29
BAB I TINJAUAN PUSTAKA 1.1 LATAR BELAKANG Diare akut masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di negara berkembang. Terdapat banyak penyebab diare akut pada anak. Pada sebagian besar kasus penyebabnya adalah infeksi akut intestinum yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit, akan tetapi berbagai penyakit lain juga dapat menyebabkan diare akut, termasuk sindroma malabsorbsi. Diare karena virus umumnya bersifat self limiting, sehingga aspek terpenting yang harus diperhatikan adalah mencegah terjadinya dehidrasi yang menjadi penyebab utama kematian dan menjamin asupan nutrisi untuk mencegah gangguan pertumbuhan akibat diare. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. 1 1.2 DEFINISI Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Pada bayi yang minum ASI sering frekuensi buang air air besarnya lebih dari 3-4 kali per hari, keadaan ini 1

Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

  • Upload
    pagrina

  • View
    1.507

  • Download
    19

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

1.1 LATAR BELAKANG

Diare akut masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas

anak di negara berkembang. Terdapat banyak penyebab diare akut pada anak.

Pada sebagian besar kasus penyebabnya adalah infeksi akut intestinum yang

disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit, akan tetapi berbagai penyakit lain juga

dapat menyebabkan diare akut, termasuk sindroma malabsorbsi. Diare karena

virus umumnya bersifat self limiting, sehingga aspek terpenting yang harus

diperhatikan adalah mencegah terjadinya dehidrasi yang menjadi penyebab utama

kematian dan menjamin asupan nutrisi untuk mencegah gangguan pertumbuhan

akibat diare. Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan

sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa.1

1.2 DEFINISI

Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali

perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir

dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Pada bayi yang minum ASI

sering frekuensi buang air air besarnya lebih dari 3-4 kali per hari, keadaan ini

tidak dapat disebut diare, tapi masih bersifat fisiologis atau normal. Selama berat

badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan

intoleransi laktosa sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran

cerna. Untuk bayi yang minum ASI secara ekslusif definisi diare yang praktis

adalah meningkatnya frekuensi buang air besar atau konsistensinya menjadi cair

yang menurut ibunya abnormal atau tidak seperti biasanya. Kadang-kadang pada

seorang anak buang air besar kurang dari 3 kali perhari, tetapi konsistensinya cair,

keadaan ini sudah dapat disebut diare.1

1.3 KLASSIFIKASI DIARE

Menurut lamanya, diare dibagi menjadi tiga, yaitu1 :

1. Diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari

1

Page 2: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

2. Diare kronik yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi non-

infeksi

3. Diare persisten yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi

infeksi

Menurut derajat dehidrasi nya, diare akut dapat dibagi menjadi2:

1. Diare akut Dehidrasi berat

2. Diare akut Dehidrasi ringan-sedang

3. Diare akut tanpa Dehidrasi

1.4 ETIOLOGI

Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis

mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. Penyebab

infeksi utama timbulnya diare umumnya adalah golongan virus, bakteri dan

parasit. Beberapa penyebab diare akut yang dapat menyebabkan diare pada

manusia adalah sebagai berikut1 :

Golongan bakteri:

1. Aeromonas

2. Bacillus Cereus

3. Campylobacter jejuni

4. Clostridium perfringens

5. Clostridium defficile

6. Eschericia coli

7. Plesiomonas shigeloides

8. Salmonella

9. Shigella

10. Staphylococcus aereus

11. Vibrio cholera

12. Vibrioparahaemolyticus

13. Yersinia enterocolitica

Golongan virus:

1. Astrovirus

2. Calcivirus (Norovirus,

Sapovirus)

3. Enteric adenovirus

4. Coronavirus

5. Rotavirus

6. Norwalk virus

7. Herpes simplex virus

8. Cytomegalovirus

Golongan Parasit :

2

Page 3: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

1. Balantidium coli

2. Blastocystis homonis

3. Cryptosporidium parvum

4. Entamoeba histolytica

5. Giardia lamblia

6. Isospora belli

7. Strongyloides stercoralis

8. Trichuris trichiura

1.5 EPIDEMIOLOGI

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang

termasuk di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian dan

kesakitan tertinggi pada anak, terutama usia di bawah 5 tahun. Di dunia, sebanyak

6 juta anak meninggal tiap tahunnya karena diare dan sebagian besar kejadian

tersebut terjadi di negara berkembang. Sebagai gambaran 17% kematian anak di

dunia disebabkan oleh diare sedangkan di Indonesia, hasil Riskesdes 2007

diperoleh bahwa diare masih merupakan penyebab kematian bayi yang terbanyak

yaitu 42% dibanding pneumonia 24%, untuk golongan 1-4 tahun penyebab

kematian karena diare 25,2% dibanding pneumonia 15,5%.1

Cara penularan diare pada umumnya melalui cara fekal-oral yaitu melalui

makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung

tangan dengan penderita atau barang-barang yang tercemar tinja penderita atau

tidak lansung melalui lalat. (melalui 4 F= finger, flies, fluid, field).1

F. PATOGENESIS

Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang

menyebabkan diare pada manusia secara selektif menginfeksi dan menghancurkan

sel-sel ujung-ujung villus pada usus halus. Virus akan menginfeksi lapisan

epithelium di usus halus dan menyerang villus di usus halus. Hal ini menyebabkan

fungsi absorpsi usus halus terganggu. Sel-sel epitel usus halus yang rusak diganti

oleh enterosit yang baru, berbentuk kuboid yang belum matang sehingga

fungsinya belum baik. Villus mengalami atrofi dan tidak dapat mengabsorbsi

cairan dan makanan dengan baik. Selanjutnya cairan dan makanan yang tidak

terserap/tercerna akan meningkatkan tekanan koloid osmotik usus dan terjadi

hiperperistaltik usus sehingga cairan beserta makanan yang tidak terserap

3

Page 4: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

terdorong keluar usus melalui anus, menimbulkan diare osmotik dari penyerapan

air dan nutrien yang tidak sempurna.1

Pada usus halus, enterosit villus sebelah atas adalah sel-sel yang

terdiferensiasi, yang mempunyai fungsi pencernaan seperti hidrolisis disakharida

dan funsi penyerapan seperti transport air dan elektrolit melalui pengangkut

bersama (kotransporter) glukosa dan asam amino. Enterosit kripta merupakan sel

yang tidak terdifferensiasi, yang tidak mempunyai enzim hidrofilik tepi bersilia

dan merupakan pensekresi (sekretor) air dan elektrolit. Dengan demikian infeksi

virus selektif sel-sel ujung villus usus menyebabkan (1) ketidakseimbangan rasio

penyerapan cairan usus terhadap sekresi, dan (2) malabsorbsi karbohidrat

kompleks, terutama laktosa.1

Patogenesis terjadinya diare oleh karena bakteri seperti salmonella,

shigella, E coli agak berbeda dengan patogenesis diare oleh virus, tetapi

prinsipnya hampir sama. Bedanya bakteri ini dapat menembus (invasi) sel mukosa

usus halus sehingga dapat menyebabkan reaksi sistemik. Toksin shigella juga

dapat masuk ke dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang. Diare

oleh bakteri ini dapat menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut

disentri.1

Disamping itu penyebab diare non infeksi yang dapat menimbulkan diare

pada anak antara lain: kesulitan makan, defek anatomis, malabsorbsi,

endokrinopati, kecarunan makanan, neoplasma dan lain-lain.1

1.7 GEJALA KLINIS

Bila terdapat demam dimungkinkan karena proses peradangan atau akibat

dehidrasi. Panas badan umum terjadi pada penderita dengan inflammatory diare.

Nyeri perut yang lebih hebat dan tenesmus yang terjadi pada perut bagian bawah

serta rektum menunjukkan terkenanya usus besar. Mual dan muntah adalah

simptom yang non spesifik akan tetapi muntah mungkin disebabkan oleh karena

organisme yang menginfeksi saluran cerna bagian atas seperti: enterik virus,

bakteri yang memproduksi enterotoksin, Giardia, dan Cryptosporidium.1

4

Page 5: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Muntah juga sering terjadi pada non inflammatory diare. Biasanya

penderita tidak panas atau hanya subfebris, nyeri perut periumbilikal tidak berat,

watery diare, menunjukkan bahwa saluran cerna bagian atas yang terkena.1,3

Tabel 2. Gejala khas diare akut oleh berbagai penyebab

Gejala

Klinik

Rotavirus Shigella Salmonella ETEC EIEC Kolera

Masa tunas

Panas

Mual

muntah

17-72

jam

+

Sering

24-48

jam

++

Jarang

6-72 jam

++

Sering

6-72 jam

-

+

6-72 jam

++

-

48-72

jam

-

Sering

Nyeri perut Tenesmus Tenesmus

Kramp

Tenesmus

Kolik

- Tenesmus

Kramp

Kramp

Nyeri

Kepala

Lamanya

Sakit

Sifat tinja

Volume

Frekuensi

Konsistensi

Darah

Bau

Warna

Leukosit

Lain-lain

-

5-7 hari

Sedang

5-10x/hr

Cair

-

Langu

Kuning

hijau

-

Anorexia

+

>7 hari

Sedikit

>10x/hari

Lembek

±

±

Merah

hijau

+

Kejang ±

+

3-7 hari

Sedikit

Sering

Lembek

Kadang

Busuk

Kehijauan

+

Sepsis ±

-

2-3 hari

Banyak

Sering

Cair

-

+

Tak

berwarna

-

Meteorismus

-

Variasi

Sedikit

Sering

Lembek

+

Tidak

Merah

hijau

-

Infeksi

sistemik

-

3 hari

Banyak

Terus-

menerus

Cair

-

Amis

khas

Seperti

air

cucian

beras

-

±

5

Page 6: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

1.7 DIAGNOSIS

Tabel 3. Penentuan derajat dehidrasi menurut WHO 1995Penilaian A B C

Lihat:

Keadaan umum Baik, sadar *Gelisah, rewel *Lesu, lunglai

atau tidak sadar

Mata Normal Cekung Sangat cekung

Airmata Ada Tidak ada Kering

Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering

Rasa haus Minum biasa

tidak haus

*Haus,ingin

banyak minum

*Malas minum

atau tidak bisa

minum

Periksa: Turgor kulit Kembali

cepat

*Kembali lambat *Kembali sangat

lambat

Hasil Pemeriksaan: Tanpa

dehidrasi

Dehidrasi ringan/

sedang

bila ada 1 tanda *

ditambah 1 atau

lebih tanda lain

Dehidrasi berat

bila ada 1 tanda *

ditambah 1 atau

lebih tanda lain

Terapi Rencana A Rencana B Rencana C

Sumber: Soenarto1,2

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pemeriksaan laboratorium yang kadang-kadang diperlukan pada diare

akut:

- Darah : darah lengkap, serum elektrolit, analisa gas darah, glukosa darah,

kultur dan tes kepekaan antibiotika

- Urine : urine lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotika

- Feses : makroskopis (perlu dilakukan pada semua penderita diare) dan

mikroskopis

6

Page 7: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Kultur tinja harus segera dilakukan bila dicurigai terdapat Hemolytic

Uremic Syndrome, diare dengan tinja berdarah, bila terdapat leukosit pada

tinja, KLB diare dan pada penderita immunocompromised.1,3

1.8 PENATALAKSANAAN

Departemen Kesehatan menetapkan lima pilar penatalaksanaan diare bagi

semua kasus diare yang diderita anak balita baik yang dirawat di rumah maupun

sedang dirawat di Rumah sakit, yaitu:1,2

1. Rehidrasi dengan menggunakan oralit baru

2. Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut

3. ASI dan makanan tetap diteruskan

4. Antibiotik selektif

5. Nasihat kepada orang tua

Ketentuan pemberian oralit baru1:

1. Beri ibu 2 bungkus oralit formula baru

2. Larutkan 1 bungkus oralit formula baru dalam 1 liter air matang, untuk

persediaan 24 jam

3. Berikan larutan oralit pada anak setiap kali buang air besar, dengan

ketentuan sebagai berikut:

Untuk anak berumur <2 tahun : berikan 50-100 ml tiap kali BAB

Untuk anak 2 tahun atau lebih : berikan 100-200 ml tiap BAB.

4. Jika dalam waktu 24 jam persediaan larutan oralit masih tersisa, maka sisa

larutan harus dibuang.

Dasar pemikiran penggunaan zinc dalam pengobatan diare akut didasarkan

pada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsi saluran cerna

dan terhadap proses perbaikan epitel saluran cerna selama diare1.

Dosis zinc untuk anak-anak:

Anak di bawah umur 6 bulan : 10 mg (1/2 tablet) per hari

Anak di atas umur 6 bulan: 20 mg (1 tablet) per hari

Zinc diberikan selama 10-14 hari berturut-turut meskipun anak telah sembuh dari

diare.

7

Page 8: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

ASI dan makanan tetap diteruskan sesuai umur anak dengan menu yang

sama pada waktu anak sehat untuk mencegah kehilangan berat badan serta

pengganti nutrisi yang hilang1.

Antibiotik jangan diberikan kecuali ada indikasi misalnya diare berdarah

atau kolera. Pemberian antibiotik yang tidak rasional justru akan memperpanjang

lamanya diare karena akan mengganggu keseimbangan flora usus dan Clostridium

difficile yang akan tumbuh dan menyebabkan diare sulit disembuhkan. Antibiotik

pada umumnya tidak diperlukan pada semua diare akut oleh karena sebagian besar

diare infeksi adalah rotavirus yang sifatnya self limited dan tidak dapat dibunuh

dengan antibiotika. Hanya sebagian kecil (10-20% yang disebabkan oleh bakteri

patogen seperti V.cholera, Shigella, Enterotoksigenik E.coli, Salmonella,

Campylobacter dan sebagainya.1

Nasihat pada ibu dan pengasuh untuk kembali segera jika demam, tinja

berdarah, berulang, makan atau minum sedikit, sangat haus, diare makin sering,

atau belum membaik dalam 3 hari1.

a. Diare akut tanpa dehidarasi (rencana terapi A)

Jelaskan kepada ibu tentang 4 aturan perawatan di rumah1,2:

Beri cairan tambahan, beri tablet zinc, lanjutkan pemberian makan, kapan harus

kembali

1. Beri cairan tambahan (sebanyak anak mau)

Jelaskan kepada ibu

- Pada bayi muda, pemberian ASI merupakan pemberian cairan tambahan

yang utama. Beri ASI lebih sering dan lebih lama pada setiap kali

pemberian

- Jika anak memperoleh ASI ekslusif, beri oralit atau air matang sebagai

tambahan

- Jika anak tidak memperoleh ASI ekslusif, beri 1 atau lebih cairan berikut

ini: oralit, cairan makanan (kuah sayur, air tajin) atau air matang.

Anak harus diberi oralit di rumah jika:

- Anak telah diobati dengan Rencana Terapi B atau C dalam kunjungan ini

- Anak tidak dapat kembali ke klinik jika diare nya bertambah parah

Ajari ibu cara mencampurkan dan memberikan oralit di rumah.

8

Page 9: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Tunjukkan kepada ibu berapa banyak cairan yang harus diberikan sebagai

tambahan bagi kebutuhan cairannya sehari-hari:

Cairan rumah tangga:

10 ml/kgBB, atau

<1 tahun: 50-100 ml

1-5 tahun 100-200 ml

5-12 tahun: 200-300 ml

Dewasa: 300-400 ml setiap BAB

Cairan oralit:

Untuk anak berumur <2 tahun : berikan 50-100 ml tiap kali BAB

Untuk anak 2 tahun atau lebih : berikan 100-200 ml tiap BAB.

Beri tablet zinc

Pada anak berumur 2 bulan ke atas, beri tablet zink selama 10 hari

dengan dosis:

Umur<6 bulan: ½ tablet (10 mg) per hari

Umur>6 bulan: 1 tablet (20 mg) per hari

Lanjutkan pemberian makan/ASI

Kapan harus kembali

b. Diare akut dengan dehidrasi ringan sedang (rencana Pengobatan B)

Jumlah larutan oralit yang harus diminum selama 3 jam pertama adalah 75 ml/

kgBB. Dapat juga diberikan berdasarkan umur , bila berat badan tidak diketahui :

Umur < 1 tahun : 300 cc

Umur 1-5 tahun : 600 cc

Umur > 5 tahun : 1200 cc

Dewasa : 2400 cc

Setelah 3 jam nilai lagi keadaan anak dengan menggunakan bagan penilaian

kemudian pilih rencana A, B, atau C untuk melanjutkan pengobatan1,2.

c. Diare dengan dehidrasi berat (Rencana Pengobatan C)

Umur 30 ml/ kgBB 70 ml/ kgBB

< 1 tahun 1 jam pertama 5 jam berikutnya

> 1 tahun ½ jam pertama 2 ½ jam berikutnya

9

Page 10: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Nilai kembali pemberian tiap jam, bila rehidrasi belum membaik, tetesan

I.V. dapat dipercepat.

Juga berikan Oralit 5 ml/ kgBB/ jam bila penderita bisa minum

Selah 6 jam pada bayi atau 3 jam pada anak lebih besar, lakukan evaluasi,

pilih rencana terapi yang sesuai yaitu: pengobatan diare dengan dehidrasi

ringan- sedang atau pengobatan diare tanpa dehidrasi.1,2

K. KEGAGALAN UPAYA REHIDRASI ORAL

Kegagalan upaya rehidrasi oral dapat terjadi pada keadaan tertentu

misalnya pengeluaran tinja cair yang sering dengan volume banyak, muntah yang

menetap, tidak dapat minum, kembung dan ileus paralitik, serta malabsorbsi

glukosa. Pada keadaan-keadaan tersebut mungkin penderita harus diberikan cairan

intravena.

Kejang

Pada anak yang mengalami dehidrasi, walaupun tidak selalu, dapat terjadi

kejang sebelum atau selama pengobatan rehidrasi. Kejang tersebut daat

disebabkan oleh karena: hipoglikemi, kebanyakan terjadi pada bayi atau anak

yang gizinya buruk, hiperpireksia, kejang terjadi bila panas tinggi, misalnya

melebihi 400C, hipernatremi atau hiponatremi.

10

Page 11: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

BAB II

ILUSTRASI KASUS

Identitas pasien

Nama : RR

Umur : 1 6/12 Tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

Suku bangsa : Minang

Alamat : Bandar Purus nomor 36 padang

Alloanamnesis (diberikan oleh Ibu kandung)

Seorang anak laki-laki berumur 1 6/12 tahun dirawat di Bangsal Anak RS

Dr. M. Djamil Padang sejak tanggal 18 Februari 2011, dengan :

Keluhan Utama :

Kejang 3 jam yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang

Demam sejak 1 hari yang lalu, tinggi, terus menerus, tidak berkeringat,

tidak menggigil

Berak-berak encer sejak 18 jam yang lalu, frekuensi 10-15 x, jumlah ± 2

sdm-1/4 gelas/kali, berlendir, tidak berdarah

Kejang 3 jam yang lalu, frekuensi 1 x, lama kejang ±5 menit, kejang

seluruh tubuh dengan mata melihat ke atas, kejang berhenti setelah diberi

obat kejang

Anak sadar setelah kejang, ini merupakan kejang pertama kali

Mual muntah tidak ada

Anak mendapat ASI dari lahir sampai usia 1 tahun 4 bulan, kemudian

diberi susu formula dari usia 1 tahun 4 bulan, sampai sekarang, frekuensi

2x/hari, jumlah ±100 cc

Riwayat ganti susu formula tidak ada

Anak masih mau makan dan minum, oralit belum dicoba

Batuk pilek tidak ada, sesak nafas tidak ada

Riwayat trauma kepala tidak ada

Berat badan terakhir 9 Kg, ditimbang di Posyandu 2 bulan yang lalu

11

Page 12: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Buang air kecil, jumlah berkurang, warna lebih pekat, terakhir 2 jam yang

lalu

Anak telah dibawa berobat ke Sp.A diberi Stesolid suppos 5 mg, dan

dilanjutkan untuk dirawat di RSUP M.Djamil dengan keterangan kejang

demam simpleks dan diare akut dehidrasi ringan-sedang

Riwayat Penyakit Dahulu :

Tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.

Riwayat Penyakit Keluarga :

Tidak ada anggota keluarga yang menderita berak-berak encer

Tidak ada anggota keluarga yang menderita kejang dengan atau tanpa

demam

Riwayat Kehamilan :

Selama hamil Ibu tidak pernah menderita penyakit yang berat, kontrol

teratur ke Bidan, suntikan TT 2kali, hamil cukup bulan.

Riwayat Kelahiran :

Lahir spontan ditolong oleh Bidan, cukup bulan, BBL 2500 gram, Panjang

badan lahir 48 cm, saat lahir langsung menangis kuat

Riwayat Makanan dan Minuman :

ASI : dari lahir sampai 1 tahun 4 bulan

PASI : dari 1 tahun 4 bulan sampai sekarang

Buah biskuit : 6 bulan – sekarang

Bubur susu : 4 bulan – sekarang (3x 3-4 sdm/hari)

Nasi Tim : 6 bulan – sekarang (3x 3-4 sdm/hari)

KESAN makanan dan minuman : kuantitas cukup, kualitas cukup

Riwayat Imunisasi :

BCG : 0 bulan (scar +)

DPT : 2,3,dan 4 bulan

Polio : 0,2 dan 3 bulan

Hepatitis B : 1,2, dan 6 bulan

Campak : 9 bulan

KESAN : Imunisasi Dasar lengkap dengan Bidan

12

Page 13: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Riwayat Sosial Ekonomi :

- Anak ke-3 dari 3 bersaudara, lahir spontan, di tolong bidan, cukup bulan, BBL

2000 gr, PB 48 cm, langsung menangis

- Riwayat imunisasi dasar lengkap sesuai umur

- Riwayat pertumbuhan normal, perkembangan normal

-Higiene dan santasi lingkungan cukup

- Ayah umur 35 tahun, pendidikan SMA, supir

- Ibu umur 29 tahun, pendidikan SMA, ibu rumah tangga.

- Penghasilan dalam keluarga Rp. 500.000 / bulan

Riwayat Perumahan dan Lingkungan :

Tinggal di rumah permanen, sumber air minum dari PAM, pekarangan ada, buang

air besar di WC dalam rumah, sampah dibuang di tempat pembuangan dan

dibakar.

KESAN : higiene dan sanitasi cukup

Riwayat Pertumbuhan dan Perkembangan :

Pertumbuhan fisik Perkembangan mental

Gigi pertama : 6 bulan Isap jempol : tidak ada

Tertawa : 5 bulan Gigit kuku : tidak ada

Miring : 6 bulan Ngompol : tidak ada

Tengkurap : 6 bulan Aktif sekali : tidak ada

Duduk : 7 bulan Apati : tidak ada

Merangkak : 8 bulan Membangkang : tidak ada

Berdiri : 8 bulan Ketakutan : tidak ada

KESAN : Pertumbuhan fisik dan perkembangan mental normal

B. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : tampak sakit sedang

Kesadaran : sadar

Tekanan darah : 90/60 mmHg

13

Page 14: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Frekuensi Nadi : 140 x/menit

Frekuensi Nafas : 30x/menit

Suhu : 37,8oC

Berat Badan : 8,4 Kg Berat badan terehidrasi = 8,84 Kg

Tinggi Badan : 82 cm

Udema tidak ada

Anemis tidak ada

Ikterus tidak ada

Status Gizi :(Menurut P-50 standar NCHS)

BB/U : 73,04%

TB/U : 100%

BB/TB: 75%

KESAN : Status gizi Kurang

KGB tidak teraba pembesaran KGB

Kulit teraba hangat, sianosis (-), ikterik (-), Pucat (-), turgor kurang

Kepala bentuk bulat simetris, rambut hitam tak mudah dicabut, lingkaran

kepala 46 cm (Normal menurut standar Nellhauss), UUB telah

menutup.

Mata cekung, air mata (+) sedikit, konjungtiva anemis, sklera tak ikterik,

pupil isokor, Refleks cahaya +/+ N , diafemeter 2 mm/2 mm

Telinga Tidak ada kelainan

Hidung Tidak ada kelainan

Mulut Mukosa mulut dan bibir basah, oral trush tidak ada

Tonsil T1 – T1 , tidak hiperemis

Faring Tidak Hiperemis

Leher Kaku kuduk (-), KGB tak membesar, JVP sukar dinilai

Dada :

Paru

Inspeksi : normochest,simetris kiri = kanan

14

Page 15: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

Palpasi : fremitus kiri = kanan

Perkusi : sonor

Auskultasi : vesikuler, ronki (-), wheezing (-), lendir (-)

Jantung

Inspeksi : iktus tidak terlihat

Palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V

Perkusi : batas jantung normal

Auskultasi : bunyi jantung murni, irama teratur, bising (-)

Abdomen :

Inspeksi : tidak membuncit, distensi tidak ada

Palpasi : supel, hepar dan lien tidak teraba, turgor kembali lambat

Perkusi : timpani

Auskultasi : bising usus (+) Normal

Punggung : tidak ada kelainan

Alat kelamin : tidak ada kelainan

Status Pubertas : A1P1G1

Anus : Colok dubur tidak dilakukan

Eritema natum tidak ada

Ekstremitas : akral hangat, refilling kapiler baik,udema (-), sianosis (-), RF +/+,

RP -/-, tanda rangasangan meningeal -/-

C. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

1. Darah

- Hb : 10,7 gr %

- leukosit : 13.400 /mm3

- hitung jenis : 0/0/6/54/29/11

- trombosit : 309.000 /mm3

-Eritrosit : 4,34%

- Ht : 34%

2. Urin

15

Page 16: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

- makroskopis : warna kuning tua, kekeruhan (-)

- mikroskopis : albumin (-),reduksi (-), sedimen (-)

Sedimen : Leukosit 1-2/LPB, eritrosit 0-1/LPB

3. Feses

- makroskopis : warna kuning, encer, ph netral, lendir (-), darah (-)

- mikroskopis : leukosit (-), eritrosit(-)

Retikulosit : 5 0/00

MCV = Ht/eritrosit x 10 fl = 34/4,34 x 100% = 78,34 fl (76-96)

MCH = Hb / eritosit x 10 pq = 10,7/4,34 x 100%=24,65 (27-32)

Mchc= hb/ht x 100 % = 10,7/4,34 x 100%=31,47% (32-37)

K anemia mikrositik hipokrom

4. Elektrolit

- Kalsium : 9,9 mg/dl

- Natrium : 114 mmol/L

- Kalium : 3,8 mmol/L

- Klorida serum : 97 mmol/L

D. DIAGNOSIS KERJA

1. Diare akut dehidrasi ringan-sedang ec suspect bakteri

2. Kejang demam simpleks dd gangguan elektrolit

3. Anemia mikrositik hipokrom ec. Susp defisiensi Fe

4. Gizi kurang

5. Hiponatremi

E. DIAGNOSIS BANDING

1. Diare akut dehidrasi ringan-sedang ec rotavirus

2. Gangguan elektrolit

F. TERAPI

1. IVFD 2A 200 ml/KgBB/24 jam

1680 ml/24 jam : 18 tts/mnt (makro)

16

Page 17: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

2. Indoralit 100 ml / BAB encer

3. MLTS 800 Kkal

4. Diazepam 4 x 1 mg (p.o)

5. Paracetamol 4 x 100 mg

6. Zinkid 1 x 20 mg

7. Lacto B 2 x 1 sachet

8. Ceftriaxon 1x 400 mg

9. Koreksi natrium

Hasil labor Na: 114 mmol/L

Kesan: Hiponatremia

Koreksi natrium

Kebutuhan (125-114)x0,6x8,4 kg

=224,4 mg

Sementara pasien mendapat IVFD 2A 200 ml/kgBB/hr=1680

cc/hr=18 tts/i makro

Dalam 1000 ml 2A terdapat 154 mg Na

Jumlah dalam 1680 cc 2A terdapat 258,7 mg (tercukupi dengan

pemberian 2A selama 24 jam)

K= 3,8 mmol/l

Dalam batas normal

Cl 97 mmol/l

Dalam bts norml

Ca : 9,9 mg dl

Dalam bts normal

Follow Up Pagi, 19 Februari 2011

S / - Demam ada, tidak tinggi

- Kejang tidak ada

- Berak encer 1x, ±5 sdm, darah (-), lendir (-),muntah (-)

- Indoralit habis ±150 ml

O / -KU = sakit sedang, Kes = sadar, Nadi = 116x/mnt, Nafas = 28x/mnt,

Suhu = 37oC, BB = 8,4 Kg.

17

Page 18: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

UUB : telah menutup

Mata : tidak cekung, airmata ada, konjungtiva (tidak anemis),

Sklera (tidak ikterik)

Thorak: cor dan pulmo dlm batas narmal

Abdomen : Dalam batas normal

Ekstensor : akral hangat, refilling kapiler baik

k/ hemodinamika stabil

Berat badan 8,4 kg

Kesan : perbaikan rehidrasi belum tercapai

Terapi

IVFD 2A 200 ml/KgBB/24 jam

1680 ml/24 jam : 18 tts/mnt (makro)

Indoralit 100 ml / BAB encer

MLTS 800 Kkal

Diazepam 4 x 1 mg (p.o)

Paracetamol 4 x 100 mg

Zinkid 1 x 20 mg

Lacto B 2 x 1 sachet

Ceftriaxon 1x 400 mg

Rencana :

Cek elektrolit ulang

Pemeriksaan Tibc dan rotavirus (pasien menolak dengan alasan biaya)

Pukul 13.50 WIB :Pasien pulang atas permintaan sendiri

18

Page 19: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

BAB III

DISKUSI

Telah dilaporkan sebuah kasus seorang pasien anak laki-laki berumur 18

bulan dengan diagnosis Diare akut dehidrasi ringa-sedang dengan kejang demam

simpleks, hiponatremi dan anemia mikrositik hipokrom. Diagnosis tersebut

ditegakkan berdasarkan anamnesis adanya berak-berak encer 18 jam sebelum

masuk RS, frekuensi 15x, jumlahnya ± 2 sdm-1/4 gelas/kali, lendir tidak ada,

darah tidak ada.

Dari pemeriksaan fisik ditemukan adanya suhu yang tinggi yaitu 37,8oC, ,

mata yang cekung dan turgor kulit kembali lambat.

Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan pemeriksaan darah, urin dan

feses rutin dalam batas normal kecuali adanya peningkatan leukosit, kemungkinan

besar diare pada anak ini disebabkan oleh bakteri.

Pada pasien ini terdapat dehidrasi sedang dengan intake sulit sehingga

dirawat dengan rencana pengobatan B atau sesuai dengan PROTAP bagian IKA

FK- UNAND. Ibu dianjurkan terus memberikan makanan dan sesuai dengan

kebutuhan anak dalam rangka usaha untuk tetap memberikan makan. Setelah

pulang orang tua disarankan untuk tetap meningkatkan dan menjaga kebersihan

dan makanan yang bergizi.

19

Page 20: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

DAFTAR PUSTAKA

1. Juffrie Mohammad,dkk. Gastroenterologi-hepatologi jilid 1, Jakarta,

IDAI,2010: 87-119.

2. Tim Adaptasi Indonesia. Pelayanan Kesehatan anak di Rumah Sakit,

Jakarta, WHO, 2008: 132-142

3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3388/1/

penydalamumar4.pdf

20

Page 21: Diare Akut Dengan Dehidrasi Sedang-puspa

21