MAKALAH KATARAK JADI

  • View
    143

  • Download
    40

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jjj

Text of MAKALAH KATARAK JADI

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kata katarak berasal dari bahasa Latin, cataracta, atau dalam bahasa Yunani, kataraktes, yang berarti terjun seperti air. Istilah ini dipakai orang Arab sebab orang-orang dengan kelainan ini mempunyai penglihatan yang seolah-olah terhalang oleh air terjun (American Academy Ophtalmology, Lens and Cataract. Basic and clinical Science Course, Section, 2006).

Katarak merupakan salah satu penyakit yang menyerang mata yang merupakan salah satu jenis penyakit mata tenang visus menurun perlahan. Katarak adalah keadaan dimana terjadi kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat keduanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif (Mansjoer dkk, 2008).

Katarak dapat menimbulkan gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur, penglihatan bagian sentral hilang sampai menjadi buta setelah 10-20 tahun dari mulai terjadinya kekeruhan lensa (Kupler, 1984).

WHO memperkirakan terdapat 45 juta penderita kebutaan di dunia, dimana sepertiganya berada di Asia Tenggara. Angka kebutaan di Indonesia tertinggi bila dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara (Depkes RI, 2003).

Menurut data Survei Kesehatan Rumah Tangga Survei Kesehatan Nasional (SKRT SUSENAS) tahun 2001, prevalensi katarak di Indonesia sebesar 4,99%. Prevalensi katarak Jawa Bali sebesar 5,48% lebih tinggi dibandingkan dengan daerah Indonesia lainnya. Prevalensi katarak di daerah perdesaan 6,29% lebih tinggi jika dibandingkan daerah perkotaan 4,5% (Depkes RI, 2004).

Menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2003, umlah katarak di Indonesia saat ini berbanding lurus dengan jumlah penduduk usia lanjut yang pada tahun 2000 diperkirakan sebesar 15,3 juta (7,4% dari total penduduk). Jumlah ini cenderung akan bertambah besar dengan meningkatnya penduduk Indonesia (pada tahun 2025 terjadi peningkatan sebesar 41,4% dibandingkan dengan penduduk tahun 1990).Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993-1996 menunjukkan bahwa angka kebutaan sebesar 1,5% 5. Penyebab kebutaan adalah katarak sebesar 0,78%, glaucoma 0,2%, kelainan refraksi sebesar 0,14%, dan penyakit lain yang berhubungan dengan lanjut usia sebesar 0,38%. Jumlah buta katarak di Indonesia, terdapat 16% buta katarak pada usia produktif (40-54 tahun), pada hal sebagai penyakit degenerative buta katarak umumnya terjadi pada usia lanjut (Depkes RI, 2003). Berdasarkan data tersebut katarak merupakan salah satu hal yang menjadi tantangan, perawat harus memiliki pemahaman dasar dan pengetahuan asuhan keperawatan pada klien dengan katarak. Oleh karena itu makalah ini akan membahas mengenai Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman dan Nyaman : Gangguan Penglihatan Akibat Katarak.B. Tujuan Penulisan1. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu mengetahui konsep dasar katarak dan proses asuhan keperawatan gangguan rasa aman dan nyaman karena gangguan penglihatan akibat katarak.

2. Tujuan Khusus

a. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan anatomi fisiologi dari mata.

b. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pengertian dari katarak.

c. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan etiologi dari katarak.

d. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan patofisiologi dari katarak.

e. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan manifestasi klinis dari katarak.

f. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan komplikasi dari katarak.

g. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pemeriksaan diagnostik dari katarak.

h. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan klasifikasi dari katarak.

i. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan penatalaksanaan medis dari katarak.j. Mahasiswa mampu menjelaskan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan rasa aman dan nyaman akibat katarak.C. Rumusan Masalah1. Bagaimana anatomi fisiologi dari mata ?

2. Apa pengertian katarak ?

3. Apa etiologi katarak ?

4. Bagaimana patofisiologi dari katarak ?

5. Bagaimana manifestasi klinis dari katarak ?

6. Apa saja komplikasi dari katarak ?

7. Apa saja pemeriksaan diagnostik untuk menunjang diagnosa katarak ?

8. Apa saja penatalaksanaan medis dari katarak ?

9. Bagaimana asuhan keperawatan pada klien dengan katarak ?D. Ruang Lingkup Penulisan

Ruang lingkup penulisan makalah ini hanya membahas tentang konsep dasar katarak, anatomi fisiologi, penatalaksanaan dan proses keperawatan pada klien dengan katarak.E. Sistematika PenulisanMakalah ini terdiri dari empat BAB, yaitu : BAB I Pendahuluan berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, ruang lingkup dan sistematika penulisan makalah; BAB II konsep dasar penyakit katarak yang berisi anatomi fisiologi mata, pengertian katarak, klasifikasi katarak, penyebab katarak, patofisiologi katarak, manifestasi klinik katarak, pemeriksaan diagnostik katarak; BAB III Konsep asuhan keperawatan klien dengan katarak, berisi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, dan evaluasi; serta BAB IV Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.BAB IIKONSEP DASAR KATARAK

A. Anatomi Fisiologi Mata

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.

Gambar 1.1 : Anatomi Mata

1. Lapisan Bola Mata

Mata tertanam pada adiposum orbitae, terdapat 3 lapisan : a. Tunica FibrosaTunica fibrosa terdiri atas bagian posterior yang opaque atau sklera dan bagian anterior yang transparan atau kornea. Sklera merupakan jaringan ikat padat fibrosa dan tampak putih. Daerah ini relatif lemah dan dapat menonjol ke dalam bola mata oleh perbesaran cavum subarachnoidea yang mengelilingi nervus opticus. Jika tekanan intraokular meningkat, lamina fibrosa akan melalui oftalmoskop.Sklera juga ditembus oleh n. ciliaris dan pembuluh balik yang terkait yaitu vv.vorticosae. Sklera langsung tersambung dengan kornea di depannya pada batas limbus. Kornea yang transparan, mempunyai fungsi utama merefraksikan cahaya yang masuk ke mata. Tersusun atas lapisan-lapisan berikut ini dari luar ke dalam sama dengan:

1) Epitel kornea (epithelium anterius) yang bersambung dengan epitel konjungtiva. 2) Substansia propria, terdiri atas jaringan ikat transparan. 3) Lamina limitans posterior.

4) Endothel (epithelium posterius) yang berhubungan dengan aqueous humour.

b. Lamina vasculosaDari belakang ke depan disusun oleh sama dengan :

1) Choroidea (terdiri atas lapis luar berpigmen dan lapis dalam yang sangat vaskular).2) Corpus ciliare (ke belakang bersambung dengan choroidea dan ke anterior terletak di belakang tepi perifer iris) terdiri atas corona ciliaris, procesus ciliaris dan musculus ciliaris.3) Iris (adalah diafragma berpigmen yang tipis dan kontraktil dengan lubang di pusatnya yaitu pupil) iris membagi ruang diantara lensa dan kornea menjadi camera anterior dan posterior, serat-serat otot iris bersifat involunter dan terdiri atas serat-serat sirkuler dan radier.

c. Tunica sensoria (retina)Retina terdiri atas pars pigmentosa luar dan pars nervosa di dalamnya. permukaan luarnya melekat pada choroidea dan permukaan dalamnya berkontak dengan corpus vitreum. Tiga perempat posterior retina merupakan organ reseptornya. Ujung anterior membentuk cincin berombak, yaitu ora serrata, di tempat inilah jaringan syaraf berakhir. Bagian anterior retina bersifat non-reseptif dan hanya terdiri atas sel-sel pigmen dengan lapisan epitel silindris di bawahnya. Bagian anterior retina ini menutupi procesus ciliaris dan bagian belakang iris. Di pusat bagian posterior retina terdapat daerah lonjong kekuningan, macula lutea, merupakan daerah retina untuk penglihatan paling jelas. Bagian tengahnya berlekuk disebut fovea sentralis.Nervus opticus meninggalkan retina lebih kurang 3 mm medial dari macula lutea melalui discus nervus optici. Discus nervus optici agak berlekuk di pusatnya yaitu tempat dimana ditembus oleh a. centralis retinae. Pada discus ini sama sekali tidak ditemui coni dan bacili, sehingga tidak peka terhadap cahaya dan disebut sebagai bintik buta. Pada pengamatan dengan oftalmoskop, bintik buta ini tampak berwarna merah muda pucat, jauh lebih pucat dari retina di sekitarnya.B. Pengertian Katarak

Katarak adalah suatu keadaan dimana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh (Sidarta 2004, h.125). Katarak adalah kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat keduanya (Anas 2011, h.54).

Menurut Corwin (2001), katarak adalah penurunan progresif kejernihan lensa. Lensa menjadi keruh atau berwarna putih abu-abu, dan ketajaman penglihatan berkurang. Katarak terjadi apabila protein-protein lensa yang secara normal transparan terurai dan mengalami koagulasi. Sedangkan menurut Mansjoer (2000), katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (panambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau akibat kedua-duanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan progresif. Klasifikasi katarak dapat dibedakan berdasarkan usia, penyebab, dan stadium. Berdasarkan pada usia, katarak dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Katarak congenital, Katarak yang sudah terlihat pada usia kurang dari 1 tahun.2. Katarak juvenile, Katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun3. Katarak senile, katarak setelah usia 50 tahun.

Berdasarkan penyebabnya, katarak dapat dibedakan menjadi :

1. Katarak traumatika

Katarak terjadi akibat rudapaksa atau trauma baik karena trauma tumpul maupun tajam. Rudapaksa ini dapat mengakibatkan katarak pada satu mata (katarak monokular).

2. Katarak toksika

Katarak yang terjadi akib