Linguistik fonologi

  • View
    1.231

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ok

Text of Linguistik fonologi

  • 1. PENGANTARLINGUISTIK UMUM

2. APA LINGUISTIK Berdasarkan Kamus: Hassan Shadily (1977:633-634): Linguistikadalah penelaahan bahasa secara ilmupengetahuan. Tujuan utamanya ialahmempelajari suatu bahasa secara deskriptif.Mempelajari bahasa berdasarkan sejarah atauilmu perbandingan bahasa, berartimempelajari hubungan satu bahasa denganbahasa lainnya. 3. APA LINGUISTIK A.S. HORNBY, E.V. GATENBY, H. WAKEFIELD(1961:733) Sebagai kata sifat: Linguistics: the study oflanguages. Sebagai kata benda: Linguistics: the science oflanguage; methods of learning and s tudyinglanguages. (Linguistik: ilmu pengetahuanbahasa; metoda pelajaran dan belajar bahasa). Linguist kata benda yang berarti a person whois clever in foreign languages/ orang yangmengetahui bahasa asing (menguasai banyakbahasa.) 4. APA LINGUISTIKJadi berdasarkan kamus, Linguistik bermaknailmu bahasa atau metode mempelajaribahasa. 5. APA LINGUISTIK Secara etimologis Linguistik lingua (Latin) yang bermakna bahasa. samadengan langue, langage (Perancis) berpadanan dengan lengua(spanyol) dan lingua (Italia) Ferdinand de Saussure, Seorang sarjana swiss yangmerupakan pelopor linguistik modern dalam bukunya Cours delinguistique gnrale (1916) mengemukakan istilahlangage, langue dan parole Langage dalam bahasa Perancis berarti bahasa pada umumnya Langue dalam bahasa Perancis bermakna bahasa tertentumisalnya bahasa Indonesia, Bahasa Madura, Bahasa Jepang dll. Parole berarti logat, ucapan, perkataan (speech Ingris) Language dalam bahasa Ingris maknanya dapat meliputilangue dan langage dalam bahasa Perancis. 6. APA LINGUISTIK Pendapat Linguis Ronald W. Longacker (1973:5) Linguistics isthe study of human language / Linguistikadalah studi tentang bahasa manusia John Lyons (1975:1) Linguistics my be definedas the scientific study of language/ Linguistikstudi ilmiah tentang bahasa. JadiLinguistik adalah Ilmu yang mempelajari bahasasecara ilmiah 7. Mengapa Linguistik Umum? Tidak hanya mempelajari bahasa tertentu/langue Mempelajari kedudukan bahasa tertentu/langue dalam langage 8. Bahasa yang bagaimana? Sistem lambang bunyi yang arbitrer yangdipergunakan oleh para anggota kelompoksosial untuk bekerja sama, berkomunikasidan mengidentifikasikan diri.Bagaimana Maksudnya ? 9. Bahasa Sebagai Sistem Bahasa bukanlah unsur yang terkumpul secara takberaturan. Karena bersistem maka bahasa bersifat sitematis:bahasa dapat diuraikan atas satuan-satuan terbatasyang berkombinasi denga kaidah-kaidah yang dapatdiramalkan. Selain itu bahasa juga sistemis: bahasa bukanlahsistem yang tunggal melainkan terdiri dari beberapasubsistem yakni subsistem fonologi, subsistemgramatika dan subsistem leksikon. 10. Bahasa adalah sistem lambangpenggunaannya berdasarkan perjanjian danuntuk memahaminya harus dipelajari. Karena lambang maka bermakna: berkaitandengan segala aspek kehidupan dan alamsekitar masyarakat pemakainya. Karena lambang maka konvensional: harusdipelajari dan disepakati oleh pemakainya. 11. Bahasa adalah sistem bunyi: Wujud alamiahbahasa adalah bunyi. Bersifat arbitrer: tak ada hubungan wajibantara satuan-satuan bahasa dengan yangdilambangkannya. Bersifat produktif:: unsurnya terbatas tetapidipakai secara tidak terbatas olehpemakainya. Abjad sedikit, katabanyak, kalimat lebih banyak lagi. 12. Bersifat unik: setiap bahasa mempunyai sistemyang khas yang tidak harus ada dalam bahasa lain. Bersifat universal. Ada sifat bahasa yang bersifatumum ada yang agak umum/ agak universil. Bahasa memiliki variasi, dialek, sosiolek dll. Berfungsi mengidentifikasikan diri. Dengan ciri khasbahasa maka suatu kelompok sisial berbedadengan kelompok sosial yang lain. Bahasamenunjukkan bangsa. 13. RUANG LINGKUP LINGUISTIK MikrolinguistikBidang teoritisUmum (1) Teori Linguistik(2) Linguistik deskriptif(3) Linguistik historis komparatifKhusus(1) Linguistik deskriptif (3) Linguistik historis komparatif 14. Mikrolinguistik Bidang interdisipliner Fonetik Stilistika Filsafat bahasa Psikolinguistik Sosiolinguistik Etnolinguistik Filologi Semiotika Epigrafi 15. Makrolinguistik Bidang terapan Pengajaran bahasa Penterjemahan Leksikografi Fonetik terapan Sosiolinguistik terapan Pembinaan bahasa internasional Pembinaan bahasa khusus Linguistik medis Grafologi Mekanolinguistik 16. Sejarah linguistik 17. HAKIKAT BAHASAA. Chaedar Alwasiah Sistematik Manasuka (Arbitrer) Ucapan/vokal/bunyi Simbul Mengacu pada dirinya Manusiawi Komunikasi 18. HAKEKAT BAHASAMansoer Pateda Berwujud deretan bunyi yang bersistem Sebagai alat (instrument), mengganti(represent) Bersifat individual Bersifat koperatif 19. HAKEKAT BAHASAHarimurti Kridalaksana1. System7.Produktif2. Lambang 8.Unik3. Bermakna9.Universal4. Konvensional10. Mempunyai variasi5. Bunyi 11. Mengidentifikasikan6. Arbitrerdiri 20. SISTEM-SISTEM (UNIT ANALISIS) Sistem Fonologi Di Amerika fonologi terbagi atas Fonemik danFonetik Di Eropa (Ingris, Belanda) Fonemik disebutfonologi. Jadi ada fonologi dan fonetik. 21. Fonetik Fonetik adalah ilmu yang mempelajari bunyibahasa Ada tiga cabang ilmu fonetik: 22. JENIS FONETIK Fonetik akustis: bagaimana serta alat ucap yangmana bunyi bahasa dihasilkan. Bunyi yangdihasilkan ditulis dengan tulisan fonetik. Fonetik akustis: mempelajari bunyi bahasa sebagaigelombang bunyi. Dengan alat khusus (spektograf)didapat grafik yang menunjukkanfrekuensi, intensitas, dan waktu bunyi bahasatertentu. Perlu ilmu matematika dan fisika. Fonetik auditoris: Menyelidiki bunyi bahasa sebagaisesuatu yang diterima oleh pendengar. Menjadiobjek ahli syaraf. 23. BAGAN JENIS FONETIK1 2 3Fonetik Fonetik FonetikArtikulatoris Akustis Auditoris 24. ALAT UCAP6. .Anak tekak7. .Bibir bawah8. .Gigi bawah9. .Ujung lidah10. .Daun lidah11. .Tengah lidah12. Punggung lidah13. Glotis 1. Bibir atas14. Rongga mulut 2. Gigi atas 15. Rongga hidung 3. Gusi16. Rongga tekak 4. Langit-langit keras 17. Pangkal 5. Langit-langit lunak tenggorokan 25. Aliran Udara Tiga macam mekanisme aliran udara:mekanisme aliran udara paru-paru;mekanisme aliran udara glotal, danmekanisme aliran udara langit-langit lunak.Hanya mekanisme aliran udara paru-paru yang dipergunakan menghasilkan bunyi bahasa. Mekanisme aliran udara paru-paru terdiri dari paru-paru dan otot-otot pernapasan. Otot-otot itu menggerakkan paru-paru yang merupakan pemangkal atau inisiator sehinggaudara dikeluarkan atau dimasukkan. Aliran udara ke luar (egresif) digunakan dalam berbicara. Aliran udara ke dalam(ingresif) menyertai peristiwa nonlinguistis seperti menguap atau mendengkur.Aliran udara paru-paru (pulmonik) yang keluar masuk paru-paru melewati batangtenggorokan (trachea) yang pada bagian atasnya terdapat pangkal tenggorokan (ataularings) atau kotak suara. Pada kotak suara terdapat pita-pita suara, memanjang daridepan ke belakang di bagian atas pangkal tenggorokan.Celah di antara pita-pita suara yang merupakan pintu dari batang tenggorokan ketenggorokan disebut glotis. Pita-pita suara dapat mengubah-ubah posisinya denganmerapatkan, mendekatkan, ataupun menjauhkan satu sama lain, keadaan glotis punikut berubah-ubah. Keadaan glotis itu merupakan salah satu ciri yang ikut menentukanmacam bunyi yang terjadi. 26. Tiga Macam Keadaan Glotis Jika pita-pita suara berjauhan, sehingga glotis menjadi terbuka cukuplebar, udara bisa keluar dengan bebas. Keadaan ini terjadi bila kita bernapasatau bila kita sedang mengucapkan bunyi tak bersuara seperti s,f,p.t,dan k. Jika pita-pita suara berdekatan, sehingga glotis menjadi sempit, udara yanghendak kelar menjadi agak terhambat. Akibatnya udara yang terpaksa melewaticelah yang sempt itu menggetarkan pita-pita suara. Getaran ini menimbulkanbunyi yang disebut suara. Karena itu, bunyi yang dihasilkan dengan keadaanglotis menyempit seperti itu misalnya o, i, z, m, dan g, disebut bunyi bersuara. Getaran suara dapat kita rasakan bila kita memegang bagian luar tenggorokanbagian depan atau menutup telinga pada waktu kita mengucapkan bunyibersuara. Jika pita-pita suara merapat dengan kekuatan yang cukup untuk mencegahterbukanya pita-pita itu, dengan kata lain glotis menjadi tertutup samasekali, aliran udara sama sekali terhambat dan paru-paru tidak mempunyaihubungan dengan udara luar. Membuat penutupan seperti ini memang fungsiyang asli dari pita-pita suara, misalnya pada waktu kita batuk atau menahanbeban yang berat. Penutupan ini juga menghasilkan bunyi bahasa yang disebuthambat glotal atau hamzah. 27. Dua Jalan Keluar Aliran Udara Hidung dan mulut Jalan melalui hidung dapat dibuka atau ditutup oleh suatu klep yang beradapada persimpangan jalan ke luar. Klep ini disebut anak tekak (uvula) Dalam rongga mulut bagian atas terdapat langit-langit keras (palatum) danlangit-langit lunak (velum). Palatum berada di belakang gigi depan atas. Velumterletak di belakang langit-langit keras sampai ke anak tekak yang juga lunak.Langit-langit keras tak dapat bergerak, langit-langit lunak dapat digerakkan keatas dan ke bawah oleh otot-otot yang ada padanya. Langit-langit lunak (atau velum) merupakan bagian yang menguasai jalan udaramelalui hidung. Bila langit-langit lunak bergerak ke bawah maka jalan udara kehidung terbuka, tetapi bila langit-langit lunak bergerak ke atas dan merapatpada dinding belakang rongga tekak (kerongkongan atau farings) maka jalanudara ke hidung tertutup. Bila langit-langit lunak naik, satu-satunya jalan ke luar aliran udara ialah melaluimulut; sedangkan bila turun, udara dapat ke luar melalui kedua jalan, yaitumelalui mulut dan melalui hidung. Tiap bunyi yang dihasilkan tanpa penutupanlangit-langit lunak disebut bunyi sengau atau nasal, sedangkan tiap bunyi yangdihasilkan dengan penutupan langit-langit lunak disebut bunyi mulut atau oral(lihat gambar) 28. Analisis bunyi: vokal dankonsonanBunyi-bunyi bahasa tidak diucapkan lepas-lepas dalamujaran, melainkan selalu dalam rangkaian dengan bunyi-bunyi lain.Karena itu, untuk mempelajari bunyi bahasa itu satu persatu, kita perlumemecah rangkaian tempat bunyi