of 88 /88
Annisa Rahim - 012106082 1 MODUL MATA LBM 1 SGD 8 ORGAN PENGLIHATAN NORMAL STEP 1 - STEP 2 1. Jelaskan anatomi dan fisiologi organ penglihatan! 2. Apa saja otot kelopak mata dan fungsinya! 3. Apa saja adneksa mata beserta fungsinya! 4. Bagaimana mekanisme melihat? 5. Bagaimana mekanisme berkedip? (volunter dan involunter)! 6. Bagaimana mekanisme gerak bola mata? Saat melihat tanpa merubah posisi tubuh dan kepalanya? 7. Mengapa Arief tidak merasakan matanya kering/tidak sakit ketika ada debu? 8. Mengapa tidak merasakan sakit kepala meskipun lama berdiri? 9. Bagaimana mekanisme bisa membedakan warna? STEP 3 1. Jelaskan anatomi dan fisiologi organ penglihatan! Anatomi, tambahkan gambar!!! Mata ada 2: a. Oculus: N.optivus, bulbus oculi Bulbus oculi: 1) selubung (tunica fibrosa(kornea dan sclera), tunica nervosa (retina, stratum pigmenti), tunica vasculosa (iris,corpus cillaris) 2) isi (aquous humor, lensa crystalina, dan corpus vitreum) b. Occuli accessorius: ada 4: palpebra, konjungtiva, kelenjar lakrima, Mm.oculi a. Cornea: bentuk transparan, refraksi cahaya (membiaskan cahaya), berapa kekuatannya (dioptri)? Fungsi cornea? b. Pupil: mengatur jumlah cahaya yang diterima. Gelap pupil melebar, terang menyempit Ketika menutup mata, bagaimana keadaan pupil? c. Iris: ada 2 otot: M. dilator pupil kontraksi pupil melebar. M. sphincter pupil kontraksi mengecilkan pupil

Annisa Modul Mata Lbm 1 Sgd 1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

aa

Text of Annisa Modul Mata Lbm 1 Sgd 1

  • Annisa Rahim - 012106082

    1

    MODUL MATA LBM 1 SGD 8

    ORGAN PENGLIHATAN NORMAL

    STEP 1

    -

    STEP 2

    1. Jelaskan anatomi dan fisiologi organ penglihatan!

    2. Apa saja otot kelopak mata dan fungsinya!

    3. Apa saja adneksa mata beserta fungsinya!

    4. Bagaimana mekanisme melihat?

    5. Bagaimana mekanisme berkedip? (volunter dan involunter)!

    6. Bagaimana mekanisme gerak bola mata? Saat melihat tanpa merubah posisi tubuh dan

    kepalanya?

    7. Mengapa Arief tidak merasakan matanya kering/tidak sakit ketika ada debu?

    8. Mengapa tidak merasakan sakit kepala meskipun lama berdiri?

    9. Bagaimana mekanisme bisa membedakan warna?

    STEP 3

    1. Jelaskan anatomi dan fisiologi organ penglihatan!

    Anatomi, tambahkan gambar!!!

    Mata ada 2:

    a. Oculus: N.optivus, bulbus oculi

    Bulbus oculi:

    1) selubung (tunica fibrosa(kornea dan sclera), tunica nervosa (retina, stratum

    pigmenti), tunica vasculosa (iris,corpus cillaris)

    2) isi (aquous humor, lensa crystalina, dan corpus vitreum)

    b. Occuli accessorius: ada 4: palpebra, konjungtiva, kelenjar lakrima, Mm.oculi

    a. Cornea: bentuk transparan, refraksi cahaya (membiaskan cahaya), berapa kekuatannya

    (dioptri)? Fungsi cornea?

    b. Pupil: mengatur jumlah cahaya yang diterima. Gelap pupil melebar, terang menyempit

    Ketika menutup mata, bagaimana keadaan pupil?

    c. Iris: ada 2 otot: M. dilator pupil kontraksi pupil melebar. M. sphincter pupil

    kontraksi mengecilkan pupil

  • Annisa Rahim - 012106082

    2

    GAMBAR nya M. dilator pupil dan M. Sphincter pupil? Jarasnya!

    d. Lensa: memfokuskan cahaya dg cara akomodasi (kemampuan adaptasi lensa agar bayangan

    jatuh tepat di retina).

    Lensa mata tetap biconcave, yang membedakan hanya jarak (ditentukan oleh ukuran

    diameter yang menebal atau menipis.

    e. Retina: macula lutea

    1) sel batang/sel basal(adaptasi gelap dan melihat samping) dan

    2) sel kerucut/sel konus (adaptasi terang, melhat sentral dan warna).

    Bagaimana proses pembentukan warna di iris?

    Warna mata dipengaruhi oleh melanosit pada lapisan yg berpigmen pada retina mata.

    a) Lapisan berpigmen: melanin dan menyimpan vitamin A.

    b) Lapisan batang dan kerucut yang menonjol pada lapisan pigmen

    c) Lapisan limitan luar

    d) Lapisan nucleus luar; mengandung badan sel batang dan kerucut

    - Sel batang: rodopsin 10%

    Isomerase

    11 cis-retinol (vit. A) 11 cis-retinal +skotopsin rodopsin.

    Cari skema!!

    - Sel kerucut: reseptor warna - iodopsin

    Adakah pengaruh dari vitamin A juga?

    e) Lapisan pleksiform luar

    f) Lapisan nucleus dalam

    g) Lapisan pleksiform dalam

    h) Lapisan ganglion

    i) Lapisan serabut saraf optik

    j) Membrane limitan dalam

    Mata tidak kering karena adanya cairan aquous humor (anterior lensa) dan vitreous

    humor(antara posteror lensa dan retina).

    Aliran vitreous humor ke aquous humor?

  • Annisa Rahim - 012106082

    3

    - Produksi Aquous humor tidak terbatas dibandingkan vitreous humor, disekresi oleh

    epitel proc. Cilliaris corpus cilliare.

    Mekanisme pembentukan dan fungsi aquous humor?

    - Menjaga agar tidak kering karena ada kelenjar lacrimal.

    Diameter vertical mata: 23,5 mm, transversal 24 mm, anteroposterior 17,5mm,

    2. Apa saja otot kelopak mata dan fungsinya!

    a. M. orbicularis oculi: dpersarafi N. VII (N. facialis)

    Menutup kelopak

    b. M. levator palpebra: oleh N. III (N. occulomotorius)

    Membuka kelopak

    c. M. tarsalis Mulleri: serabut2 simpatis dari ganglion servical superior

    Mempertahankan saat palpebra saat membuka

    3. Apa saja adneksa mata beserta fungsinya!

    Occuli accessorius: ada 4:

    a. Palpebra

    1) Palpebra superior

    2) Palpebra inferior

    Palpebra superior dan inferor bertemu di Rima palpebra, disebelah lateral dan

    medialnyanya ada cantus, dicantus ada caranculla, cantus medial lebih berfungsi

    untuk berkumpulnya air mata sebelum ke punctum lacrima.

    - Punya tarsus, mengandung kelenjar Meibom mengeluarkan minyak untuk melapisi

    bagian luar air mata agar tidak cepat menguap.

    b. Konjungtiva

    Menghasilkan sel musin sel goblet melindungi mata.

    a. Konjungtiva tarsal: didepan tarsus

    b. Konjungtiva bulbi

    c. Konjungtiva fornix

    Fungsi masing2 konjungtiva?

    c. kelenjar lakrima,

  • Annisa Rahim - 012106082

    4

    a. sel acini : sel silindris, tidak beraturan, fungsi untuk menyimpan granul dan tetes lipid

    b. ductus excretorius intralobular: sel silindris, antarsel acini.

    c. ductus interlobular: sel silindris. Antara sel acini dan ductus excretorius intralobular.

    d. sel myoepithel

    d. Mm.oculi

    a. M. Rectus lateral (N. VI) dan medial (N. III): pergerakan mata kesamping kanan dan

    kiri.

    b. M. Rectus inferior (N.III)dan superior(N.III): pergerakan mata ke atas ke atas dan

    bawah.

    c. M. Obliqus superior(N. IV) dan inferior (N. III): pergerakan mata memutar ke kanan

    dan kekiri.

    4. Bagaimana mekanisme melihat?

    5. Bagaimana mekanisme berkedip? (volunter dan involunter)!

    6. Bagaimana mekanisme gerak bola mata? Saat melihat tanpa merubah posisi tubuh dan

    kepalanya?

    7. Mengapa Arief tidak merasakan matanya kering/tidak sakit ketika ada debu?

    8. Mengapa tidak merasakan sakit kepala meskipun lama berdiri?

    9. Bagaimana mekanisme bisa membedakan warna?

    STEP 4

    MAPPING

    STEP 7

    1. Jelaskan anatomi dan fisiologi organ penglihatan!

    Anatomi, tambahkan gambar!!!

    CAVUM ORBITA

  • Annisa Rahim - 012106082

    5

  • Annisa Rahim - 012106082

    6

  • Annisa Rahim - 012106082

    7

  • Annisa Rahim - 012106082

    8

    http://www.kellogg.umich.edu/theeyeshaveit/anatomy/sagittal-section.html

    Organon oculi assesoria Oculus

    Kelenjar lakrimal Bulbus oculi

    Konjunctiva

    Nervus opticus

    Isi Selubung Palpebra

    Lensa crystalina

    Humor aquosus

    Corpus vitreum

    Tunica fibrosa Sclera Cornea

    Tunica vasculosa Choroid Corpus ciliare Iris

    Tunica nervosa Stratum pigmenti Retina

    Organon visuum

    Musculi oculi

  • Annisa Rahim - 012106082

    9

    http://academia.hixie.ch/bath/eye/home.html

  • Annisa Rahim - 012106082

    10

    Diameter vertical mata: 23,5 mm, transversal 24 mm, anteroposterior 17,5mm,

  • Annisa Rahim - 012106082

    11

  • Annisa Rahim - 012106082

    12

  • Annisa Rahim - 012106082

    13

  • Annisa Rahim - 012106082

    14

  • Annisa Rahim - 012106082

    15

  • Annisa Rahim - 012106082

    16

    Anatomi Dan Fisiologi Untuk Pemula, By Ethel Slonane http://books.google.co.id/books?id=F13RgtrhNc8C&pg=PA185&dq=sklera+adalah&hl=en&s

    a=X&ei=_mGTUcOsFsaQrQfOqYHADg&redir_esc=y#v=onepage&q=sklera%20adalah&f=fals

    e

    BULBUS OCULI

    A. SELUBUNG

    1. TUNICA FIBROSA

    a. Sclera

  • Annisa Rahim - 012106082

    17

    Anatomi & Fisiologi U.Ps, By Evelyn C. Pearce: http://books.google.co.id/books?id=3ZyOm94xiCMC&pg=PA315&dq=sklera+adalah&hl=en&sa=X&ei=m1-TUei3DYXZrQeOj4HABg&redir_esc=y#v=onepage&q=sklera%20adalah&f=false

    Lapisan: luar dalam: substansia propria sclera, lamina fuschka (vv.verticosa, vasa ciliaris anterior)

    n. opticus keluar bola mata menembus sclera 2,5 mmsebelah nasal polus posterior (lamina cribosa) locus minorus resistentiae.

    locus minoris resistentiae (lkus minris rsistench),. n an area offering little

    resistance to invasion by microorganisms and/or their toxins.

    Tempat rawan/daerah lemah.

    http://books.google.co.id/books?id=ZXPEVwLUfp8C&pg=PA86&lpg=PA86&dq=locus+minori

    s+resistentiae+lamina+cribrosa&source=bl&ots=LfgA0fFoZP&sig=hEctJz_2AFiOLWZ5bUjw-

    WDSaQE&hl=en&sa=X&ei=k3CVUbTVCIWIrAfe-

    4GADQ&redir_esc=y#v=onepage&q=locus%20minoris%20resistentiae%20lamina%20cribros

    a&f=false

    b. Cornea

    Cornea: bentuk transparan, refraksi cahaya (membiaskan cahaya), berapa

    kekuatannya (dioptri)?

    Fungsi cornea?

  • Annisa Rahim - 012106082

    18

    1. Epitel kornea

    merupakan lanjutan dari konjungtiva disusun oleh epitel gepeng berlapis tanpa

    lapisan tanduk (squamous comples non keratin). Lapisan ini merupakan lapisan

    kornea terluar yang langsung kontak dengan dunia luar dan terdiri atas 7 lapis sel.

    Epitel kornea ini mengandung banyak ujung- ujung serat saraf bebas. Sel-sel yang

    terletak di permukaan cepat menjadi aus dan digantikan oleh sel-sel yang terletak di

    bawahnya yang bermigrasi dengan cepat.

    2. Membran Bowman

    merupakan lapisan fibrosa yang terletak di bawah epitel tersusun dari serat kolagen

    tipe 1.

    3. Stroma kornea

    merupakan lapisan kornea yang paling tebal tersusun dari serat-serat kolagen tipe 1

    yang berjalan secara paralel membentuk lamel kolagen. Sel-sel fibroblas terletak di

    antara serat-serat kolagen.

    4. Membran Descemet

    merupakan membran dasar yang tebal tersusun dari serat-serat kolagen.

    5. Endotel kornea

    Lapisan ini merupakan lapisan kornea yang paling dalam tersusun dari epitel selapis

    gepeng atau kuboid rendah. Sel-sel ini mensintesa protein yang mungkin diperlukan

    untuk memelihara membran Descement. Sel-sel ini mempunyai banyak vesikel dan

    dinding selnya mempunyai pompa natrium yang akan mengeluarkan kelebihan ion-

    ion natrium ke dalam kamera okuli anterior. Ion-ion klorida dan air akan mengikuti

    secara pasif. Kelebihan cairan di dalam stroma akan diserap oleh endotel sehingga

    stroma tetap dipertahankan dalam keadaan sedikit dehidrasi (kurang cairan), suatu

    faktor yang diperlukan untuk mempertahankan kualitas refraksi kornea.

  • Annisa Rahim - 012106082

    19

    Kornea bersifat avaskular (tak berpembuluh darah) sehingga nutrisi didapatkan

    dengan cara difusi dari pembuluh darah perifer di dalam limbus dan dari humor

    akweus di bagian tengah. Kornea menjadi buram bila endotel kornea gagal

    mengeluarkan kelebihan cairan di stroma.

    http://books.google.co.id/books?id=w5eVlI0_bdEC&pg=PA91&dq=sklera+adal

    ah&hl=en&sa=X&ei=m1-

    TUei3DYXZrQeOj4HABg&redir_esc=y#v=onepage&q=sklera%20adalah&f=false

    http://co-me.ch/projects/phase2/p08/p08_01.en.html

    Faktor yang menyebabkan kejernihan kornea

    Tidak mengandung zat tanduk, pembuluh darah, struktur dan susunan

    jaringan relatif homogen dan teratur.

    Permukaan kornea dikelilingi oleh cairan, agar mampu menahan cairan dan

    untuk mempertahankan kadar cairan pada tingkat tertentu maka dibagian

  • Annisa Rahim - 012106082

    20

    depan kornea terdapat epitel dan dibagian belakang dilapisi endotel, yang

    berfungsi memompa cairan keluar kornea apabila berlebihan.

    Mengapa kornea keruh?

    Terganggunya faktor yang menyebabkan kejernihan tersebut, seperti tersebut

    diatas terganggu dapat menimbulkan kekeruhan kornea. Menurunnya tingkat

    kejernihan atau kekeruhan dapat bersifat sementara atau menetap atau

    selemanya.

    Kekeruhan kornea dapat disebabkan karena kornea terluka, misalnya: karena

    trauma, infeksi oleh bakteri, jamur atau virus, atau terjadi reaksi penolakan

    tubuh atau autoimun, atau akibat kelainan bawaan yaitu terdapat

    penumpukan material abnormal, kerusakan endotel akibat kenaikan tekanan

    bola mata, bahkan komplikasi tindakan bedah.

    Penurunan kejernihan kornea dapat menimbulkan gangguan penglihatan,

    mulai dari rasa silau sampai terjadi penurunan ketajaman penglihatan sampai

    kebutaan.

    2. TUNICA VASCULOSA

    a. Choroid

  • Annisa Rahim - 012106082

    21

    Khoroid merupakan lapisan yang banyak mengandung pembuluh darah dan sel-sel pigmen sehingga tampak

    bewarna hitam. Lapisan ini tersusun dari jaringan penyambung jarang yang mengandung serat-serat

    kolagen dan elastin, sel-sel fibroblas, pembuluh darah dan melanosit. Khoroid terdiri atas 4 lapisan yaitu

    1. Epikhoroid/suprachoroid merupakan lapisan khoroid terluar tersusun dari serat-serat kolagen dan

    elastin luas, fibroblas, banyak melanosit besar.

    2. Lapisan vaskuler merupakan lapisan yang paling tebal tersusun dari pembuluh darah dan melanosit.

    3. Lapisan koriokapiler, merupakan lapisan yang terdiri atas pleksus kapiler, jaring-jaring halus serat

    elastin dan kolagen, fibroblas dan melanosit. Kapiler-kapiler ini berasal dari arteri khoroidalis

    Pleksus ini mensuplai nutrisi untuk bagian luar retina.

    4. Lamina elastika/membran Bruch, merupakan lapisan khoroid yang berbatasan dengan epitel pigmen

    retina. Lapisan ini tersusun dari jarring-jaring elastik padat dan suatu lapisan dalam lamina basal

    yang homogen.

    b. Corpus Cilliaris

  • Annisa Rahim - 012106082

    22

    http://www.medicinesia.com/kedokteran-dasar/penginderaan-kedokteran-

    dasar/anatomimata/

    Korpus siliaris dilapisi oleh 2 lapis epitel kuboid (Gb-7). Lapisan luar kaya akan pigmen dan merupakan

    lanjutan lapisan epitel pigmen retina. Lapisan dalam yang tidak berpigmen merupakan lanjutan lapisan

    reseptor retina, tetapi tidak sensitif terhadap cahaya. Sel-sel di lapisan ini akan mengeluarkan cairan filtrasi

    plasma yang rendah protein ke dalam bilik mata belakang (kamera okuli posterior).

    c. Iris

    a. Iris: ada 2 otot: M. dilator pupil kontraksi pupil melebar. M. sphincter pupil

    kontraksi mengecilkan pupil

    GAMBAR nya M. dilator pupil dan M. Sphincter pupil? Jarasnya!

    Bagaimana proses pembentukan warna di iris?

    Warna mata dipengaruhi oleh melanosit pada lapisan yg berpigmen pada

    retina mata.

    - Fungsi utama iris: meningkatkan jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata pada

    waktu gelap, dan mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata pada waktu

    terang.

  • Annisa Rahim - 012106082

    23

    - Jumlah cahaya yg memasuki mata melalui pupil sebanding dengan luas pupil.

    - Diameter pupil manusia dapat mengecil sampai 1,5 mm, dan membesar sampai 8

    mm.

    - Jumlah cahaya yg memasuki mata dapat berubah sekitar 30x lipat sebagai akibat dari

    perubahan diameter pupil.

    Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

    Pada iris terdapat 2 jenis otot polos (Gb-8) yaitu otot dilatator pupil dan otot sfingter/konstriktor pupil.

    Kedua otot ini akan merubah diameter pupil. Otot dilatator pupil yang dipersarafi oleh persarafan simpatis

    akan melebarkan pupil, sementara otot sfingter pupil yang dipersarafi oleh persarafan parasimpatis (N. III)

    akan memperkecil diameter pupil.

    Jumlah sel-sel melanosit yang terdapat pada epitel dan stroma iris akan mempengaruhi warna mata. Bila

    jumlah melanosit banyak mata tampak hitam, sebaliknya bila melanosit sedikit mata tampak bewarna biru.

  • Annisa Rahim - 012106082

    24

  • Annisa Rahim - 012106082

    25

    http://what-when-how.com/neuroscience/visual-system-sensory-system-

    part-4/

  • Annisa Rahim - 012106082

    26

    b. Pupil: mengatur jumlah cahaya yang diterima. Gelap pupil melebar, terang menyempit

    Ketika menutup mata, bagaimana keadaan pupil?

  • Annisa Rahim - 012106082

    27

    Buku Ajar Diagnostik Fisik, By Mark H. Swartz

    3. TUNICA NERVOSA

    a. Stratum Pigmenti

    b. Retina

    Retina: macula lutea

    1) sel batang/sel basal(adaptasi gelap dan melihat samping) dan

    2) sel kerucut/sel konus (adaptasi terang, melhat sentral dan warna).

    a) Lapisan berpigmen: melanin dan menyimpan vitamin A.

    b) Lapisan batang dan kerucut yang menonjol pada lapisan pigmen

    c) Lapisan limitan luar

    d) Lapisan nucleus luar; mengandung badan sel batang dan kerucut

    - Sel batang: rodopsin 10%

    Isomerase

  • Annisa Rahim - 012106082

    28

    11 cis-retinol (vit. A) 11 cis-retinal +skotopsin rodopsin.

    Cari skema!!

    - Sel kerucut: reseptor warna - iodopsin

    Adakah pengaruh dari vitamin A juga?

    e) Lapisan pleksiform luar

    f) Lapisan nucleus dalam

    g) Lapisan pleksiform dalam

    h) Lapisan ganglion

    i) Lapisan serabut saraf optik

    j) Membrane limitan dalam

  • Annisa Rahim - 012106082

    29

    http://www.kellogg.umich.edu/theeyeshaveit/anatomy/section-retina.html

  • Annisa Rahim - 012106082

    30

  • Annisa Rahim - 012106082

    31

    Jenis2 sel saraf pada retina:

    a. Fotoreseptor: sel batang dan sel kerucut menjalarkan sinyal ke lapisan pleksiform luar,

    tempat sel batang dan sel kerucut bersinaps dengan sel bipolar dan sel horizontal.

    b. Sel horizontal: menjalarkan sinyal secara horizontal pada lapisan fleksiform luar dari sel

    batang dan sel kerucut ke sel bipolar. Fungsi: inhibisi lateral untuk memperkuat kontras

    penglihatan.

    c. Sel bipolar: menjalarkan sinyal secara vertical dari sel batang, sel kerucut, dan sel horizontal

    ke lapisan pleksiform dalam,tempat sel2 itu bersinaps dg sel ganglion dan sel amakrin.

    Fungsi:inhibisi dan eksitatasi

    d. Sel amakrin: menjalarkan sinyal dalam dua arah, baik secara langsung dari sel bipolar ke sel

    ganglion atau secara horizontal dalam lapisan pleksiform dalam dari akson sel bipolar ke

    dendrite sel ganglion atau sel amakrin lainya. Sekitar 30 jenis sel amakrin telah

    diidentifikasi.

    e. Sel ganglion, menjalarkan sinyal keluar dari retina melalui saraf optik ke dalam otak.

  • Annisa Rahim - 012106082

    32

    Setiap retina mengandung sekitar 1,6 juta.

    1) Sel W: kurang lebih 40% dari seluruh sel ganglion. Kecepatan lambat 8m/detik.

    Menerima sebagian besar eksitasinya dari sel batang, dijalarkan melalui jalur sel bipolar

    kecil dan sel amakrin.

    2) Sel X: 55%, kecepatan = 14m/detik.

    3) Sel Y: 5%, sel paling besar, menjalarkan sinyanya keotak dg kecepatan 50m/detik.

    - Jenis sel saraf yg tidak terlalu menonjol adalah sel interpleksiform yg menjalarkan

    sinyal dalam arah retrograde dari lapiisan pleksiform dalam ke lapisan pleksiform

    luar, sinyal ini bersifat menghambat dan diduga utk mengendalikan penyebaran

    lateral dari sinyal penglihatan oleh selhorizontal di lapisa pleksiform luar.

    Lapisan2 Retina dari luar-dalam

    a. Lapisan berpigmen retina

    Pigmen hitam melanin dalam lapisan pigmen mencegah pantulan cahaya dari bagian

    lengkung bola mata; sangat berguna untuk penglihatan yg jelas. Pada albino, ketika

    memasuki suatu ruangan yg terang, cahaya yg mengenai retina dipantulkan ke segala arah di

    dalam bola mata oleh permukaan retian yg tdk berpigmen dan oleh lapisan sclera sebuah

    titik cahaya yg normalnya hanya mengandung beberapa sel batang atau kerucut akan

    dipantulkan ke segala arah dan merangsang banyak reseptor. Oleh karena itu, tajam

    penglhatan seorang albino, walapun dg koreksi optik yg terbaik, jarang lebih baik dari 20/100

    sampai 20/200 dibandingkan dg nilai normal 20/20.

    Epitel pigmen adalah suatu lapisan sel poligonal yang teratur, ke arah ora serrata bentuk selnya menjadi

    lebih gepeng. Inti sel berbentuk kuboid dengan sitoplasmanya kaya akan butir-butir melanin. Fungsi epitel

    pigmen adalah

    1. Menyerap cahaya dan mencegah terjadinya pemantulan.

    2. Berperan dalam nutrisi fotoreseptor

    3. Penimbunan dan dan pelepasan vitamin A

    4. Berperan dalam proses pembentukan rhodopsin

    b. Lapisan fotoreseptor

    Tabel perbedaan

    - Sel batang

  • Annisa Rahim - 012106082

    33

    Rodopsin dan penguraiannya oleh energy cahaya.

  • Annisa Rahim - 012106082

    34

  • Annisa Rahim - 012106082

    35

    Skema siklus penglihatan rodopsin-retina

    - Sel kerucut.

    Iodopsin vitamin A + fotopsin.

    Kurva absorbsi cahaya : panjang gelombang pigmen peka warna BIRU = 445 nm,

    HIJAU = 535 nm, MERAH = 570 nm.

  • Annisa Rahim - 012106082

    36

    c. Membrane limitan eksterna

    rangkaian kompleks tautan antara sel batang, sel kerucut, dan sel Muller. Dengan mikroskop cahaya

    tampak sebagai garis.

    d. Lapisan nucleus luar:

    lapisan yang terdiri atas inti-inti sel batang dan kerucut bersama badan selnya.

    e. Lapisan fleksiform luar dibentuk oleh akson sel batang dan kerucut bersama dendrit sel bipolar

    dan sel horizontal yang saling bersinaps.

    f. Lapisan nucleus dalam dibentuk oleh inti-inti dan badan sel bipolar, sel horizontal, sel amakrin,

    dan sel Muller.

    g. Lapisan fleksiform dalam dibentuk oleh sinaps antara sel bipolar, amakirn, dan sel ganglion.

    h. Lapisan sel ganglion dibentuk oleh badan dan inti sel ganglion.

    i. Lapisan serabut nervus optikus dibentuk oleh akson sel ganglion.

    j. Membrane limitans interna sebenarnya adalah membrana basalis sel Muller yang memisahkan

    retina dari korpus vitreum.

    Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

    B. ISI

    1. AQUOUS HUMOUR

    Mata tidak kering karena adanya cairan aquous humor (anterior lensa) dan vitreous

    humor(antara posteror lensa dan retina).

    Aliran vitreous humor ke aquous humor?

    - Produksi Aquous humor tidak terbatas dibandingkan vitreous humor, disekresi oleh

    epitel proc. Cilliaris corpus cilliare.

  • Annisa Rahim - 012106082

    37

    Mekanisme pembentukan dan fungsi aquous humor?

    - Menjaga agar tidak kering karena ada kelenjar lacrimal.

    http://academia.hixie.ch/bath/eye/home.html

    - Humor aquous adalah cairan yang mengalir berbas.

    - Humor aquous secara terus-menerus diproduksi dan direabsobrsi. Keseimbangan

    antara pembentukan dan reabsorbsi mengatur volume total dan tekanan cairan

    intraocular.

    - Dibentuk dalam mata kira-kira 2-3 mikrometer tiap menit.

    - Sekresi dimulai dg transport aktif ion natrium kedalam ruangan diantara sel2 epitel

    ion natrium menarik ion klorida dan bikarbonat mempertahankan sifat

    netralitas listrik osmosis air dari kapiler darah yg terletak di bawahnya ke dalam

    ruang interseluler epitel yg sama aquous humor membersihkan ruangan

  • Annisa Rahim - 012106082

    38

    proc.siliaris sampai ke kamera okuli anterior mata. Selain itu, beberapa nutrient

    (glukosa, asam amino, asam askorbat) jg dibawa melalui epitel2 dg transport

    aktif/difusi terfasilitasi.

    - TIO normal rata2 sekitar 15 mmHg, dg kisaran antara 12-20 mmHg, diukur dengan

    Tonometri.

    - Glaucoma: penyakit mata yg ditandai dg meningkatnya TIO secara patologis, kadang2

    meningkat cepat sampai 60-70 mmHg. Tekanan yg meningkat diatas 25-30 mmHg

    dapat menyebabkan hilangnya penglihatan bila dipertahankan dalam jangka waktu

    lama. Pada sebagian besar kasus glaucoma, tekanan tinggi abnormal disebabkan oleh

    peningkatan tekanan terhadap aliran keluar cairan yg melalui ruang trabeku ke

    dalam canalis Schlemm pada iridocorneal junction. Misal: peradangan mata akut

    leukosit dan jaringan nekrosis dapat menghambat ruang trabekula.

    Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

    Glaukoma yang sering ditemukan adalah glaukoma sudut terbuka.

    Glaukoma sudut terbuka terjadi karena pembendungan terhadap aliran keluar

    aqueous humor, sehingga menyebabkan penimbunan. Hal ini dapat memicu

    proses degenerasi trabecular meshwork, termasuk pengendapan materi ekstrasel

    di dalam anyaman dan di bawah lapisan endotel kanalis Schlemm (Salmon, 2009).

    Mekanisme kerusakan neuron pada glaukoma sudut terbuka dan hubungannya

    dengan tingginya tekanan intraokular masih belum begitu jelas.

    Teori utama memperkirakan bahwa adanya perubahan-perubahan elemen

    penunjang struktural akibat tingginya tekanan intraokular di saraf optikus,

    setinggi dengan lamina kribrosa atau pembuluh darah di ujung saraf optikus

    (Friedman dan Kaiser, 2007). Teori lainnya memperkirakan terjadi iskemia pada

    mikrovaskular diskus optikus (Kanski, 2007). Kelainan kromosom 1q-GLC1A

    (mengekspresikan myocilin) juga menjadi faktor predisposisi (Kwon et al, 2009).

    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31224/4/Chapter%20II.pdf

    2. LENSA CRYSTALINA

    Lensa: memfokuskan cahaya dg cara akomodasi (kemampuan adaptasi lensa agar

    bayangan jatuh tepat di retina).

    Lensa mata tetap biconcave, yang membedakan hanya jarak (ditentukan oleh ukuran

    diameter yang menebal atau menipis.

  • Annisa Rahim - 012106082

    39

    Lensa terdiri atas 3 lapisan yaitu kapsul lensa, epitel subkapsul dan serat-serat lensa. Kapsul lensa

    merupakan lamina basal yang umumnya disusun oleh serat-serat kolagen tipe IV dan glikoprotein. Kapsul ini

    elastik, jernih dan kompak. Epitel subkapsul hanya terdapat pada permukaan anterior lensa tepat di bawah

    kapsul lensa. Epitelnya terdiri atas selapis sel kuboid. Di sebelah dalam dari epitel subkapsul terdapat serat-

    serat lensa yang di bentuk dari sel-sel yang kehilangan inti dan organel sel lainnya. Serat-serat ini kemudian

  • Annisa Rahim - 012106082

    40

    diisi dengan protein lensa kristalin (crystallins). Adanya kristalin ini akan meningkatkan index refraksi

    lensa.

    Lensa sama sekali tidak mengandung pembuluh darah. Nutrisi untuk lensa diperoleh dari humor akweus

    dan korpus vitreus. Lensa bersifat impermeabel, tetapi dapat ditembus cahaya dengan mudah.

    Pada orang tua sering dijumpai kekeruhan pada lensa yang menyebabkan menurunnya kemampuan untuk

    melihat. Keadaan ini dikenal sebagai katarak. Kondisi mungkin disebabkan oleh bertumpuknya pigmen atau

    substansi lain dan keterpaparan sinar ultra violet secara berlebihan. Di samping itu pada orang tua terjadi

    suatu keadaan yang dikenal sebagai presbiopia yaitu ketidakmampuan mata untuk melihat benda-benda

    dalam jarak dekat yang disebabkan karena menurunnya elastisitas lensa akibat proses penuaan. Sebagai

    akibatnya lensa tidak dapat mencembung guna memfokuskan bayangan benda secara tepat pada retina.

    Keadaan ini dapat diatasi dengan pemakaian kaca mata.

    Lensa digantung ke korpus siliaris oleh penggantung lensa yang dikenal sebagai zonula Zinii.

    Otot siliaris mempunyai 2 set serabut otot polos yg terpisah :

    a. serabut meridional: membentang dari ujung perifer zonula zinii sampai

    peralihan kornea-sklera (limbus kornea). Kalau berkontraksi bagian perifer

    dari zonula zinii akan tertarik secara medial ke arah tepi kornea regangan

    zonula zinii terhadap lensa berkurang

    b. serabut sirkular: tersusun melingkar mengelilingi perlekatan zonula zinii,

    kontraksi gerakan seperti sfingter mengurangi diameter lingkar

    perlekatan zonula zinii regangan zonula berkurang.

    Jadi, kontraksi salah satu sel serabut otot polos dalam otot silaris akan

    mengendurkan zonula zinii lensa lebih cembung.

    - Otot siliaris hampir seluruhnya diatur oleh sinyal saraf parasimpatis dijalarkan

    ke mata melalui N.III.

    - Impuls saraf parasimpatis kontraksi M.cilliaris zonula kendur lensa

    semakin tebal dan meningkatkan daya bias mata mampu melihat objek lebih dekat

    .

    Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

  • Annisa Rahim - 012106082

    41

    http://www.oculist.net/downaton502/prof/ebook/duanes/pages/v8/ch010/020f.html

    sorbitol >> osmolaritas >> kekeruhan lensa.

  • Annisa Rahim - 012106082

    42

    3. CORPUS VITREUM

    Korpus vitreus merupakan suatu agar-agar jernih yang mengisi ruang vitreus (ruang antara

    lensa dan retina). Korpus vitreus disusun hampir seluruhnya oleh air (99%) dan

    mengandung elektrolit, serat-serat kolagen dan asam hialuronat. Korpus vitreus melekat

    pada seluruh permukaan retina. Di tengah korpus vitreus berjalan sisa suatu saluran yang

    berisi cairan dikenal sebagai kanal hialoidea, yang semula mengandung arteri hialodea

    pada masa janin. Badan vitreus berfungsi untuk memelihara bentuk dan kekenyalan bola

    mata.

    NERVUS OPTICUS

  • Annisa Rahim - 012106082

    43

    http://www.medicinesia.com/kedokteran-dasar/penginderaan-kedokteran-

    dasar/anatomimata/

    VASCULARISASI

  • Annisa Rahim - 012106082

    44

    Arteri

    a. Carotis interna a.ophthalmica cab.menuju bola mata (a. centralis retina, cab2

    ciliar = a. ciliaris posterior & a. ciliaris anteriol, cab2 muskuler); cab.menuju orbita (a.

    supraorbita, a. ethmoidalis ant.et.post, a.frontalis, a. dorsalis nasi, a. lacrimalis,

    cab.menuju ke cranium, a.zygomaticum, a.meningea anterior, a.palpebra medialis)

    b. A.carotis externa a. maxillaries interna

  • Annisa Rahim - 012106082

    45

    Vena

    a. Bola mata: v. verticosa (corpu ciliare, choroidea, iris), v. ciliiaris anterior, v. ciliaris

    posterior

    b. Orbita: v. ophthalmica superior, v. ophthalmica inferior, v.centralis retina.

  • Annisa Rahim - 012106082

    46

    http://www.medicinesia.com/kedokteran-dasar/penginderaan-kedokteran-

    dasar/anatomimata/

    ORGANON OCULI ASSESORIA

  • Annisa Rahim - 012106082

    47

    A. PALPEBRA

  • Annisa Rahim - 012106082

    48

    Eyelids and adnexae. Cross-section of the eyelid.

    http://health-

    7.com/Atlas%20of%20Pediatric%20Physical%20Diagnosis/Eyelids%20%26amp%3B%

    20Adnexae-Anatomy%20of%20the%20Eyelid/1

    Sagittal Section Of Accessory Structures

    http://academia.hixie.ch/bath/eye/home.html

    B. CONJUNGTIVA

  • Annisa Rahim - 012106082

    49

    http://media.mansmed.com/details.php?image_id=41

    C. GLANDULA LACRIMALIS

    Anterior View Of Lacrimal Apparatus

    http://academia.hixie.ch/bath/eye/home.html

    http://www.kellogg.umich.edu/theeyeshaveit/anatomy/external-eye.html

  • Annisa Rahim - 012106082

    50

    D. MM. OCULI

  • Annisa Rahim - 012106082

    51

  • Annisa Rahim - 012106082

    52

    http://books.google.co.id/books?id=w5eVlI0_bdEC&pg=PA91&dq=sklera+adalah&hl=en&sa=X&ei

    =m1-TUei3DYXZrQeOj4HABg&redir_esc=y#v=onepage&q=sklera%20adalah&f=false

    metabolisme mata

    1. Cornea: 30% glikolisis aerob, 65% HMP shunt ribosa-1-phosphate regenerasi sel

    (setiap 7 hari).

    2. Lensa: 85% glikolisis anaerob, 10% HMP shunt, 3% TCA utk daerah perifer yg mampu

    mengalami mitosis.

    Ukuran daya bias lensa Dioptri-

    - Makin besar sudut pembelokan cahaya yg diakibatkan oleh sebuah lensa, makin

    besar daya bias lensa tsb.

    - Ukuran daya bias lensa = dioptri

    - Daya bias lensa konveks dalam dioptri = 1 meter dibagi jarak fokusnya. Jadi, sebuah

    lensa sferis mempunyai daya bias +1 dioptri bila lensa itu memusatkan cahaya sejajar

    menuju satu titik focus 1 meter dibelakang lensa. Bila mampu membelokkan berkas

    cahaya sejajar dua kali kekuatan lensa yang berdaya bias +1 dioptri maka lensa

  • Annisa Rahim - 012106082

    53

    tersebut berkekuatan +2 dioptri, dan berkas cahaya akan difokuskan 0,5 meter di

    belakang lensa.

    - Daya bias lensa konkaf tidak dapat dinyatakan dengan jarak focus di belakang lensa,

    karena cahaya bukan mengalami konvergensi tetapi mengalami divergensi. Namun,

    jika menyebarkan berkas cahaya dengan kekuatan yg sama dg lensa konveks

    berkekuatan +1 dioptri, lensa konkaf itu disebut mempunyai daya bias -1 dioptri.

    - Lensa konkaf dapat menetralkan daya bias lensa konveks. Jadi, dengan meletakkan

    lensa konkaf berkekuatan 1 dioptri tepat di depan lesa konveksi berkekuatan 1

    dioptri akan menghasilkan sistem lensa berdaya bias nol.

    - Kekuatan lensa silindris diukur dg cara yg sama seperti mengukur kekuatan lensa

    sferis, kecuali bahwa selain kekuatan lensa, sumbu lensa silindris juga harus

    dinyatakan. Jika suatu lensa silindris memfokuskan cahaya sejajar pada suatu garis

    focus 1 meter di belakang lensa, lensa ini disebut mempunyai kekuatan +1dioptri,

    sebaliknya jika lensa silindris konkaf menyebarkan cahaya dg kekuatan sama seperti

    pemusatan cahaya oleh lensa silindris berkekuatan +1 dioptri, lensa ini dsebut

    mempunyai kekuatan -1 dioptri. Jika garis fokusnya horizontal, sumbunya dikatakan

    0 derajat, jika garis ini vertical, sumbunya disebut 90 derajat.

    SISTEM LENSA

    4 perbatasan refraksi:

    a. Perbatasan antara permukaan anterior kornea dan udara.

    b. Perbatasan antara permukaan posterior kornea dan humor aquous.

    c. Perbatasan antara humor aquous dan permukaan anterior lensa mata

    d. Perbatasan antara posterior lensa mata dengan humor vitreous.

    Indeks internal: udara: 1, kornea: 1,38, humor aquous: 1,33, lensa crystalina: 1,4,

    humor vitreous: 1,34.

    REDUCED EYE

    - Bila semua permukaan refrasi mata dijumlahkan secara aljabar dan dibayangkan

    sebagai sebuah lensa, susunan optikmata normal akan terlihat sederhana dan

    ditampilkan secara skematis sbg reduced eye.

    - Pada reduced eye dibayangkan hanya terdapat 1 lensa dg titik pusat 17 mm didepan

    retina, dan mempunyai daya bias total 59 dioptri pd saat mata berakomodasi untuk

    melihat jauh.

    Daya bias total = 59 dioptri. 2/3 dihasilkan oleh permukaan anterior kornea,

    karena indeks bias kornea sangat berbeda dari indeks bias udara.

    Guyton & Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.

  • Annisa Rahim - 012106082

    54

    2. Apa saja otot kelopak mata dan fungsinya!

    No. 1

    3. Apa saja adneksa mata beserta fungsinya!

    No.1

    4. Bagaimana mekanisme melihat?

    http://www.kellogg.umich.edu/theeyeshaveit/anatomy/visual-pathway.html

  • Annisa Rahim - 012106082

    55

  • Annisa Rahim - 012106082

    56

    Optic nerve pathways: The left and right branches of the optic nerves join behind the eyes,

    just in front of the pituitary gland, to form a cross-shaped structure called the optic

    chiasma. Within the optic chiasma, some of the nerve fibers cross. The fibers from the nasal

    (inside) half of each retina cross over, but those from the temporal (outside) half do not.

    Specifically, the fibers from the nasal half of the left eye and the temporal half of the right

    eye form the right optic tract; and the fibers from the nasal half of the right eye and the

    temporal half of the left form the left optic tract. The nerve fibers then continue along in

    the optic tracts. Just before they reach the thalamus of the brain, a few of the nerve fibers

    leave to enter nerve nuclei that function in visual reflexes. Most of the nerve fibers enter

    the thalamus, forming a junction (synapse) in the back of the thalamus. From there the

    visual impulses enter nerve pathways called the optic radiations, which lead to the visual

    (sight) cortex of the occipital (back) lobes of the brain.

    http://drugline.org/medic/term/optic-nerve-pathways/

  • Annisa Rahim - 012106082

    57

  • Annisa Rahim - 012106082

    58

    5. Bagaimana mekanisme berkedip? (volunter dan involunter)!

    Refleks Mengedip

    Banyak sekali ilmuan mengemukakan teori mengenai mekanisme refleks

    kedip seperti adanya pacemaker atau pusat kedip yang diregulasi globus palidus atau

    adanya hubungan dengan sirkuit dopamin di hipotalamus. Pada penelitian Taylor (1999)

    telah dibuktikan adanya hubungan langsung antara jumlah dopamine di korteks dengan

    mengedip spontan dimana pemberian agonis dopamin D1 menunjukkan peningkatan

  • Annisa Rahim - 012106082

    59

    aktivitas mengedip sedangkan penghambatannya menyebabkan penurunan refleks kedip

    mata.

    Refleks kedip mata dapat disebabkan oleh hampir semua stimulus perifer,

    namun dua refleks fungsional yang signifikan adalah (Encyclopdia Britannica, 2007):

    o Stimulasi terhadap nervus trigeminus di kornea, palpebra dan konjungtiva

    yang disebut refleks kedip sensoris atau refleks kornea. Refleks ini

    berlangsung cepat yaitu 0,1 detik.

    o Stimulus yang berupa cahaya yang menyilaukan yang disebut refleks kedip

    optikus. Refleks ini lebih lambat dibandingkan refleks kornea.

    Ritme Normal Kedipan Mata

    Pada keadaan terbangun, mata mengedip secara reguler dengan interval

    dua sampai sepuluh detik dengan lama kedip selama 0,3-0,4 detik. Hal ini

    merupakan suatu mekanisme untuk mempertahankan kontinuitas film prekorneal dengan

    cara menyebabkan sekresi air mata ke kornea. Selain itu, mengedip dapat membersihkan

    debris dari permukaan okuler. Sebagai tambahan, mengedip dapat mendistribusikan musin

    yang dihasilkan sel goblet dan meningkatkan ketebalan lapisan lipid (McMonnies, 2007).

    Iwanami (2007) mengemukakan bahwa muskulus Riolan dan muskulus intertarsal dipercaya

    berhubungan dengan sekresi kelenjar meibom.

    Menurut Hollan (1972), frekuensi mengedip berhubungan dengan status

    mental dan juga diregulasi oleh proses kognitif. Kara Wallace (2006) pada

    Biennial International Conference on Infant Studies XVth di Jepang (Abelson, 2007)

    menyatakan bahwa berbicara, menghapal, dan perhitungan mental (mental arithmatic)

    dihubungkan dengan peningkatan frekuensi mengedip. Sedangkan melamun, mengarahkan

    perhatian dan mencari sumber stimulus diasosiasikan dengan penurunan frekuensi

    mengedip mata. Namun, kedipan mata dapat bervariasi pada setiap aktivitas seperti

    membaca, menggunakan komputer, menonton televisi, mengendarai alat transportasi, dan

    memandang. Frekuensi mengedip juga dipengaruhi oleh faktor-faktor internal seperti

    keletihan, pengaruh

    medikasi, stres dan keadaan afektif(Doughty, 2001).

    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16739/4/Chapter%20II.pdf

    Mekanisme utama yang terjadi dalam proses buka tutup kelopak mata adalah

    relaksasi muskulus orbikularis okuli dan kontraksi muskulus levator palpebra superior

    dan dipertahankan oleh muskulus tarsalis (Muller muscle)

    Persarafan yang mengaturnya adalah nervus facialis dan nervus okulomotor.

  • Annisa Rahim - 012106082

    60

    The Eye Blink Reflex

    Tactile stimulation of the cornea results in an irritating sensation that normally evokes eyelid closure (an eye blink). The response is consensual (i.e., bilateral) - involving automatic eyelid closure at both eyes.

    The corneal eye blink reflex neural circuit: This neural circuit (Figure 7.1) is relatively simple, consisting of the

    trigeminal1 afferent (free nerve endings in the cornea, trigeminal nerve, ganglion, root, and spinal trigeminal tract), which end on

    trigeminal 2 afferent in the spinal trigeminal nucleus, some of which send their axons to reticular formation interneurons, which send their axons bilaterally to facial motor neurons in the facial nucleus, which send their axons in the facial nerve to orbicularis oculi, which functions to lower the eyelid

    http://nba.uth.tmc.edu/neuroscience/s3/chapter07.html

    Delapan puluh persen dari mata berkedip secara sempurna, delapan belas

    persen berkedip secara inkomplit dan dua persen twitch. Bila ditinjau berdasarkan rangsang

    berkedip, berkedip terdiri dari tiga kategori, yaitu (Acosta et al, 1999; Pepose et al, 1992;

    Delgado et al, 2003) :

    Berkedip involunter yaitu berkedip secara spontan, tanpa stimulus dengan generator

    kedipan di otak yang belum diketahui secara jelas.

  • Annisa Rahim - 012106082

    61

    Berkedip volunter yaitu secara sadar membuka dan menutup kelopak mata.

    Refleks berkedip adalah berkedip yang dirangang bila ada stimulus eksternal melalui

    nervus trigeminus dan nervus fasialis.

    Berkedip melibatkan dua otot yaitu muskulus levator palpebra superior

    dan muskulus orbikularis okuli (AAO, 2007). Aktivitas berkedip melibatkan

    nukleus kaudatus (Mazzone et al, 2010) dan girus presentralis media (Kato et al, 2003), dan

    inhibisi berkedip melibatkan korteks frontal (Stuss et al, 1999;Mazzone et al, 2010).

    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/34860/4/Chapter%20II.pdf

    6. Bagaimana mekanisme gerak bola mata? Saat melihat tanpa merubah posisi tubuh dan

    kepalanya?

    Secara normal, mata memiliki 3 macam gerakan yg berjalan secara continu namun hampir

    tak terasa:

    a. Tremor yg terus-menerus dg kecepatan 30-80 siklus perdetik yg disebabkan oleh

    kontraksi yg beruntun dari unit motor pada otot2 mata.

    b. Penyimpangan yg lambat dari bola mata ke satu jurusan atau ke jurusan yg lainnya.

    c. Gerakan ceklikan tiba2 yg diatur oleh mekanisme fiksasi involunter.

    Mekanisme fiksasi bola mata peran oleh kolikuli superior.

    Kolikulus superior penyebab utama untuk menggerakkan mata dan kepala ke arah objek yg

    mengganggu penglihatan..

    - Serabut2 saraf optik yg berasal dari mata menuju kolikuli yg merupakan cabang dari

    serabut2 Y yg berkonduksi cepat (salah satu cabangnya berjalan kekorteks

    penglihatan dan yg lain kea rah kolikulus superior)

    - Korteks penglihatan N.III, IV, VI gerakan mata.

    - Kolikulus superior (melalui fasiculus longitudinal medialis) tingkat lain di batang

    otak bergeraknya seluruh kepala dan bahkan seluruh tubuh kea rah objek .

  • Annisa Rahim - 012106082

    62

    Area 18 dan 19: area assosiasi visual. Bagian ini menyebabkan informasi-informasi

    penglihatan menjadi berarti, berperan juga dalam refleks gerakan mata apabila sedang

    memandang atau mengikuti suatu objek.

  • Annisa Rahim - 012106082

    63

  • Annisa Rahim - 012106082

    64

    An extensive body of literature describing lesion studies, human behavioural testing, functional

    neuroimaging, animal neurophysiology and detailed anatomy has identified several brain areas

    that are involved in controlling visual fixation and saccadic eye movements, including regions in

    the cerebral cortex, basal ganglia, thalamus, superior colliculus (SC), brainstem reticular formation

    and cerebellum48, 49, 56, 96, 114, 115, 116 (see panels a and b). Visual inputs to the system arise from the

    retino-geniculo-cortical pathway to the primary visual cortex and from the retinotectal pathway to

    the superficial layers of the SC. Visual information is processed through several extrastriate visual

    areas117 before it impinges on motor structures to affect action. The lateral intraparietal area (LIP)

    in the posterior parietal cortex is at the interface between sensory and motor processing118, 119.

    The LIP projects to both the intermediate layers of the SC120 and the frontal cortical oculomotor

    areas121, 122, including the frontal eye fields (FEF), the supplementary eye fields (SEF) and the

  • Annisa Rahim - 012106082

    65

    dorsolateral prefrontal cortex (DLPFC). The FEF has a crucial role in executing voluntary

    saccades98, 123, 124, 125. The SEF is important for internally guided decision-making and sequencing of

    saccades126, 127. The DLPFC is involved in executive function, spatial working memory and

    suppressing automatic, reflexive responses91, 92, 93. All of these frontal regions project to the

    SC28, 59, 62, 128, 129, 130, which is a vital node in the premotor circuit where cortical and subcortical

    signals converge and are integrated56, 131. The FEF, SEF and SC project directly to the paramedian

    pontine reticular formation to provide the necessary input to the saccadic premotor circuit so that

    a saccade is initiated or suppressed59, 132, 133.

    Frontal cortical oculomotor areas also project to the caudate nucleus (CN)66, 134, 135. GABA (

    -aminobutyric acid) neurons in the CN project through the direct pathway to the substantia

    nigra pars reticulata (SNpr). Neurons in the SNpr form the main output of the basal ganglia

    circuit: they contain GABA and project to the intermediate layers of the SC and to nuclei in

    the thalamus that project to the frontal cortex. Cortical inputs to the direct pathway lead to

    disinhibition of the SC and thalamus because these signals pass through two inhibitory

    synapses. There is also an indirect pathway through the basal ganglia, in which a separate

    set of GABA neurons in the CN project to the external segment of the globus pallidus (GPe).

    GABA neurons in GPe then project to the subthalamic nucleus (STN). Neurons in the STN

    send excitatory projections to neurons in the SNpr, which in turn project to the SC and

    thalamus. Cortical inputs to the indirect pathway lead to inhibition of the SC and thalamus

    because these signals pass through three inhibitory synapses134, 136. LGN, lateral geniculate

    nucleus; SCi, superior colliculus intermediate layers; SCs, superior colliculus superficial

    layers.

    http://www.nature.com/nrn/journal/v5/n3/box/nrn1345_BX1.html

    7. Mengapa Arief tidak merasakan matanya kering/tidak sakit ketika ada debu?

    karena mata mempunyai palpebra superior dan inferior yang dapat menutup dan berfungsi melindungi bola mata anterior. Berkedip membantu menyebarkan lapis tipis air mata, yg melindungi kornea dan konjunctiva dari dehidrasi (Oftalmologi Umum)

  • Annisa Rahim - 012106082

    66

  • Annisa Rahim - 012106082

    67

    8. Mengapa tidak merasakan sakit kepala meskipun lama berdiri?

  • Annisa Rahim - 012106082

    68

    9. Bagaimana mekanisme bisa membedakan warna?

  • Annisa Rahim - 012106082

    69

    FYI

  • Annisa Rahim - 012106082

    70

  • Annisa Rahim - 012106082

    71

  • Annisa Rahim - 012106082

    72

  • Annisa Rahim - 012106082

    73

  • Annisa Rahim - 012106082

    74

  • Annisa Rahim - 012106082

    75

  • Annisa Rahim - 012106082

    76

  • Annisa Rahim - 012106082

    77

  • Annisa Rahim - 012106082

    78

  • Annisa Rahim - 012106082

    79

  • Annisa Rahim - 012106082

    80

  • Annisa Rahim - 012106082

    81

  • Annisa Rahim - 012106082

    82

  • Annisa Rahim - 012106082

    83

  • Annisa Rahim - 012106082

    84

  • Annisa Rahim - 012106082

    85

  • Annisa Rahim - 012106082

    86

  • Annisa Rahim - 012106082

    87

  • Annisa Rahim - 012106082

    88

    Buku Ajar Diagnostik Fisik By Mark H. Swartz

    http://books.google.co.id/books?id=w5eVlI0_bdEC&pg=PA91&dq=sklera+adalah&hl=en&sa=X&ei

    =m1-TUei3DYXZrQeOj4HABg&redir_esc=y#v=onepage&q=sklera%20adalah&f=false