KELOMPOK 7.pptx

  • View
    219

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KELOMPOK 7.pptx

NETWORK PLANNING

MANAJEMEN KONSTRUKSIPENJADWALAN PROYEK / NETWORK PLANNING

L/O/G/OKELOMPOK 7RENOLD ALMADYA (1007113702)YOGI GUNTARA (1107114201)DERI AFRIZA SAPUTRA (1107120364) NAMA KELOMPOK

PendahuluanBilamana pekerjaan harus diselesaikan dalam batas waktu atau tanggal tertentu, orang biasanya ingin mempunyai gambaran yang menunjukkan hubungan antara waktu yang tersedia dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

TEORI

TujuanTEORITahapan Penjadwalan ProyekTEORI2. PenjadwalanMeliputi kegiatan menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan, bahan baku, tenaga kerja serta waktu yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas. Penjadwalan proyek membantu dalam bidang: Menunjukkan hubungan tiap kegiatan lainnya dan terhadap keseluruhan proyek. Mengidentifikasikan hubungan yang harus didahulukan di antara kegiatan. Menunjukkan perkiraan biaya dan waktu yang realistis untuk tiap kegiatan. Membantu penggunaan tenaga kerja, uang dan sumber daya lainnya dengan cara hal-hal kritis pada proyek.

TEORI2. PengendalianPengendalian proyek meliputi pengendalian terhadap sumber daya, biaya, kualitas dan anggaran. Pengendalian proyek juga digunakan untuk merevisi rencana proyek dan memungkinkan untuk mengganti/menggeser sumber daya ke tempat yang memerlukan (mengelola ulang) sehingga tepat waktu dan biaya.TEORIRencana Kerja dan Lapangan1. Rencana Kerja Dalam menyusun rencana kerja, perlu dipertimbangkanbeberapa hal sebagai berikut:Keadaan lapangan lokasi proyek,Kemampuan tenaga kerja, Pengadaan material konstruksi, Pengadaan alat pembangunan, Gambar kerja,Kontinuitas pelaksanaan pekerjaan, penyusunan rencana kerja, TEORIManfaat & kegunaan penyusunan rencana kerjaTEORIRencana Kerja dan Lapangan1. Rencana Kerja Tujuannya adalah untuk mengatur letak bangunan-bangunan pembantu sedemikian rupa sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan efisien, lancar, aman dan sesuai rencana kerja yang disusun.TEORIPenyelidikan Lapangan Pertimbangan Tata LetakKeamanan Lokasi ProyekPenerangan LokasiProyek Kantor ProyekPenyimpanan Material

Penyiapan lokasi kerja meliputi :Dalam proses pembangunan proyek konstruksi, dibutuhkan suatu perencanaan yang matang, baik perencanaan metoda konstruksi, penyediaan material, sumber dana, tenaga kerja.

TEORITEORINETWORK diagram adalah visualisasi proyek berdasarkan network planning. Network diagram berupa jaringan kerja yang berisi lintasan-lintasan kegiatan dan urutan-urutan peristiwa yang ada selama penyelenggaraan proyek. Dengan network diagram dapat segera dilihat kaitan suatu kegiatan dengan kegiatan-kegiatan lainnya.NETWORK DIAGRAMTEORINETWORK DIAGRAMKebutuhan penyusunan network ini dirasakan perlu karena adanya koordinasi dan pengurutan kegitan-kegiatan pabrik yang kompleks, yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan pengawasan kegiatan dapat dilakukan secara sistimatis, sehingga dapat diperoleh efisiensi kerja.

Ada beberapa langkah pada pembuatan suatu pekerjaan yaitu :1. Package yang terbagi pada subpackage2. Duration3. Sequence4. Critical Past5. Float6. Kurva STEORITerdapat 2(dua) metoda untuk menggambarkan saat kegiatan/aktifitas yaitu :

1. Activity On Arrow (AOA) yaitu, kegiatan/aktifitas yang digambarkan pada anak panah (Arrow) Disini Node atau lingkaran merupakan suatu peristiwa (event).

NETWORK DIAGRAMTEORI2. Activity On Node (AON), yaitukegiatan/aktifitas yang digambarkan pada Node (lingkaran). Di sini anak panah (Arrow) merupakan hubungan logis antar kegiatan.

NETWORK DIAGRAMTEORIBeberapa syarat-syarat pembuatan Network Diagram :Beberapa hal yang dapat digunakan untuk membuat network diagram adalah:Dalam penggambaran network diagram harus jelas dan mudah untuk dibaca.Harus dimulai dari kejadian dan di akhiri oleh kejadian pula.Kegiatan disimbolkan dengan anak panah yang digambarkan garis lurus dan boleh patah.Dihindari terjadinya perpotongan anak panah.Di antara dua kejadian diperbolehkan hanya satu anak panah.Penggunaan kegiatan semu ditunjukkan dengan garis putus-putus dan seperlunya.

TEORIPenggambaran Diagram Jaringan Kerja (Network Diagram)Pada dasarnya suatu pekerjaan konstruksi dipecah-pecah menjadi seperangkat pekerjaan-pekerjaan kecil sehingga dapat dianggap sebagai 1 unit pekerjaan.Untuk melukiskan secara grafis dari aktivitas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dikenal beberapa metoda antara lain :Diagram Balok ( Gantt Bar Chart )Diagram Garis ( Time/Production Graph )Diagram Panah ( Arrow Diagram )Diagram Precedence ( Precedence Diagram )Diagram Skala Waktu ( Time Scale Diagram )

Metode penjadwalan yang paling sering digunakan adalah metode Diagram Panah ( Arrow Diagram ).

TEORITerminologi Diagram Panah

SIMBOLARTI/URAIANAnak panah menyatakan kegiatan nyata.

Dummy atau waktu kosong (misal : menggali saluran,mengecor fondasi) Menyatakan kegiatan/kejadian/peristiwa/event.TEORIPenulisan kejadian dan kegiatan

TEORIUntuk menghitung besarnya EET, digunakan perhitungan kedepan , dimulai dari kegiatan yang paling awal dan dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya. Dalam diagram di atas, perhitungan dilakukan sebagai berikut:Perhitungan Earliest Event Time (EET)

TEORIUntuk menghitung besarnya nilai (LET), digunakan perhitungan ke belakang, dimulai dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Dalam diagram diatas, perhitungan dilakukan sebagai berikut :Perhitungan Latest Event Time (LET)

TEORI Float dapat didefinisikan sebagai sejumlah waktu yang tersedia dalam suatu kegiatan sehingga memungkinkan waktu penundaan atau perlambatan kegiatan tersebut sengaja atau tidak sengaja, namun penundaan itu tidak menyebabkan proyek menjadi terlambat dalam penyelesaiannya. Float dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu total float dan free float.

Perhitungan Float dapat dilakukan sebagai berikut :TOTAL FLOAT = LETj + Durasi A EETiFREE FLOAT = EETj + Durasi A - EETi

FLOATTEORIKurva S adalah pengembangan dan penggabungan dari diagram balok/batang (bar chart) dan Hannum Curve. Diagram balok dilengkapi dengan bobot tiap pekerjaan dalam persen (%). Dari kurva S dapat diketahui persentase (%) pekerjaan yang harus dicapai pada waktu tertentu. Untuk menentukan bobot tiap pekerjaan harus dihitung terlebih dahulu volume pekerjaan dan biayanya, serta biaya nominal dari seluruh pekerjaan tersebut.

Kurva STEORIContoh Kurva S

SOAL1. Rencanakan network planning, rencana dan hitung free float dan Total float dari sebuah proyek konstruksi jika diketahui data kegiatan sebagai berikut :Tabel Data KegiatanNOKEGIATANTERGANTUNG PADADURASIBIAYA (Rp)1A-520002B-770003CA1070004DC575005EB8120006FC, E5100007GB575008HG4200009IE, G123500010JH, I312000PENYELESAIANGambar network Planning metode activity on arrow

PERHITUNGAN EETEETj = EETi + Durasi A

PERHITUNGAN EET

PERHITUNGAN LETLETj = LETk Durasi A

PERHITUNGAN LET

Dari network yang terjadi, terbentuk jalur-jalur penyelesaian proyek dimulai dari kejadian awal sampai kejadian paling akhir. Jalur jalur tersebut biasa disebut lintasan.

Lintasan yang terjadi adalah sebagai berikut :A C D = 5 + 10 + 5 = 20 Satuan waktuA + C + DUMMY + F = 5 + 10 + 0 + 5 = 20 Satuan waktuB E I J = 7 + 8 + 12 + 3 = 30 Satuan waktuB E DUMMY F = 7 + 8 + 0 + 5 = 20 Satuan waktuB G H J = 7 + 5 + 4 + 3 = 19 Satuan waktuB G DUMMY I J = 7 + 5 + 0 + 12 + 3 = 27 Satuan waktu

Dari enam buah lintasan yang terjadi, waktu terpanjang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek adalah 30 satuan waktu. Lintasan ini ditandai dengan setiap kejadian yang dilaluinya merupakan kejadian kritis. Kejadian kritis adalah kejadian yang mempunyai perbedaan antara EET dan LET yang besarnya nol (EET-LET = 0). Perbedaan antara EET dan LET tersebut disebut Event slack.PERHITUNGAN FREE FLOATFFA = EET1 DA - EET0 = 5 5 - 0 = 0FFB = EET2 DB EET0 = 7 7 - 0 = 0FFC = EET3 DC - EET1 = 15 10 - 5 = 0FFD = EET8 DD - EET3 = 30 5 - 15 = 10FFE = EET4 DE - EET2 = 15 8 - 7 = 0FFF = EET8 DF EET6 = 30 5 15 = 10FFG = EE5 DG EET2 = 12 5 7 = 0FFH = EE7 DH EET5 = 27 4 12 = 11FFI = EE7 DI EET4 = 27 12 15 = 0FFJ = EE8 DJ EET7 = 30 3 27 = 0 PERHITUNGAN TOTAL FLOATTFA = LET1 DA - EET0 = 15 5 0 = 10TFB = LET2 DB EET0 = 7 7 0 = 0TFC = LET3 DC - EET1 = 25 10 5 = 10TFD = LET8 DD - EET3 = 30 5 15 = 10TFE = LET4 DE - EET2 = 15 8 7 = 0TFF = LET8 DF EET6 = 30 5 15 = 10TFG = LET5 DG EET2 = 15 5 7 = 3TFH = LET7 DH EET5= 27 4 12= 11TFI = LET7 DI EET4 = 27 12 15 = 0 TFJ = LET8 DJ EET7 = 30 3 27 = 0Dari hasil perhitungan free float dan total float diatas, terlihat bahwa FF dan TF yang nilainya = 0 adalah kegiatan B, E, I, J. Hal ini menandakan bahwa keempat kegiatan tersebut tidak mempunyai waktu tenggang untuk terlambat sehingga keempatnya disebut Kegiatan kritis. Lintasan yang menghubungkan antarkegiatan kritis disebut Lintasan kritis. Dalam perhitungan diatas, lintasan kritisnya adalah B E I J.BAR CHART

BAR CHART

KURVA S

TERIMA KASIHSEKIAN

L/O/G/O