BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 4. IV...  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 4.1 Hasil

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 4. IV...  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 4.1...

38

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Pelaksanaan Tindakan

Pada bagian ini pelaksanaan tindakan akan diuraikan dalam empat subba

yaitu kondisi awal siklus 1, siklus 2 serta pembahasan siklus 1 dan siklus 2.

Subbab kondisi awal siswa termasuk kedalam hasil belajar pada mata pelajaran

IPA sebelum dilakukan tindakan penelitian.

Kemudian pada subbab siklus 1 dan siklus 2 akan membahas tentang

rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan, dan refleksi. Pada subbab

pembahasan antar siklus 1 dan siklus 2 akan membahas tentang perbandingan

pelaksanaan dan hasil dari siklus 1 dan siklus 2.

4.1.2 Sebelum tindakan

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Candirejo 02 kecamatan

Tuntang, Kabupaten Semarang. Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu

melakukan observasi dikelas saat pembelajaran IPA berlangsung. Kemudian

dilakukan wawancara dengan guru kelas V untuk mengetahui kondisi kelas, serta

hasil belajar siswa.

Setelah melakukan observasi dan wawancara dengan guru, ditemukan

permasalahan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran IPA masih rendah siswa

belum mampu mencapai KKM yang telah ditentukan. Hal ini terjadi karena

pemahaman siswa terhadap konsep IPA masih kurang dikarenakan guru belum

menggunakan media pembelajaran secara optimal.

Berdasarkan hasil belajar nilai ulangan, hasil belajar siswa masih banyak

yang kurang atau belum mampu mencapai KKM yang telah ditentukan oleh

sekolah untuk mata pelajaran IPA yaitu 70. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai

Ulangan Tengah Semester (UAS) pada semester 1 tahun ajaran 2015/2016 siswa

belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (70) yang telah ditetapkan dilihat

pada tabel 4.1.

39

Tabel 4.1

Total Jumlah dan Persentase Ketuntasan Belajar Mata Pelajaram IPA

Siswa Kelas V SD Negeri Candirejo 02 Kecamatan Tuntang

Tahun Ajaran 2015/2016

Sebelum Tindakan

No Nilai Sebelum Tindakan

Keterangan

Jumlah siswa (%)

1 < 70 12 70.24% Belum tuntas

2 70 5 29.76% Tuntas

Jumlah 17 100%

Rata-rata 62

Nilai tertinggi 85

Nilai terendah 45

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa jumlah siswa belum mencapai

ketuntasan < 70 adalah 12 siswa atau 70.24%, sedangkan jumlah siswa yang

mencapai ketuntasan 70 adalah 5 siswa atau 29.76%. Hasil ini memberikan

gambaran bahwa perlu dilakukan tindakan untuk memperbaiki ketuntasan belajar

IPA guna mencapai kriteria yang ditetapkan sekolah yaitu minimal 80% dari total

siswa tuntas dengan KKM = 70

Sebelum tindakan, nilai rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 62 dengan

nilai tertinggi 85 dan nilai terendah 45. Berdasakan tabel 4.1 nilai mata pelajaran

IPA pada kondisi awal dapat digambarkan dalam bentuk digaram 4.1 berikut ini

Gambar 4.1

Diagram Lingkaran Persentase Ketuntasan Belajar Pra Siklus

Siswa Kelas V SD Negeri Candirejo 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang

Tahun Pelajaran 2015/2016

29.76%

70.24%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

80.00%

Tuntas tidak Tuntas

persentase

Tuntas

tidak Tuntas

40

Berdasarkan hasil IPA yang masih rendah, maka peneliti merasa perlu

mengadakan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran IPA dengan

menggunakan model Contextual Teaching and Learning dalam upaya untuk

meningkatkan hasil belajar IPA dikelas V melalui penelitian tindakan kelas yang

akan dilaksanakan sebanyak dua siklus yang masing-masing terdiri dari dua

pertemuan.

4.1.3 Siklus 1

Pada subbab siklus 1 ini akan menguraikan tentang rencana tindakan,

pelaksanaan tindakan, hasil tindakan, dan refleksi.kegiatan pada siklus 1 akan

dilaksanakan dalam dua pertemuan masing pertemuan berlangsung selama 35

menit.

4.1.3.1 Rencana Tindakan

Pada tahap subbab ini rencana tindakan akan menjelaskan tentang rencana

pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas V

yaitu ibu Dewi Kurniawati S.Pd sebagai kolaborator, perencanaan ini dilakukan

sebelum pelaksanaan tindakan pembelajaran dilakukakan dengan model

Contextual Teaching and Learning.

a. Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama kegiatan perencanaan yang dilakukan adalah

menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model

Contextual Teaching and Learning. Penyusunan RPP didiskusikan bersama ibu

Dewi Kurniawati, S.Pd selaku guru kelas V dan sebgai guru kolaborator.

Diskusi yang dilakukan bersama kolaborator membahsa tentang penentuan

standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, media,

serta waktu penelitian. Diskusi dilakukan untuk kelancaran peneliti yang

disesuaikan dengan kalender akademik sekolah yang telah ditetapkan.

Berdasarkan RPP yang telah disusun, pada pertemuan pertama materi yang

akan diajarkan adalah tentang sifat-sifat cahaya yang meliputi sifat cahaya

merambat lurus, dan sifat cahaya dapat dipantulkan. Peneliti juga menyiapkan

perlengkapan pembelajaran yaitu sifat-sifat cahaya. Sifat cahaya yang digunakan

adalah sifat cahaya merambat lurus dengan menggunakan senter sebagai

41

medianya, kemudian sifat cahaya dapat diapntulkan menggunakan cermin datar,

cermin cembung dan cerming cekung.

Selain media pembelajaran, peneliti juga mempersiapkan lembar observasi

kegiatan guru dan lembar observasi kegaiatan siswa sesuai dengan model

pembelajaran Contextual Teaching and Learning. Lembar observasi kegiatan guru

dan siswa digunakan untuk memeriksa keterlaksanaan model pembelajaran

Contextual Teaching and Learning yang sudah dilaksakan dikelas.

b. Pertemuan Kedua

Pertemuan kedua meruapakn tindak lanjut dari pertemuan pertama yang

membedakan adalah materi yang akan dipelajari. Tetapi materi ini masih

berkaitan dengan materi pada pertemuan pertama yaitu sifat cahaya dapat

diuraikan dan sifat cahaya dapat dibiaskan.

Pada pertemuan kedua peneliti juga berkolaborasi dengan guru kelas V

untuk mendiskusikan penyusunana RPP menggunakan model Contextual

Teaching and Learning. Diskusi yang dilakukan meliputi standar

kompetensi,kompetensi dasar, indikator, tujan pembelajaran, media yang akan

digunakan serta penentuan waktu untuk melakukan penelitian.

Peneliti juga menyiapkan perlengkapam seperto media yang akan

digunakan dalam proses pembelajaran yaitu contoh-contoh benda yang bisa

digunakan untuk membuktikan sifat cahaya yang dapat diuraikan dan yang dapat

dibiaskan.

Selain mempersiapkan media peneliti juga mempersiapkan lembar

observasi kegiatan guru dan siswa sesuai dengan model Contextual Teaching and

Learning yang diberikan kepada observer yaitu ibu Husnul Khotimah S.Pd.

peneliti juga mempersiapkan soal evaluasi berupa soal pilihan ganda sebanyak 20

soal yang akan diberikan kepada siswa pada akhir pertemuan kedua atau akhir

siklus 2. Soal disusun berdasarkan materi yang sudah dipelajari pada pertemuan

pertama dan pertemuan kedua.

4.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan

Subbab pelaksanaan tindakan mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan

dari awal kegiatan sampai penutup. Berikut rincian pelaksanaan tindakan siklus 1:

42

a. Pertemuan Pertama

Pelaksaaan tindakan pada siklus 1 pertemuan dilaksakan pada hari selasa

tanggal 12 April 2016 pukul 10.10 WIB oleh ibu Dewi Kurniawati S.Pd selaku

guru kelas V dan sebagai kolaborator. Guru yang menjadi observer untuk

mengamati kegiatan guru dan siswa adalah ibu Husnul Khotimah S.Pd selaku

guru kelas VI.

Kegiatan pembelajaran terdiri dari empat kegiatan yaitu kegiatan pra

pembelajaran, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pra

pembelajaran dimulai dengan guru menyiapkan ruang, alat, dan media

pembelajaran. Siswa menyiapkan perlengkapan pembelajaran serta mengatur

tempat duduk siswa. Kegiatan pendahuluan dimulai dengan mengucapkan salam

kepada siswa, dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran siswa. Guru juga

memeriksa kesiapan siswa dengan bertanya kepada siswa serta kembali

memeriksa perlengkapan siswa. Selanjutnya guru menyampaikan apersepsi

kepada siswa dengan bertanya Anak-anak siapa yang sebelum berangkat

kesekolah bercermin terlebih dahulu? Bercermin menggunakan apa?

Bagaimanakah bayangan pada cermin itu? Siswa menjawab pertanyaan guru,

beberapa jawaban antara lain saya, cermin datar, dan sama dengan aslinya.

Setelah menyampaikan apersepsi guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang

akan dilakukan. Guru menjelaskan bahwa hari ini akan mempelajari tentang sifat-

sifat cahaya yaitu cahaya dapat merambat lurus dan cahaya dapat dipantulkan

menggunakan model Contextual Teaching and Learning.

Dalam kegiatan inti: peserta didik dihadapkan pada pengalaman konkret

tentang sifat-sifat cahaya, selanjutnya peserta didik diharapkan dapat menemukan

topik yang akan dipelajari baik secara eksperimen maupun