Penanganan kegawatan neonatus

  • View
    876

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Penanganan kegawatan neonatus

PENANGANAN KEGAWATAN NEONATUS

1. NEONATUSNeonatus berasal dari bahasa latin yang berarti baru saja dilahirkan. Dalam dunia kedokteran, neonatus didefinisikan sebagai masa kehidupan pertama ekstrauteri sampai dengan usia 28 hari atau 4 minggu pertama setelah kelahiran (Dorland, 2011).Transisi bayi dari intrauteri ke ekstruteri memerlukan banyak perubahan biokimia dan fisiologi. Bayi tidak lagi tergantung pada sirkulasi ibu melalui plasenta, fungsi paru neonatus diaktifkan untuk mencukupi pertukaran oksigen dan karbondioksida melalui pernafasannya sendiri. Bayi baru lahir juga tergantung pada fungsi saluran cerna untuk mengabsorpsi makanan, fungsi ginjal untuk ekskresikan bahan yang harus dibuang dan mempertahankan hemostasis kimia, fungsi hati untuk menetralisir dan mengeksresi bahan-bahan toksik, dan fungsi sistem imunologi untuk melindunginya terhadap infeksi. Karena tidak didukung oleh sistem plasenta ibu, sistem kardiovaskuler dan endokrin neonatus juga beradaptasi agar mencukupi dirinya (Behrman et al, 2000). Perubahan atau adaptasi ini ada yang bersifat cepat (immediate ) dan lambat (delayed). Adaptasi yang cepat atau immediate terjadi pada sistem kardiovaskuler dan respirasi, lalu disusul dengan adaptasi yang lambat atau delayedyang meliputi fungsi hematologi, ginjal, dan hati (Shama et al, 2010). Banyak masalah khusus pada neonatus yang terkait dengan adaptasi yang buruk karena asfiksia, kelahiran prematur, anomali kongenital yang mengancam jiwa, dan pengaruh persalinan yang merugikan (nelson).Dalambidangkesehatan, terdapat terminology usiaanakhinggadewasa. Terminology inibergunadalammenentukanjenisterapi, dosisobat, pemilihan instrument, danjuga prognosis daritiappenyakit.Karenaanak-anakbukanlah miniature orang dewasa, sehingga perlu penjelasan tersendiri mengenai penyakit dan juga tatalaksana pada jenjang usia masing-masing. Berikut ini adalah terminology pembagian usia dari American Academy of Pediatrics Committee on Fetus and Newborn (2004).Tabel 1. Terminologi pembagian usia dari American Academy of Pediatrics Committee on Fetus and Newborn

Gestational age (GA)Dimulai sejak konsepsi hingga lahir. Lebih spesifik lagi, gestational age didefinisikan beberapa minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir (HPMT) ibu sampai lahirnya bayi. Gestational age pada fetus ditentukan melalui saat HPMT atau dengan pemeriksaan (Dubowitz score).

Postnatal age (PNA)Usia kronologi sejak lahir

Postmenstrual age (PMA)Usia postmenstrual (PMA) dihitung dengan gestational age (GA) ditambah dengan usia postnatal (PNA) (PMA = GA + PNA).

NeonateBayi yang lahir full-term usia 0-28 hari. Beberapa ahli masih menggunakan terminology ini pada bayi premature usia > 28 hari dengan catatan PMAnya 18 tahun

2. SKOR APGARSkor Apgar merupakan metode praktis yang secara sistematis digunakan untuk menilai neonatus segera sesudah lahir, untuk membantu mengidentifikasi bayi yang memerlukan resusitasi akibat asidosis hipoksik. Skor yang rendah tidak selalu berarti asidosis hipoksik, faktor-faktor tambahan dapat mengurangi skor (Behrman et al, 2000).

Tabel 2. Lima kriteria Skor ApgarNilai 0Nilai 1Nilai 2

Warna kulit(Appearance)seluruhnya biruwarna kulit tubuh normal merah muda,tetapi tangan dan kaki kebiruan (akrosianosis)warna kulit tubuh, tangan, dan kakinormal merah muda, tidak ada sianosis

Denyut jantung(Pulse)tidak ada100 kali/menit

Responsrefleks(Grimace)tidak ada respons terhadap stimulasimeringis/menangis lemah ketika distimulasimeringis/bersin/batuk saat stimulasi saluran napas

Tonus otot(Activity)lemah/tidak adasedikit gerakanbergerak aktif

Pernapasan(Respiration)tidak adalemah atau tidak teraturmenangis kuat, pernapasan baik dan teratur

Skor 7-10 : bayi normal, skor 4-6 : rendah, skor 0-3 : sangat rendah

Skor Apgar tidak meramalkan mortalitas neonatus atau cerebral palsy selanjutnya. Sebenarnya kebanyanan penderita yang selanjutnya berkembang menjadi cerebral palsy, Skor Apgar-nya normal; sedangkan insidens cerebral palsy sangat rendah pada bayi yang Skor Apgar-nya 0-3 pada menit-5. Skor Apgar menit-1 mengisyaratkan perlunya tindakan resusitasi segera; dan skor menit-5, -10, dan -20 menunjukkan kemungkinan keberhasilan melakukan resusitasi. Skor Apgar 0-3 pada menit-20 meramalkan tinggi mortalitas dan morbiditas (Behrman et al, 2000).

Tabel 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Skor ApgarPositif-Palsu (Tidak ada asidosis atau hipoksia janin, Skor Apgar RendahNegatif-Palsu (Asidosis; Apgar Normal)

ImaturitasAnalgesik, narkotik, sedatifMagnesium sulfatTrauma serebral akutPersalinan yang sangat cepatNeuropati kongenitalAnomali SSPMiopati kongenitalTrauma medula spinalisAnomali paru (hernia diafragmatika)Obstruksi jalan nafasPneumonia kongenitalEpisode sebelum asfiksia janin Dari ibu yang asidosisKadar katekolamin janin tinggiBeberapa bayi cukup bulan

Tanpa memandang etiologinya, Skor Apgar yang rendah akibat asfiksia janin, imaturitas, depresi saraf pusat, atau obstruksi jalan nafas menunjukkan bahwa bayi membutuhkan resusitasi segera.

3. KEGAWATAN PADA NEONATUSSetiap bayi baru lahir akan mengalami bahaya jiwa saat proses kelahirannya. Ancaman jiwa berupa kamatian tidak dapat diduga secara pasti walaupun denagn bantuan alat-alat medis modern sekalipun,sering kali memberikan gambaran berbeda tergadap kondisi bayi saat lahir.Faktor-faktor yang mempengaruhi neonates terdari faktor maternal, faktor kehamilan, faktor persalinan, dan faktor neonatus.1. Faktor maternal1. Diabetes maternal1. Hipertensi kronik1. Riwayat kematian janin dan neonatus1. Ibu dengan penyakit jantung, ginjal, paru, tiroid, anemia atau kelainan neurologi1. Ibu pengguna obat-oba tbius, merokok1. Usiaibu< 20 tahunatau> 35 tahun1. Faktorkehamilan1. Hipertensi1. Perdarahan trimester II atau III1. Infeksi maternal1. Polihidramnion1. Olihidramnion1. Ketuban pecah dini1. Post-term gestation1. Kehamilan ganda1. Berkurangnya geraka njanin1. Tanpa antenatal care1. FaktorPersalinan1. Operasi Caesar darurat1. Kelahiran dengan ekstraksi vakum atau forcep1. Letakjanin sungsang atau presentasi abnormal1. Persalinan presipitatus1. Korioamnionitis1. Ketuban pecah lama (>18 jam)1. Partus lama (>24 jam)1. Kala 2 lama (>2 jam)1. Bradikardi janin1. Heart rate janin yang tidak beraturan1. General anestesi1. Tetani uterus1. Penggunaanobatnarkotika< 4jam1. Air ketubanhijaukentaldengan meconium1. Prolaps tali pusat1. Solusio plasenta1. Plasenta previa1. Faktorneonatus1. Berat janin tidak sesuai dengan masa kehamilan1. Prematuritas1. Kelainan kongenital

1. HipotermiaHipotermia adalah kondisi dimana suhu tubuh < 360C atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.Untuk mengukur suhu tubuh pada hipotermia diperlukan termometer ukuran rendah (low reading termometer) sampai 250C. Disamping sebagai suatu gejala, hipotermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian.Akibat hipotermia adalah meningkatnya konsumsi oksigen (terjadi hipoksia), terjadinya metabolik asidosis sebagai konsekuensi glikolisis anaerobik, dan menurunnya simpanan glikogen dengan akibat hipoglikemia. Hilangnya kalori tampak dengan turunnya berat badan yang dapat ditanggulangi dengan meningkatkan intake kalori.Etiologi dan factor presipitasi dari hipotermia antara lain : prematuritas, asfiksia, sepsis, kondisi neurologik seperti meningitis dan perdarahan cerebral, pengeringan yang tidak adekuat setelah kelahiran dan eksposure suhu lingkungan yang dingin.Penanganan hipotermia ditujukan pada: 1. Mencegah hipotermia, 2. Mengenal bayi dengan hipotermia, 3. Mengenal resiko hipotermia,4. Tindakan pada hipotermia. Tanda-tanda klinis hipotermia: 4. Hipotermia sedang (suhu tubuh 320C -