PERDARAHAN OBSTETRIK

  • View
    42

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

obsgyn

Text of PERDARAHAN OBSTETRIK

PERDARAHAN OBSTETRIK

PERDARAHAN OBSTETRIKDr. Heru Basuki SpOGPendahuluanAngka Kematian Ibu (AKI) Salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuanAngka kematian ibu Salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke 5 Tahun 2015 adalah mengurangi sampai resiko jumlah kematian ibu.

Berdasarkan data tersebut bahwa tiga faktor utama penyebab kematian ibu melahirkan yakni , pendarahan, hipertensi saat hamil atau pre eklamasi dan infeksi.

Di berbagai negara paling sedikit seperempat dari seluruh kematian ibu disebabkan oleh pendarahanPerdarahan ObstetrikDefinisiPerdarahan obstetrik adalah perdarahan yang mengacu pada perdarahan berat selama kehamilan, persalinan, atau masa nifas.

KlasifikasiPerdarahan AntepartumPerdarahan yang terjadi melalui vagina setelah umur kehamilan 24 minggu. Perdarahan ante partum dapat disebabkan oleh plasenta previa, solusio plasenta, ruptura sinus marginalis, atau vasa previa. Frekuensi tersering adalah solusio plasenta dan plasenta previa. 3

Perdarahan Postpartum Hilangnya 500 ml atau lebih darah setelah persalinan pervaginam atau 1000 ml pada seksio sesarea.2

Penyebab dan faktor risiko perdarahan postpartum

Perdarahan Ante PartumSolusio Plasentaterlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin lahirabruptio placentae, ablatio placentae, accidental haemorrhage, premature separation of the normally implanted placenta1. 1 dari 200 pelahiranAnanth :1 dari 1551974-1989 1 : 830 pelahiran1993-2003 1 :1600 kelahiran2.penyebab dari 20-35% kematian perinatal.

FaktorRisiko

Faktor RisikoHubungan dengan risikoMeningkatnya usia dan paritas 1.31.5Preeklampsia 2.14.0Hipertensi kronik 1.83.0Ketuban pecah dini 2.44.9Kehamilan ganda 2.1Hidroamnion 2.0Wanita perokok 1.41.9Trombofilia 37Penggunaan kokain NARiwayat solusio plasenta 1025Mioma dibelakang plasenta 8 dari 14Trauma abdomen dalam kehamilan Jarang

PatogenesisPerdarahan dalam Desidua basalis-------- hematoma subchorionik pada desidua akan menyebabkan separasi dan plasenta tertekan - arteri spiralis desidua pecah-- hematoma retroplasenta >> sampai mendekati tepi plasenta-- kontraksi uterus tidak dapat berkontraksi-- darah merembes ke pinggiran plasenta (revealed hemmorhage)Concealed hemorrhage1. Efusi darah di belakang plasenta dengan tepi yang masih utuh2. plasenta dapat terlepas secara keseluruhan sementara selaput ketuban masih menempel dengan baik pada dinding uterus.3. darah dapat mencapai cavum uteri bila terdapat robekan selaput ketuban4. kepala janin menekan SBR, darah sulit keluar.5. Bekuan darah dapat masuk ke dalam miometrium sehingga menyebabkan uterus couvellair

KlasifikasiDerajat pelepasan plasenta9:1. Solusio plasenta totalis2. Solusio plasenta partialis3. Ruptura sinus marginalis, Bentuk perdarahan 2,8 :1. external/ revealed haemorrhage2. concealed haemorrhage)gejala klinisnya,1:

RinganSedangBeratPlacenta terlepas/ = 37 minggu, BB janin >/ = 2500 gram. Perdarahan banyak 500 cc atau lebih. Ada tanda-tanda persalinan. Keadaan umum pasien tidak baik ibu anemis Hb < 8 gr%. -Untuk menentukan tindakan selanjutnya SC atau partus pervaginum, dilakukan pemeriksaan dalam kamar operasi, infus transfusi darah terpasang.

Indikasi Seksio Sesarea : 1. Plasenta previa totalis. 2. Plasenta previa pada primigravida. 3. Plasenta previa janin letak lintang atau letak sungsang 4. Anak berharga dan fetal distres 5. Plasenta previa lateralis jika : Pembukaan masih kecil dan perdarahan banyak. Sebagian besar OUI ditutupi plasenta. Plasenta terletak di sebelah belakang (posterior). 6. Profuse bleeding, perdarahan sangat banyak dan mengalir dengan cepat.

Partus per vaginamDilakukan pada plasenta previa marginalis atau lateralis pada multipara dan anak sudah meninggal atau prematur. 1. Jika pembukaan serviks sudah agak besar (4-5 cm), ketuban dipecah (amniotomi) jika his lemah, diberikan oksitosin drips. 2. Bila perdarahan masih terus berlangsung, dilakukan SC. 3. Tindakan versi Braxton-Hicks dengan pemberat untuk menghentikan perdarahan (kompresi atau tamponade bokong dan kepala janin terhadap plasenta) hanya dilakukan pada keadaan darurat, anak masih kecil atau sudah mati, dan tidak ada fasilitas untuk melakukan operasi.

Komplikasi Plasenta PreviaIbu : perdarahan dan syok, robekan jalan lahir, infeksi, plasenta akreta, prolaps tali pusat, prolaps plasenta

Janin : asfiksia, lahir prematurPerdarahan Post PartumAtonia UteriDefinisisuatu keadaan dimana lemahnya tonus/ kontraksi Rahim yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan plasenta lahir.

Etiologi Ada banyak factor penyebab dan factor resiko untuk terjadinya atonia uteri. Kontraksi uterus merupakan mekanisme yang utama dalam mengontrol perdarahan setelah melahirkan

Hal-hal yang dapat menyebabkan atonia uteri antara lain :Disfungsi uterusPartus LamaPembesaran uterus berlebihan (hidramnion, hamil ganda, anak besar dengan BB > 4000 gr).Multiparitas : uterus yang lemah banyak melahirkan anak cenderung bekerja tidak efisien dalam semua kala persalinan.Miomauteri : dapat menimbulkan perdarahan dengan mengganggu kontraksi dan retraksi miometrium.

Anestesi yang dalam dan lama menyebabkan terjadinya relaksasi miometrium yang berlebihan, kegagalan kontraksi dan retraksi menyebabkan atonia uteri dan perdarahan postpartum.Penatalaksanaan yang salah pada kala plasenta, mencoba mempercepat kala III, dorongan dan pemijatan uterus mengganggu mekanisme fisiologis pelepasan plasenta dan dapat menyebabkan pemisahan sebagian plasenta yang mengakibatkan perdarahan

Gejala klinisGejala dan tanda klinis pada atonia uteri antara lain:Uterus tidak berkontraksi dan lembekPerdarahan segera setelah anak lahir (perdarahan pascapersalinan primer)Gejala dan tanda yang kadang-kadang ada :Syok (tekanan darah rendah,denyut nadi cepat dan kecil, ekstremitas dingin, gelisah, mual,dan lain-lain). PenangananResusitasiApabila terjadi perdarahan pospartum banyak, maka penanganan awal yaitu resusitasi dengan oksigenasi dan pemberian cairan cepat, monitoring tanda-tanda vital, monitoring jumlah urin, dan monitoring saturasi oksigen. Pemeriksaan golongan darah dan crossmatch perlu dilakukan untuk persiapan transfusi darah. 1

Masase dan kompresi bimanualMasase dan kompresi bimanual akan menstimulasi kontraksi uterus yang akan menghentikan perdarahan. Pemijatan fundus uteri segera setelah lahirnya plasenta (max 15 detik).

Uterotonika:- Oksitosinuntuk perdarahan aktif diberikan lewat infus dengan ringer laktat 20 IU perliter,- jika sirkulasi kolaps bisa diberikan oksitosin 10 IU intramiometrikal (IMM). Metilergonovin maleat :-IV bolus 0,125 mg- im 0,25mg, do. maks :1,25 mg- KI: pasien dg hipertensiUterotonika Prostaglandin- dosis im: 0,25mg diulang 15 menit maks:2mg- suposituria : 5 tablet 200 g = 1 g- ES: nausea, vomitus, diare, sakit kepala, hipertensi dan bronkospasmeUterine lavage dan Uterine Packing

Jika uterotonika gagal menghentikan perdarahan. Pemberian 1-2 liter salin 47C-50C langsung ke dalam cavum uteri menggunakan pipa infus. Penggunaan uterine packing saat ini tidak disukai dan masih kontroversial. Efeknya adalah hiperdistended uterus dan sebagai tampon uterusOperatif

Ligasi arteri uterinaTeknik B-Lynch. Teknik B-Lynch dikenal juga dengan brace suture, ditemukan oleh Christopher B Lynch 1997, sebagai tindakan operatif alternative untuk mengatasi perdarahan pospartum akibat atonia uteri. 1Histerektomi. Histerektomi peripartum merupakan tindakan yang sering dilakukan jika terjadi perdarahan pospartum masif yang membutuhkan tindakan operatif. Insidensi mencapai 7-13 per 10.000 kelahiran, dan lebih banyak terjadi pada persalinan abdominal dibandingkan vaginal. 1

Retensio PlasentaRetensio plasenta merupakan suatu keadaan dimana plasenta tetap tertinggal dalam uterus setengah jam setelah bayi lahirSebab-sebab plasenta belum lahir, bisa oleh karena:Plasenta belum lepas dari dinding uterusPlasenta sudah lepas akan tetapi belum dilahirkan2

Plasenta belum lepas dari dinding uterus bisa karena:Kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasentaPlasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab vili korialis menembus desidua sampai miometrium 2

Plasenta yang sudah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum keluar, disebabkan tidak adanya usaha untuk melahirkan, atau salah penanganan kala tiga, atau terjadi lingkaran konstriksi pada bagian bawah uterus yang menghalangi keluarnya plasenta 1 Klasifikasi retensio plasenta karena implantasi abnormal : acreta, increta, percreta

Gejala dan tanda yang bisa ditemui adalah perdarahan segera, uterus berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang 1kotiledon yang tidak lengkap pada saat melakukan pemeriksaan plasenta Tatalaksana Resusitasi 2. Tindakan untuk melepaskan dan melahirkan plasenta:a. Peasat credeb. Manual plasenta c.Dilatasi dan Kuretage d. Plasenta akreta kompleta ditanggulangi dengan histerektomi.3. Uterotonika4. Antibiotika ampisilin, metronidazol.5. transfusi darah. sulfasferosus 600 mg1hari

Inversio uteriInversio uteri adalah suatu keadaan dimana bagian atas uterus (fundus uteri) memasuki kavum uteri sehingga fundus uteri sebelah dalam (endometrium) menonjol ke dalam kavum uteri, bahkan ke dalam vagina atau keluar vagina dengan dinding endometriumnya berada disebelah luarPenyebab inversio uteri dapat secara spontan atau karena tindakanInversio uteri spontan dapat terjadi pada : grande multipara, atonia uteri, kelemahan alat kandungan (tonus otot rahim yang lemah, kanalis cervicalis yang longgar) dan tekanan intra abdominal yang tinggi (