spesifik umumnya saling berpengaruh. Imunomodulator dapat dibagi menjadi 2, yaitu imunostimulator dan imunosupresor.IMUNOSTIMULATOR

Imunostimulator adalah senyawa yang dapat meningkatkan respon imun. Imunostimulator dapat mereaktivasi sistem imun dengan berbagai cara seperti meningkatkan jumlah dan aktivitas sel T, NK-cells dan makrofag serta melepaskan interferon dan interleukin (Tan dan Rahardja., 2007). Imunostimulator banyak digunakan menjaga kondisi tubuh saat terjadinya defisiensi imunitas, pada terapi AIDS, infeksi kronik, dan keganasan terutama yang melibatkan sistem limfatik. (Widianto, 1987)IMUNOSUPRESOR

Imunosupresor adalah senyawa yang dapat menurunkan respon imun yang berlebihan. Imunosupresor mampu menghambat transkripsi dari sitokin dan memusnahkan sel T (Tan & Rahardja, 2007). Penggunaan klinis imunosupresor di antaranya adalah pencegah penolakan transplantasi, mengatasi penyakit autoimun dan mencegah hemolisis rhesus dan neonatus. Tanaman herbal sebagai imunomodulatorDaun Ketepeng CinaKandungan : flavonoidFungsi :memiliki kemampuan dalam memperbaiki sistem Imun. Mekanisme: Flavonoid berpotensi bekerja terhadap limfokin yang dihasilkan oleh sel T sehingga akan merangsang sel-sel fagosit untuk respon fagositosis.penelitian yang telah dilakukan mengenai kapasitas makrofag yaitu menggunakan Ekstrak Daun Ketepeng Cina. Hasil penelitian mengenai kapasitas makrofag, menunjukkan bahwa masing-masing dosis menunjukkan kapasitas fagositosis yang berbeda. Makin tinggi dosis pemberian EDKC, makin tinggi pula kapasitasnya. Dengan jumlah bakteri yang tetap dari dosis terendah hingga dosis tertinggi, hasil ini menunjukkan bahwa memang betul terjadi peningkatan kapasitas.Berarti pula bahwa makin tinggi dosis, makin banyak sel bakteri yang difagosit oleh satu sel makrofag.

MengkuduKandungan: polisakaridaManfaat: zat anti bakteri ( misalnya, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, Protens morganii, Escherichia coli dan Bacillus subtilis) Zat tersebut membunuh bakteri penyebab infeksi. Manfaat buah mengkudu juga berguna mengontrol bakteri mematikan seperti Pathogen.Mekanisme: Sel T reg memodulasi respons imun melalui migrasi selektif dan berakumulasi pada situs tempat regulasi sistem imun dibutuhkanDalam sistem imun, sel regulator ini memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan kondisi toleran dan menjaga homeostasis. Sel T reg ini diperlukan untuk mengendalikan sel efektor yang teraktivasi. Sel T reg mempunyaikemampuan kendali terhadap sel lain yang terlibat pada sistem imun. Daya kendali ini diperlukan untuk menghindari terjadinya autoreaktivitas sel-sel efektorMeniran (Phyllantus niruri)Meniran merupakan nama lokal dari bebarapa spesies dari anggota genus Phyllanthus.Berdasarkan klasifikasi Hadad, Meniran dibedakan menjadi tiga macam yaitu Meniran Merah, Meniran Kuning dan meniran Hijau. Jenis tumbuhan yang telah diteliti sebagai peningkat daya immunomodulator salah satunya adalah Meniran HijauMekanisme: Sebagai imunomodulator, meniran tidak semata-mata berefek meningkatkan sistem imun, namun juga menekan sistem imun apabila aktivitasnya berlebihan. Jika aktivitas sistem imun berkurang, maka kandungan flavonoid dalam meniran akan mengirimkan sinyal intraseluler pada reseptor sel untuk meningkatkan aktivitasnya. Sebaliknya jika sistem imun kerjanya berlebihan, maka meniran berkhasiat dalam mengurangi kerja sistem imun tersebut. Jadi, meniran berfungsi sebagai penyeimbang sistem imun. rosella (Hibiscus sabdariffa L.),Kandungan:kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) yang banyak mengandung flavonoid antosianin yang merupakan senyawa polifenolPenelitian yang dilakukan Fakeye (6), diketahui bahwa fraksi larut etil asetat dan fraksi larut air kelopak bunga rosella kering secara signifikan mempunyai aktifitas imunostimulan dengan cara mereduksi produksi tumor nekrosis faktor alfa (TNF-) dan meningkatkan interleukin-(IL-10)mekanismeDari hasil uji proliferasi limfosit dan fagositosismakrofag menunjukkan bahwa ekstrak rosella dapat meningkatkan respon imun. Respon antigen spesifik yang dihasilkan akan menyebabkan diproduksinya limfosit dalam jumlah besar terutama limfosit B. Limfosit B akan menghasilkan antibodi yang merupakan plasma glikoprotein yang akan mengikat antigen dan merangsang proses fagositosis. Kemungkinan di antara senyawa-senyawa imunostimulator sepert