Click here to load reader

Askep pada Komunitas Lansia

  • View
    126

  • Download
    13

Embed Size (px)

DESCRIPTION

komunitas keluarga

Text of Askep pada Komunitas Lansia

BAB 3

PEMBAHASAN

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN LANSIA YANG MENDERITA

ARTRITIS RHEUMATOID3.1 Pengkajian

3.1.1 Data Umuma. Identitas KeluargaIdentitas Kepala KeluargaNama

: Tn. TJenis Kelamin

: Laki LakiSuku

: JawaUmur

: 67 TahunAgama

: IslamPendidikan

: SMPPekerjaan

: PensiunAlamat: Kab. Purwokerto JatengTanggal Pengkajian : 10 April 2014

b. Komposisi KeluargaNoNamaJenis kelaminHub. Dg keluargaUmurPendidikanPekerjaan

1Tn. TLKK67 thSMPPensiunan

2Tn. MLMenantu30 thSMASwasta

3Ny. SPAnak25 thSMAIRT

4An. ALCucu5 thTKPelajar

c. Genogram

d. Tipe Keluarga

Keluarga Tn. T merupakan keluarga besar yang terdiri dari anak, menantu, serta cucu ( The extended family). Terkadang Tn. T merasa istirahatnya terganggu karena aktivitas bermain yang dilakukan cucu beserta teman-temannya.

e. Suku Bangsa

Tn. T menyatakan bahwa keluarganya merupakan suku jawa dan tinggal di lingkungan orang-orang yang bersuku jawa. Tn. T berkomunikasi dengan bahasa Jawa dan bahasia Indonesia baik antara anggota keluarga maupun keluarga sekitar.

f. Agama

Semua anggota keluarga Tn. T beragama Islam dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan di rumah dan di masjid. Dalam menjalankan perintah agama keluarga cukup taat dan rajin mengikuti kegiatan keagamaan seperti sholat jamaah di Musholla, sholat Jumat di Mesjid, acara tahlilan atau yasinan (bapak-bapak dan ibu-ibu), dan acara keagamaan lainnya.g. Status Sosial Ekonomi Keluarga

Penghasilan keluarga Rp1.650.000 perbulan yang diperoleh dari hasil pensiunanTn. T sebesar Rp 400.000 dan hasil kerja serabutan buruh tani Tn. M sebagai buruh pabrik sebesar Rp1.250.000. Sedangkan Ny. S tidak menghasilkan uang karena hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pengeluaran perbulan untuk keperluan makan sekitar Rp 700.000 dan sisanya untuk keperluan lain - lain seperti membayar listrik, kebutuhan anak sekolah.

h. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Kegiatan yang dilakukan keluarga setiap hari mereka menonton TV bersama-sama, dan semua berkumpul menonton TV ketika malam hari. Kadang mereka berkumpul bersama tetangga atau saudara dekat untuk berbincang-bincang bersama.3.1.2 Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluargaa.Tahap perkembangan keluarga saat ini dengan lansiaTahap perkembangan keluarga Tn. T saat ini adalah keluarga usia lanjut, yang dimulai pada masa pension. Semua anak Tn. T sudah menikah dan mempunyai tempat tinggal sendiri-sendiri, hanya anak yang terakhir yang tinggal serumah dengannya dan mempunyai seorang anak yang masih berumur 5 tahun. Menantu Tn. T bekerja sebagai buruh pabrik ( swasta ).b.Tahap perkembangan yang belum terpenuhiTahap perkembangan keluarga yang belum dipenuhi pada keluarga Tn. T adalah keluarga tidak mengetahui sama sekali apa penyebab penyakit Tn.T. Keluarga hanya sedikit mengetahui tentang tanda dan gejala, serta tidak mengetahui apa-apa saja yang harus di hindari untuk tidak memperparah penyakit pada Tn. T.c.Riwayat kesehatan keluarga inti1) Tn. T mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan. Tn. T mengatakan beberapa minggu ini sering merasa linu di persendian kakinya sehingga kaku untuk berjalan, ketika bangun pagi kakinya merasa senut-senut (nyeri) dan berat untuk berjalan. Tn. T mengatakan pernah hampir jatuh karena kakinya merasa tidak kuat menopang badannya.2) Anak Tn. T (Ny. S) tidak memiliki masalah kesehatan.3) Menantu Tn. T (Tn. M) mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan dan tidak memiliki masalah kesehatan.4) Cucu Tn. T (An. A) tidak mempunyai masalah kesehatan.d.Riwayat kesehatan keluarga sebelumnyaTn. T mengatakan istrinya (Ny .R) meninggal dunia karena penyakit kanker payudara, Ny. S (anak dari Tn. T) mengatakan Ayah mertuanya memiliki riwayat diabetes. Keluarga dari pihak Tn. M saat ini hubungannya baik, minimal setiap minggu bersilaturahmi, tidak ada konflik dengan keluarga.3.1.3 Data Lingkungan a. Karakteristik Rumah

Rumah Tn. T merupakan rumah permanen dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar 7 meter. Di rumah tersebut terdapat :

1. Kamar tidur ( terdapat 4 kamar tidur, 2 kamar tidur di antara ruang tamu dan ruang keluarga, 2 kamar tidur di sebelah kamar kosong yaitu 1 kamar tidur anak dan 1 kamar tamu)2. Kamar kosong ( 1 kamar kosong biasanya kamar tersebut digunakan untuk menaruh barang-barang yang tidak terpakai).

3. Ruang tamu berukuran 3x3 meter, Ruang tamu cukup rapi dan bersih, terdapat perabotan.4. Ruang makan Tn. T dekat dengan ruang keluarga .5. Kamar mandi dan WC berjumlah 2.

Lantai rumah Tn. T terbuat dari semen, kecuali dapur lantainya masih berupa tanah, Lantai dapur tampak licin dan lembab. Atap rumah dari genting. Ventilasi ada beberapa yaitu : di ruang tamu ada 2 jendela dan 1 jendela di masing-masing kamar. Kamar tamu ada sebuah lampu neon 20 watt, ruang keluarga terdapat bola lampu 15 watt, masingmasing kamar dan dapur terdapat lampu pijar 10 watt.

Sumber air keluarga berasal dari sumur gali yang telah dipasang pompa air listrik. Sumber air minum keluarga menggunakan airisi ulang. Jarak septictank dengan sumur 8 meter.Untuk pembuangan sampah dilakukan penampungan dulu di tempat sampah kemudian di pindah dan di bakar di dalam lubang di samping rumah.Untuk sarana penerangan keluarga Tn. T menggunakan listrik semuanya.

Gambar Denah Rumah :

b.Karakteristik Tetangga dan Komunitas

Rumah Tn. T berada di wilayah kelurahan yang mayoritas penduduk sekitarnya adalah petani. Sarana jalan tersebut belum diaspal. Sarana kesehatan di lingkungan tersebut berupa bidan desa. Di dekat rumah Tn. T30 meter terdapat masjid. Tetangga Tn. T mayoritas beragama islam serta memiliki sifat kebersamaan menganut adat jawa, misalnya selamatan, yasinan setiap malam jumat, dll. Jika ada kegiatan sosial kemasyarakatan biasanya diumumkan melalui pengeras suara yang ada di musholla atau masjid.

c. Mobilitas Geografis Keluarga

Keluarga Tn. T Keluarga jarang bepergian ke tempat-tempat yang jauh. Kegiatan rutin Tn. T adalah pergi ke sawah untuk sekedar melihat-lihat, sawah tersebut tidak jauh dari rumahnya (sekitar 100 meter), aktivitas lainnya menonton TV dan mengikuti kegiatan keagamaan. Tempat tinggal keluarga juga tidak berpindah pindah. Keluarga Tn.T yang lain berada di sekitar tempat tinggalnya (masih satu desa).

d. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Keluarga Dengan Masyarakat.

Keluarga Tn. T mengatakan setiap hari raya semua anak-anak dan keluarga Tn. T berkumpul di rumah. Saudara-saudara Tn. T yang berada di sekitar rumah sering datang berkunjung. Tn. T dan keluarganya rutin mengikuti kegiatan, seperti pengajian.

e. Sistem Pendukung Keluarga

Tn. T memiliki keluarga yang berada di sekitar rumahnya sehingga sewaktu-waktu dapat dimintai bantuan. Tn. T memiliki ASKES. Jika sakit biasanya keluarga Tn. T dibawa ke Bidan, dan jika perlu rujukan ke Puskesmas yang berjarak 1 km dari rumah.3.1.4 Struktur Keluarga

a. Pola Komunikasi Keluarga

keluarga Tn. T dalam berkomunikasi menggunakan bahasa jawa dan bahasa Indonesia. Komunikasi antar anggota lancar dan tidak ada konflik dalam keluarga. Dalam keluarga mempunyai kebiasaan berkomunikasi setiap malam ketika menonton TV, keluarga bertukar pendapat dan menceritakan hal-hal yang terjadi dalam keluarga.

b.Struktur Kekuatan Keluarga

Dalam keluarga, Tn. T adalah penentu keputusan terhadap suatu masalah karena Tn. T dianggap sebagai orang yang paling tua dan sebagai kepala keluarga. Untuk anak-anak yang telah berkeluarga keputusan diserahkan kepada keluarga masing-masing, tetapi anak-anaknya juga sering meminta pendapat Tn. T keluarga Tn. T sangat menyayangi dan menghargai Tn. T, apabila Tn. T sakit keluarga langsung mengantarkannya berobat, anak-anaknya juga mengingatkannya untuk minum obat jika Tn. T lupa.

c. Struktur Peran ( Formal Dan Informal )

1. Tn. T berperan sebagai kepala keluarga, seorang ayah dan kakek. Tn. T juga sering mengasuh cucunya jika kedua anaknya sibuk atau ada keperluan.

2. Tn. M berperan sebagai anak (menantu), suami, dan bapak.

3. Ny. S berperan sebagai anak, istri, dan ibu.

4. An. A berperan sebagai anak, An. A belum menyadari dan menjalankan perannya karena masih kecil.

d. Nilai Dan Norma Keluarga

Tn. T mengatakan ia terbiasa menanamkan pada anak-anaknya sikap hormat-menghormati dan menyayangi antar keluarga dan dengan tetangga. Keluarga Tn. T menganut agama Islam dalam kehidupan keseharian menggunakan keyakinan sesuai syariat islam. Keluarga Tn. T menganut norma atau adat yang ada di lingkungan sekitar misalnya takziah atau menjenguk tetangga yang sakit. Disamping itu keluarga menganut kebudayaan Jawa, norma yang dianut juga kebudayaan jawa.Dalam kebiasaan keluarga Tn. T tidak ada yang bertentangan dengan kesehatan.

3.1.5 Fungsi Keluargaa. Fungsi Afektif

Keluarga Tn. T mengatakan berusaha memelihara keharmonisan antar anggota keluarga, saling menyayangi, dan menghormati. Keluarga Tn. T sangat harmonis, rukun dan tentram. Apabila ada anggota yang membutuhkan atau sakit maka keluarga yang lain berusaha membantu.

b. Fungsi Sosialisasi

Tn. T mengatakan interaksi antar anggota keluarga dapat berjalan dengan baik. Keluarga Tn. T menganut kebudayaan jawa. Keluarga Tn. T berusaha untuk tetap memenuhi aturan yang ada dalam keluarga, misalnya saling menghormati dan menghargai. Keluarga juga mengatakan mengikuti norma yang ada di masyarakat sekitar, sehingga dapat menyesuiakan dan berhubungan baik dengan para tetangga atau masyarakat sekitar.

c. Fungsi Perawatan Kesehatan

1. Kemampuan mengenal masalah kesehatan

Keluarga mengatakan mengetahui penyakit di keluarganya tetapi tidak mengetahui sama sekali apa penyebabnya.Keluarga Tn. T mengatakan hanya sedikit mengetah