BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil ... PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil ... PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

1

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

4.1.1.1 Kondisi Geografis

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah berlokasi di Dusun Hungayo Timur Desa

Ilohungayo Kecamatan Batudaa. Desa Ilohungayo memiliki luas wilayah 910

Ha yang berbatasan dengan :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Danau Limboto

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Pilobuhuta dan Kec Batudaa

Pantai

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pilobuhuta

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Payunga dan Desa Dunggala.

Desa Ilohungayo terdiri dari 5 dusun yang salah satu diantaranya adalah

Dusun Hungayo Timur, dengan luas wilayah 145 Ha.

4.1.1.2 Keadaan Penduduk

Jumlah penduduk di Dusun Hungayo Timur berjumlah 350 jiwa, dimana

laki-laki sebanyak 149 jiwa, dan perempuan sebanyak 200 jiwa, dengan jumlah

kepala keluarga sebanyak 89 KK.

4.1.1.3 Keadaan Sekolah

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa memiliki 8 ruangan,

dimana 6 diantaranya dipakai untuk ruangan belajar mengajar, selebihnya ruangan

Guru dan Perpustakaan.

2

Jumlah Murid Sekolah madrasah Ibtidaiyah yang awalnya berjumlah 167

orang yang menyebar di enam kelas yaitu kelas I sampai kelas VI, sekarang

berkurang jumlahnya menjadi 88 siswa. Hal ini diakibatkan karena banyak siswa

yang sudah putus sekolah dan tidak naik kelas sehingga jumlah siswa dari tiap-

tiap kelas berkurang jumlahnya, yang awalnya di kelas satu berjumlah 39 orang

sekarang menjadi 20 orang, kelas dua yang awalnya 26 orang sekarang menjadi

14 orang, kelas tiga yang awalnya berjumlah 23 orang sekarang menjadi 11

orang, kelas 4 yang awalnya berjumlah 23 orang sekarang menjadi 11 orang, kelas

lima yang awalnya berjumlah 27 orang sekarang menjadi 12 orang dan kelas

enam yang awalnya berjumlah 29 orang sekarang tinggal 20 orang.

Data berikut ini adalah Jumlah Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin, Umur,

Kelas Tahun 2012 yaitu :

Tabel 4.1 Distribusi Siswa Berdasarkan Kelas, Umur dan Jenis Kelamin Pada Siswa

Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Kabupaten Gorontalo Tahun 2012

Kelas Umur (tahun) Jumlah Siswa

Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki

n % n % I 6-7 20 11 12.5 9 10.2 II 8-9 14 3 3.4 11 12.5 III 9-10 11 5 5.6 6 6.8 IV 10-11 11 4 4.5 7 7.9 V 11-12 12 4 4.5 8 9.0 VI 12-14 20 7 7.9 13 14.7

Jumlah 88 34 38.6 54 61.3 Sumber Data : Data Primer

Berdasarkan tabel 4.1 menunjukan bahwa dari 88 siswa Madrasah

Ibtidaiyah yang berjenis Kelamin Perempuan Berjumlah 34 orang (38.6%)

3

sedangkan yang berjenis kelamin Laki-laki berjumlah 54 orang (61.3%). Dan

terbanyak ada pada kelas Enam yaitu antara umur 12-14 tahun.

Jumlah guru yang ada di Sekolah madrasah Ibtidaiyah adalah sebanyak 11

orang dengan status sebagai Pengawai Negeri Sipil (PNS). Sekolah Madrasah

Ibtidaiyah memiliki tiga kamar mandi yang dilengkapi dengan bak penampung air

dan juga WC, dimana sumber airnya berasal dari sumur gali.

4.1.2 Hasil Pemeriksaan Telur Cacing pada Kotoran Kuku dan Tinja

4.1.2.1 Pemeriksaan Telur Cacing pada Kotoran Kuku

Berdasarkan hasil pemeriksaan kotoran kuku menunjukan bahwa dari 88

sampel yang diperiksa dan diteliti ditemukan 14 (Empat Belas) sampel yang

positif terdapat telur cacing pada kotoran kukunya dengan jenis Ascaris

Lumbriocoides.Selengkapnya ada pada tabel berikut :

Tabel 4.2 Dstribusi Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Pada Kotoran Kuku Siswa

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Tahun 2012

Pemeriksaan telur cacing

pada kotoran kuku Jumlah

n % Positif 14 15,9 Negatif 74 84,0 Total 88 100,00

Sumber : Data Primer

Tabel 4.2 menunjukan bahwa dari 88 siswa Sekolah Madrasah Ibtidaiyah

Kecamatan Batudaa, sebanyak 14 siswa (15,9%) yang positif terdapat telur

cacing pada kotoran kukunya dan sebanyak 74 siswa (84,0%) yang negatif ttelur

cacing pada kotoran kukunya.

4

4.1.2.2 Pemeriksaan Telur Cacing pada Tinja

Berdasarkan hasil pemeriksaan tinja menunjukan bahwa dari 88 sampel

yang diperiksa dan diteliti ditemukan 20 (Dua Puluh) sampel yang positif

terdapat telur cacing pada tinjana dengan jenis Ascaris Lumbriocoides.

Selengkapnya ada pada tabel berikut :

Tabel 4.3 Distribusi Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Pada Tinja Siswa

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Tahun 2012

Pemeriksaan telur cacing

pada Tinja Jumlah

n % Positif 20 22,7 Negatif 68 77,2 Total 88 100,00

Sumber : Data Primer

Tabel 4.3 menunjukan bahwa dari 88 siswa Sekolah Madrasah Ibtidaiyah

Kecamatan Batudaa, sebanyak 20 siswa (22,7%) yang positif terdapat telur

cacing pada kotoran tinjanya dan sebanyak 68 siswa (77,2%) yang negatif telur

cacing pada kotoran tinjanya.

4.1.3 Aspek Hygiene

4.1.3.1 Kebiasaan Memotong Kuku

Berdasarkan Hasil wawancara dari 88 siswa Madrasah Ibtidaiyah tentang

kebiasaan memotong kuku seminggu sekali ada pada tabel berikut ini :

5

Tabel 4.4 Distribusi Kebiasaan Memotong Kuku Seminggu Sekali Siswa

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Tahun 2012

Kebiasaan memotong

kuku Jumlah

n % Ya 11 12,5

Tidak 77 87,5 Total 88 100,00

Sumber : Data Primer

Tabel 4.4 menunjukan bahwa pada umumnya siswa menyatakan tidak

mempunyai kebiasaan memotong kuku sekali dalam seminggu yaitu sebanyak 77

siswa (87,5%) sedangkan 11 siswa (12,5%) lainnya menyatakan bahwa kuku

selalu di potong sekali dalam seminggu atau menpunyai kebiasaan memotong

kuku.

4.1.3.2 Kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum makan dan Sesudah

Buang Air Besar

Berdasarkan hasil weawancara dari 88 siswa tentang kebiasaan mencuci

tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar oleh siswa menyatakan bahwa

bila sebelum makan dan sesudah buang air besar tidak perlu mencuci tangan

memakai sabun. Selengkapnya ada pada tabel berikut ini :

Tabel 4.5 Distribusi Kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum Makan Dan Sesudah Buang Air

Besar Siswa Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Tahun 2012

Kebiasaan mencuci tangan sebelum

makan&sesudah buang air besar Jumlah

n % Ya 14 12,3

Tidak 74 84,0 Total 88 100

Sumber : Data Primer

6

Tabel 4.5 mununjukan bahwa sebanyak 74 siswa (84,0%) yang

menyatakan bahwa tidak mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air

besar dan sebanyak 14 siswa (12,3%) menyatakan bahwa baik memcuci tangan

sebelum makan dan sesudah buang air besar.

4.1.3.3 Kebiasaan Memakai Alas Kaki

Dari hasil wawancara kepada 88 siswa Madrasah ibtidaiyah menyatakan

bahwa tidak memakai alas kaki pada saat bermain di tanah ataupun diluar rumah.

Selengkapnya ada pada tabel berikut ini :

Tabel 4.6 Distribusi Kebiasaan Memakai Alas Kaki Siswa

Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Tahun 2012

Kebiasaan Memakai

Alas kaki Jumlah

n % Ya 18 20,4

Tidak 70 79,5 Total 88 100

Sumber : Data Primer

Tabel 4.6 menunjukan bahwa sebanyak 70 siswa (79,5%) yang

menyatakan tidak memakai alas kaki pada saat bermain ditanah ataupun keluar

rumah. Sedangkan siswa yang menyatakan selalu memakai alas kaki pada saat

bermain ditanah dan keluar rumah adalah 18 siswa (20,4%).

4.1.4 Hygiene Siswa

Dari berbagai aspek hygiene siswa yang telah dipaparkan diatas seperti

kebiasaan memotong kuku, kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah

buang air besar serta kebiasaan memakai alas kaki. Hal ini sudah dapat

menjelaskan aspek hygiene siswa Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa

secara umum yang tentunya saja dapat berdampak terhadap kejadian penyakit

7

cacingan pada siswa tersebut. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa aspek

hygiene dari siswa Madrasah tersebut dikatakan rendah.

4.1.5. Tabulasi Silang

4.1.5.1 Aspek Hygiene dengan Kotoran Kuku

1. Kecacingan dengan Kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum makan

dan Sesudah Buang Air Besar

Hasil pemeriksaan kecacingan dan hasil wawancara tentang kebiasaan

mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar selengkapnya ada

pada tabel berikut ini :

Tabel 4.7 Distribusi Pemeriksaan Telur Cacing Pada Kotoran Kuku Berdasarkan Kebiasaan Mencuci Tangan Sebelum Makan Dan Sesudah Buang Air Besar Siswa Sekolah

Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Batudaa Tahun 2012

Dari Tabel 4.7 menunjukan bahwa dari hasil pemeriksaan kecacingan pada

siswa berdasarkan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang

air besar sebanyak 60 siswa (82.2%) yang tidak membiasakan mencuci tangan

sebelum makan dan sesudah buang air besar dan dari 60 siswa