of 21 /21
BAHAN AJAR Tinjauan Mata Kuliah 1. Manfaat Mata Kuliah Mata kuliah ini diberikan pada mahasiswa untuk mampu merancang penelitian, menganalisis data penelitian dan menulis laporan ilmiah secara logis, sistematis, cermat dan akurat sesuai kaidah-kaidah ilmiah. 2. Deskripsi Perkuliahan Mata kuliah ini membahas tentang konsep pengetahuan dan filsafat, dasar-dasar metodologi penelitian, etika peneltian, sistematika karya tulis ilmiah, pengolahan dan presentasi data, dan berbagai rancangan penelitian kesehatan. 3. Standard Kompetensi a. Mampu melakukan kajian ilmiah dengan menyusun perencanaan dan pelaporan penelitian serta penyusunan karya tulis ilmiah b. Menunjukkan akuntabilitas kelimuan dan keprofesian di bidang Keperawatan dengan berkomunikasi secara ilmiah dan empati, berkarya secara inovatif dan kreatif, bertindak secara hati-hati dan

Web viewMetode Pengambilan Sampel. Pengertian populasi dan sampel. Kegunaan sampel. Prosedur pengambilan sampel. Teknik sampling. Penentuan besarnya sampel

  • Author
    buikiet

  • View
    235

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Web viewMetode Pengambilan Sampel. Pengertian populasi dan sampel. Kegunaan sampel. Prosedur...

BAHAN AJAR

Tinjauan Mata Kuliah

1. Manfaat Mata Kuliah

Mata kuliah ini diberikan pada mahasiswa untuk mampu merancang penelitian, menganalisis data penelitian dan menulis laporan ilmiah secara logis, sistematis, cermat dan akurat sesuai kaidah-kaidah ilmiah.

2. Deskripsi Perkuliahan

Mata kuliah ini membahas tentang konsep pengetahuan dan filsafat, dasar-dasar metodologi penelitian, etika peneltian, sistematika karya tulis ilmiah, pengolahan dan presentasi data, dan berbagai rancangan penelitian kesehatan.

3. Standard Kompetensi

a. Mampu melakukan kajian ilmiah dengan menyusun perencanaan dan pelaporan penelitian serta penyusunan karya tulis ilmiah

b. Menunjukkan akuntabilitas kelimuan dan keprofesian di bidang Keperawatan dengan berkomunikasi secara ilmiah dan empati, berkarya secara inovatif dan kreatif, bertindak secara hati-hati dan bertanggungjawab, serta menjaga integritas kepakaran yang dimiliki

Bahan ajar ini disusun dengan urutan pokok bahasan

sebagai berikut:

I. Ilmu Pengetahuan dan Penelitian

Pengetahun dan ilmu

Ilmu dan filsafat

Ilmu dan penelitian

Landasan ilmu

II. Metode Ilmu Pengetahuan

Cara memperoleh pengetahuan

Metode ilmiah (Kriteria dan langkah metode ilmiah)

III. Penelitian Kesehatan/ Sains Veteriner

Batasan penelitian

Tujuan dan manfaat

Jenis penelitian kesehatan/sains veteriner (survei: potong silang, cohort; eksperimen: Dasar, aplikasi, tindakan, evaluasi; Surveilans)

IV. Metode Penelitian Survei

Survei deskriptif

Survei analitik

V. Metode Penelitian Eksperimen

Langkah-Langkah Penelitian

Rancangan penelitian eksperimen (Praeksperimen, eksperimen sungguhan, eksperimen semu)

Aplikasi penelitian eksperimen dalam bidang kesehatan

VI. Metode Penelitian Klinis (clinical trial)

Pengertian dan tujuan

Prosedur dan tahap penelitian klinis

Desain penelitian

VII. Usulan (Proposal) Penelitian

Tahap Penelitian

Format Usulan penelitian

VIII. Masalah Penelitian

Pengantar

Kepekaan terhadap masalah penelitian

Memilih masalah penelitian

Pertanyaan penelitian

IX. Kerangka Konsep, Definisi Operasional variabel, dan Hipotesis

X. Metode Pengambilan Sampel

Pengertian populasi dan sampel

Kegunaan sampel

Prosedur pengambilan sampel

Teknik sampling

Penentuan besarnya sampel

XI. Metode pengumpulan data

Pengamatan (observasi)

Wawancara

Angket

XII. Pengolahan Data

Jenis data

Langkah pengolahan data

Pengolahan data secara manual

Pengolahan data dengan komputer

XIII. Analisis Data

Analisis univariat (Deskriptif)

Analisis bivariat (Uji proporsi, Odds ratio, uji chi square, Z test, t test, Anova)

Analisis multivariate (regresi berganda

Pengujian hipotesis

Penafsiran dan penyimpulan

XIV. Penyajian data dan laporan penelitian

Bentuk Tabel

Bentuk Grafis

Laporan penelitian (Isi, bentuk dan format)

XV. Etika Penelitian

Prinsip dan kaidah etika

Fungsi penelitian dan etika

Etika dan metode penelitian

Etika dan kualitas data penelitian

Perilaku peneliti

XVI. Penulisan Ilmiah

Tulisan dan karangan

Jenis karya tulis ilmiah

Sifat-sifat ilmiah

Sifat tulisan

Kategori karangan ilmiah

Ciri-ciri karangan/tulisan ilmiah

Bentuk tulisan/karya ilmiah

Struktur penulisan karya ilmiah hasil penelitian

CHAPTER I

A. ILMU PENGETAHUAN DAN PENELITIAN

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari chapter I ini diharapkan mahasiswa dapat :

Memahami pengetahuan dan ilmu

Memahami ilmu dan filsafat

Memahami ilmu dan Penelitian

Memahami landasan ilmu

Barang siapa merasa dirinya pintar, itulah kebodohan,

tetapi barang siapa merasa dirinya bodoh, itulah kepintaran

Ada orang yang tahu di tahunya

Ada orang yang tahu di tidak tahunya

Ada orang yang tidak tahu di tahunya

Ada orang yang tidak tahu di tidak tahunya

Orang yang tidak tahu di tidak tahunya tetapi merasa tahu segala-galanya itulah kebodohan

1. PENGETAHUAN DAN ILMU

Kesadaran manusia secara garis besar terbagi atas tiga dimensi yang amat penting. Pengalaman, perasaan dan pengetahuan. Ketiga dimensi itu berbeda secara substantif tetapi sangat saling berkaitan.

Pengetahuan adalah apa yang diketahui oleh manusia atau hasil pekerjaan manusia menjadi tahu. Pengetahuan itu merupakan milik atau isi pikiran manusia yang merupakan hasil dari proses usaha manusia untuk tahu. Dalam perkembangannya pengetahuan manusia berdiferensiasi menjadi empat cabang utama, filsasat, ilmu, pengetahuan dan wawasan. Untuk melihat perbedaan antara empat cabang itu, saya berikan contohnya: Ilmu kalam (filsafat), Fiqih (ilmu), Sejarah Islam (pengetahuan), praktek Islam di Indonesia (wawasan). Bahasa, matematika, logika dan statistika merupakan pengetahuan yang disusun secara sistematis, tetapi keempatnya bukanlah ilmu. Keempatnya adalah alat ilmu.

Setiap ilmu (sains) adalah pengetahuan (knowledge), tetapi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu. Ilmu adalah semacam pengetahuan yang telah disusun secara sistematis. Bagaimana cara menyusun kumpulan pengetahuan agar menjadi ilmu? Jawabnya pengetahuan itu harus dikandung dulu oleh filsafat , lalu dilahirkan, dibesarkan dan diasuh oleh matematika, logika, bahasa, statistika dan metode ilmiah. Maka seseorang yang ingin berilmu perlu memiliki pengetahuan yang banyak dan memiliki pengetahuan tentang logika, matematika, statistika dan bahasa. Kemudian pengetahuan yang banyak itu diolah oleh suatu metode tertentu. Metode itu ialah metode ilmiah. Pengetahuan tentang metode ilmiah diperlukan juga untuk menyusun pengetahuan-pengetahuan tersebut untuk menjadi ilmu dan menarik pengetahuan lain yang dibutuhkan untuk melengkapinya.

Untuk bepengetahuan seseorang cukup buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan. Adapun untuk berilmu, maka metodenya menjadi lebih serius. Tidak sekedar buka mata, buka telinga, pahami realitas, hafalkan, sampaikan, secara serampangan. Seseorang yang ingin berilmu, pertama kali ia harus membaca langkah terakhir manusia berilmu, menangkap masalah, membuat hipotesis berdasarkan pembacaan langkah terakhir manusia berilmu, kemudian mengadakan penelitian lapangan, membuat pembahasan secara kritis dan akhirnya barulah ia mencapai suatu ilmu. Ilmu yang ditemukannya sendiri.

Apa maksud membaca langkah terakhir manusia berilmu ? Postulat ilmu mengatakan bahwa ilmu itu tersusun tidak hanya secara sistematis, tetapi juga terakumulasi disepanjang sejarah manusia. Tidak ada manusia, bangsa apapun yang secara tiba-tiba meloncat mengembangkan suatu ilmu tanpa suatu dasar pengetahuan sebelumnya. Katakanlah bahwa sebelum abad renaisansi di Eropa, bangsa Eropa berada dalam kegelapan yang terpekat. Karena larut dalam filsafat skolastik yang mengekang ilmu dan peran gereja. Para ilmuwan dan para filsafat abda itu tentu memiliki guru-guru yang melakukan pembacaan terhadap mereka tentang sampai batas terakhir manusia berilmu di zaman itu. Ilmu kimia abad modern sekarang adalah berpijak pada ilmu kimia, katakanlah abad 10 masehi yang berada di tangan orang-orang Islam. Dan ilmu kimia di abad 10 masehi itu tentu bepijak pula pada ilmu kimia abad 3500 tahun sebelum masehi, katakanlah itu misalanya dari negri dan zaman firaun.

Jadi seseorang yang ingin berilmu manajemen, misalnya, maka ia harus mengumpulkan dulu pengetahuan-pengetahuan mnajemen yang telah disusun sampai hari kemarin oleh para ahli ilmu tersebut dan merentang terus kebelakang sampai zaman yang dapat dicapai oleh pengetahuan sejarah.

Cara praktis, cepat, kompatibel, kredibel, aksesibel, dan lain-lain bel positif lainnya, untuk berilmu ialah dengan sekolah formal, dari SD hingga S3. Beruntunglah kawan-kawan yang bisa meraih gelar sarjana. Gelar magister dan seterusnya. Memang sekalipun gelar sudah s3 tapi koq masih terasa haus juga terhadap ilmu. Itu karena ilmu yang ada pada dirinya sebenarnya barus sedikit dari khazanah ilmu yang pernah disusun manusia, sedang disusun, dan apalagi jika dibanding dengan ilmu di masa depan sampai haru kiamat nanti.

Untuk memperoleh pengetahuan dan ilmu yang benar dapat dilakukan pendekatan:

1. Non-ilmiah :

a. Metode keteguhan

b. Metode otoritas

c. Metode a priori atau intuisi

d. Metode tradisi

e. Metode trial and error

f. Metode metafisik

2. Ilmiah

2. ILMU DAN FILSAFAT

Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

Pengertian filsafat menurut para tokoh :

a. Pengertian filsafat menurut Harun Nasution filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan

b. Menurut Plato ( 427-347 SM) filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada

c. Aristoteles (384-322 SM) yang merupakan murid Plato menyatakan filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda.