Ketoasidosis Diabetikum

  • View
    33

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

presentasi

Text of Ketoasidosis Diabetikum

Ketoasidosis Diabetikum

PENATALAKSANAAN INTENSIFPASIEN KETO ASIDOSIS DIABETIKUM (KAD)(Disalin dari Update in Anaesthesia www.anaesthesiologist.org)

Pembimbing:Dr. dr. Dadik Wahyu Wijaya Sp.An

Penyusun: Davis Pratama PulunganM. Akbar BatubaraTri Adimas ArdianPendahuluanTinjauan pustakaDefinisi Triad Ketoasidosis DiabetikumEpidemiologiPatofisiologiLemah dan letargiMual dan muntahAbdominal painKehilangan berat badanDehidrasiTakikardi dan hipotensiPernafasan KussmaulKetotic breathGangguan kesadaran dan kebingunganGejala KlinisGlukosa darah KetonSerum urea dan elektrolit SodiumKoreksi: menambahkan 1,6 mmol.L-1 tiap peningkatan glukosa sebanyak 5,5 mmol.L-1PotasiumUreum dan kreatininGas darahAnion gap: (serum Na+ + serum K+) (serum HCO3- + serum Cl-)Normal Value: 8-12 mmol.L-1Darah lengkapPeningkatan sel darah putih 10-15 x 109 L-1AmilasePemeriksaan lainnya antara lain adalah kultur darah, EKG, chest x-ray dan mid-stream urine DiagnosisLakukan prinsip resusitasi ABCD jika pasien dalam keadaan gawatPrinsip penatalaksanaan KAD:Restorasi secepatnya sirkulasi dan perfusi yang adekuat dengan carian isotonik intravenaRehidrasi bertahap dan pengembalian elektrolit yang hilangPemberian insulinMemonitor keadaan pasien dan menangani komplikasi

TatalaksanaPada pasien dewasa tanpa gangguan kardiak, salin isotonik (0,9%) dapat diberikan dengan laju 15-20 ml/kgBB/jam atau lebih selama satu jam pertama (total 1 sampai 1,5 liter cairan pada dewasa rata-rata)Kemajuan yang baik untuk terapi pergantian cairan dinilai dengan pemantauan parameter hemodinamik, pengukuran masukan/keluaran carian dan pemeriksaan klinis Terapi CairanTypical Deficits in DKAWater:100ml.kg-1Sodium:7-10mmol.kg-1Chloride:3-5mmol.kg-1Potassium:3-5mmol.kg-1Orang dewasa (BB=70kg) dengan KAD memiliki defisit 7 liter (10%)FluidVolume0.9% sodium chloride1000ml over 1st hour0.9% sodium chloride with potassium chloride1000ml over next 2 hours0.9% sodium chloride with potassium chloride1000ml over next 2 hours

0.9% sodium chloride with potassium chloride1000ml over next 4 hours

0.9% sodium chloride with potassium chloride1000ml over next 4 hours

0.9% sodium chloride with potassium chloride1000ml over next 6 hours

Fluid Replacement RegimePada pasien anak dan remaja kebutuhan ekspansi volume vaskular harus diimbangkan dengan risiko edema serebral yang dikaitkan terhadap pemberian cairan cepat. Cairan dalam satu jam pertama harus salin isotonik (0,9%) dengan laju 10 sampai 20 ml/kgBB/jam. Pada pasien dengan dehidrasi berat, protokol ini dapat diulang, namun re-ekspansi awal tidak boleh melebihi 50 ml/kgBB dalam 4 jam pertama terapi. Terapi Cairan (lanjutan)Hal-hal yang perlu diperlu diperhatikan dalam penganan KAD pada anak dan remaja:Pemilihan cairan dan elektrolit yang tepatCerebral oedema lebih sering terjadi pada anak dan remajaKekurangan cairan harus digantikan selama 48 jamKalkulasi:Fluid requirement over 48 hours = maintenance (over 48 hours) + deficit + fluid already givenWhere the deficit (in ml) = BW (kg) x %dehydration x 10Insulin harus dihindari dalam 1 jam pertama pemberian cairan pengganti, sodium bikarbonat harus dihindari, glukosa darah dipantau secara seksamaTerapi insulin direkomendasikan menggunakan intravenous insulin infusion (IVII) dengan kalkulasi 0,1 units.kg-1h-1. Jika pasien biasanya menggunakan long-acting insulin, maka harus dilanjutkan.Tujuan dari terapi ini untuk menurunkan glukosa darah plasma 3 mmoL.L-1 per jam. Terapi Insulin Suplementasi biasanya diberikan dengan menggunakan cairan intravena berisi 20-40 mmol.L-1 KCl. Serum potassium harus tetap dijaga antara 4,0-5,0 mmol.L-1 Penggantian PotasiumSodium bikarbonat hanya diberikan kepada pasien dengan asidosis yang berat (pH < 6,9) dan kegagalan sirkulasi walaupun telah diberikan inotropik Sodium BikarbonatCerebral oedema2-24 jam dari tatalaksanaGejala awal: sakit kepala, kebingungan, iritabilitasGejala lanjutan: penurunan kesadaran, kejangDapat diberikan manitol secara intravena (1.0g.kg-1 = 5.0ml.kg-1 20% manitol) sesegera mungkin HipoglikemiaPantau potassium level melalui analisa gas darahHypophosphataemiaPada pasien dengan gangguan jantung, anemia, atau gangguan pernafasan dapat diberikan kombinasi potassium dan phosphateKomplikasiKAD adalah komplikasi dari diabetes mellitus yang mengancam jiwa. Tatalaksana segera mencakup penilaian dari jalan nafas, pernafasan, sirkulasi, dan kesadaran. Pemasangan kateter intravena untuk jalur pemberian cairan sesegera mungkin harus dilakukan. Pemeriksaan harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis dan untuk mengetahui penyebab dari KAD tersebut.

KesimpulanTerima kasih