Click here to load reader

Referat Katarak Kongenital

  • View
    629

  • Download
    84

Embed Size (px)

Text of Referat Katarak Kongenital

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Katarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, Inggris Cataract, dan Latin Cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bula mana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya (Ilyas, 2005).1 Menurut WHO di negara berkembang 1-3% penduduk mengalami kebutaan dan 50% penyebabnya adalah katarak. Sedangkan untuk negara maju sekitar 1,2% penyebab kebutaan adalah katarak. Menurut survei depkes RI tahun 1982 pada 8 propinsi, prevalensi kebutaan bilateral adalah 1,2% dari seluruh penduduk, sedangkan prevalensi kebutaan unilateral adalah 2,1% dari seluruh penduduk (Ilham,2009). Berdasarkan hasil survey di Indonesia, prevalensi sebesar 1,5 % penduduk mengalami kebutaan. 1 Katarak dapat berefek pada satu mata yang dikenal sebagai katarak unilateral atau kedua mata dikenal sebagai katarak bilateral. Kebanyakan anak-anak dengan katarak pada satu mata biasanya mempunyai penglihatan yang bagus pada bagian yang lain. 2 Ada banyak macam tipe katarak, beberapa berpengaruh pada penglihatan dan yang lainnya sama sekali tidak. Sebuah katarak yang berlokasi didaerah sentral lensa biasanya mempengaruhi pandangan dan perkembangan sistem penglihatan, namun demikian hal tersebut tetap tergantung dengan ukuran dan tingkat kekeruhan lensa. Jika katarak berukuran kecil, berada di lensa bagian anterior, atau pada bagian tepi, tidak akan ada gangguan penglihatan.3 Katarak unilateral biasanya jarang terjadi. Hal ini dihubungkan dengan kelainan mata (seperti, posterior lenticonus, persistent hyperplastic primary vitreous, anterior segment dysgenesis, posterior pole tumors), trauma, atau infeksi intauterin, particularly rubella. Katarak bilateral sering herediter dan dihubungkan dengan penyakit lain. Hal tersebut disebabkan oleh infeksi, sistemik dan susunan genetik. Penyebabnya biasanya adalah hipoglikemia, trisomi (seperti, sindrom Down, Edward,dan Patau), myotonic dystrophy, penyakit infeksi (seperti, toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, and herpes simplex [TORCH]), dan prematuritas. 2,3,4

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode 8 Oktober 10 November 2012

1

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

Katarak kongenital merupakan penyebab hampir 10 % kebutaan pada anak-anak diseluruh dunia. Frekuensi atau jumlah kejadian total katarak kongenital di seluruh dunia belum diketahui pasti. Di Amerika Serikat disebutkan sekitar 500-1500 bayi lahir dengan katarak kongenital tiap tahunnya dengan insiden 1,2-6 kasus per 10.000 kelahiran. Sedangkan di Inggris, kurang lebih 200 bayi tiap tahunnya lahir dengan katarak kongenital dengan insiden 2,46 kasus per 10.000 kelahiran. Di Indonesia sendiri belum terdapat data mengenai jumlah kejadian katarak kongenital, tetapi angka kejadian katarak kongenital pada negara berkembang adalah lebih tinggi yaitu sekitar 0,4 % dari angka kelahiran.2 Katarak yang berkembang pesat dapat mengakibatkan kebutaan pada bayi jika dibiarkan tidak ditangani. Katarak kongenital dapat terus berkembang, namun pada umumnya berkisar hitungan bulan hingga tahun. Dokter mata akan mempertimbangkan kapan akan dilakukan tindakan . 2

B. Tujuan Penulisan Tujuan dilakukan pembuatan referat ini adalah sebagai salah satu syarat untuk menempuh ujian akhir stase Ilmu Penyakit Mata di RSUD Ketileng dan untuk mengetahui etiologi, cara diagnosis dan terapi katarak kongenital, sehingga diharapkan dapat mencegah komplikasi yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode 8 Oktober 10 November 2012

2

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

BAB II ANATOMI DAN EMBRIOLOGI LENSA

A. Anatomi Lensa Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. Dari luar ke dalam, lapisanlapisan tersebut adalah : sklera/kornea, koroid/badan siliaris/iris, dan retina. Sebagian besar mata dilapisi oleh jaringan ikat yang protektif dan kuat di sebelah luar yaitu sklera, yang membentuk bagian putih mata. Pada bagian anterior, lapisan luar terdiri atas kornea transparan yang merupakan tempat lewatnya berkasberkas cahaya ke interior mata. Lapisan tengah dibawah sklera adalah koroid yang sangat berpigmen dan mengandung pembuluhpembuluh darah untuk memberi makan retina. Lapisan paling dalam dibawah koroid adalah retina, yang terdiri atas lapisan yang sangat berpigmen di sebelah luar dan sebuah lapisan syaraf di dalamnya. Retina mengandung sel batang dan sel kerucut yang fotoreseptor yang dapat mengubah energi cahaya menjadi impuls syaraf. 1,5

Gambar 1. Anatomi MataKepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode 8 Oktober 10 November 2012

3

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

Cahaya masuk ke mata dari media ekstenal seperti, udara, air, melewati kornea dan masuk ke dalam aqueous humor. Refraksi cahaya kebanyakan terjadi di kornea dimana terdapat pembentukan bayangan yang tepat. Aqueous humor tersebut merupakan massa yang jernih yang menghubungkan kornea dengan lensa mata, membantu untuk mempertahankan bentuk konveks dari kornea (penting untuk konvergensi cahaya di lensa) dan menyediakan nutrisi untuk endothelium kornea. Iris yang berada antara lensa dan aqueous humor, merupakan cincin berwarna dari serabut otot. 3,5 Cahaya pertama kali harus melewati pusat dari iris yaitu pupil. Ukuran pupil itu secara aktif dikendalikan oleh otot radial dan sirkular untuk mempertahankan level yang tetap secara relatif dari cahaya yang masuk ke mata. Terlalu banyaknya cahaya yang masuk dapat merusak retina. Namun bila terlalu sedikit dapat menyebabkan kesulitan dalam melihat. Lensa yang berada di belakang iris berbentuk lempeng konveks yang memfokuskan cahaya melewati humour kedua untuk menuju ke retina.2 Lensa adalah suatu struktur bikonveks avaskular tidak bewarna dan hampir transparan sempurna yang berasal dari ektoderm permukaan serta dapat menebal dan menipis pada saat terjadinya akomodasi, pada lensa juga tidak terdapat serat nyeri, pembuluh darah atau saraf dilensa.1,3 Lensa mata merupakan struktur bikonveks, avaskular, tidak berwarna dan tembus pandang yang berasal dari ektoderm permukaan serta dapat menebal menipis pada saat erjadinya akomodasi, pada lensa juga tidak terdapat serat nyeri, pembuluh darah, muaupun saraf. Tebalnya sekitar 5 mm dengan diameter sekitar 9 mm. dibelakang iris, lensa digantung oleh zonula yang menghubungkannya dengan korpus siliare. Pada bagian anterior lensa terdapat humor aqueous sedangkan pada bagian posteriornya terdapat vitreus humor. 3 Kapsul lensa adalah sebuah membran yang semipermeabel yang mempermudah air dan elektrolit masuk. Kapsul ini terdiri dari zat kolagen yang terdiri dari kapsul anterior dan posterior. Di bagian kapsul anterior terdapat satu lapis sel epitel (epitel subkapsuler) yang kearah ekuator menghasilkan serabut (serat lamellae) lensa yang terus diproduksi sehingga lama kelamaan lensa menjadi lebih besar dan kurang elastik. Serabut yang usianya tertua ditemukan di sentral dan membentuk nukleus lensa sedangkan yang lebih muda terletak di perifer (di bagianKepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode 8 Oktober 10 November 2012

4

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

luar nukleus) membentuk korteks lensa. Korteks yang terletak disebelah depan nukleus lensa disebut korteks anterior, sedangkan yang terletak dibelakangnya disebut korteks posterior. Nukleus lensa mempunyai konsistensi yang lebih keras berbanding korteks lensa. Nukleus dan korteks terbentuk dari serabut atau serat lamellae konsentris yang panjang.garis persambungan yang terbentuk dengan persambungan lamallae ini ujung ke ujung di anterior dan posterior disebut sutura lensa yang berbentuk Y bila dilihat dengan slitlamp. Bentuk Y ini tegak di anterior dan terbalik di posterior.2,3 Lensa ditahan oleh sebuah ligamentum yaitu zonula zinni yang tersusun dari banyak fibril dari permukaan korpus siliare dan menyisip kedalam equator lensa. 65% lensa terdiri dari air dan sekitar 35% nya terdiri dari protein (kandungan protein yang tertinggi di antara jaringan tubuh) dan sedikit mineral. Kandungan kalium lebih tinggi daripada di kebanyakan jaringan lain. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi ataupun terreduksi.6 Secara fisiologik lensa mempunyai sifat tertentu yaitu:1 1. kenyal atau lentur karena memegang peranan terenting dalam akomodasi untuk menjadi cembung. 2. jernih atau transparan karana diperlukan sebagai media penglihatan 3. terletak di tempatnya

Sumber : docstoc

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode 8 Oktober 10 November 2012

5

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

Gambar 3. Struktur Lensa Diperbesar

Gambar 4. Anatomi lensa

Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Mata RSUD Kota Semarang Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode 8 Oktober 10 November 2012

6

Katarak Kongenital

Androniko Setiawan (030.07.018)

Gambar 5. Struktur Lensa dengan sutura lensa Y Lensa berfungsi sebagai : 1. Media refraksi yang merupakan bagian optic bola mata untuk memfokuskan sinar ke bintik kuning1 2. Fungsi akomodasi yaitu dengan kontraksinya otot-otot siliar maka ketegangan zonula zinni berkurang sehingga lensa menjadi lebih cembung untuk melihat obyek yang lebih dekat.1

sumber : docstoc Gambar 6. Akomodasi lens