of 29 /29
LBM 1 SGD 20 MODUL SKN STEP 1 1. P2MPL : Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan 2. Riwayat alamiah penyakit: suatu penjalaran penyakit secara natural tanpa campur tangan medis 3. KLB: Kejadian Luar Biasa - Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yg bermakna secara epidemiologi dalam suatu daerah dalam kurun waktu tertentu 4. DKK: Dinas Kesehatan Kota 5. Epidemiologi: ilmu tentang penyebaran penyakit serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. STEP 2 KLB 1. Apa syarat suatu kejadian dikatakan KLB? 2. Apa saja Pencegahan dan penanggulangan KLB? 3. Jelaskan contoh-contoh yang biasanya termasuk KLB! 4. Apa perbedaan antara KLB dengan wabah? EPIDEMIOLOGI 1. Apa saja tujuan dan manfaat epidemiologi? 2. Sebutkan batasan epidemiologi! 3. Jelaskan macam-macam epidemiologi! RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT 1. Apa saja tahapan RAP? 2. Apa manfaat mengetahui RAP?

Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

LBM 1 SGD 20 MODUL SKN

STEP 1

1. P2MPL : Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan2. Riwayat alamiah penyakit: suatu penjalaran penyakit secara natural

tanpa campur tangan medis3. KLB: Kejadian Luar Biasa

- Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan atau kematian yg bermakna secara epidemiologi dalam suatu daerah dalam kurun waktu tertentu

4. DKK: Dinas Kesehatan Kota5. Epidemiologi: ilmu tentang penyebaran penyakit serta faktor-faktor yang

mempengaruhinya.

STEP 2KLB1. Apa syarat suatu kejadian dikatakan KLB?2. Apa saja Pencegahan dan penanggulangan KLB?3. Jelaskan contoh-contoh yang biasanya termasuk KLB!4. Apa perbedaan antara KLB dengan wabah?

EPIDEMIOLOGI

1. Apa saja tujuan dan manfaat epidemiologi?2. Sebutkan batasan epidemiologi!3. Jelaskan macam-macam epidemiologi!

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

1. Apa saja tahapan RAP?2. Apa manfaat mengetahui RAP?

STEP 3KLB1. Apa syarat suatu kejadian dikatakan KLB?

a. Sebelumnya tidak pernah adab. Terjadi peningkatan kejadian selama 3 kurun waktu berturut-turut

Page 2: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

c. Ada peningkatan kejadian/kematian 2 x lipat atau lebih dari sebelumnya

d. Peningkatan jumlah penderita baru dalam 1 bulan 2 x lipat / lbih dari rata2 tiap bulan pd tahun sebelumnya

e. Rata2 jumlah kejadian kesakitan perbulan selama 1 thn menunjukkan 2 x / lebih dibandingkan dg rata2 jumlah kejadian kesakitan perbulan pd th sebelumnya

f. Angka kematian suatu penyakit (case fatality rate) dlm satu kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan dg angka kematian CFR sebelumnya dalam waktu yg sama

g. Angka proporsi penyakit penderita baru pada 1 periode menunjukkan kenaikan 2 x atau lebih dari 1 periode sebelumnya dalam kurun waktu yg sama

2. Apa saja Pencegahan dan penanggulangan KLB?a. Pencegahan

- Pencegahan pertama: promosi kesehatan, dan pencegahan khusus- Pencegahan tingkat kedua: diagnosis dini, dan pengobatan yg tepat- Pencegahan tingkat ketiga: pencegahan terhadap cacat, dan

rehabilitasib. Penanggulangan

- Menyediakan dan menyelenggarakan yankes- Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat- Isolasi, pemeriksaan, pengobatan terhadap penderita- Membentuk tim yg menanggulangi- Vaksinasi dan evakuasi masyarakat- Penutupan daerah yg terserang wabah penyakit

3. Jelaskan contoh-contoh yang biasanya termasuk KLB!a. Cholerab. Difteric. Pesd. DBDe. Campak

Page 3: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

f. Poliog. Tifush. Demam kuningi. Malariaj. Hepatitis

4. Apa perbedaan antara KLB dengan wabah? KLB semacam status yg gunanya untuk mengklasifikasikan merebaknya suatu wabah, meningkatkan dalam waktu singkat. Wabah lebih luas, suatu peningkatan kejadian kesakitan kematian penyakit tertentu, terjadi di suatu daerah tertentu, pd kurun waktu tertentuKLB dan wabah hampir sama. KLB ada pengulangannya, sedangkan wabah biasanya penyebabnya virus.

EPIDEMIOLOGI

4. Apa saja tujuan dan manfaat epidemiologi?a. Tujuan

- Mengetahui faktor2 yg mempengaruhi dari penyakit, frekuensi, waktu

- Mendapatkan RAP berguna untuk memutus rantai penyebaran penyakit

b. Manfaat- Mengenali dan memahami penyakit dan masalah keshatan lainnya- Identifikasi faktor2 kesehatan- Menyediakan data untuk dianalisa agar tau penyebab kesehatan- Mengevaluasi program2 yg sudah dilaksanakan - Mengembangkan metodologi untuk mengatasi masalah kesehatan - Mengarahkan intervensi- Melengkapi RAP- Untuk dapat diaplikasi dalam upaya pengendalian dan

penanggulangan penyakit/masalah kesehatan.- Mengetahui klasifikasi penyakitnya.

5. Sebutkan batasan epidemiologi!

Page 4: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

a. Mencakup semua penyakit baik infeksi maupun nonb. Berdistribusi pada masyarakat/kelompokc. Pendekatan ekologi latar belakang keseluruhan lingk (fisik, biologi,

sosial)d. Evaluasi penilaian dari keseluruhan program keberhasilan suatu

pengobatan program kesehatan masyarakate. Edukasi intervensi berupa peningkatan pengetahuan ttg

keseahatan masy. Sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

6. Jelaskan macam-macam epidemiologi!a. Epidemiologi deskriptif menggambarkan besarnya masalah

kesehatan masy.b. Analitik besarnya masalah dan faktornya.c. Konstruktif pengamatan digunakan untuk melengkapi penguasaan

iptekd. Eksperimen dibandingkan antara penderita dg kelompok kontrol.

Analitik 2 macam: observasional dan eksperimen.

Dasar epidemiologi, kegunaan, pencegahan (preventif, kuratif, rehabilitatif)

Wabah , endemi, pandemi, epidemik.

Epidemik masalah kesehatan, ditemukan pd daerah tertentu, pd waktu tertentu yg singkat, dalam frekuensi yg sangat tinggi

Pandemi masalah kesehatan, ditemukan pd daerah tertentu wilayahnya luas, waktunya singkat, frekuensinya tinggi.

Endemi masalah kesehatan, disuatu wilayah yg menetap dalam jangka waktu lama.

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

1. Apa saja tahapan RAP?

Page 5: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

a. Tahap prepatogenesis: kondisi masih normal, sudah ada interaksi antara agen dan host, tapi agen masih dluar host. Jika terjadi interaksi berubah host lebih rentan atau agen lebih virulen agen masuk ke host

b. Tahap patogenesis:1) Tahap inkubasi: agen masuk ke host sampai host sakit2) Tahap penyakit dini: timbul gejala penyakit dlm keadaan awal3) Tahap penyakit lanjut: penyakit berkembang, menimbulkan

kelainan patologisc. Tahap pascapatogenesis: bisa sembuh sempurna, sembuh dengan

cacat, karier, atau mati.2. Apa manfaat mengetahui RAP?a. Untuk diagnostik penentuan jenis penyakitb. Pencegahan: mengetahui rantai penyebaran bisa diputusc. Untuk terapi

SkenarioDifteri termasuk kedalam kasus KLB

STEP 4MAPING

Epidemiologi

Masalah kesehatan

KLB

E.deskriptif

E. analitik

Klasifikasi

Pencegahan

Penanggulangan

Riwayat Alamiah Penyakit

Endemi

Epidemi

Pandemi

Page 6: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

STEP 7KLB1. Apa syarat suatu kejadian dikatakan KLB?

Ada 7 : 1) Timbulnya suatu penyakit yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal.2) Peningkatan kejadian penyakit/ kematian terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)3) Peningkatan kejadian penyakit / kematian 2x / lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun)4) Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2x lipat / lebih dibandingkan angka rata-rata perbulan dari tahun sebelumnya.5) Biasanya terjadi pada penyakit khusus6) Case fatality rate dari suatu penyakit dalam kurun waktu tertentu menunjukkan 50% / lebih dibandingkan periode sebelumnya7) Proportional Rate (PR) penderita dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikkan 2 kali atau lebih dibandingkan periode kurun waktu atau tahun sebelumnya.Sumber : Keputusan Dirjen No. 451/91 Tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan KLB

2. Apa saja Pencegahan dan penanggulangan KLB?Tabel beberapa cara dalam penanggulangan KLB

Page 7: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Pencegahan

PENCEGAHAN

Pengertian pencegahan secara umum adalah mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum kejadian.

Pada dasarnya ada tiga tingkatan pencegahan penyakit secara umum yakni:

a. Pencegahan tingkat pertama (primary prevention) yang meliputi promosi kesehatan dan pencegahan khusus.

b. Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention) yang meliputi diagnosis dini serta pengobatan yang tepat.

c. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi.

Ketiga tingkat pencegahan tersebut saling berhubungan erat sehingga dalam pelaksanaannya sering dijumpai keadaan yang tumpang tindih.

1. Pencegahan Tingkat PertamaDapat ditujukan pada faktor penyebab, lingkungan serta faktor pejamu.

a. Sasaran yang ditujukan pada faktor penyebab yang bertujuan untuk mengurangi penyebab atau menurunkan pengaruh penyebab serendah mungkin dengan usaha antara lain:- Desinfektan

- Pasteurisasi

- Sterilisasi, bertujuan untuk menghilangkan mikro-organisme penyebab penyakit,

Page 8: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

- Penyemportan.insektisida dalam rangka menurunkan dan menghilangkan sumber penularan maupun memutuskan rantai penularan.

Selain itu usaha untuk mengurangi/menghilangkan sumber penularan dapat dilakukan melalui pengobatan penderita serta pemusnahan sumber yang ada (biasanya pada binatang yang menderita), serta mengurangi/menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko perorangan dan masyarakat.

b. Mengatasi/modifikasi lingkungan melalui perbaikan lingkungan fisik seperti - peningkatan air bersih

- peningkatan sanitasi lingkungan dan perumahan serta bentuk pemukiman lainnya

- perbaikan dan peningkatan lingkunan biologis seperti pemeberantasan serangga dan binatang pengerat

- peningkatan lingkungan sosial seperti kepadatan rumah tangga, hubungan antarindividu dan kehidupan sosial masyarakat.

c. Meningkatkan daya tahan penjamu meliputi :- perbaikan status gizi, status kesehatan umum dan kualitas hidup penduduk- pemberian imunisasi serta berbagai bentuk pencegahan khusus lainnya- peningkatan status psikologis, persiapan perkawinan serta usaha menghindari

pengaruh faktor keturunan- peningkatan ketahanan fisik melalui peningkatan kualitas gizi, serta olahraga

kesehatan. . 2. Pencegahan Tingkat Kedua

Sasaran pencegahan ini terutama ditujukan pada mereka yang menderita atau dianggap menderita (suspek) atau yang terancam akan menderita (masa tunas).

meliputi diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah meluasnya penyakit atau untuk mencegah timbulnya wabah, serta untuk segera mencegah proses penyakit lebih lanjut serta mencegah terjadinya akibat samping atau komplikasi

a. Pencarian penderita secara dini dan aktif melalui peningkatan usaha surveillans penyakit tertentu, pemeriksaan berkala serta pemeriksaan kelompok tertentu (calon pegawai, ABRI, mahasiswa, dll), penyaringan (screening) untuk penyakit tertentu secara umum dalam masyarakat, serta pengobatan dan perawatan yang efektif.

b. Pemberian chemoprophylaxis yang terutama bagi mereka yang dicurigai berada pada proses prepatogenesis dan patogenesis penyakit tertentu.

Deteksi awal penyakit Tujuannya untuk mempercepat kesembuhan dg pengobatan yg

tepat Pengobatan yang cepat merupakan pencegahan primer pada

orang yang sehat menghambat progresivitas penyakit menghindari komplikasi mengurangi ketidakmampuan

3. Pencegahan Tingkat Ketiga Sasaran pencegahan tingkat ke tiga adalah penderita penyakit tertentu.

Page 9: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

tujuan mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanen, mencegah bertambah parahnya suatu penyakit atau mencegah kematian akibat penyakit tersebut.

Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat samping dari penyembuhan suatu penyakit tertentu. Rehabilitasi adalah usaha pengembalian fungsi fisik, psikologis dan sosial seoptimal mungkin yang meliputi rehabilitasi fisik/medis, rehabilitasi mental/psikologis serta rehabilitasi sosial.

Pelayanan suportif dan rehabilitatif Bertujuan untuk mengurangi ketidakmampuan dg cara:

Memaksimalkan fungsi organ yg cacat Membuat protesa ekstremitas akibat amputasi Mendirikan pusat-pusat rehabilitasi medik

Penanggulangan klb Menetapkan terjangkit Penanganan Menetapkan berakhirnya Pelaporan

Penyelidikan dan Penanggulangan Wabaha. Tegakkan diagnosis masalah kesehatannya dengan benar.b. Menetapkan apakah kondisinya (frekuensi) sudah dapat dikategorikan sebagai mewabah (epidemis). Bergantung pada data jenis penyakitc. Deskripsikan penyebaran menurut orang, tempat dan waktu. Atau coba menguraikan dengan menjawab pertanyaan 5W+1Hd. Dari uraian deskripsi tsb, apakah dapat tergambar Natural Historynya dan kemudian dikenali gaps of knowledgenya menyususn hipotesa ttg terjadinya dan [enyebaran wabah tersebute. Buat analisa dan lakukan uji hipotesa tsbf. Susun strategi penanggulangnnya dengan menekankan pada upaya prventif dan diagnosa dini dengan cara pemutusan rantai-rantai penularan pada titik-titik yg lemah dimana ipteknya sudah dikuasai dengan baikg. Susun laporan berdasarkan semua data temuanPengantar Epidemiologi. Prof. DR. Dr. Azrul Azwar M.P.Penanganan wabah Terhadap kasus: Anamnesa, pem fisik, pem laborat, diagnosa, terapi, isolasi

Page 10: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Terhadap masyarakat: Health promotion, spesifik protection, pencarian kasusTerhadap lingkungan: L fisik, l biologik. L fisik yg masih baik/tercemar/sarang vektor L biologik, binatang sehat/sakit/vektor Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan.Pengantar Epidemiologi. Prof. DR. Dr. Azrul Azwar M.P. Isolasi,pemeriksaan ,pengobatan terhadap penderita Pembentukan tim gerak cepat dan penggeraknya Penghapus hamaan lingkungan masalah kaporisasi sumur vaksinasi dan efakuasi masyaarakat Penutupan daerah atau lokasi yang terserang wabah penyakit(www.theceli.com/dukumen /produk)

3. Jelaskan contoh-contoh yang biasanya termasuk KLB!

Menurut permenkes RI no. 560/ dinkes/Per/VIII/th. 1989

a. kolera b. pestc. demam kuningd. demam bolak-balike. tifus bercak wabahf. DBDg. Campakh. Polioi. Dipterij. Pertusisk. Rabies l. Malariam. Influenza n. Hepatitis o. Tifus perutp. Menngitisq. Encepalitisr. antraxProsedur Tetap Penanggulangan KLB dan Bencana Propinsi Jateng, Dinkes Jateng.

a. Penyakit karantina atau penyakit wabah penting

Page 11: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Kolera Pes Yellow fever

b. Penyakit potensi wabah/KLB yang menjalar dalam waktu cepat atau mempunyai mortalitas tinggi dan penyakit yang telah masuk program eradikasi / eliminasi dan memerlukan tindakan segera

DHF Campak Rabies Tetanus neonatorum Diare Pertusis Polio

c. Penyakit-penyakit potensi wabah/KLB lainnya dan beberapa penyakit penting Malaria Frambusia Influenza Anthrax Hepatitis Thypus abdominalis Meningitis Keracunan Encephalitis Tetanus

d. Penyakit menular yang tidak berpotensi menimbulkan wabah dan atau KLB tetapi diprogramkan ditingkat kecamatan dilaporkan secara bulanan sampai ke pusat, meliputi: cacing, lepra, TBC, siphilis, gonore, filiariasis, AIDS

4. Apa perbedaan antara KLB dengan wabah?

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah salah satu status yang diterapkan di Indonesia untuk

mengklasifikasikan peristiwa merebaknya suatu wabah penyakit.

Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No.

949/MENKES/SK/VII/2004. Kejadian Luar Biasa dijelaskan sebagai timbulnya atau meningkatnya

kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam

kurun waktu tertentu.

Page 12: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

(Permenkes 949 th 2004 ttg Pedoman Penyelenggaraaan Sistem Kewaspadaan Dini KLB)

EPIDEMIOLOGI

1. Apa saja tujuan dan manfaat epidemiologi? Manfaat

1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperanan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat

2. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan

3. Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan

4. Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menganggulanginya

5. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan

(pengantar epidemiologi, Bustan)

a. Membantu pekerjaan administrasi kesehatanManfaat epidemiologi dalam administrasi kesehatan seperti membantu pekerjaan perencanaan (planning) dari pelayanan kesehatan, pemantauan (monitoring) dan penilaian (evaluation) suatu upaya kesehatan. Data yang diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan untuk melihat apakah upaya yang dilakukan telah sesuai dengan rencana atau tidak (pemantauan) dan ataukah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau tidak (penilaian).

b. Dapat menerangkan penyebab suatu maslah kesehatanc. Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit

Epidemiologi dapat digunakan untuk menerangkan perkembangan suatu penyakit dengan memanfaatkan

Page 13: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

keterangan tentang frekwensi dan penyebaran penyakit, terutama penyebaran penyakit menurut waktu. Dengan mengetahui waktu muncul dan berakhirnya suatu penyakit dapatlah diperkirakan perkembangan penyakit tersebut.

d. Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatanKarena epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah tersebut. Keadaan yang dimaksudkan di sini merupakan perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat dan waktu. Perpaduan yang seperti ini menghasilkan 4 keadaan masalah kesehatan yaitu epidemi, pandemi, endemi, dan sporadik.(Pengantar Epidemiologi, Azrul Anwar)

Tujuano Untuk menjelaskan etiologi suatu penyakit,

kondisi, gangguan, defek, ketidakmampuan, sindrom atau kematian melalui analisis terhadap data medis dan epidemiologi dengan menggunakan manajemen informasi sekaligus informasi yang berasal dari setiap bidang ilmu yang tepat, termasuk ilmu sosial /prilaku

o Menentukan apakah data epidemiologi yang ada memang konsisten dengan hipotesis yang diajukan dan dengan ilmu pengetahuan, ilmu prilaku dan ilmu biomedis

o Memberikan dasar bagi pengembangan langkah-langkah pengendalian dan prosedur pencegahan bagi kelompok dan populasi yang berisiko, dan untuk pengembangan langkah-langkah serta kegiatan kesehatan masyarakat yang diperlukan, yang kesemuanya itu akan digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan langkah-langkah, kegiatan dan program intervensi

a. Memperoleh pengertian mengenai cara timbulnya penyakit atau trauma

b. Memperoleh pengertian mengenai riwayat alamiah penyakitc. Memperoleh pengertian mengenai penyebaran penyakit pada

berbagai kelompokd. Dapat menyusun klasifikasi penyakite. Dapat menyusun program pemeliharaan kesehatanf. Dapat menyusun cara2 penilaian usaha2 pemeliharaan kesehatan

Bambang Sutrisna. Pengantar Metoda Epidemiologi. Dian Rakyat.

Page 14: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Tujuan umum• Meneliti populasi manusia,namun sekarang metodenya dapat berlaku pada penelitian populasi lain seperti hewan,tumbuhan.• Mendeskripsikan penyakit dapat menungkapkan mekanisme kausal penyakit, menjelaskan perjalanan penyakit yang ada, dapat menjelaskan perjalanan penyakit dan untuk memeberikan pedoman pelayanan kesehatan yang diperlukan.• Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit sehingga dapat digunakan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk kesehatan lingkungan dan kesehatan lingkungan kerja.Tujuan khusus• Memformulasikan hipotesis yang menjelaskan pola distribusi penyakit yang ada atas dasar karakteristik waktu, tempat, host, agent potensial• Menguji hipotesis dengan menggunakan penelitian yang dirancang secara khusus dapat mengungkapkan penyebab penyakit• Menguji validitas konsep pengendalian penyakit dengan menggunakan data epidemiologis yang dikumpulkan sehubungan dengan program tersebut.• Membantu membuat klasifikasi penyakit atas dasar penelitian etiologis• Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk menentuka prognosis penyakit.Epidemiologi lingkungan,Juli soemirata. Menentukan agens primer atau memastikan faktor penyebabb. Memahami penyebab penyakit, cacat, atau kondisic. Menentukan karakteristik agens atau faktor penyebabd. Menentukan cara penularane. Menentukan dan menetapkan faktor faktor kontribusi f. Mengidentifikasi dan menjelaskan pola penyakit secara geografisg. Menentukan, mendeskripsikan dan melaporkan perjalanan alami penyakit, ketidakmampuan cedera, dan kematianh. Menentukan metode pengendaliani. Menentukan langkah-langkah pencegahan

Page 15: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

j. Membantu dalam perencanaan dan pengembangan pelayanan kesehatank. Menyediakan data-data administrasi dan perencanaanSumber: C. Timmreck, Thomas. 2004. Epidemiologi Suatu Pengantar. Edisi 2. Penerbit EGC. JakartaManfaat• untuk mempelajari riwayat penyakit :a. epidemiologi mempelajari tren penyakit untuk memprediksi tren penyakit yang mungkin akan terjadi.b. Hasil penelitian epidemiologi dapat digunakan dalam perencanaan pelayanan kesehatan masyarakat.• Diagnosis masyarakat :a. Penyakit, kondisi, cedera, gangguan, ketidakmampuan, defek/cacat apa sajakah menyebabkan kesakitan, masalah kesehatan, atau kematian di dalam suatu komunitas atau wilayah.• Mengkaji resiko yang ada pada setiap individu karena mereka dapat mempengaruhi kelompok maupun populasi :a. Factor resiko, masalah, dan perilaku apa sajakah yang dapat mempengaruhi kelompok atau populasi?b. Setiap kelompok dikaji dengan melakukan pengkajian terhadap factor resiko dan menggunakan teknik pemeriksaan kesehatan, mis : resiko kesehatan, pemeriksaan, skrining kesehatan, tes kesehatan, pengkajian penyakit, dan sebagainya.• Pengkajian, evaluasi, dan penelitian :a. Sebaik apa pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dalam mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan populasi atau kelompokb. Untuk mengkaji keefektifan, efisiensi, kualitas, kuantitas, akses, ketersediaan layanan untuk mengobati, mengendalikan atau mencegah penyakit, cedera, ketidakmampuan, atau kemampuan.• Melengkapi gambaran klinis :a. Proses identifikasi dan diagnosis untuk menetapkan bahwa suatu kondisi memang ada atau bahwa seseorang memang menderita penyakit tertentu.

Page 16: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

b. Menentukan hubungan sebab akibat, mis : radang tenggorokan dapat menyebabkan demam rematik.• Identifikasi sindrom :a. Membantu menyusun dan menetapkan criteria untuk mendefinisikan sindrom, mis : sindrom Down, fetal alcohol, kematian mendadak pada bayi, dst.• Menentukan penyebab dan sumber penyakit :a. Temuan epidemiologi memungkinkan dilakukannya pengendalian, pencegahan, dan pemusnahan penyebab penyakit, kondisi, cedera, ketidakmampuan, atau kematian.Sumber : Epidemiologi suatu pengantar, Thomas C. Timmreck, EGC

2. Sebutkan batasan epidemiologi!

a) Batasan (mencakup 3 elemen epidemiologi)- Mencakup semua penyakit : epidemiologi mempelajari semua penyakit infeksi

maupun non-infeksi- Populasi : kedokteran klinik berorientasi pd gambaran penyakit individu dan

epidemiologi berorientasi penyakit pada populasi (masyarakat) / kelompok- Pendekatan ekologi : frekwensi dan distribusi penyakit dikaji dari latar belakang

pada keseluruhan lingkungan manusia baok lingkungan fisik, biologis maupun sosial Penyebaran penyakit : ditentukan oleh orang, waktu, tempat Kegunaan : dalam konteks program kesehatan dan KB adl

sebagai alat (diartiakn bahwa dalam melihat suatu masalah selalu mempertanyakan siapa yang terkena, dimana dan bagaimana penyebaran serta kapan penyebaran tersebut terjadi) dan sebagai metode / pendekatan(diartikan dengan kaitannya dengan masalah, dimana atau dalam lingkungan bagaimana penyebaran masalah serta bilamana masalah tersebut terjadi/pada kondisi seperti apa), kegunaan lainnya adalah ukuran2 epidemiologi seperti prevalensi, point of prevalence dsb dapat digunakan dalam perhitungan2 : prevalensi, kasus baru, case fatality rate, dsb

IKM, Prof.DR.Soekidjo notoadmodjo

Ruang lingkup

a) EtiologiEtiologi berkaitan dengan lingkup kegiatan epidemiologi dalam mengidentifikasi penyebab penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

b) Efikasi

Page 17: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Efkasi Berkaitan dengan efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari adanya intervensi kesehatan

c)EfektivitasEfektivitas dimaksudkan besar hasil yang dapat diperoleh dari suatu tindakan (pengetahuan atau intervensi) dan besarnya perbedaan dari suatu tindakan yang satu dengan yang lainnya.

d) EfisiensiEfisiensi adalah sebuah konsep ekonomi yang melihat pengaruh yang dapat diperoleh berdasarkan besarnya biaya yang diberikan.

e) EvaluasiEvaluasi adalah penilaian secara keseluruhan keberhasilan suatu pengobatan atau program kesehatan masyarakat.

f) EdukasiEdukasi adalah intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.(pengantar epidemiologi, Dr.M.N. Bustan)

3. Jelaskan macam-macam epidemiologi!

Page 18: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

b. Epidemiologi Deskriptif (Descriptive epidemiology) :

Di dalam epidemiologi dipelajari bagaimanan frekuensi penyakit berubah menurut

perubahan variable-variabel epidemiologi yang terdiri dari :

o Orang (person) :

- Umur

- Jenis kelamin

- Kelas social

- Jenis pekerjaan

- Penghasilan

- Golongan etnik

- Status perkawinan

- Besarnya keluarga

- Struktur keluarga

- Paritas

o Tempat (place) :

Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit berguna

untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat memberikan penjelasan

mengenai etiologi penyakit.

o Waktu (time) :

Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan kebutuhan

dasar didalam analisis epidemiologis, oleh karena perubahan-perubahan

penyakit menurut waktu menunujukkan adanya perubahan factor-faktor

etiologis.

c. Epidemiologi Analitik ( Analytic epidemiology) :

Pendekatan atau studi ini dipergunakan untuk menguji data serta informasi-

informasi yang diperoleh studi epidemiologi deskriptif.

Ada tiga studi tentang epidemiologi ini :

o Studi riwayat kasus (case history studies) : dibadingkan antara dua kelompok

orang, yakni kelompok yang terkena penyebab penyakit dengan kelompok

orang tidak terkena (kelompok control)

o Studi kohort (kohort studies) :

Page 19: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

Sekelompok orang dipaparkan pada suatu penyebab penyakit. Kemudian

diambil sekelompok orang lagi yang mempunyai cirri-ciri yang sama dengan

kelompok pertama, tetapi tidak dipaparkan pada penyebab penyakit.

Setelah beberapa saat yang telah ditentukan kedua kelompok tersebut

dibandingkan, dicari perbedaan antara kedua kelompok tersebut bermakna

atau tidak.

d. Epidemiologi eksperimen :

Dilakukan dengan mengadakan eksperimen kepada kelompok subjek, kemudian

dibandingkan dengan kelompok control.

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip dasar. Penerbit

Rineka Cipta

a. Epidemiologi Deskriptif Hanya mengamati dan menjabarkan hasil temuan atau

data secara apa adanya. Mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah

menurut perubahan variabel2 epidemiologi, mencakup variabel orang (umur, jenis kelamin, kelas sosial, pekerjaan, golongan etnik, status perkawinan, besarnya keluarga, stuktur keluarga dan paritas), tempat, waktu.

Dibahas juga validitas, reliabilitas, sensitifitas test dan spesifisitas test

Pengamatannya kelompok/ agregate, maka metode kwantitatif sangat penting ada.

Perlu dipahami indikator2 khusus untuk menyatakan suatu kejadian

b. Epidemiologi Analitis Mencakup uraian hubungan sebab-akibat tentang masalah yang

bersangkutan dengan hal-hal yang diduga menjadi faktor penyebabnya

Pengamatan, yaitu metode obseravsional dan metode eksperimental

Desain penelitiannya case history studies (dibandingkan antara kelompok yang terkena penyebab penyakit dengan kelompok orang yang tidak terkena) dan cohort studies(perbandingan

Page 20: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

antara: sekelompok orang dipaparkan pada suatu penyebab penyakit, kemudian diambil sekelompok orang lagi yang mempunyai ciri2 sama dengan kelompok pertama, tetapi tidak dipaparkan/ kelompok kontrol)

Epidemiologi eksperimen : mengadakan eksperimen

c. Epidemiologi Konstruktif agar hasil pengamatan atau penelitian yang diperoleh

dimanfaatkan untuk melengkapi perbendaharaan penguasaan iptek tentang masalah yang bersangkutan(berupaya untuk mengisi Gap of knowledge dan melengkapi Body of knowledge).

Dimanfaatkan dan aplikasinya untuk memecahkan masalah kesehatan yang bersangkutan(Budioro B. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat)

Dasar epidemiologi

Wabah , endemi, pandemi, epidemik.

epidemi.Epidemi adalah keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekwensi yang meningkat.

pandemi.Pandemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekwensinya dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas.

endemi.Endemi adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (umumnya penyakit) frekwensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama

Sporadik frekuensi berganti2 atau fluktuatif..

Page 21: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

1. Apa saja tahapan RAP?1. Fase

a. tahap prepatogenesis : dimana dalam tahap ini penyakit blm ditemukan karena pada umumnya daya tahan tbh pejamu msh kuat.

b. thp inkubasi : dimana bibit penyakit tlh msk kedlm tbh pejamu, tetapi gejala penyakit blm tampak

c. thp penyakit dini : tahap ini dihitung mulai dr munculnya gejala penyakitd. tahap penyakit lanjut : dlm thp ini penderita tlh tdk dpt lg melakukan

pekerjaan dan jika dating berobat, umumnya telah memrlukan perawatane. tahap akhir penyakit : perjalanan penyakit pd suatu saat akan berakhir.

Berakhirnya perjalanan penyakit tsb dpt berada dlm 5 keadaan :i. sembuh sempurna : dimana penyakit berakhir krn pejamu sembuh

secara sempurna artinya bentuk dan fungsi tbh kembali kepada keadaan sebelum menderita penyakit

ii. sembuh dgn cacat : penyakit yg diderita berakhir dan penderita menjadi sembuh , tetapi kesembuhannya tsb tdk sempurna krn ditemukan cacat pd pejamu. Adapun yg dimaksudkan cacat disini adalah tdk hanya berupa cacat fisik yg dpt dilihat oleh mata tetapi juga cacat mikroskopik, caccat fungsional, cacat mental, dan cacat social

iii. karier : pd karier, perjalanan penyakit seolah2 terhenti, karena gejala penyakit memang tdk tampak lg. padahal dlm diri pejamu msh ditemukan bibit penyakit yg pd suatu saat jika daya tahan tbh berkurang, penyakit dpt timbul kembali

iv. kronis : dlm proses ini, perjalanan penyakit tampak berhenti karena gejala penyakit tdk berubah, dlm arti tdk bertambah berat dan atw pun tdk bertambah ringan

v. meninggal dunia : dimana terhentinya perjalanan penyakit disini bkn karena sembuh tetapi krn pejamu meninggal dunia

Azrul, Pengantar epidemiologi

o Tahap prepatogenesis :Individu berada dalam keadaan normal/sehat. Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antar pejamu dengan bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi diluar tubuh, dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu. Belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh pejamu masih kuat.

o Tahap patogenesis :- Tahap inkubasi

Waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit, sampai timbulnya gejala penyakit lainnya.

Page 22: Lbm 1 Sgd 20 Modul Skn

- Tahap penyakit diniMunculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan.

- Tahap penyakit lanjutTahap di mana penyakit bertambah hebat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya. Pada tahap ini penyakit memerlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik.

- Tahap penyakit akhir Sembuh sempurna Sembuh dengan cacat Karier

o Tahap pasca patogenesis, yang dapat berlanjut menjadi :- Sembuh- Berkelangsungan kronik- Cacat - Mati

DR. M. N Bustan. Pengantar Epidemiologi. Penerbit Rineka Cipta.

2. Apa manfaat mengetahui RAP?Manfaat riwayat mempelajari alamiah perjalanan penyakit :

1. Untuk diagnostik : masa inkubasi dapat dipakai pedoman penentuan jenis penyakit, misal dalam KLB (Kejadian Luar Biasa)

2. Untuk Pencegahan : dengan mengetahui rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit.

3. Untuk terapi : terapi biasanya diarahkan ke fase paling awal. Pada tahap perjalanan awal penyakit, adalah waktu yang tepat untuk pemberian terapi, lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan.Sumber : Pengantar Epidemiologi. Prof. DR. Dr. Azrul Azwar M.P.H