of 39 /39
Laporan Kasus Oleh : Surya Selvamohan (0902005220) Pembimbing : Prof. dr. NK Niti Susila, Sp.M(K)

Konjungtivitis Viral

  • Author
    gythrie

  • View
    253

  • Download
    49

Embed Size (px)

DESCRIPTION

jhugyfuy

Text of Konjungtivitis Viral

  • Laporan KasusOleh : Surya Selvamohan (0902005220)

    Pembimbing :Prof. dr. NK Niti Susila, Sp.M(K)

  • Outline

  • PENDAHULUANKonjungtiva membran mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus permukaan posterior kelopak mata dan permukaan anterior skleraKonjungtiva terpapar terhadap microorganisme & faktor lingkunganKonjungtivitis viruspenyakit mata yang umum ditemukan baik di Indonesia maupun di seluruh duniaGejala klinis akut maupun kronisManifestasi konjungtivitis virus ringan - berat

  • Tinjauan PustakaAnatomi Konjungtivamembran mukosa transparan dan tipismembungkuskonjungtiva palpebralis dan konjungtiva bulbarisbersambungan dengan kulit pada tepi kelopak dan dengan epitel kornea di limbusterdiri dari tiga bagian:Konjungtiva palpebralis/tarsalisKonjungtiva bulbarisKonjungtiva forniks yang merupakan tempat peralihan konjungtiva tarsal dengan bulbi

  • Tinjauan PustakaDefinisi dan EtiologiKonjungtivitis peradangan pada konjungtiva dengan penyebab yang beragam. Virus merupakan agen infeksi yang umum ditemukan selain konjungtivitis bakterial, alergi, dan lan-lainBerbagai jenis virus diketahui dapat menjadi agen penyebab konjungtivitis (Adenoviral tersering)

  • Tinjauan PustakaPatofisiologiKonjungtiva merupakan jaringan ikat longgar yang menutupi permukaan mata, kemudian melipat untuk membentuk bagian dalam palpebra Glandula lakrima aksesori (Kraus dan Wolfring) serta sel Goblet yang terdapat pada konjungtiva bertanggung jawab untuk mempertahankan lubrikasi mata.

  • agen infeksi melekat dan mengalahkan mekanisme pertahanan normal dan menimbulkan gejala kinis seperti mata merah, iritasi serta fotofobiaPada umumnya konjungtivitis merupakan proses yang dapat menyembuh dengan sendirinya, namun pada beberapa kasus dapat menimbulkan infeksi dan komplikasi yang berat tergantung daya tahan tubuh dan virulensi virus tersebut

  • Tinjauan PustakaGejala dan Tanda KlinisDemam faringokonjungtivaldisebabkan oleh adenovirus tipe 3, 4 dan 7demam 38,3 - 400Csakit tenggorokankonjungtivitis pada satu atau dua mataFolikel sering mencolok pada kedua konjungtiva, dan pada mukosa faringPenyakit ini dapat terjadi bilateral atau unilateralMata merah dan berair mataSindrom yang ditemukan pada pasien mungkin tidak lengkap, hanya terdiri atas satu atau dua gejala utama (demam, faringitis, dan konjungtivitis)

  • Tinjauan PustakaGejala dan Tanda KlinisKeratokonjungtivitis epidemikadisebabkan oleh adenovirus subgroup D tipe 8, 19, 29, dan 37Konjungtivitis umumnya bilateralAwitan sering pada satu mata menyebar Gejala awal berupa nyeri sedang dan berair mata, diikuti dalam 5-14 hari kemudian dengan fotofobia, keratitis epitel, dan kekeruhan subepitel bulatFase akut ditandai dengan edema palpebra, kemosis, dan hiperemia konjungtivaDalam 24 jam sering muncul folikel dan perdarahan konjungtivaKonjungtivitis berlangsung selama 3-4 minggu

  • Tinjauan PustakaGejala dan Tanda KlinisKonjungtivitis virus herpes simpleks (HSV)Konjungtivitis HSV umumnya terjadi ada anak-anakditandai pelebaran pembuluh darah unilateral, iritasi, disertai sekret mukoid, dan fotofobiadapat muncul sebagai infeksi primer HSV atau pada episode kambuh herpes mataSering disertai keratitis herpes simpleksKonjungtivitis yang terjadi mumnya folikuler namun dapat juga pseudomembranosaVesikel herpes kadang-kadang muncul di palpebra dan tepian palebra, disertai edema berat pada palpebra.Nodus preaurikuler yang nyeri tekan adalah gejala yang khas untuk konjungtivitis HSV

  • Tinjauan PustakaGejala dan Tanda KlinisKonjungtivitis hemoragika akutdisebabkan oleh enterovirus tipe 70 dan kadang-kadang oleh virus coxsakie tpe A24masa inkubasi pendek (sekitar 8-48 jam) dan berlangsung singkat (5-7 hari)rasa sakit, fotofobia, sensasi benda asing, banyak mengeluarkan air mata, edema palpebra, dan perdarahan subkonjungtiva. Kadang-kadang dapat timul kemosisPerdarahan subkonjungtiva yang terjadi umumnya difus, namun dapat diawali oleh bintik-bintik perdarahan (konjungtiva bulbi superior menyebar ke bawah)Pada sebagian besar kasus, didapatkan limfadenopati preaurikular, folikel konjungtiva, dan keratitis epitheliaPada beberapa kasus dapat terjadi uveitis anterior dengan gejala demam, malaise, dan mialgiaTransmisi terjadi melalui kontak erat dari orang ke orang melalui media sprei, alat-alat optic yang terkontaminasi, dan air.

  • Tinjauan PustakaGejala dan Tanda KlinisKonjungtivitis virus menahun meliputi:Blefarokonjungtivitis Molluskum Kontagiosumreaksi radang dengan infiltrasi mononuclear dengan lesi berbentuk bulat, berombak, berwarna putih-mutiara, dengan daerah pusat yang non radangNodul molluscum pada tepian atau kulit palpebra dan alis mata dapat menimbulkan konjungtivitis folikuler menahun unilateral, keratitis superior, dan pannus superior, dan mungkin menyerupai trachoma

  • Tinjauan PustakaBlefarokonjungtivitis varicella-zosterditandai dengan hiperemia dan konjungtivitis infiltratif yang disertai erupsi vesikuler sepanjang penyebaran dermatom nervus trigeminus cabang oftalmika

    Keratokonjungtivitis morbili.Pada tahap awal konjungtiva nampak seperti kaca yang aneh, yang dalam beberapa hari diikuti pembengkakan lipatan semilunar (tanda Meyer)

  • Tinjauan PustakaDiagnosis dan Diagnosis BandingAnamnesiskeluhan pasien dan riwayat terdahulu sangat penting dalam menegakkan diagnosisPemeriksaan penunjangkultur dengan pemeriksaan sitologi konjungtivaPengecatan giemsa akan ditemukan sel mononuklear dan limfositInokulasi merupakan teknik pemeriksaan dengan memaparkan organism penyebab kepada tubuh manusia untuk memproduksi kekebalan terhadap penyakit ituPolymerase chain reaction (PCR) merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mengisolasi virus dan dilakukan pada fase akut.

  • Tinjauan PustakaDiagnosis dan Diagnosis BandingDemam faringokonjungtivaDitegakkan dari tanda klinis maupun laboratoriumVirus penyebab dibiakkan dalam sel HeLa dan di identifikasi dengan uji netralisasiPada kerokan konjungtiva didapatkan sel mononuklear dan tidak ada bakteri yang tumbuh pada biakanDiagnosis klinis merupakan diagnosis yang paling mudah dan praktis

    Keratokonjuntivitis epidemikaVirus ini dapat diisolasi dalam biakan sel dan dapat diidentifikasi dengan uji netralisasiKerokan konjungtiva menampakkan reaksi radang mononuklear primerBila terbentuk pseudomembran, juga tampak neutrofil yang banyak.

  • Tinjauan PustakaDiagnosis dan Diagnosis Banding

    Konjungtivitis herpetikTemuan sel-sel epitel raksasa multinukleus memiliki nilai diagnostik. Pada konjungtivitis Varisella-Zoosterdiagnosis biasanya ditegakkan dengan ditemukan sel raksasa pada pewarnaan giemsa, kultur virus, dan sel inklusi intranuklear.Konjungtivitis hemoragik epidemik akutDiagnosis utama adalah dari gambaran klinisnya.

  • Tinjauan PustakaDiagnosis dan Diagnosis Banding

    Konjungtivitis Viral KronisBlefarokonjungtivitis Molluscum ContagiosumBioposi menunjukkan inklusi sitoplasma iosinofilik yang memenuhi sitoplasma sel yang rusak, mendesak inti ke satu sisi.Blefarokonjungtivitis varicella zoosterPada zooster maupun varicella, kerokan dari vesikel palpebranya mengandung sel raksasa dan banyak leukosit polimorfonuklear, kerokan dari konjungtiva pada varicella dan dari vesikel konjungtiva pada zooster dapat mengandung sel raksasa dan monositBlefarokonjungtivitis campakKerokan konjungtiva menunjukkan rekasi sel mononuclear, kecuali jika ada pseudomembran atau infeksi sekunder. Sediaan terpulas giemsa menampilkan sel-sel raksasa

  • Tinjauan Pustaka

    GejalaGlaukoma akutUveitis akutKeratitisK BakteriK. virusK. alergiVisus++++/+++++---Nyeri++/+++++++---Fotofobia+++++++---Halo++-----Eksudat---/++++++++Gatal-----++Demam-----/++-Injeksi siliar++++++---Injeksi konjungtiva++++++++++++Kekeruhan kornea+++-+/++--/+-Kelainan pupilMidriasis nonrekatifMiosis iregularNormal/miosisNNNKedalaman COADangkalNNNNNTekanan intraokularTinggiRendahNNNNSekret-++++/++++++Kelenjar preaurikular----+-

  • Tinjauan PustakaKomplikasiInfeksi pada kornea (keratitis) dan apabila tidak ditangani bisa menjadi ulkus kornea

    PenatalaksanaanKonjungtivitis viral biasanya bersifat suportif dan merupakan terapi simptomatis, belum ada bukti yang menunjukkan keefektifan penggunaan antiviral. Umumnya mata bisa dibuat lebih nyaman dengan pemberian cairan pelembab. Kompres dingin pada mata 3 4 x / hari juga dikatakan dapat membantu kesembuhan pasien.

  • Tinjauan PustakaPrognosisPrognosis penderita konjungtivitis baik karena sebagian besar kasus dapat sembuh spontan (self-limited disease), namun komplikasi juga dapat terjadi apabila tidak ditangani dengan baik.

  • KASUS I. Identitas PenderitaNama: MTUmur: 29 tahunJenis Kelamin: PerempuanAlamat: Jalan Misol No.36-DenpasarPekerjaan: PedagangAgama: IslamSuku/Bangsa: Indonesia

  • Anamnesisa. Keluhan utama: Mata merahb. Riwayat penyakit sekarang :keluhan kedua mata kanan dan kiri merah sejak 4 hari yang lalu sebelum ke Poliklinik Mata RSUP Sanglah. Mata merah dikatakan terjadi secara mendadak. Awalnya pasien merasa matanya berair dan sedikit gatal pada kedua matanya. Lama-kelamaan kedua mata pasien menjadi merah dan kelopak matanya membengkakPasien juga merasa tidak nyaman dan merasa seperti ada yang mengganjal pada kedua matanya. Riwayat penggunaan kacamata di sangkal pasien.

  • c. Riwayat penyakit dahulu dan pengobatanPasien mengatakan pernah ada riwayat sakit mata seperti ini sewaktu usia anak anak. Pasien sempat memakai obat tetes xitrol yang dibeli sendiri tanpa resep dokter dan dipakai selama 3 hari.Riwayat trauma maupun kemasukan benda asing sebelumnya disangkalRiwayat penyakit sistemik seperti diabetes melitus dan hipertensi disangkal.

  • d. Riwayat Keluarga dan SosialPenderita bekerja sebagai pedagangDikatakan anak paman pasien memiliki keluhan yang sama seperti pasien sebelum pasien mengalami keluhan ini

  • Pemeriksaan fisik1. Pemeriksaan fisik umum- Kesadaran: Compos mentis- Tekanan darah: 120/70 mmHg- Nadi: 80 kali / menit- Tax: 36,5 C-VAS : 0

  • 2. Pemeriksaan Fisik Khusus/ Status Oftamologi

    ODPemeriksaanOS6/6 Visus6/6EdemaPalpebraEdemaSekret, hiperemiKonjungtiva palpebraSekret, hiperemiCVI (+)Konjungtiva bulbiCVI (+)JernihKorneaJernihNormalKamera okuli anteriorNormalBulat, reguler, RP (+)Iris/PupilBulat reguler, RP (+)JernihLensaJernih

  • 3. Pemeriksaan Lain

    ODPemeriksaanOSTidak dilakukanTensi OkuliTidak dilakukanNegatifTes FluoresinNegatifTidak dilakukanTes AnelTidak dilakukanTidak dilakukanLain-lainTidak dilakukan

  • Resume Pasien perempuan, 29 tahun dikeluhkan kedua matanya merah sejak 4 hari sebelum ke Poliklinik Mata RSUP Sanglah. Matanya juga berair, gatal, dan terasa tidak nyaman. Kelopak mata kanan mengalami pembengkakan. Pemeriksaan fisik umum ditemukan dalam batas normal.

  • Diagnosis banding1. ODS Konjungtivitis Akut2. ODS Keratitis Akut3. ODS Uveitis Akut

    Diagnosis kerja :ODS Konjungtivitis akut ec suspek viral

  • Usulan Pemeriksaan- Pengecatan gram- KOH- Giemsa

    Terapi - Eye fresh ed 6x1 tetes/hari ODS- Polygran ed 6 x 1 tetes/hari ODS- Becom C Tablet 500 mg 2 x 1- Natrium Diclofenax 50 mg 2 x 1- KIE Higiene

  • PrognosisAd vitam: Dubius et bonamAd fungsionam: Dubius et bonamAd Sanationam : Dubius et bonam

  • Pembahasan

    Kedua matanya merah sejak 4 hari yg laluAwalnya merasa matanya berair dan gatalLama-kelamaan kedua mata pasien menjadi merah dan kelopak matanya membengkakAnak pamen pasien memiliki keluhan yang sama

    Gejala utama pada konjungtivitis virus yaitu mata merah, nyeri, bengkak, panas dan gatal.Gejala lain pada konjungtivitis virus yaitu: bersifat sangat mudah menular pada mata sebelahnya dan sekret eksudat serous.

  • Dari hasil pemeriksaan fisik , didapatkan edema pada palpebra, hiperemi pada konjungtiva palpebra, conjungtiva vascular injection pada konjungtiva bulbi. Edema disebabkan adanya peningkatan permeabilitas pembuluh darah.Pelebaran pembuluh darah berupa CVI dikarenakan adanya reaksi peradangan yang meluas sampai ke arteri konjungtiva posterior.

  • Dari keluhan dan pemeriksaan fisik, mengarah kepada diagnosa konjungtivitis virus. Dilakukan usulan pemeriksaan penunjang berupa pengecatan gram, KOH dan giemsa

    Pemeriksaan penunjang berupa pengecatan gram, KOH dan giemsa dilakukan untuk mengetahui penyebabnya

  • Terapi yang diusulkan pada penderita ini adalah Polygram ed 6x1 tetes, eye fresh ed 6x1 tetes, Becom C 500 mg 2x1 tablet, Natrium Diclofenax 50 mg 2 x 1 tab Polygran merupakan antibiotik tetes mata yang mengurangi permeabilitas pembuluh darah, mengurangi gejala radang, dan mengurangi pembentukan jaringan parut atau scar.Na Diclofenac merupakan salah satu jenis dari obat anti inflamasi non steroid guna mengurangi keluhan merah atau tanda peradangan lainnya.Becom C merupakan multivitamin yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien.

  • Prognosis pada penderita ini mengarah ke baik.Konjugtivitis virus biasanya sembuh dengan sendirinya setelah 3 minggu. Pencegahan dengan higiene yang baik dan kompres dingin untuk mengurangkan rasa tidak enak pada matanya. Pada keadaan berat dapat diberikan steroid untuk menghilangkan gejala.

  • KESIMPULAN

    Konjungtivitis virus adalah suatu proses inflamasi pada konjungtiva yang disebabkan oleh infeksi virus. Konjungtivitis virus terjadi akibat pertumbuhan dan infiltrasi virus pada permukaan epitelial konjungtiva.Keluhan biasanya : iritasi dan kemerahan kedua mata, kelopak mata menempel sehingga mengakibatkan sulit dibuka di pagi hari, keluar kotoran serous, kadang-kadang kelopak mata bengkak.

  • Tanda klinis : inflamasi konjungtiva bilateral, injeksi konjungtiva, sekret serous, dan edema palpebra. Penyebab tersering adalah adenovirus atau suatu infeksi herpes simpleks.Konjugtivitis virus biasanya sembuh dengan sendirinya setelah 3 minggu. Pada keadaan berat dapat diberikan steroid untuk menghilangkan gejala.

  • *****************************