Click here to load reader

refrat kelompok 3 (1).pptx

  • View
    226

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of refrat kelompok 3 (1).pptx

Slide 1

Penatalaksanaan Gangguan Zat StimulanPembimbing :dr. Imelda I, Sp.KJdr. Carlamia H. Lusikooy, Sp.KJdr. Adhi, Sp.KJ

Kelompok 3Ivan Dwi Pramudita Sunardi 112012206Jessica112012103Irene Kristi Taslim112012150Caroline Saputro112012164Alvina Mulya Nanta112013117Vicilia112012028Cheryl Suseno112012159Santi Lestari112013312

EpidemiologiTahun 2008 prevalensi penggunaan NAPZA sebesar 1,99% dari penduduk Indonesia pada kelompok berumur 10-59 tahun (sekitar 3,6 juta jiwa) Tahun 2010 prevalensi tersebut naik menjadi 2,21% tahun 2015 naik menjadi 2,8% atau setara dengan 5,1-5,6 juta orang (Badan Narkotika Nasional, 2008).

EpidemiologiDi Indonesia, serangan ecstasy telah meningkatsecara kontinu dari 0,1 ton pada 2009 hingga1,3 ton pada 2012.

Hasil survey penggunaan zat di antara pekerjaIndonesia usia antara 15 - 60 tahun pada2012,ecstasy termasuk dalam urutan ketigasubstansi yang banyak digunakan denganpersentase 2,50% setelah cannabis (7,11%) dantranquilizers and sedatives (4,09%).EpidemiologiSurvey sekolah Indonesia di antara pelajar usia 15-19 tahun juga mengindikasikan peningkatan prevalensi ecstasy dengan urutan kedua terbanyak setelah benzodiazepine (0,34%) dan cannabis (1,3%).

Apa itu stimulan??Stimulan Zat yang merangsang sistim saraf pusat sehingga mempercepat proses-proses dalam tubuhHR, RR, TDStimulan dapat membuat orang lebih siaga dan menyembunyikan kelelahan.Jenis Zat Stimulan

Amfetamin Dulu sebagai obat untuk obesitas, epilepsy, narkolepsi, dan depresiPsikotropik illegal:

AmfetaminCara penggunaan ATS tergantung pada jenis yang digunakan sebagai berikut:

AmfetaminAkibat penyalahgunaan amfetamin (termasuk ecstasy dan shabu) adalah :

AmfetaminEfek Fisik Akut dan Psikologis Penggunaan AmfetaminDosis rendahDosis tinggiSusunan Syaraf Pusat,neurologi, perilakuPeningkatan stimulasi, insomnia, dizziness, tremor ringanEuphoria/disforia, bicara berlebihanMeningkatkan rasa percaya diri dan kewaspadaan diriCemas, panikMenekan nafsu makanDilatasi pupilPeningkatan energi, stamina dan penurunan rasa lelahStereotipik atau perilaku yang sukar ditebakPerilaku kasar atau irasional, mood yang berubah-ubah, termasuk kejam dan agresifBicara tak jelasParanoid, kebingungan dan gangguan persepsiSakit kepala, pandangan kabur, dizzinessPsikosis (halusinsi, delsi, paranoia)Efek Fisik Akut dan Psikologis Penggunaan AmfetaminDengan penambahan dosis dapat meningkatkan libidoSakit kepalGemerutuk gigiGangguan serebrovaskularKejangKoma Gemerutuk gigiDistorsi bentuk tubuh secara keseluruhanKardiovskular Takikardia (mungkin juga bradikardia)Hipertensi Palpitasi, aritmia Stimulasi krdiak (takikardia, angina, MI)Vasokonstriksi / hipertensiKolaps kardiovaskulerPernapasan Peningkatan frekuensi napas dan kedalaman pernapasanKesulitan bernapas / gagal napasGastrointestinal Mual dan muntahKonstipasi,diare atau kramabdominalMulut keringMual dan muntahKram abdominalKulit Kulit berkeringat, pucat Hiperpireksia Kemerahan atau flushing Hiperpireksia, disforesis Otot Peningkatan refleks tendonEfek Fisik Akut dan Psikologis Penggunaan Amfetamin

AmfetaminEfek fisik dan psikologis jangka panjang Berat badan menurun, malnutrisi, penurunan kekebalanGangguan makan, anpreksia atau defisiensi giziKemungkinan atrofi otak dan cacat fungsi neuropsikologisDaerah injeksi: bengkak, skar, absesKerusakan pembuluh darah dan organ akibat sumbatan partikel amfetamin padapembuluh darah yang kecll.Disfungsi seksualAmfetaminEfek fisik dan psikologis jangka panjang Gejala kardiovaskulerDelirium, paranoia, ansietas akut, halusinasi, amphetamines induced psychosisakan berkurang bila penggunaan napza dihentikan,bersamaan dengan diberikan medikasi jangka pendek.Depresi, gangguan mood yang lain (misal distimia), atau adanya gangguan makan pada protracted withdrawal.Penurunan fungsi kognitif, terutama daya ingat dan konsentrasi.

AmfetaminPerilaku sehubungan dengan kondisi intoksikasi:Agresif / perkelahian Penggunaan alkohol Berani mengambil resikoKecelakaan Sex tidak aman Menghindar dari hubungan social dengan sekitarnyaPenggunaan obat-obatan lainProblem hubungan dengan orang lain

AmfetaminDSM-IV-TR Kriteria Diagnostik Intoksikasi AmphetamineBaru-baru ini menggunakan amphetamine atau substansi terkait (misal: methylphenidate). Secara klinis perubahan perilaku atau psikologis yang signifikan (misal: euphoria atau afektif tumpul; perubahan dalam kemampuan bersosialisasi; hypervigilance; sensitivitas interpersonal; kecemasan, ketegangan, atau marah; stereotip perilaku; gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama atau beberapa saat setelah penggunaan amphetamin atau zat terkait.DSM-IV-TR Kriteria Diagnostik Intoksikasi AmphetamineDua (atau lebih) dari tanda di bawah ini, berkembang selama atau beberapa saat setelah penggunaan: takikardia or bradikardia dilatasi pupilpeningkatan atau penurunan tekanan darahperspirationatauchills nausea atau muntahbukti adanya penurunan berat badanagitasi psikomotor atau retardasikelemahan muscular, depresi pernapasan, nyeri dada atau aritmia jantungkonfusi, kejang, diskinesis, dystonia, atau komaC. Gejala-gejalatidak disebabkan olehkondisi medis umumdantidaklebih baikdijelaskan olehgangguan mentallain.DSM-IV-TR Kritesia Diagnostik Withdrawal AmphetaminPenghentian (atau pengurangan) penggunaan amfetamin(atau zat terkait) yang sudah berat dan berkepanjangan. Mood dysphoric dan dua (atau lebih) dari perubahan fisiologis berikut, berkembang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah kriteria A: 1. Kelelahan2. Mimpi yang jelas, tidak menyenangkan3 Insomnia atau hipersomnia. 4. Nafsu makan meningkat5. Retardasi psikomotoratau agitasi DSM-IV-TR Kritesia Diagnostik Withdrawal AmphetaminGejala pada kriteria B menyebabkan The symptoms in Criterion B menyebabkan distress yang bermakna secara klinisatau gangguandalam bidang sosial, pekerjaan, ataufungsi penting. Gejalatidak disebabkan olehkondisi medis umum dan tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain.

Erythroxylon coca3 cara penggunaan :Bubuk kokain (dalam bentuk garam kokain hidrokhlorid) langsung diinhalasi memalui lubang hidung (sering disebut dengan istilah snorting) dan kemudian diabsorbsi ke dalam pembuluh darah melalui mukosa lubang hidungFree-base cocain, adalah garam kokain yang dikonversikan dengan larutan yang mudah menguap. Setelah dipanaskan, uap diinhalasi melalui bibir (seperti merokok), dengan cepat diabsorbsi melalui membrane alveoli paruGaram kokain yang disuntikkan melalui intravenous

Kokain

DSM-IV-TR Kriteria Diagnosti IntokikasiKokainPenggunaan kokain baru-baru iniSecara klinisperubahan perilakuatau psikologisyangsignifikan (misal: euforia atau afektif tumpul; perubahan dalam sosialisasi; hypervigilance; sensitivitas interpersonal; ansietas; ketegangan, atau marah; stereotip perilaku; gangguan fungsi sosial atau pekerjaan) yang berkembang selama atau beberapa saat setelah penggunaan kokain. DSM-IV-TR Kriteria Diagnosti IntokikasiKokainDua (atau lebih) dari tanda di bawah ini, berkembang selama atau beberapa saat setelah penggunaan kokain:takikardia or bradikardia dilatasipupilpeningkatan atau penurunan tekanan darahperspirationatauchills nausea atau muntahbukti adanya penurunan berat badanagitasi psikomotor atau retardasikelemahan muscular, depresi pernapasan, nyeri dada atau aritmia jantungkonfusi, kejang, diskinesis, dystonia, atau komaGejala-gejalatidak disebabkan olehkondisi medis umumdantidaklebih baikdijelaskan olehgangguan mentallainTentukan jika:Disertai gangguan persepsiAkibat penyalahgunaan kokain adalah :

Efek akut pada dosis rendah :Anastesi lokalDilatasi pupilVasokonstriksiPeningkatan pernapasanPeningkatan denyutjantungPeningkatan tekanan darahPeningkatan suhu tubuh

Kokain Efek akut pada dosis tinggi (reaksi toksik):Stereotipik, perilaku repetitifAnsietas/ agitasi berat/ panikAgresifKedutan otot/tremor/hilang koordinasiPeningkatan refleksGagal napas

Peningkatan tekanan darah yang bermaknaNyeri dada/anginaEdema paruGagal ginjal akutKonvulsiPenglihatan kaburStroke akut

Kokain Efek akut pada dosis tinggi (reaksi toksik):Kebingungan/deliriumHalusinasi, lebih sering halusinasi dengarDizzinessKekakuan ototLemah, nadi cepatSakit kepalaNyeri perut/mual/muntah

Aritmia jantungIskemi miokardial dan infarkBerkeringat/suhu tubuh sangat tinggi (suhu rektal bisa mencapai 41C)Kokain Efek pada penggunaan kronis :InsomniaDepresiAgresif atau liarKehilangan nafsu makan dan penurunan berat badanKedutan ototAnsietasPsikosis - waham curiga, halusinasiHilang libido dan/atau impotensiPeningkatan refleksPeningkatan denyut nadi

Kokain Gejala putus kokainMood disforia (anhedonia atau kesedihan mirip depresi) danKelelahanInsomnia atau hipersomniaAgitasi psikomotor atau retardasiCravingPeningkatan nafsu makanMimpi burukGejala putus alkohol mencapai puncaknya dalam 2-4 hariGejala disforia bisa berlangsung sampai 10 minggu

Kokain

Nikotin70% perokok ingin berhenti 3-4% yang berhasil berhentiNikotin meningkatkan pelepasan neurotransmiter, salah satunya adalah dopamine yang membuat seseorang merasakan kenyamanan atau kesenangan.Gejala putus obat: kecemasan dan iritabilitas.

Nikotin

Nikotin

Gejala- gejala ketergantungan nikotin :Tidak dapat berhenti merokok. Meskipun telah serius berusaha untuk berhenti merokok, tetapi tetap tidak berhasil.Mengalami gejala gejala putus obat ketika mencoba untuk berhenti merokok, misalnya keinginan yang kuat untuk merokok, kecemasan, irritabilitas, gelisah, sulit brekonsentrasi, mood depresif, frustasi, marah, rasa lapar meningkat, sulit tidur, konstipasi atau diare.Tetap merokok meskipun mengalami gangguan kesehatan, misalnya masalah pada paru-paru dan jantung.Tidak mengikuti aktivitas sosial atau rekreasi karena ingin merokok.

Khat

Khat Katinona,(bahasa Inggris: Cathinone) atau benzoyletanamina (