Click here to load reader

Askep Komunitas Lengkap Print

  • View
    349

  • Download
    111

Embed Size (px)

DESCRIPTION

wow

Text of Askep Komunitas Lengkap Print

84

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Tujuan utama dari pembangunan nasional adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (Wahit, 2005). Dalam mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa kendala, salah satu kendala yang berpengaruh sekali adalah adanya masalah kesehatan yang bersumber dari berbagai faktor seperti faktor keturunan, perilaku, pelayanan kesehatan dan lingkungan.

Keperawatan komunitas merupakan salah satu strategi guna mencapai tujuan pembangunan nasional. Keperawatan komunitas merupakan sebuah upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat dengan mengikutsertakan tim kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 1986). Tujuan dari keperawatan komunitas menurut Wahit (2005) adalah untuk mencegah dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui upaya keperawatan, sehingga diharapkan masyarakat dapat secara mandiri untuk mengidentifikasi masalah kesehatan, menetapkan dan memprioritaskan masalah tersebut, merumuskan serta memecahkan, menanggulangi masalah kesehatan serta mengevaluasi keberhasilan dari suatu pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri. Tujuan inilah yang dapat dijadikan strategi utama dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal seperti yang diharapkan dalam pembangunan nasional.

Guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sesuai dengan tujuan pembangunan nasional, khususnya di daerah pedesaan, Mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Program Studi Keperawatan Purwokerto melakukan upaya dengan menjalankan Praktek Keperawatan Komunitas selama enam minggu di RW IV desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Pada saat pembekalan PKK di desa Karangduren Drs. Amin Supangat selaku Kepala Desa Karangduren menyampaikan bahwa lingkungan di desa Karangduren secara umum belum memiliki saluran pembuangan limbah dan masih belum layak. Beliau juga menyampaikan bahwa kesadaran masyarakatnya sendiri dalam berperilaku hidup bersih dan sehat masih kurang.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil pengkajian yang telah dilakukan pada tanggal 21 23 Maret 2011 dengan menggunakan beberapa metode khususnya community approach. Dalam pengkajian tersebut ditemukan berbagai data tentang kesehatan dan dari data tersebut terdapat data yang menunjukan adanya suatu masalah kesehatan di RW IV Desa Karangduren. Masalah kesehatan yang muncul tersebut antara lain : mengenai kebiasaan hidup bersih dan sehat yang ditunjukan dengan terdapatnya 26 % rumah tidak sehat, 34% warga tidak punya jamban sendiri, 30% warga lebih suka BAB di sungai, 17 % warga buang sampah di sungai dan 24 % di kebun, 33 % warga membuang limbah di selokan dan 41% di sungai. Kemudian tentang angka kesakitan lansia yang mana 36% lansia menderita asam urat, 24 % hipertensi, 2% Diabetes Melitus dan 2% lansia menderita TBC. Disamping itu juga ditemukan adanya angka kesakitan balita yang menunjukan 12 % balita menderita diare, 11 % menderita ISPA. Terdapat pula data temuan tentang pemanfaatan posyandu, yang menunjukan 14,75% balita tidak rutin ke posyandu dan 73% lansia yang tidak rutin memeriksakan diri ke posyandu. Dari beberapa masalah tersebut juga ditemukan data yang menunjukan 94,4% warga jarang atau tidak pernah rutin berolahraga, padahal terdapat tiga lapangan bulu tangkis di RW IV dan satu lapangan sepak bola yang merupakan fasilitas olahraga milik warga desa.

Masalah masalah tersebut telah diinformasikan kepada warga Desa Karangduren, khususnya warga RW IV serta petugas Puskesmas dan petugas kesehatan setempat pada saat Musyawarah Masyarakat Desa I (MMD I) pada tanggal 25 Maret 2011. Tanggapan warga terhadap penentuan pokok-pokok masalah sangatlah baik dan warga juga sangat antusias ketika diminta kerjasamanya menyusun perencanaan guna menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Sebagai bentuk realisasi dari perencaaan pada saat MMD I, mahasiswa bekerja sama dengan petugas kesehatan, tokoh masyarakat serta warga setempat dalam melakukan implementasi dari berbagai perencanaan tersebut selama kurang lebih enam minggu. Sebagai bahan evaluasi dan guna mengetahui seberapa besar peningkatan derajat kesehatan warga desa Karangduren RW IV, maka perlu adanya suatu pelaporan hasil kegiatan dari awal hingga akhir.B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Menerapkan berbagai konsep dan ilmu yang terkait dengan Praktek Keperawatan Komunitas dan Kelompok Khusus yang telah diperoleh pada saat perkuliahan serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan Asuhan Keperawatan Komunitas.2. Tujuan Khusus

a. Melaporkan hasil pengkajian di wilayah RW IV.b. Melaporkan hasil analisa data dari hasil pengkajian.c. Melaporkan hasil perencanaan kegiatan yang akan dilakukan di RW IV.d. Melaporkan hasil realisasi kegiatan yang telah dilaksanakan kepada pihak yang terkait yaitu warga RW IV Desa Karangduren, tenaga kesehatan setempat, dan pihak Puskesmas.

e. Mengevaluasi peningkatan derajat kesehatan warga Desa RW IV berkaitan dengan proses dan hasil asuhan keperawatan komunitas dan kelompok khusus.C. Batasan Masalah

Dalam penyusunan laporan ini, penyusun memfokuskan masalah yang di masyarakat RW IV Desa Karangduren, antara lain mengenai kebiasaan hidup yang kurang bersih dan sehat, adanya resiko peningkatan angka kesakitan pada lansia, adanya resiko peningkatan angka kesakitan diare dan ISPA pada balita, kurangnya pemanfaatan posyandu lansia dan balita, serta kurangnya kesadaran masyarakat RW IV dalam berolahraga.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Keperawatan Komunitas

Perawatan Kesehatan adalah sebagai suatu lapangan khusus di bidang kesehatan, keterampilan, hubungan antar manusia dan keterampilan organisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada masyarakat (Freeman, 1961). Perawatan komunitas merupakan perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok yang memepengaruhi kesehatan keseluruhan penduduk, meliputi: peningkatan kesehatan, pemeliharaan kesehatan, penyuluhan kesehatan, koordinasi dan pelayanan keperawatan berkelanjutan dipergunakan sebagai suatu pendekatan yang komperhensip (Wahit, 2005).Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perawatan komunitas merupakan bidang khusus dalam ilmu keperawatan yang ditunjukan kepada individu, keluarga, kelompok yang mempengaruhi kesehatan.1. Asuhan Keperawatan Komunitas

a. PengkajianRiyadi, S (2007) menjelaskan bahwa pengkajian komunitas merupakan suatu proses untuk dapat mengenal masyarakat. Masyarakat merupakan mitra terhadap keseluruhan proses. Tujuan keperawatan dalam mengkaji komunitas adalah mengidentifikasi faktor-faktor, baik faktor positif maupun faktor negatif yang mempengaruhi kesehatan warga masyarakat. Menurut Anderson dan Elisabeth (2006) dalam Riyadi, S (2007) pengkajian sumber data yang digunakan data diperoleh melalui beberapa sumber yaitu :1) SensusSensus merupakan sumber data yang paling lengkap. Data sensus dapat diperoleh dengan cara survey terhadap masyarakat. Meskipun data sensus sangat lengkap namun kerancuan masih terjadi. Masyarakat mungkin masih memberikan jawaban yang tidak jujur atas pertanyaan yang bersifat pribadi. Data yang diperlukan meliputi data jumlah penduduk, komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin, mata pencaharian penghasilan dan tingkat pendidikan.

2) Data statitik vital

Data statitik vital adalah data tentang kejadian-kejadian yang tercatat secara terus menerus badan pemerintahan. Data tersebut meliputi data kelahiran, kematian, perkawinan, perkawinan, perceraian, serta mobilitas penduduk (migrasi, imigrasi, transmigrasi).

3) Laporan penyakit yang terinformasikan

Laporan penyakit yang terinformasikan adalah data yang dilaporkan oleh Departemen Kesehatan baik pusat maupun daerah tentang penyakit-penyakit atau kejadian luar biasa yang pernah atau sedang dialami oleh suatu daerah, misalnya data penyakit yang pernah wabah atau penyakit yang mayoritas pernah diderita oleh sebagian besar mayarakat di suatu daerah.4) Catatan medis dan rumah sakit

Catatan medis ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Selain itu, juga diperlukan untuk mengetahui jenis penyakit dan angka kesakitan di daerah tersebut. Namun catatan-catatan ini tidak menyajikan gambaran yang lengkap atau valid tentang kesehatan komunitas karena tidak semua masyarakat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan sehingga perlu dilakukan pendataan yang lebih lengkap melalui pemeriksaan langsung kemasyarakat.

b. Analisa DataAnalisa data merupakan suatu proses yang terdiri dari banyak langkah. Fase-fase yang dapat digunakan dalam membantu proses analisa data adalah :1. KategorisasiUntuk menganalisa data pengkajian komunitas sangat membantu jika pertama-tama mengkategorikan data. Data dikategorikan dalam berbagai cara. Kategori data pengkajian komunitas ini meliputi :

a) Karakteristik demografi (ukuran keluarga, usia, jenis kelamin, dan kelompok etnis serta ras).

b) Karakteristik geografi (batas wilayah, jumlah dan ukuran lahan tempat tinggal, ruang publik dan jalan).

c) Karakteristik sosial ekonomi (kategori pekerjaan, penghasilan, pendidikan yang dicapai dan pola penyewaan atau kepemilikan rumah).

d) Struktur dan pelayanan kesehatan (rumah sakit, pusat pelayanan kesehatan mental, bidan desa, polikinik kesehatan desa, Pukesmas).

2. Ringkasan Setelah menentukan kategorisasi langkah selanjutnya membuat ringkasan data dalam tiap kategori dan dibutuhkan pernyataa