Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

Embed Size (px)

Text of Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    1/17

    LBM 2 MODUL 8

    SGD 7 ANGKATAN 2011

    STEP 1

    1. kontrol gula darah sewaktu : pemeriksaan gula darah yang dilakukan kapan

    saja tanpa persyaratan khusus

    dengan nilai normal :

    75-110 mg/dl

    STEP 2

    1. apa penyakit dari skenario di atas ? JELASKAN !

    2. mengapa berat badan nya dapat turun drastis padahal makan nya banyak ?

    3. apa saja macam dari DM (klasifikasi)

    4. Gejala DM

    5. mengapa luka tersebut sulit sembuh ?

    6. Mengapa sering merasa haus dan kencing terus di malam hari ?

    7. mengapa kadar gula lebih dari normal

    8. hubungan kadar gula darah meningkat dan keluhan dalam skenario

    9. patogenesis DM

    10. faktor yang memperberat DM

    11. penatalaksanaan dari DM

    12. kriteria laboratoris DM

    13. komplikasi dari DM

    14. bagaimana kriteria diagnosi dari DM

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    2/17

    15. pemeriksaan laborat DM

    16. faktor resiko DM

    STEP 3

    1. mengapa berat badan nya dapat turun drastis padahal makan nya banyak ?

    Cadangan makanan di oragan dipecah menjadi glukosa. Dan cadangan

    makanan pun terus berkurang dan di kompensasi dengan makan banyak.

    Dimulai dari defisiensi insulin sehingga keseimbangan bergeser dari

    anabolisme menjadi katabolisme protein dan lemak. Karena pemecahan

    protein dan asam amino digunakan untuk pembentukan glukosa. Maka

    akan timbul energi negatif. Lalu akan terjadi peningkatan nafsu makan.

    (polifagi)

    2. mengapa luka tersebut sulit sembuh ?

    Jika penderita dm : kadar glukosa tinggi. Dalam luka memiliki

    mikroorganisme. Dan mendapatkan asupan nutrisi dari glukosa.

    Ada ganguan pada peredaran darah. Pada sistem leukosit.

    Glukosa ningkat lalu glukosa mengendap. Sel disitu membutuhkanenergi. Tidaka ada nutrisi dari jaringan sehingga mengambil energi dari

    adiposa.

    Trombosit tidak terpenuhi protein nya untuk melakukan trombosis

    Ada pengaruh dari kalsium dalam sekresi insulin dan berkaitan dalam

    proses pembekuan darah

    3. Mengapa sering merasa haus dan kencing terus di malam hari ?

    Kencing terus :

    glukosa menarik air ke aliran darah karena viskositas tinggi. Lalu akan

    banyak air yang dikeluarkan.Glukosa dalam darah akan terus

    menumpuk. Dalam aliran ginjal melebihi batas ambang normal

    Haus terus

    karena banyak air yang dikeluarkan menimbukan rangsangan pusat

    haus.

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    3/17

    Mengapa di malam hari

    dipengaruhi dari suhu lingkungan. Karena suhu rendah tidak banyak

    berkeringan + dengan aktifitas pada malam hari.

    4. mengapa kadar gula lebih dari normal

    Karena ada ganguan pada sekresi dan reseptor insulin

    Karena banyak makan. (karbohidrat tinggi dari makanan)

    Tidak ada yang melakukan kompensasi

    5. apa penyakit dari skenario di atas ? JELASKAN !

    Diabetus melitus : kelainan sekresi insulin atau karena kerja insulin.

    Diabet = mengalirkan / mengalihkan mellitus = manis/ madu.

    Kesipmulan : menglalirkan volume urin yang banyak dengan kadar

    glukosa yang tinggi.

    6. apa saja macam dari DM (klasifikasi)

    digolongkan menjadi 4 tipe

    1. IDDM : kerusakan sel Beta sehingga tidak memproduksi insulin. Ada

    kerusakan pada pancreas. Bisa disebabkan karena autoimunitasserologik dan sel mediated bisa diketahi dan tidak diketahui.

    biasanya pada tubuh tidak gemuk. Dan umur nya kurang dari 30 tahun.

    2.non IDDM : faktor yang menggangu insensitivitas insulin. Insulin

    diproduksi dalam jumlah sedikit. Reseptor insulin kurang dapat bekerja

    dengan baik. Karena obbessitas

    3. Tipe lain : karena malnutrisi dan kekurangan gizi. Karena konsumsi

    obatan tertentu.

    a. Ganguan kromosom : 12,20,7, dkk

    b. Genetik : resistensi insulin tipe A

    c. Penyakit eksokrin pancreas : pancreatitis, neoplasma

    d. Endokrinopati : cushing syndrom

    e. Dapat karena obat : glukokortikoid

    f. Inveksi : rubella congienital.

    tidak ada hubungan dengan kencing manis. Fungsi insulin dialihkan ke

    sel otak.

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    4/17

    4. Tipe kehamilan : keadaan glukosa yang tinggi pada saat kehamilan.

    Bersifat fisiologis dan akan kembali normal pasca melahirkan. Dapatmenyebabkan berbagai penyakit bagi janin

    7. Gejala DM

    Trias DM

    - polifagi (banyak makan)

    - poliuri (banyak kencing)

    - polidipsi (banyak minum)

    Penurunan berat badan

    susah tidur

    ketidak suburan pada janin

    keguguran pada ibu hamil

    janin yang lahir dari ibu DM akan berukuran besar.

    kabur pengelihatan tiba

    luka sukar sembuh

    cepat lelahuncontroled emotional

    diare pada malam

    9. patogenesis DM

    Tergantung dengan tipe

    Tipe 1 :

    - dapat karena autoimun- ada predisposisi genetikdisaat sel beta rusak karena inveksi virus

    Tipe 2 :

    - gaya hidup kegemukan predisposisi genetik resistensi insulin

    jaringan perifer banyak glukosa yang tidak dirubah menjadi energi DM

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    5/17

    14. bagaimana kriteria diagnosis dari DM

    LABORATORIS

    - konsentrasi glukosa plasma vena lbih dari = 126

    - glukosa sewaktu 200 mg/dl atau lebih

    - setelah ingesti 75 gr glukosa konsentraso pada plasma vena 2 jam 200 ml / dl

    atau lebih

    - cek prekursor insulin

    -cek peptida

    ANAMNESIS

    - trias DM

    11. penatalaksanaan dari DM

    - diberikan edukasi

    - diberikan perencanaan makan

    - pelatihan jasmani

    - pengobatan : inj. Insulin. Cangkok pancreas.

    13. komplikasi dari DM

    16. faktor resiko DM

    Pola makan : banyak mengkonsumsi fastfood dan berkarbohidrat tinggi

    aktivitas :

    usia

    tekanan darahobbesitas

    riwayat DM

    riwayat kehamilan dengan DM

    kadar trigliserin tinggi

    jenis kelamin

    RAS

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    6/17

    STEP 5

    PATOLOGI DM ETIOLOGI

    TIPE 1 TIPE 2

    GEJALA KLINIS

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    7/17

    STEP 7 :

    1. mengapa berat badan nya dapat turun drastis padahal makan nya banyak ?

    Ketika terjadi peningkatan pengeluaran glukosa tanpa adanya

    insulincukup untuk menyeimbangkan kadar glukosa dalam

    jaringan terjadilah hiperglikemia dikarenakan (terganggunya

    fungsi insulin dan reseptor insulin itu sendiri) penyerapan glukosa

    oleh otot sangat berkurang, protein otot mengalami peningkatan

    katabolisme dan lemak di mobilisasi dari jaringan adiposa,

    sehingga lama kelamaan kehilangan kalori dan otot-otot

    mengalami penyusutan sehingga bb menurun.

    Menurunnya BB juga dapat terjadi akibat dehidrasi dan hilangnyakalori melalui urin.

    Stephen j.mcphee dan william f. Ganong. Patofisiologi penyakit.edisi 5

    Defek sekresi insulin/resistensi insulin glukosa darah tidak dapat masuk ke

    otot dan jaringan lemak glikogenesis & lipolisismassa otot dan jaringan

    lemak akan berkurangBB turun

    Sumber :http://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdf

    2. mengapa luka tersebut sulit sembuh ?

    Adanya hiperglikemia pada penderita DM menyebabkan kelainan neuropati dan dan kelainan pada

    pembuluh darah . Neurpoti sensorik,motorik,autonomik akan mengakibatkan berbagai perubahan

    pada kulit dan otot, yang kemudian menyebabkan terjadinya perubahan distribusi tekanan pada

    daerah yang mengalamai perubahan dan selanjutnya akan mempermudah terjadinya ulkus, Adanya

    kerentanan terhadap infeksi yang luas

    Buku Ajar Ilmu penyakit dalam jilid III FKUI

    Karena orang DM terjadi hiperglikemia / kelebihan glukosa dalam darah

    mengakibatkan terganggunya aktivitas neutrofil , saat terjadi luka/inflamasi akan

    membentuk ulkus dimana terdapat darah yang mengandung glukosa (nutrisi baik

    untuk perkembangan hidup bakteri/kuman penyakit untuk menggandakan diri

    sehingga terjadi infeksi berat supaya tidak menyebar harus di amputasi)

    http://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdfhttp://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdfhttp://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdfhttp://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdf
  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    8/17

    Orang DM terjadi hiperglikemia, glukosa mengenddap dalam pembuluh darah

    tidak bisa dikirim ke sel2 target yang membutuhkan untuk energy sehingga sel2

    mengambil protein dari jaringan adipose di sekitarnya untuk pembentukan glukosa, jadi

    lama2 protein habis untuk pembentukan glukosa terus2an padahal protein salah satunyauntuk membentuk faktor2 pembekuan seperti protrombin, kalau factor pembekuan tidak

    ada maka darah sukar membeku dan luka akan tetap basah sulit sembuh.

    Stephen j.mcphee dan william f. Ganong. Patofisiologi penyakit.edisi 5

    3. Mengapa sering merasa haus dan kencing terus di malam hari ?

    Sering kencing

    Defisiensi insulin tidak saja mempengaruhi metabolisme

    glukosa, tetapi metabolism lemak dan protein

    Pada defisiensi insulin asimilasi glukosa ke dalam otot, dan

    jaringan lemak sangat berkurang atau tidak terjadi

    Glikogen tidak lagi disimpan ke dalam otot, bahkan

    cadangan glikogen tersebut berkurang glikogenolisis Kemudian terjadi hiperglikemia puasa meningkatkan

    overload pada glomerolusglukosa masuk ke glomerolus

    glikosuria yang parahmeningkatkan cairan osmotic di

    nefron(tubulus ginjal)diuretik osmoticPOLYURI serta

    keluarnya air dan elektrolit (Na+, K+, Mg++,PO4-) dalam

    jumlah besar

    Sumber : Robins, Buku Ajar Patologi,Ed.7.2007.Jakarta;EGC

    4. mengapa kadar gula lebih dari normal

    Kadar Gula Darah yang berlebihan disebabkan oleh tidak sempurnanya proses metabolismezat makanan dalam sel tubuh. Zat gizi dan sari makanan diserap di usus halus dan dibawaoleh darah ke dalam sel. Di dalam sel, sari-sari makanan tersebut diubah menjadi energi ataupun zat lain yang diperlukan tubuh.

    Jika proses pengangkutan zat gula darah (glukosa) ke dalam sel terganggu, maka glukosatidak dapat terserap ke dalam sel dan tertinggal di dalam darah. Inilah yang menyebabkan

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    9/17

    kadar gula darah menjadi tinggi. Penyerapan glukosa ke dalam sel dibantu oleh sejenishormon yang disebut insulin.

    http://www.hd.co.id/info-medis/memelihara-kadar-gula-darah-yang-normal

    5. apa penyakit dari skenario di atas ? JELASKAN !

    Menurut ADA thn 2010: DM merupakan kelompok penyakit metabolik

    dng karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi

    insulin, kerja insulin atau kedua duanya .

    6. apa saja macam dari DM (klasifikasi)

    1. DM Tipe 1 (obatnya insulin) Definisi : DM yang tergantung pada insulin

    Etiologi : kerusakan sel beta pancreas akibat autoimun, factor genetik

    Gambaran klinis :

    Poliuria, polidipsia, polifagia, lelah dan mudah mengantuk, BB

    turun, peningkatan infeksi

    o Usia onset biasanya 30 tahun.

    http://www.hd.co.id/info-medis/memelihara-kadar-gula-darah-yang-normalhttp://www.hd.co.id/info-medis/memelihara-kadar-gula-darah-yang-normalhttp://www.hd.co.id/info-medis/memelihara-kadar-gula-darah-yang-normal
  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    10/17

    o Massa tubuh Obese.

    o Insulin plasma normal atau tinggi pada awalnya

    o Glukagon plasma tinggi, tidak dapat menurun.

    o Glukosa plasma meningkat

    o Sensitivitas insulin menurun.

    o Terapi penurunan berat badan, thiazolidinedion, metformin,

    sulfonilurea, insulin.

    Sumber : Guyton & Hall.Fisiologi Kedokteran edisi.

    11.Jakarta:EGC.

    3. DM gestasional

    Definisi

    DM pada masa kehamilan

    Etiologi

    Peningkatan sekresi hormone estrogen

    Longo and Fauci.Harrison's PRINCIPLES OF INTERNAL MEDICINE.

    Seventeenth Edition. 2008. The McGraw-HillCompanies, Inc.

    Gambaran klinis

    Gejala utama dari kelainan ini pada umumnya hampir sama dengan

    diabetes mellitus lain, yaitu: selalu merasa haus (polydipsi), sering

    buang air kecil (polyuri), dan sering merasa lapar (polyfagi). Yang

    membedakannya adalah keadaan ini terjadi pada penderita saat hamil.

    Mansjoer, arif. 2000. Kapita selecta jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius.

    4. Tipe Spesifik Lainnya

    Cacat genetik fungsi sel beta

    Cacat genetik kerja insulin : sindrom resistensi insulin berat

    Endokrinopati : sindrom cushing , akromegali, feokromositoma,hipertiroidisme

    Penyakit eksokrin pankreas

    Obat atau diinduksi secara kimia: vacor, pentamidin, asam nikotinat,

    glukokortikoid, hormon tiroid, tiazid, dilantin, interferon alfa dan lain-

    lain

    Infeksi: Rubella kongenital, Cytomegalovirus (CMV)

    Penyakit endokrin pankreas : pankreatitis, tumor pankreas/

    pankreatektomi, pankreatopati fibrokalkulus

    Sebab imunologi yang jarang : antibodi anti insulin

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    11/17

    Sindrom genetik lain yang berkaitan dengan DM: sindrom Down,sindrom Kleinfelter, sindrom Turner, dan lain-lain.

    Sumber : Sylvia A.Price Patofisiologi konsep klinis proses-proses

    penyakit.edisi 6. 2005.

    7. Gejala DM

    MANIFESTASI KLINIS

    keluhan khas1. poliuriabanyak kencing

    2. polidipsia rasa haus yang amat sering karenabanyaknya cairan yang keluar lewat kencing.

    3. Polifagiabanyak makan4. Penurunan berat badan drastis

    keluhan penyerta5. kesemutan / parentensi6. gatal di daerah genital7. keputihan8. berat badan menurun cepat tanpa penyebab yang khas

    9. infeksi sulit sembuh10.bisul yang hilang timbul11.penglihatan kabur12.cepat lelah/lemas13.impotensi pada pria14.mudah mengantuk

    (Buku IPD jild I edisi 3)

    Gejala Klinik Diabetes Melitus:

    Poliuri (banyak kencing),

    polifagi (selalu lapar),

    polidipsi (selalu haus), gatal-gatal terutama pada daerah lipatan kulit,

    perasaan lemas,

    mengantuk

    berat badan menurun.

    Pada penderita DM tipe 2 gejala-gejala tersebut berlangsung secara

    perlahan-lahan dan samar-samar sehingga tidak disadari oleh penderita dan

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    12/17

    bahkan dianggap hal yang lumrah sehingga biasanya tidak membawa penderita

    mengunjungi dokter. Tidak jarang penderita DM tipe 2 ditemukan secara

    kebetulan pada pemeriksaan kesehatan rutin atau penderita datang dengan

    keluhan utama akibat komplikasi diabetes ( kram-kram, gagal ginjal, luka yang

    tidak mau sembuh dsb).

    Sebaliknya pada penderita DM tipe 1, gejala klinis biasanya jelas oleh

    karena terjadi kekurangan insulin secara absolute secara singkat ( kerusakan

    pancreas oleh proses autoimmum dlm waktu singkat )

    sumber :http://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdf

    9. patogenesis DM

    Patogenesis (Perjalanan Penyakit) Diabetes Mellitus

    Perkembangan penyakit dapat dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:

    a. Normal atau Sehat

    1) Kadar gula darah normal

    2) Perlu waktu bertahun-tahun untuk berkembang menjadi Diabetes Mellitus.

    b. Pre Diabetes1) Mulai terjadi peningkatan kadar glukosda darah secara bertahap.

    2) Kadar glukosa darah tidak cukup tinggi untuk menimbulkan gejala tetapi cukup

    mampu menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi berbagai jaringan tubuh.

    3) Beresiko mengalami komplikasi

    4) Sering disertai faktor resiko lain seperti hipertensi,dislipidemia dan kegemukan

    atau obesitas.

    5) Dapat dilakukan upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi

    dan perkembangan menjadi diabetes.

    c. Diabetes Sering ditemukan komplikasi pada saat diagnosis

    d. Komplikasi

    1) Terutama penyakit jantung koroner dan stroke

    2) Dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ misalnya mata, ginjal, dan syaraf

    3) Dapat berakibat fatal.

    http://penyakitdiabetesmellitus.blogspot.com/2011/10/patogenesis-perjalanan-penyakit.html

    http://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdfhttp://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdfhttp://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdfhttp://penyakitdiabetesmellitus.blogspot.com/2011/10/patogenesis-perjalanan-penyakit.htmlhttp://penyakitdiabetesmellitus.blogspot.com/2011/10/patogenesis-perjalanan-penyakit.htmlhttp://penyakitdiabetesmellitus.blogspot.com/2011/10/patogenesis-perjalanan-penyakit.htmlhttp://www.fk.unhalu.ac.id/dokumenhpeq/modul/modul-Berat-Badan-Menurun.pdf
  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    13/17

    14. bagaimana kriteria diagnosis dari DM

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    14/17

    Sumber : ILMU PENYAKIT DALAM

    11. penatalaksanaan dari DM

    pilar penatalaksanaan :

    - edukasi

    - terapi gizi medis

    - latihan jasmani

    - interfensi farmakologis (OHO,Insulin, KOMBINASI)

    Diabetes tipe 2 umumnya terjadi pada saat pola gaya hidup dan

    perilaku telah terbentuk dengan mapan. Pemberdayaan penyandang

    diabetes memerlukan partisipasi aktif pasien, keluarga dan masyarakat.

    Tim kesehatan mendampingi pasien dalam menuju perubahan perilaku.

    Untuk mencapai keberhasilan perubahan perilaku, dibutuhkan edukasi

    Intervensi farmakologis ditambahkan jika sasaran glukosa darah

    belum tercapai dengan pengaturan makan dan latihan jasmani.

    Berdasarkan cara kerjanya, OHO dibagi menjadi 4 golongan:

    A. pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue):sulfonilurea dan glinid

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    15/17

    B. penambah sensitivitas terhadap insulin: metformin,

    tiazolidindion

    C. penghambat glukoneogenesis (metformin)

    D. penghambat absorpsi glukosa: penghambat glukosidase

    alfa.

    13. komplikasi dari DM

    Organ jaringan yang

    terkena

    Yang terjadi Kompikasi

    Pembuluh darah Plak aterosklerotik terbentuk &

    menymbat aretri berukuran besar

    atau sedang dijantung, otak, tungkai

    & penis

    Dinding pembuluh darah kecil

    mengalami kerusakan sehingga

    pembuluh tidak dapat mentranfer

    oksigen secara normal & mengalami

    kebocoran

    Sirkulasi yang jelek menyebabkan

    pembuluh luka yang jelek & bisa

    menyebabkan penyakit jantung, stroke,

    gengren kaki & tangan, impoten & infeksi

    Mata Terjedi kerusakan pada pembuluh

    darah kecil retina

    Gangguan penglihatan dan pada akhirnya

    terjadi kebutaan

    Ginjal Penebalan pembuluh darah ginjal

    Protein bocor kedalam air kemih

    Darah tidak dapat disaring secara

    normal

    Fungsi ginjal buruk

    Gagal ginjal

    Saraf Kerusakan saraf karena glukosa tidakdimetabolisir secara normal dan

    karena aliran air darah berkurang

    Kelemahan tungkai yg terjadi secaratiba2 atau secara perlahan

    Berkurangnya rasa, kesemutan & nyeri

    ditangan & kaki

    Kerusakan saraf menahun

    Sistem saraf

    otonom

    Kerusakan saraf yang mengendalikan

    tekanan darah & saluran pencernaan

    Tekanan darah yang nai turun

    Kesulitan menelan dan perubahan

    fungsi serangan diare

    Kulit Berkurangnya aliran darah kekulit &

    hilangnya rasa yg menyebabkan

    cedera berulang

    Luka, infeksi dalam (ulkus diabetikum)

    Penyebab luka yang jelek

    Darah Gangguang fungsi sel darah putih Mudah terkena infeksi, terutama infeksi

    saluran kemih & kulit

    Jaringan ikat Gluka tidak dimetabolisir secara

    normal sehingga jaringan menebal

    atau berkontraksi

    Sindroma terowongan karpal

    Kontraktur Dupuytren

    http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=135

    http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=135http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=135http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=135
  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    16/17

    16. faktor resiko DM

    1. usia >45 tahun

    2. Berat badan lebih : BBR > 110% BB

    idaman atau IMT > 23 kg/m2

    3. Hipertensi ( 140/90 mmHg)

    4. Riwayat DM dalam garis keturunan pertama

    5. Riwayat abortus berulang, melahirkan bayi

    cacat atau BB lahir bayi > 4000 gr

    6. Kolesterol HDL 35 mg/dl dan trigliserida

    250 mg/dl

    7. Menderita polycistic ovarial syndrome (PCOS)

    Kurang olahraga

    ras

    Sumber : Ilmu penyakit dalam

    Faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi :

    1. Ras dan etnik

    2. Riwayat keluarga dengan diabetes (anak penyandang diabetes)

    3. Umur. Risiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan

    meningkatnya usia. Usia > 45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM.

    4. Riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir bayi > 4000 gram atau riwayatpernah menderita DM gestasional (DMG).

    5. Riwayat lahir dengan berat badan rendah, kurang dari 2,5 kg.

    Bayi yang lahir dengan BB rendah mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding

    dengan bayi lahir dengan BB normal.

    Faktor risiko yang bisa dimodifikasi;

    1. Berat badan lebih (IMT > 23 kg/m2).2. Kurangnya aktivitas fisik.

  • 7/31/2019 Hasil Sgd 7 Modul 8 Lbm 2

    17/17

    3. Hipertensi (> 140/90 mmHg).

    4. Dislipidemia (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL) v Diet tak

    sehat (unhealthy diet).

    5. Diet dengan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko

    menderita prediabetes dan DM tipe-2.

    Faktor lain yang terkait dengan risiko diabetes :

    1. Penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau keadaan klinis lain yang

    terkait dengan resistensi insulin

    2. Penderita sindrom metabolik

    Memiliki riwayat toleransi glukosa terganggu (TGT) atau glukosa darah puasa

    terganggu (GDPT) sebelumnya.

    Memiliki riwayat penyakit kardiovaskular, seperti stroke, PJK,PAD (PeripheralArterial Diseases).

    American diabetic assotiation

    Alhamdulilah _^