Makalah Askep Komunitas

  • View
    2.676

  • Download
    15

Embed Size (px)

Text of Makalah Askep Komunitas

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Komunitas adalah kelompok sosial yang tinggal dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain, saling mengenal serta mempunyai minat dan interest yang sama (WHO). Komunitas adalah kelompok dari masyarakat yang tinggal di suatu lokasi yang sama dengan dibawah pemerintahan yang sama, area atau lokasi yang sama dimana mereka tinggal, kelompok sosial yang mempunyai interest yang sama (Riyadi, 2007). Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal maka dibutuhkan perawatan kesehatan masyarakat, dimana perawatan kesehatan masyarakat itu sendiri adalah bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara kesehatan masyarakat dan perawatan yang didukung peran serta masyarakat dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatan. Peningkatan peran serta masyarakat bertujuan meningkatkan dukungan masyarakat dalam berbagai upaya kesehatan serta mendorong kemandirian dalam memecahkan masalah kesehatan. Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat terfokus pada peningkatan kesehatan dalam kelompok masyarakat (Naomi, 2002). Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dimulai dari individu, kelompok sampai tingkat RT dan RW. Di Wilayah RW 03 Desa Rempoah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas, jumlah kepala keluarga yang terkaji sebanyak 339 KK dengan jumlah penduduk sebanyak 1.081 jiwa yang terdiri dari 553 laki-laki dan 528 perempuan, kondisi lingkungan di RT 03 Desa Rempoah merupakan daerah dengan kelembaban udara yang tidak tinggi dan tidak terlalu rendah. Warga memiliki masalah keamanan yang kurang baik karena tidak ada poskamling dan ronda malam. Perilaku pembuangan sampah di RW 03 Desa Rempoah mayoritas sudah tertib tetapi

1

ada beberapa warga yang masih membuang sampah di sungai dan di selokan. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RW dikatakan bahwa mayoritas dari warganya adalah lansia dan dewasa. Lansia di wilayah ini sudah jarang mengikuti posyandu lansia karena jarak posyandunya jauh di wilayah RW 04. Berdasarkan hasil wawancara dengan bidan desa dan pihak puskesmas didapatkan hasil kesehatan pada lansia di RW 03 kebanyakan dari mereka menderita hipertensi. Dalam praktek keperawatan komunitas difokuskan kepada masalah keperawatan yang timbul pada masyarakat yang dimungkinkan oleh karena masalah kesehatan secara umum. Dengan keterbatasan waktu, sumber daya manusia dan jam praktek maka masalah dibatasi dalam lingkup masalah keperawatan. Dalam praktek keperawatan komunitas kali ini kelompok memfokuskan masalah di bidang kesehatan. Selain itu, selama proses belajar praktek keperawatan komunitas, mahasiswa mengidentifikasi populasi dengan risiko dan sumber yang tersedia untuk bekerjasama dengan komunitas dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi perubahan kemunitas dengan penerapan proses keperawatan komunitas dan pengorganisasian komunitas. Harapan yang ada, masyarakat akan mandiri dalam upaya meningkatkan status kesehatannya. B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Menerapkan konsep keperawatan komunitas untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat di RW 03 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kab Banyumas. 2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan asuhan keperawatan komunitas di RW 03 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kab Banyumas. selama 2x dalam 1minggu diharapkan mahasiswa dapat :a. Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang ada di RW

03 Desa Rempoah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. b. Merumuskan alternatif untuk memecahkan masalah yang telah teridentifikasi2

c. Memperoleh pengalaman dalam mengenal situasi dan kondisi kesehatan masyarakat. d. Memperoleh pengalaman dalam mengenal dan menentukan sumberdaya di masyarakat.e. Memperoleh pengalaman dalam mengelola asuhan keperawatan

komunitas. f. Memperolah pengalaman dalam mengidentifikasi atau membantu masyarakat, mengenal masalah-masalah kesehatan di masyarakat dan berupaya menanggulangi permasalahan yang ada bersama masyarakat.g. Memberikan informasi tentang masalah kesehatan (penyuluhan)

kepada masyarakat.h. Mengevaluasi dan merumuskan rencana tindak lanjut untuk mengatasi

masalah kesehatan yang ada di Desa Rempoah Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. C. Manfaat Laporan Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :1. Masyarakat di Desa Rempoah

Memberikan gambaran demografi, jumlah populasi penduduk, kesehatan lingkungan, pendidikan, keselamatan dan permasalahan kesehatan yang ada serta pelayanan sosial serta kegiatan sosial kemasyarakatan. 2. Puskesmas Memberikan gambaran tentang status kesehatan dan kegiatan-kegiatan kesehatan serta sosial kemasyarakatan yang ada di masyarakat RW 03 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kab Banyumas. 3. Mahasiswa / Penyusun Menambah pengetahuan dan pengalaman secara langsung dalam memberikan asuhan keperawatan individu, keluarga, kelompok dan komunitas khususnya di RW 03 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kab Banyumas. D. Sistematika Penulisan

3

Sistematika penulisan yang digunakan dalam penulisan laporan Praktik Asuhan Keperawatan Komunitas di RW 03 Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kab Banyumas ini sebagai berikut : Bab I Bab II : Pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan penulisan, manfaat penulisan dan sistematika penulisan laporan. : Tinjauan teori yang terdiri dari paradigma sehat, tinjauan tentang pelayanan kesehatan utama, konsep keperawatan komunitas, peran perawat komunitas, asuhan keperawatan komunitas, teori dan model, dan pengorganisasian masyarakat. Bab III : Pembahasan terdiri dari pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan samapai intervensi keperawatan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas. Bab IV : Penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran.

4

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Pelayanan Kesehatan Utama Paradigma sehat merupakan modal pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang akan mampu mendorong masyarakat untuk bersikap dan bertindak mandiri dalam menjaga kesehatannya sendiri melalui kesadaran terhadap pentingnya upaya-upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif. Paradigma sehat ditetapkan sebagai model pembangunan kesehatan di Indonesia, yaitu pembangunan kesehatan yang mengutamakan upayaupaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya-upaya kuratif dan rehabilitatif (Depkes, 2001). Unsur penting dalam paradigma sehat meliputi; Program dan kebijakan yang Bottom-up, mentalitas proaktif, pemberdayaan sumber daya lokal, pembangunan kesehatan berbasis masyarakat, sistem prabayar pelayanan kesehatan, dan pembangunan kesehatan multi sektor. Perawatan kesehatan adalah bidang khusus dari keperawatan yang merupakan gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sehat atau yang sakit secara komprehensif melalui upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif serta resosialitatif dengan melibatkan peran serta aktif dari masyarakat (Stanhope, 2004). Menurut Helvie, tanggung jawab perawat dalam sistem pelayanan kesehatan utama adalah: 1. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan. 2. Kerjasama dengan masyarakat, keluarga dan individu.3. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik self care pada

masyarakat. 4. Memberikan bimbingan dan dukungan pada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat. 5. Koordinasi kegiatan kebijaksanaan tentang kesehatan masyarakat.

5

Manusia sebagai sasaran pelayanan atau asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan. Sebagai sasaran praktek keperawatan klien dapat dibedakan menjadi individu, keluarga dan masyarakat (Riyadi, 2007). 1. Individu sebagai klien Peran perawat pada individu sebagai klien, pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup kebutuhan biologi, sosial, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, kurang kemauan menuju kemandirian klien (Riyadi, 2007). 2. Keluarga sebagai klien Keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan lingkup kebutuhan dasar manusia dapat dilihat pada Hirarki Kebutuhan Dasar Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan mencintai, harga diri dan aktualisasi diri (Riyadi, 2007). 3. Masyarakat sebagai klien Peran serta masyarakat diperlukan dalam hal perorangan. Komunitas sebagai subyek dan obyek diharapkan masyarakat mampu mengenal, mengambil keputusan dalam menjaga kesehatannya. Sebagian akhir tujuan pelayanan kesehatan utama diharapkan masyarakat mampu secara mandiri menjaga dan meningkatkan status kesehatan masyarakat (Mubarak, 2005). A. Konsep Keperawatan Komunitas Menurut Riyadi(2001) keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, social dan spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu keluarga dan masyarakat baik sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia. Kemudian menurut Handerson (1980) dalam Ali. Z (2001) menjelaskan bahwa pelayanan keperawatan adalah upaya untuk membantu individu baik sakit maupun sehat, dari lahir sampai meninggal dunia dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki sehingga individu tersebut dapat secara optimal melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Dalam rapat kerja keperawatan kesehatan masyarakat (1990) dijelaskan bahwa keperawatan komunitas merupakan suatu bidang keperawatan yang6

merupakan

perpaduan antara keperawatan (Nursing) dan kesehatan

masyarakat (Public health) dengan dukungan peran serta masyarakat