EPB Kelompok 8.pptx

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of EPB Kelompok 8.pptx

ANALISIS BUTIR SOAL

Kelompok1. Ahmad Soleh2. Anggit Permatasari3. Annisa Yunmima4. Siti Hanifah

ANALISIS BUTIR SOAL

Analisis butir soal...???Kenapa...???Apa...???Bagaimana...???

PengertianAnalisis butir soal (item) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan perhitungan dan pengukuran respons subjek terhadap suatu item Analisis Butir Soal... ???

Tujuan Analisis Butir SoalMengetahui kekuatan dan kelemahan butir tesMenyediakan informasi tentang spesifikasi butir soal secara lengkap.Dapat mengetahui masalah yang terkandung dalam butir soalUntuk dijadikan alat guna menilai butir soal yang akan disimpan dalam kumpulan soalMemperoleh informasi tentang butir soalSecara umum, analisis item bertujuan untuk menentukan apakah suatu item merupakan item yang baik atau buruk sebagai suatu alat ukur, Kenapa ???

Apa ???Macam-macam Analisis Butir Soal

Analisis KualitatifTelaah soal atau penilaian butir soal secara kualitatif merupakan analisis teoritis, dilakukan sebelum soal diujikan.Teknik yang biasa digunakanTeknik ModeratorTeknik PanelMencakup hal-hal yang berkaitan dengan:Isi atau materiKonstruksi, danBahasa

Aspek AnalisisKeriteria Penilaian1234Isi dan MateriSoal sesuai dengan indikator Pilihan jawaban homogen dan logis Hanya ada satu kunci jawaban yang paling tepat.KontruksiPokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas dan tegas. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan. Pokok soal tidak memberi petunjuk kearah kunci jawaban. Pokok soal bebas dari pernyataan yang bersifat negative ganda. Gambar/grafik/tabel/diagram dan sejenisnya jelas dan berfungsi. Panjang pilihan jawaban relatif sama. Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan yang berbunyi semua jawaban di atas salah, a,b, dan c salah dan sejenisnya. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau kronologis Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya.BahasaMenggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Menggunakan bahasa yang komunikatif. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat.

Analisis KuantitatifAnalisis kuantitatif atau analisis empiris, dilakukan setelah soal diujikan, dikoreksi dan dibeerikan skor. Hasil analisis kuantitatif berupa angka-angka numerik

Analisis Kuantitatif

Daya serap hasil ulanganNoNama SiswaSkor ButirSkor%Keterangan1234567891012345Skor ButirSkor Maksimum%Ketercapaian

Mata Pelajaran:Kelas/Smt:Ulangan Harian ke:

Tingkat kesukaranTingkat kesukaran merupakan salah satu analisis kuantitatif konvensional sederha dan mudah. Hasil hitungan merupakan proporsi atau perbandingan antara peserta didik yang menjawab benar dengan keseluruhan peserta didik yang mengikuti tes

P = Proporsi (indeks kesukaran)B = Jumlah siswa yang menjawab benarN = jumlah peserta tes

Contoh:Jumlah peserta didik peserta tes dalam suatu kelas ada 50 orang, dari 50 orang peserta didik ada 15 orang dapat mengerjakan soal no 1 dengan benar. Maka indeks kesukarannya adalah.

Berarti soal ini berada dalam kategori sedang

Tingkat kesukaran suatu butir soal ditandai oleh presentase peserta didik yang betul menjawab butir soal yang berangkutan. Makin tinggi presentase peserta didik menjawab dengan betul suatu butir soal, maka makin mudahlah butir soal tersebut dan sebaliknya.Ketentuan tingkat kesukaran yaitu:P = 0-0,25 sukarP = 0,026-0,075 sedangP = 0,76-1 mudah

Daya Beda (Discriminating Power)Adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah).

Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi, disingkat D (d besar). Indeks diskriminasi (daya pembeda) ini berkisar antara 0,00 sampai 1,00. Pada indeks diskriminasi mengenal tanda negatif.

Dengan demikian ada tiga titik pada daya beda, yaitu:

-1,000,001,00Daya pembeda daya pembeda rendah daya pembedaNegatif tinggi (positif)

Bagi suatu soal yang dapat dijawab benar oleh siswa pandai maupun siswa bodoh, maka soal itu tidak baik karena tidak mempunyai daya pembeda. Jika semua siswa baik pandai maupun bodoh tidak dapat menjawab dengan benar. Soal tersebut tidak baik juga karena tidak mempunyai daya pembeda.

Soal yang baik adalah soal yang dapat dijawab benar oleh siswa-siswa yang pandai saja.

Cara Menentukan Daya Pembeda (Nilai D)1. Untuk kelompok kecil.Seluruh kelompok testee dibagi dua sama besar, 50% kelompok atas dan 50% kelompok bawah.

2. Untuk kelompok besarMengingat biaya dan waktu untuk menganalisis, maka untuk kelompok besar biasanya hanya diambil kedua kutubnya saja, yaitu 27% skor teratas sebagai kelompok atas (JA) dan 27% terbawah sebagai kelompok bawah (JB).

Rumus mencari DRumus menentukan indeks dskriminasi adalah:

Dimana:J = jumlah peserta tesJa = Banyaknya peserta kelompok atas Jb = Banyaknya peserta kelompok bawahBa = Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu dengan benarBb = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu dengan benarPa = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar (ingat, P sebagai indeks kesukaran)Pb = Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

Dilihat khusus untuk butir soal no 1, dari kelompok atas yang menjawab benar adalah 8 orang, dari kelompok bawah yang menjawab betul adalah 3 orang. Dan diterapkan rumus daya pembeda maka :JA = 10JB = 10BA = 8BB = 3PA = 0,8PB = 0,3Maka D = PA P B = 0,8 0,3 D = 0,5Dengan demikian maka daya pembeda untuk soal no 1 adalah 0,5.

Sekarang butir soal nomor 8.JA= 10JB = 10BA= 8BB= 9PA= 0,8PB= 0,9Maka D = PA PB = 0,8 0,9 = - 0,1

Butir soal ini jelek karena lebih babyak dijawab oleh kelompok bawah dibandingkan dengan jawaban benar dari kelompok atas

Butir-butir soal yang baik adalah butir-butir soal yang mempunyai indeks diskriminasi 0,4 sampai dengan 0,7

Klasifikasi daya pembeda:D = 0,00 0,20 : jelekD = 0,20 0,40 : cukupD = 0,40 0,70 : baikD = 0,70 1,00 : baik sekali

6. Sensitifitas Butir ( Sencitivity Index)Sensitifitas butir adalah kepekaan butir atau instrumen berdasarkan acuan kriteria (PAP), untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran. Oleh karena itu harus dilakukan pretes dan postes. Besarnya sensitifitas dapat ditunjukkan dengan indeks kepekaan atau indeks sensitivitas dengan interval -1,0 sampai dengan 1,0.

Rumus: Is = Ra Rb/T

Is= Indeks SensitivitasRa= Jumlah siswa yang berhasil mengerjakan suatu butir sesudah proses pembelajaranRb= Jumlah siswa yang berhasil mengerjakan suatu butir sebelum proses pembelajaranT= Jumlah siswa yang mengikuti ujian

Kualitas Pengecoh

Analisis distraktor (pengecoh/penyesat)Pada tes pilihan ganda ada beberapa option/alternative jawaban yang sengaja dimasukkan sebagai pengecoh ( distraktor ).

Butir soal yang baik, pengecohnya akan dipilih secara merata oleh siswa-siswa yang menjawab salah. Sebaliknya, butir soal yang buruk, pengecohnya akan dipilih secara tidak merata

302/3 + 1/5 = . 10 15 20 13/15Contoh: Pengecoh harus berfungsi

Soal yang kurang baik:Catatan:Pengecoh A, B, dan C kemungkinan tidak berfungsi (tidak dipilih oleh peserta tes) karena angka bulat, bukan pecahan.

30

312/3 + 1/5 = . 3/15 3/8 11/15 13/15Pengecoh harus berfungsi

Soal yang baik:

31

ValiditasInstrumen yang baik (baik tes maupun non tes) harus valid dan reliabel.Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen harus memiliki validitas internal dan validitas eksternalValditas internal atau rasional, yaitu bila kriteria yang ada dalam instrumen secara rasional (teoritis) telah mencerminkan apa yang diukur. Dikembangkan menurut teori yang relevan.Validitas eksternal, yaitu bila kriteria di dalam instrumen disusun berdasarkan luar atau fakta-fakta empiris yang telah ada. Dikembangkan menurut fakta empiris.Validitas internal instrumen yang berupa tes harus memenuhi construct validity (validitas konstruks) dan contens validity (validitas isi). Sedangkan non tes cukup memenuhi validitas konstruks.

Pengujian Validitas Tes Secara RasionalPengujian Validitas Isi (content validity)Pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.Pengujian Validitas Kontruk (contruct validity)Dapat digunakan pendapat dari ahli (judgment experts). Instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu, selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli.

Cara Mengetahui Validitas Alat UkurTeknik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson.Rumus korelasi product moment ada dua macam yaitu;Korelasi product moment dengan simpangan Korelasi product moment dengan angka kasar

Reabilitas Instrumen reliabilitas berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal.Secara eksternal, pengujian dapat dilakukan dengan tes-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya.Secara internal, pengujian dapat dilakukan dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentuUntuk instrumen tes, rumus yang digunakan adalah Alpha-Cronbach, sedangkan untuk instrumen tes digunakan rumus Sperman Brown.