Kegawatan Arf

  • View
    351

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Kegawatan Arf

Nama Kelompok : Catur Bagus Windu. S Chandra Efendi Dinirahma Fitria Rizki Febiyanti Fatmasari Nety Kurnia Novina Indrianingrum Rohima Rusmai Triaswati Zahratun Nisa

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta 2012

Laporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA)

1

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang .................................................................................. 3 2. Tujuan Penulisan ............................................................................... 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Acute Renal Failure 1. Definisi .............................................................................................. 4 2. Etiologi .............................................................................................. 4 3. Manifestasi Klinis .............................................................................. 6 4. Patofisiologi ...................................................................................... 7 5. Pemeriksaan Penunjang 5.1 Pemeriksaan Diagnosis ............................................................... 8 5.2 Pemeriksaan Laboratorium ......................................................... 8 6. Penatalaksanaan Kegawatan ............................................................. 8 7. Asuhan Keperawatan Gawat Darurat ................................................ 13 BAB III PEMBAHASAN 1. Tinjauan Kasus .................................................................................. 15 2. Istilah yang Tidak di Mengerti .......................................................... 16 3. Kata Kunci ........................................................................................ 21 4. Primary Assesment ........................................................................... 21 5. Pathway ............................................................................................. 24 6. Penatalaksanaan Kegawatan ............................................................. 26 7. Diagnosa Keperawatan ..................................................................... 27 8. Intervensi dari Diagnosa Prioritas ..................................................... 27 BAB IV PENUTUP 1. Penutup ............................................................................................. 29 2. Kritik dan Saran ................................................................................ 29

Laporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA)

2

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Apabila hanya 10% dari ginjal yang berfungsi, pasien dikatakan sudah sampai pada penyakit ginjal end stage renal disease (ESRD) atau penyakit ginjal tahap akhir. Awitan gagal ginjal mungkin akut, yaitu berkembang sangat cepat dalam beberapa jam atau dalam beberapa hari. Gagal ginjal juga dapat kronik, yaitu terjadi perlahan dan berkembang perlahan, mungkin dalam beberapa tahun. Di Amerika Serikat, sekitar 5% dari pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami ARF dan 30% dari pasien yang dirawat di unit perawatan intensif menderita ARF. Pada pasien ARF, 50% mengalami oliguria dan 80% pasien ini meninggal. Dari kasus ARF intrinsik, 90% adalah nekrosis tubular akut.

2. Tujuan Penulisan Tujuan Instruksional Umum : Setelah mempelajari kasus kegawatan pada sistem perkemihan yakni ARF (Acute Renal Failure), diharapkan mahasiswa/i mampu menjelaskan konsep kegawatan pada pasien ARF.

Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mempelajari kasus dalam modul ini, diharapkan : 1) Mahasiswa/i mampu menjelaskan definisi, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi dan pemeriksaan penunjang (Diagnostik dan Laboratorium) pada kasus ARF 2) Mahasiswa/i mampu menjelaskan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada kasus ARF

Laporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA)

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Acute Renal Failure 1. Definisi Gagal ginjal akut (Acute Renal Failure, ARF) adalah penurunan fungsi ginjal tiba-tiba yang ditentukan dengan peningkatan kadar BUN dan kreatinin plasma. Haluaran urine dapat kurang dari 40 ml/ jam (oliguria), tetapi mungkin juga jumlahnya normal atau kadang-kadang dapat meningkat. Meskipun tidak ada batas pasti untuk BUN dari 15-30 mg/dl dan peningkatan kreatinin dari 1-2 mg/dl mengisyaratkan ARF pada pasien yang sebelumnya mempunyai fungsi ginjal normal.

2. Etiologi 2.1 Prerenal a. Hipovolemia Perdarahan Dehidrasi Muntah, diare dan diaforesis Pengisapan lambung Diabetes melitus dan diabetes insipidus Luka bakar dan drainase luka Sirosis Pemakaian diuretik yang tidak sesuai Peritonitis b. Penurunan Curah Jantung Gagal jantung kongestif Infark miokard Tamponade jantung Disritmia c. Vasodilatasi Sistemik SepsisLaporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA) 4

Asidosis Anafilaksis d. Hipotensi dan Hipoperfusi Gagal jantung Syok 2.2 Intrarenal a. Kerusakan Nefron Nekrosis tubular akut glomerulonefritis b. Perubahan Vaskular Koagulopati Hipertensi malignant Stenosis c. Nefrotoksin Antibiotik (gentamisin, tobramisin, neomisin, kanamisin dan vankomisin) Kimiawi (karbon tetraklorida dan timbal) Logam berat (arsenik dan merkuri) Nefritis interstitial akibat obat (tetrasiklin, furosemid, tiasid dan sulfanomid) 2.3 Postrenal a. Obstruksi Ureter dan Leher Kandung Kemih Kalkuli Neoplasma Hiperplasia prostat Tabel. 1 Etiologi dari Ketiga Tipe ARFPerubahan Patologi Prerenal Penurunan aliran darah ke ginjal hingga menimbulkan iskemia pada nefron, bila hipoperfusi berkepanjangan maka dapat emnimbulkan nekrosis pada tubular dan terjadinya ARF Etiologi Kondisi yang disebabkan oleh penurunan cardiac output : Shock CHF Emboli pulmonali Anafilaksis Jantung tamponade Sepsis

Laporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA)

5

Intrarenal (Intrinsik) Kerusakan jaringan ginjal yang disebabkan oleh proses inflamasi dan imunologi atau dari hipoperfusi yang berkepanjangan

Postrenal Obstruksi pada sistem ginjal dari batu kalkuli uretra/ dimanapun letaknya Obstruksi pada bladder secara bilateral yang menyebabkan kegagalan pada postrenal, tidak hanya pada satu fungsi ginjal.

Nefritis internal akut Terpapar nefrotoksin Glomerulonefritis akut Vasculitis Syndrome hepatorenal Akut tubular nekrosis Stenosis/ trombosis arteri atau vena ginjal Kanker pada uretra atau bladder Batu/ kalkuli ginjal Atony bladder Kanker atau hiperplasia prostat Kanker cervix Striktura uretra

From Ignatavicius, D. D., Workman, M. L, & Mishler, M. A. (1995). Medical surgical nusring (2nd ed, p. 2148). Philadelphia : W. B Saunders. Used with permission.

3. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis pada ARF seperti : pucat (anemia), oliguria, edema, hipertensi, muntah, letargi, gejala kelebihan cairan berupa gagal jangtung kongestif atau edema paru, aritmia jantung akibat hiperkalemia, hematemesis dengan atau tanpa melena akibat gastritis atau tukak lambung, kejang, kesadaran menurun sampai koma. Fase gagal ginjal akut : Fase oliguria atau anuria : jumlah urine berkurang sampai 10-30 ml/ hari, dapat berlangsung 4-5 hari, kadang-kadang sampai 1 bulan. Terdapat gejala uremia nyata seperti pusing, muntah, apatis sampai somnolen, haus, nafas kussmaul, kejang dan lainnya. Ditemukan hiperkalemia, hiperfosfatemia, hipokalsemia, hiponatremia dan

asidosis metabolik. Fase diuretik : poliuria, dapat timbul dehidrasi. Berlangsung sekitar 2 minggu. Fase penyembuhan atau pascadiuretik : poliuria dan gejala uremia berkurang. Faal glomerulus dan tubulus membaik dalam beberapa minggu, tetapi masih ada kelainan kecil. Yang paling lama terganggu adalah daya mengkonsentrasi urine. Kadang-kadang faal ginjal tidak menjadi normal lagi dan albuminuria tetap ditemukan.

Laporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA)

6

4. PatofisiologiPrerenal Intrarenal Postrenal

Hipovolemia curah jantung

Vasodilatasi sistemik Hipotensi & hipoperfusi Kerusakan nerfon/ tubular Perubahan vaskuler Nefrotoksik

kalkuli

Hyperplasia prostat Neoplasma

Obstruksi pada saluran perkemihan Aliran darah ginjal terganggu Urin tdk dpat melewati obstruksi

TD Laju GFR

Kongesti yg menyebabkan tekanan retrogard melalui system kolegentes dan nefron

Jumlah cairan tubulus lebih lambat

reabsorsi natrium dan air Memperbesar reabsorsi dari cairan tubular distal 7

Pembuangan dari interstisium medulla

tonusitas medular

Menekan dan merusak nefron GGA

renalis Laporan Kegawatan Gagal Ginjal Akut (GGA)

5. Pemeriksaan Penunjang 5.1 Pemeriksaan Diagnosis a. Rontgen Thorax b. Ultrasonografi ginjal c. Test Doppler d. CT Scan e. ECG (Electrocardiogram) f. CVP (Central Venous Pressure) g. Renal Arteriogram 5.2 Pemeriksaan Laboratorium a. Lab darah lengkap : WBC, RBC, HCT, Platelet b. Analisa Elektrolit : Sodium, potassium, calsium, kalium, natrium c. AGD : PCO2, PO2, HCO3, Saturasi O2, PH d. BUN, Creatinin, klirens kreatinin e. Enzim hepar : SGOT, SGPT f. Urinalisis : berat jenis urine, osmolalitas dan natrium urine

6. Penatalaksanaan KegawatanPenatalaksanaan utama kerusakan fungsi ginjal diarahkan pada penatalaksanaan khusus dan adekuat dari keadaan hipoperfusi. Ketiga penyebab yang paling pada penurunan fungsi ginjal adalah penurunan curah jantung, perubahan tahanan vaskuler perifer, dan hipovolemia. Faktor-faktor seperti disritmia jantung, infark miokard akut, dan temponande prikardial akut,semuanya ini menurunkan curah jantung, mungkin berhubungan dengan penurunan aliran darah ginjal. Oleh karenanya reversibilitas (kemampuan untuk kembali ke keadaan normal) dari gagal ginjal tergantung pada kemampuan untuk meningkatkan fungsi jantung. Pada kondisi ini, curah jantung biasanya terganggu secara akut dan sangat payah. Bila curah jantung terganggu sampai batas yang lebih kecil selama periode wa