37
INISIASI 1 FONOLOGI BAHASA INDONESIA Saudara mahasiswa, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online ini untuk mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini membahas tentang klasifikasi bunyi bahasa Indonesia. Materi kajian bahasa Indonesia ini membahas 9 unit; unit 1 tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, unit 2 pembakuan bahasa Indonesia, unit 3 fonologi bahasa Indonesia, unit 4 morfologi bahasa Indonesia, unit 5 sintaksis bahasa Indonesia, unit 6 sastra anak, unit 7 apresiasi sastra anak , unit 8 wacana bahasa Indonesia dan unit 9 kesalahan berbahasa Indonesia. Saudara, bisa buka kembali bahan ajar cetak yang telah saudara terima. Dalam tutorial online kali ini, Anda akan dipandu oleh tutor Anda Dra. Munirah, M. Pd. Pada pertemuan perdana ini, kita akan mendiskusikan materi-materi yang ada pada modul 3. Seperti yang Saudara ketahui pada modul 3, saudara diajak untuk mencoba memahami materi tentang fonologi bahasa Indonesia yang terbagi dalam dua subunit; yaitu klasifikasi bunyi bahasa Indonesia dan pelafalan fonem bahasa Indonesia. Fonologi merupakan bagian dari subdisiplin linguistik yang disebut linguistik terapan. Linguistik terapan membahas penerapan teori linguistik dalam kegiatan praktis, dan terutama ditujukan dalam kegiatan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, fonologi dapat dioperasionalkan secara praktis dalam proses belajar mengajar di kelas. Saudara mahasiswa, pada unit 3 kita akan membahas fonologi yang meliputi 2 sub unit, pertama sub unit 1 mengenai klasisfikasi bunyi dan pada subunit 2 membahas Inisiasi Online 1

fonologi b.indonesia

  • Upload
    fazar

  • View
    127

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

wacana dll

Citation preview

Page 1: fonologi b.indonesia

INISIASI 1

FONOLOGI BAHASA INDONESIA

Saudara mahasiswa, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online ini untuk mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini membahas tentang klasifikasi bunyi bahasa Indonesia. Materi kajian bahasa Indonesia ini membahas 9 unit; unit 1 tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, unit 2 pembakuan bahasa Indonesia, unit 3 fonologi bahasa Indonesia, unit 4 morfologi bahasa Indonesia, unit 5 sintaksis bahasa Indonesia, unit 6 sastra anak, unit 7 apresiasi sastra anak , unit 8 wacana bahasa Indonesia dan unit 9 kesalahan berbahasa Indonesia.

Saudara, bisa buka kembali bahan ajar cetak yang telah saudara terima. Dalam tutorial online kali ini, Anda akan dipandu oleh tutor Anda Dra. Munirah, M. Pd. Pada pertemuan perdana ini, kita akan mendiskusikan materi-materi yang ada pada modul 3. Seperti yang Saudara ketahui pada modul 3, saudara diajak untuk mencoba memahami materi tentang fonologi bahasa Indonesia yang terbagi dalam dua subunit; yaitu klasifikasi bunyi bahasa Indonesia dan pelafalan fonem bahasa Indonesia.

Fonologi merupakan bagian dari subdisiplin linguistik yang disebut linguistik terapan. Linguistik terapan membahas penerapan teori linguistik dalam kegiatan praktis, dan terutama ditujukan dalam kegiatan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu, fonologi dapat dioperasionalkan secara praktis dalam proses belajar mengajar di kelas. Saudara mahasiswa, pada unit 3 kita akan membahas fonologi yang meliputi 2 sub unit, pertama sub unit 1 mengenai klasisfikasi bunyi dan pada subunit 2 membahas pelafalan bunyi bahasa. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai karena akan meningkatkan pemahaman Anda .Oleh karena itu, kompetensi yang diharapkan dari kegiatan tutorial 1 ini, Saudara dapat menerapkan klasifikasi bunyi bahasa. Manfaat yang diharapkan adalah mengetahui pengklasifikasian bunyi-bunyi bahasa

Jika Anda mempelajari dengan seksama modul tersebut, Anda memperoleh informasi tentang berbagai klasifikasi bunyi bahasa. Untuk itu, Anda perlu mempelajari sumber lain jika dalam modul itu tidak dapat ditemukan konsep-konsep yang berkaitan dengan fonologis dan konsep fonologi tersebut. Untuk memudahkan memahami isi inisiasi ini, silahkan ikuti paparan berikut.

a. Klasifikasi Bunyi Vokal

Bunyi vokal dapat diklasifikasikan berdasarkan tinggi rendahnya lidah,

bagian lidah yang bergerak, striktur, dan bentuk bibir. Berdasarkan tinggi rendahnya

lidah maka vokal dibedakan adanya vokal tinggi, misalnya bunyi [i, I, u, U]; vokal

Inisiasi Online 1

Page 2: fonologi b.indonesia

madya, misalnya [e, E, , o, o]; dan vokal rendah, misalnya bunyi [a, a].

Berdasarkan lidah yang bergerak vokal dibedakan adanya vokal depan,yaitu vokal

yang dihasilkan oleh gerakan peranan turun naiknya lidah bagian depan, misalnya

bunyi [I, e, E, a] dan [e]; vokal tengah,yaitu vokala yang dihasilkan oleh gerakan

peranan lidah bagian tengah, misalnya bunyi [a]; dan vokal belakang,yaitu vokal yang

digerakan peranan turun naiknya lidah bagian belakang (pangkal lidah), misalnya

bunyi [u, o, o, a].

b. Klasifikasi Bunyi Konsonan

Jika bunyi ujaran, ketika udara keluar dari paru-paru mendapat halangan, maka

terjadilah bunyi konsonan. Halangan yang dijumpai bermacam-macam, ada hubungan

yang bersifat seluruhnya, dan ada pula yang sebagian yaitu dengan menggeser atau

mengadukkan arus suara/tabel sehingga menghasilkan konsonan bermacam-macam

pula. Untuk lebih jelasnya, perhatikan diagram konsonan berikut.

Bunyi konsonan dihasilkan apabila arus udara mendapat hambatan, baik di

rongga mulut atau di rongga hidung. Konsonan dalam bahasa Indonesia dapata

digolongkan berdasarkan tiga faktor, yaitu:

a. Bergetar tidaknya pita suara; konsonan bersuara dan konsonan tidak bersuara

b. Daerah artikulasi; bilabial, labiodental, alveolar, palatal, velar, glota.

c. Cara artikulasi; hambat, frikatif, nasal ,getar atau lateral.

Inisiasi Online 2

Page 3: fonologi b.indonesia

Latihan

Untuk memperdalam pemahaman saudara mengenai materi di atas kerjakanlah

latihan berikut ini !

1. Cobalah Anda mendeskripsikan penamaan vokal bahasa Indonesia!

A. vokal e,

B. vokal u, dan

C. vokal i.

2. Cobalah Anda mendeskripsikan konsonan berikut!

A. konsonan k,

B. konsonan p, dan

C. konsonan b .

3. Amatilah dengan cermat tabel konsonan pada bahan ajar cetak Anda!

Deskripsikanlah konsonan berdasarkan tabel tersebut!

Saudara Mahasiswa, setelah mengerjakan latihan tersebut, segera kirimkan

melalui email kepada tutor online Anda. Umpan balik akan dapat Anda terima paling

lambat 2 minggu setelah batas akhir pengiriman. Jangan segan untuk menghubungi

tutor online, Saudara jika mengalami kesulitan.

Selamat mengerjakan dan semoga sukses

Inisiasi Online 3

Page 4: fonologi b.indonesia

INISIASI 2 MORFOLOGI BAHASA INDONESIA

Saudara mahasiswa, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online ini untuk mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini membahas tentang klasifikasi bunyi bahasa Indonesia. Materi kajian bahasa Indonesia ini membahas 9 unit; unit 1 tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, unit 2 pembakuan bahasa Indonesia, unit 4 fonologi bahasa Indonesia, unit 4 morfologi bahasa Indonesia, unit 5 sintaksis bahasa Indonesia, unit 6 sastra anak, unit 7 apresiasi sastra anak , unit 8 wacana bahasa Indonesia dan unit 9 kesalahan berbahasa Indonesia.

Saudara, bisa buka kembali bahan ajar cetak yang telah saudara terima. Dalam tutorial online kali ini, Anda akan dipandu oleh tutor Anda Dra. Munirah, M. Pd. Pada pertemuan online ini, kita akan mendiskusikan materi-materi yang ada pada modul 4. Seperti yang Saudara ketahui pada modul 4, saudara diajak untuk mencoba memahami materi tentang morfologi bahasa Indonesia yang terbagi dalam dua subunit; yaitu proses morfologis dan kelas kata.

Saudara mahasiswa, pada unit 4 kita akan membahas morfologi yang meliputi 2 subunit, pertama subunit 1 mengenai proses morfologis dan pada subunit 2 membahas kelas kata dan pada unit 2 tentang pembakuan bahasa Indonesia. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai, karena akan meningkatkan pemahaman mengenai perbendaharaan kelas kata. Oleh karena itu, kompetensi yang diharapkan dari kegiatan tutorial 2 ini Saudara dapat memperbanyak perbendaharaan kelas kata. Setelah kita mempelajari unit ini, saudara diharapkan mampu memahami proses morfologi dan kelas kata . Pada unit 4 saudara diharapkan mampu memahami seluk-beluk kata. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai karena akan meningkatkan kosakata di SD.

Jika Anda mempelajari dengan seksama modul tersebut, Anda memperoleh informasi tentang berbagai perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia.Untuk itu, Anda perlu mempelajari sumber lain jika dalam modul itu tidak dapat ditemukan konsep-konsep yang berkaitan dengan morfologi. Untuk memudahkan memahami isi inisiasi ini, silakan ikuti paparan berikut.

1. Pengertian Kelas Kata

Kelas kata (jenis kata) adalah golongan kata dalam satuan bahasa berdasarkan

kategori bentuk, fungsi, dan makna dalam sistem gramatikal. Untuk menyusun

Inisiasi Online 4

Page 5: fonologi b.indonesia

kalimat yang baik dan benar dengan berdasarkan pola-pola kalimat baku, pemakai

harus mengenal jenis dan fungsi kelas kata.

Fungsi kelas kata:

1) Melambangkan gagasan atau pikiran yang abstrak menjadi konkret

2) Membentuk bermacam-macam struktur kalimat

3) Memperjelas makna gagasan kalimat

4) Membentuk satuan makna frase, klausa, atau kalimat

5) Membentuk gaya pengungkapan sehingga menghasilkan karangan yang dapat

dipahami dan dinikmati oleh orang lain

6) Mengungkapkan berbagai jenis ekspresi, antara lain: berita, perintah, penjelasan,

argumentasi, pidato dan diskusi

7) Mengungkapkan berbagai sikap, misalnya: setuju, menolak, dan menerima

2. Jenis Kelas Kata

Pada pembahasan ini dipaparkan enam jenis kelas kata bahasa Indonesia terdiri atas

a.Verba

Penjahat itu terbunuh.

Mereka dianiaya.

Hatinya telah membatu.

Nenek meninggal.

Berdasarkan perpindahan kelas kata: (1) verba denominal (nomina ke verba),

misalnya: berbudaya, mencangkul, dan mencambuk; (2) verba deadjektif, misalnya:

menghina, menyakiti, dan mencintai, (3) deadverbial, misalnya: menyudahi,

memung-kinkan, mengakhiri, dan mengawali.

b. Adjektiva

Adjektiva ditandai dengan dapat didampingkannya kata lebih, sangat, agak, dan

paling. Berdasarkan bentuknya, adjektiva dibedakan menjadi: (1) adjektiva dasar,

misalnya: baik, adil, dan boros; (2) adjektiva turunan, misalnya: alami, baik-baik,

Inisiasi Online 5

Page 6: fonologi b.indonesia

dan sungguh-sungguh; (3) adjektiva paduan kata (frase) ada dua macam: (a)

subordinatif jika salah satu kata menerangkan kata lainnya, misalnya: panjang

tangan, buta warna,murah hati; dan (b) koordinatif setiap kata tidak saling

menerangkan, misalnya: gemuk sehat, cantik jelita, dan aman sentosa.

c. Nomina

Untuk menentukan apakah sebuah kata bahasa Indonesia termasuk kelas kata

benda atau tidak

Nomina ditandai dengan tidak dapatnya bergabung dengan kata tidak, tetapi

dapat dinegatifkan dengan kata bukan: tidak kekasih seharusnya bukan kekasih.

Nomina dapat dibedakan:

(1) Berdasarkan bentuknya: (a) nomina dasar: rumah, orang, burung; dan sebagainya.

(b) nomina turunan:

Ke- : kekasih, kehendak, ketua

Per- : pertanda, persegi

Pe- : petinju, petani, pelempar

Peng- : pengawas, pengacara, pengekor

-an : tulisan, bacaan, kiriman

Peng-an : pengawasan, penggarapan, penganiayaan

Ke-an : kemerdekaan, kesatuan, kesehatan

(2) Berdasarkan subkategori: (a) nomina bernyawa (kerbau, sapi, manusia); dan tidak

bernyawa (bunga, rumah, sungai); (b) nomina terbilang (lima orang mahasiswa,

tiga ekor kuda, sekuntum bunga); dan tak terbilang (air laut, awan, langit ).

d. Pronomina

Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu ke nomina lain, berfungsi

untuk menggantikan nomina. Ada tiga macam pronimina, yaitu:

Inisiasi Online 6

Page 7: fonologi b.indonesia

(1) Pronomina persona adalah pronomina yang mengacu kepada orang. Persona

pertama tunggal saya, aku, daku, -ku, dan persona jamak kalian, kamu, sekalian,

anda sekalian; persona ketiga tunggal ia, dia, beliau, -nya

(2) Pronomina penunjuk: (a) pronomina penunjuk umum ialah, ini, itu, dan anu;

pronomina penunjuk tempat sini,situ, sana

(3) Pronomina penanya adalah pronomina yang digunakan sebagai pemarkah

(penanda) pertanyaan. Dari segi makna, ada tiga jenis, yaitu: (a) orang siapa, (b)

barang apa menghasilkan turunan mengapa, kenapa, dengan apa; (c) pilihan

mana menghasilkan turunan di mana, ke mana, dari mana, bagaimana, dan

bilamana.

e. Numeralia

Numeralia dapat diklasifikasi berdasarkan subkategori:

(1) Numeralia takrif (tertentu):

(a) Numeralia pokok ditandai dengan jawaban berapa? Satu, dua, tiga, dan

seterusnya.

(b) Numeralia tingkat ditandai dengan jawaban yang ke berapa? Dan

(c) Numeralia kolektif ditandai dengan satuan bilangan, misalnya: lusin, kodi,

meter, dan rupiah

(2) Numeralia tak takrif (tidak tentu), misalnya: beberapa, berbagai, segenap, dan

semua

f. Preposisi

Preposisi adalah kata yang terletak di depan kata lain sehingga berbentuk frase

atau kelompok kata.

(1) preposisi dasar: di, ke, dari, pada, demi, dan lain-lain.

(a) Demi kemakmuran bangsa, mari kita tegakkan hukum dan

keadilan

(b) Perjuangan bangsa Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur dari

awal kemerdekaan hingga saat ini perlu ditingkatkan

Inisiasi Online 7

Page 8: fonologi b.indonesia

(2) preposisi turunan: di antara, di atas, dari sam-ping, dari luar, dan kepada.

(a) Panitia lomba mengarang ilmiah nasional meminta kepada saya untuk

menjadi penilai pada tingkat final

(b) Di antara calon peserta lomba terdapat nama seorang peserta yang sudah

menjuarai dua kali berturut-turut .

Latihan

Untuk memperdalam pemahaman saudara mengenai materi di atas kerjakanlah

latihan berikut ini !

1. Kelompokkanlah kata-kata berikut berdasarkan jenis klas kata!

a. kursi hewan ambil makan

b. perdamai pohon guru tidur

c. sekolah warung kami pergi

d. gelang mawar makassar mengunjungi

2. Coba diskusikan dengan teman Anda jenis klas kata apa yang ada di sekitar

lingkungan sekolah! Tuliskan jenis klas kata tersebut!

.

Saudara Mahasiswa, setelah mengerjakan latihan tersebut, segera kirimkan

melalui email kepada tutor online Anda. Umpan balik akan dapat Anda terima paling

lambat 2 minggu setelah batas akhir pengiriman. Jangan segan untuk menghubungi

tutor online Saudara jika mengalami kesulitan.

Selamat mengerjakan dan semoga sukses

Inisiasi Online 8

Page 9: fonologi b.indonesia

INISIASI 3 SINTAKSIS BAHASA INDONESIA

Assalamu Alaikum wr.wb. Saudara mahasiswa, selamat berjumpa untuk yang ke tiga kalinya . Pada perjumpaan kedua atau pada inisiasi kedua telah dibahas mengenai konsep dasar strategi pembelajaran. Pada perjumpaan ketiga atau pada inisiasi ke tiga ini akan dibahas mengenai sintaksis bahasa Indonesia. Materi ini membahas dua pokok bahasan atau subunit yaitu subunit 1 menjelaskan kalimat berdasarkan fungsi dan struktur gramatikal dan subunit 2 membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.

Saudara mahasiswa, bahwa di dalam proses pembelajaran ada beberapa strategi yang dapat digunakan oleh seorang guru, olehnya itu materi ini setelah saudara mempelajari materi ini diharapkan saudara mampu membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif. Tujuan materi pembelajaran ini, agar saudara mahasiswa dapat membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif. Selanjutnya saudara mahasiswa dapat menguraikan kalimat berdasarkan fungsi gramatikal. Manfaat materi pembelajaran ini, adalah sebagai kerangka acuan untuk memahami perbedaan kalimat aktif dan kalimat pasif dengan lebih baik, dan bermanfaat di dalam memahami yang mana kalimat aktif dan pasif.

Kalimat merupakan suatu bahagian yang selesai dan menunjukkan pikiran lengkap. Yang dimaksud dengan pikiran lengkap adalah informasi yang didukung oleh pikiran yang utuh. Sekurang-kurangnya kalimat itu memiliki subyek atau pokok kalimat dan predikat atau sebutan. Kalau tidak memiliki unsur subyek dan unsur predikat, pernyataan ini hanya dapat disebut dengan frasa. Saudara mahasiswa, sekarang kita melihat deskripsi kalimat aktif dan kalimat pasif secara online sebagai berikut:

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Kalimat aktif dan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia sering dibicarakan

orang, termasuk dalam dunia sekolah sejak dari tingkat sekolah dasar hingga

perguruan tinggi. Hal itu tidaklah aneh karena pemakaian kalimat aktif dan kalimat

pasif tersebut erat kaitannya dengan cara pengungkapan pokok persoalan. Bahkan,

ada beberapa ahli bahasa yang menarik simpulan bahwa masyarakat cenderung

menggunakan kalimat pasif daripada kalimat aktif.

Inisiasi Online 9

Page 10: fonologi b.indonesia

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan atau

perbuatan, dari segi kelengkapan unsur kalimat, kita mengenal kalimat aktif transitif

(kalimat yang membutuhkan kehadiran objek ) dan kalimat aktif intransitif (kalimat

yang tidak membutuhkan objek). Perhatikan contoh berikut:

1) Aminah menggendong adiknya.

2) Aminah sedang mandi.

Kedua kalimat itu termasuk kalimat aktif karena subjek kalimat itu (yakni

Aminah) melakukan perbuatan. Pada kalimat (1). Subjek melakukan perbuatan

menggendong adik dan pada kalimat (2). Subjek melakukan tindakan mandi. Akan

tetapi, kedua kalimat itu memiliki perbedaan. Dalam kalimat (1), kehadiran objek

(yakni adiknya) bersifat wajib,oleh sebab itu kalimat pertama adalah kalimat aktif

transitif, sedangkan kalimat (2), tidak lengkap dengan kehadiran objek sehingga

dikatakan kalimat kedua kalimat intransitif yakni kalimat aktif yang tidak dapat

disimak pada kalimat berikut:

1) Fajar sedang tidur.

2) Adi sedang makan.

Untuk mengubah kalimat aktif menjadi pasif ada beberapa kriteria yang dapat

dijadikan pedoman, (1) Predikat pada kalimat aktif berawalan me-diubah menjadi

predikat berawalan di-. (2) Subjek kalimat pada kalimat aktif berubah menjadi objek

pada kalimat pasif, (3) Otomatis objek pada kalimat aktif menjadi subjek pada

kalimat pasif. Dengan demikian, Jika diubah menjadi kalimat pasif pada kata

membawa dan meminta diubah menjadi kalimat dibawa dan diminta.

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan tindakan atau perbuatan, dari

segi kelengkapan unsur kalimat, kita mengenal kalimat aktif transitif (kalimat yang

membutuhkan kehadiran objek) dan kalimat aktif intransitif (kalimat yang tidak

membutuhkan objek). Kalimat aktif adalah kalimat yang kata kerjanya berawalan

meng- dan ber- yang menduduki posisi predikat dalam sebuah kalimat. Sebaliknya,

kalimat pasif adalah kalimat yang kata kerjanya berawalan di- dan ter- yang

Inisiasi Online 10

Page 11: fonologi b.indonesia

menduduki posisi predikat. Kalimat aktif dan pasif terbagi dua yakni kalimat aktif

transitif dan intransitif.

Kalimat aktif diubah menjadi kalimat pasif dengan cara sebagai berikut :

a) Subjek dalam kalimat aktif menjadi objek dalam kalimat pasif.

b) Objek dalam kalimat pasif menjadi subjek dalam kalimat aktif.

c) Kata kerja berawalan meng- menjadi kata kerja berawalan di-.

Perbedaan kalimat aktif dan pasif dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

No. Fungsi Aktif Pasif

1

2

3

S

P

O

pelaku

berawalan me- dan ber-

penderita

penderita

di-, ter-

pelaku

- Perubahan Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif dan Sebaliknya

Kalimat aktif dengan predikat kata kerja berawalan meng- dapat diubah

menjadi kalimat pasif jika diikuti oleh objek. Kalimat aktif diubah menjadi kalimat

pasif dengan cara sebagai berikut :

a) Subjek dalam kalimat aktif menjadi objek dalam kalimat pasif.

b) Objek dalam kalimat pasif menjadi subjek dalam kalimat aktif.

c) Kata kerja berawalan me- menjadi kata kerja berawalan di-.

- Cara Mengubah Kalimat Pasif menjadi Kalimat Aktif

a. Subjek kalimat pasif menjadi objek dalam kalimat aktif.

b. Objek kalimat pasif menjadi subjek dalam kalimat aktif.

c. Kata kerja berawalan di- menjadi kata kerja berawalan me-

Inisiasi Online 11

Page 12: fonologi b.indonesia

Perhatikan contoh berikut!

Kalimat pasif : Setiap warga diwajibkan bersiskamling oleh Pak RT.

Kalimat aktif : Pak RT mewajibkan setiap warganya untuk bersiskamling.

Latihan

Saudara Mahasiswa, materi pembelajaran mengenai Klasifikasi Strategi

Pembelajaran telah dibahas untuk lebih jelasnya saudara perlu mengkaji kembali

bahan ajar cetak yang ada pada saudara baik secara individu maupun secara

kelompok dan mencari sumber lain yang berkaitan dengan materi Strategi

Pembelajaran.

1. Buatlah tiga contoh kalimat aktif dan ubahlah menjadi kalimat pasif!

2. Angkat salah satu kompetensi dasar untuk subpokok bahasan kalimat pada

semester 2 kelas III. Uraikan kegiatan/pengalaman belajar apa saja yang

harus dilaksanakan dalam pengajaran agar tujuan pembelajaran tercapai.

Saudara Mahasiswa, setelah mengerjakan latihan tersebut, segera kirimkan

melalui email kepada tutor online Anda. Umpan balik akan dapat Anda terima paling

lambat 2 minggu setelah batas akhir pengiriman. Jangan segan untuk menghubungi

tutor online Saudara jika mengalami kesulitan.

Selamat mengerjakan dan semoga sukses

Inisiasi Online 12

Page 13: fonologi b.indonesia

INISIASI 4 SASTRA ANAK

Saudara mahasiswa, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online ini untuk mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia dengan bobot 2 SKS. Mata kuliah ini membahas tentang klasifikasi bunyi bahasa Indonesia. Materi kajian bahasa Indonesia ini membahas 9 unit; unit 1 tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, unit 2 pembakuan bahasa Indonesia, unit 3 fonologi bahasa Indonesia, unit 4 morfologi bahasa Indonesia, unit 5 sintaksis bahasa Indonesia, unit 6 sastra anak, unit 7 apresiasi sastra anak , unit 8 wacana bahasa Indonesia dan unit 9 kesalahan berbahasa Indonesia.

Saudara bisa buka kembali bahan ajar cetak yang telah saudara terima. Dalam

tutorial online kali ini, Anda akan dipandu oleh tutor Anda Dra. Munirah, M. Pd. Pada pertemuan perdana ini, kita akan mendiskusikan materi-materi yang ada pada modul 6. Seperti yang Saudara ketahui pada modul 6, Saudara diajak untuk mencoba memahami materi sastra anak yang terbagi dalam dua subunit; yaitu hakikat sastra anak dan unsur pembangun sastra anak.

Saudara mahasiswa, pada unit 6 kita akan membahas sastra anak yang meliputi 2 subunit, pertama subunit 1 mengenai hakikat sastra anak dan pada unit 2 tentang unsur pembangun sastra anak. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai karena akan meningkatkan pemahaman terhadap unsur-unsur yang membangun sastra anak. Oleh karena itu, kompetensi yang diharapkan dari kegiatan tutorial 1 ini Saudara dapat menguraiakan unsur-unsur apa saja yang membangun sastra anak.

Jika Anda mempelajari dengan seksama modul tersebut, Anda memperoleh informasi tentang unsur-unsur yang akan membangun karya sastra. Untuk itu, Anda perlu mempelajari sumber lain jika dalam modul itu tidak dapat ditemukan konsep-konsep yang berkaitan dengan hakikat sastra anak dan konsep unsur yang membangun sastra anak. Untuk memudahkan memahami isi inisiasi ini, silahkan ikuti paparan berikut.

Setelah kita mempelajari unit ini saudara, diharapkan mampu memahami tentang unsur-unsur pembangun sastra anak. Pada unit 6 saudara diharapkan mampu membedakan unsur-unsur pembangun karya sastra. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai karena akan meningkatkan pemahaman terhadap unsur yang akan membangun sastra anak. Mampu menguraikan unsur pembangun sastra anak. Untuk biasa membedakan sastra umum

Inisiasi Online 13

Page 14: fonologi b.indonesia

dengan sastra anak, agar dapat lebih menanamkan kecintaan terhadap karya sastra kepada anak-anak.

Oleh karena itu, dengan memahami unsur pembangun sastra anak terkait dengan tugas saudara sebagai guru. Dengan memahami unsur pembangun sastra anak, guru dapat melibatkan proses mental siswa dalam pembelajaran. Saudara mahasiswa, kita kembali lagi melihat ringakasan materi singkat terhadap pembelajaran unsur pembangun sastra anak.

A. Unsur Sastra Berbentuk Prosa

Karya sastra anak yang berbentuk prosa dapat berupa novel, roman, novelet,

cerpen, dan yang jelasnya dikatakan sebuah prosa ketika berisi sebuah cerita tentang

kehidupan, khusus untuk anak-anak biasa dikelompokkan dalam cerita anak- anak.

Sebuah karya sastra anak yang berbentuk prosa dibangun oleh unsur-unsur

yang saling mendukung, yaitu tokoh, tema, alur, latar, gaya dan pusat pengisahan.

Secara garis besar perhatikan uraian berikut ini tentang unsur-unsur pembangun

prosa.

1. Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan pemain, pelaku, pemeran atau orang yang berada atau yang memiliki peran dalam cerita tersebut

2. Tema

Tema dapat ditelusuri melalui beberapa variabel, yakni (a) apa yang membuat karangan tampak berharga?, dan (b) mengapa pengarang menulis cerita tersebut.

3. Alur

Alur atau plot merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam sebuah cerita dan dialami tokoh- tokohnya

4. Latar atau Setting

Latar cerita ini dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu yang pertama

adalah latar sosial atau penggambaran keadaaan masyarakat kelompok-kelompok

sosil, seperti adat istadat, cara hidup, dan Bahasa yang digunakan. Yang kedua adalah

Inisiasi Online 14

Page 15: fonologi b.indonesia

latar fisk atau tempat dalam wujud fisiknya, yaitu segala sesuatu yang membangun

daerah tertentu atau latar tempat dan waktu.

5. Gaya Penceritaan

Gaya penceritaan adalah tingkah laku pengarang dalam menggunakan Bahasa

agar menmbbulkan penekanan tertentu.

6. Pusat Pengisahan

Pusat pengisahan adalah posisi dan penempatan diri pengarang dalam

ceritanya atau dari mana seorang pengarang melihat peristiwa-peristiwa yang terdapat

dalam ceritanya itu

B. Unsur Sastra Berbentuk Puisi

Adapun unsur- unsur yang membangun puisi anak adalah:

1. Unsur Intrinsik Puisi

Unsur intrinsik adalah unsur yang secara langsung membangun puisi dari

dalam, atau dari wujud puisi itu sendiri yaitu:

(a) Tema

Tema merupakan dorongan yang kuat yang menyebabkan penyair

mengungkapkan apa yang dirasakannya melalui puisi

(b) Amanat

Amanat dalam puisi adalah pesan atau nasihat yang disampaikan oleh pengarang

kepada pembaca atau pendengar.

(c) Sikap, Suasana atau Nada, dan Perasaan dalam Puisi.

(d) Tipografi

Tipografi adalah ukiran bentuk puisi yang biasanya berupa susunan baris, ke

bawah.

(e) Rima atau Persamaan Bunyi

Inisiasi Online 15

Page 16: fonologi b.indonesia

Rima adalah persamaan bunyi yang berulang secara teratur pada kata yang

letaknya berdekatan di dalam satu larik atau antarlirik.

(f) Citraan atau Pengimajian

Citraan atau pengimajian adalah susunan kata yang dapat memperjelas apa yang

dinyatakan oleh penyair

(g) Gaya Bahasa, Irama, atau Ritme

Gaya Bahasa, irama atau ritme adalah cara khas yang dipakai penyair untuk

menimbulkan efek estetis (keindahan) pada karya sastra puisi yang

dihasilkannya

2. Unsur Ekstrinsik Puisi

Unsur ekstrinsik adalah unsur pembangun puisi anak yang dari luar. Disebut

unsur luar, tetapi sangat mempengaruhi totalitas puisi. Unsur ekstrinsik di bawah ini

terdiri atas: unsur biografi penyair, unsur kesejarahan, dan unsur kemasyarakatan.

- Lapis Bunyi

Lapis bunyi yaitu bunyi kata, kelompok kata, kalimat dan bait.

- Lapis Arti

Lapis arti merupakan wujud puisi yang berada pada lapisan ke dua

berupa makna tiap rangkaian huruf, kata, kelompok kata, kalimat, dan bait.

- Lapis Pengarang

Lapis pengarang merupakan hal-hal yang berasal dari sisi pengarang

yang turut memperkuat keindahan hasil karyanya, seperti imajinasi dan

suasana ucapan tak langsung berupa kiasan- kiasan yang memperkaya puisi.

C. Unsur sastra berbentuk Drama

Secara umum pengertian drama adalah teks yang bersifat dialog dan isinya

membentangkan sebuah alur (Luxemburg, 1984: 158). Dapat juga dikatakan bahwa

drama adalah karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan

mengemukakan emosi lewat lakuan dan dialog, lazimnya dirancang untuk

Inisiasi Online 16

Page 17: fonologi b.indonesia

pementasan di panggung, (Sudjiman, 1984: 20). Sedangkan secara khusus, pengertian

drama anak-anak adalah proses lakuan anak sebagai tokoh.

Adapun unsur yang membangun drama anak-anak adalah sebagai berikut:

a. Unsur Intrinsik meliputi tokoh, alur, latar, dan tema.

b. Unsur Ekstrinsik

Adapun unsur ekstrinsik yang terdapat dalam karya sastra yang berbentuk

drama anak-anak, meliputi: yang pertama adalah biografi pengarang, dalam hal ini

pengarang sastra anak-anak perlu menjiwai corak kepribadian anak-anak. Yang kedua

adalah psikologi, ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang,(P.

Hariyanto, 1997-1998: 930), psikologi juga merupakan ilmu yang berkaitan dengan

proses-proses mental, baik berkenaan dengan proses mental yang normal maupun

abnormal. Yang ketiga adalah sosiologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari

berbagai struktur social dan proses-proses osial, (P. Hariyanto, 1997-1998: 932).

Latihan

Untuk memperdalam pemahaman saudara mengenai materi di atas kerjakanlah

latihan berikut ini !

1. Buatlah puisi tiga bait daan coba Anda analisis berdasarkan lapis bunyi dan makna!

2. Coba Anda parafrasekan puisi yang telah dibuat!

. Saudara Mahasiswa, setelah mengerjakan latihan tersebut, segera kirimkan

melalui email kepada tutor online Anda. Umpan balik akan dapat Anda terima paling

lambat 2 minggu setelah batas akhir pengiriman. Jangan segan untuk menghubungi

tutor online Saudara jika mengalami kesulitan.

Selamat mengerjakan dan semoga sukses

Inisiasi Online 17

Page 18: fonologi b.indonesia

INISIASI 5 WACANA BAHASA INDONESIA

Saudara mahasiswa, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online ini untuk mata kuliah Kajian Bahasa Indonesia dengan bobot 3 SKS. Mata kuliah ini membahas tentang wacana bahasa Indonesia. Materi kajian bahasa Indonesia ini membahas 9 unit; unit 1 tentang sejarah perkembangan bahasa Indonesia, unit 2 pembakuan bahasa Indonesia, unit 3 fonologi bahasa Indonesia, unit 4 morfologi bahasa Indonesia, unit 5 sintaksis bahasa Indonesia, unit 6 sastra anak, unit 7 apresiasi sastra anak , unit 8 wacana bahasa Indonesia dan unit 9 kesalahan berbahasa Indonesia.

Saudara mahasiswa, selamat berjumpa dalam kegiatan tutorial online lima, saudara bisa buka kembali bahan ajar cetak yang telah saudara terima. Dalam tutorial online kali ini, Anda akan dipandu oleh tutor Anda Dra. Munirah, M. Pd. Pada pertemuan perdana ini, kita akan mendiskusikan materi-materi yang ada pada modul 8. Seperti yang Saudara ketahui pada modul 8, saudara diajak untuk mencoba mengetahui wacana sebagai satuan bahasa yang terbesar merupakan bahasa yang baru dalam tata bahasa. Dalam pembahasan wacana ini tentu memerlukan pengetahuan kita tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat, modul ini menyajikan beberapa bahasan tentang wacana antara lain: 1) makna wacana dan kriteria wacana yang baik, 2) macam-macam wacana, 3) Analisis wacana, dan 4) permasalahan disekitar wacana

. Saudara mahasiswa, pada unit 8 kita akan membahas wacana bahasa Insonesia yang meliputi 2 subunit, pertama subunit 1 mengenai hakikat wacana dan pada subunit 2 membahas bentuk-bentuk wacana. Sebagai informasi bahwa materi ini sangat penting Anda kuasai karena akan meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia di SD.Oleh karena itu, kompetensi yang diharapkan dari kegiatan tutorial 4 ini Saudara dapat membedakan bentuk-bentuk wacana. Manfaat dalam modul ini Memberikan kejelasan bahwa wacana bukan hanya rangkaian kalimat.

Jika Anda mempelajari dengan seksama modul tersebut, Anda memperoleh informasi tentang berbagai bentuk wacana.Untuk itu, Anda perlu mempelajari sumber lain jika dalam modul itu tidak dapat didapatka jenis-jenis wacana dan hakikat wacana dalam pembelajaran tersebut. Untuk memudahkan memahami isi inisiasi ini, silakan ikuti paparan berikut.

Setelah kita mempelajari unit ini saudara diharapkan mampu menguraikan bentuk-bentuk wacana. Pada unit 8 saudara diharapkan mampu membedakan tentang hakikat wacana dan bentuk-bentuk wacana. Sebagai informasi bahwa materi ini

Inisiasi Online 18

Page 19: fonologi b.indonesia

sangat penting Anda kuasai karena akan meningkatkan pemahaman terhadap bentuk-bentuk wacana. Saudara mahasiswa selanjutnya, kita akan melihat informasi secara umum mengenai jenis-jenis wacana sebagai berikut:

A. Pengertiang Wacana

Wacana berasal dari bahasa Inggris discourse, yang artinya antara lain ”Kemampuan untuk maju menurut urutan-urutan yang teratur dan semestinya.” Pengertian lain, yaitu ”Komunikasi buah pikiran, baik lisan maupun tulisan, yang resmi dan teratur.” Jadi, wacana dapat diartikan adalah sebuah tulisan yang teratur menurut urut-urutan yang semestinya atau logis.Kerangka karangan bermanfaat sebagai berikut:

1. Pedoman agar penulisan dapat teratur dan terarah.2. Penggambaran pola susunan dan kaitan antara ide-ide pokok/topik.3. Membantu   pengarang melihat adanya pokok bahasan yang menyimpang dari

topik dan adanya ide pokok yang sama.4. Menjadi gambaran secara umum struktur ide karangan sehingga membantu

pengumpulan bahan-bahan pustaka yang diperlukan.Kerangka karangan dapat ditulis dalam dua bentuk, berikut.

1. Kerangka kalimat, ialah kerangka karangan yang disusun dalam bentuk kalimat-kalimat lengkap yang menjabarkan ide-ide pokok karangan.

2. Kerangka topik, ialah kerangka karangan yang dituangkan dalam bentuk frasa dan klausa sehingga tampak lebih praktis.

Wacana sebagai satuan bahasa yang terbesar merupakan bahasa yang baru

dalam tata bahasa. Dalam pembahasan wacana ini tentu memerlukan pengetahuan

kita tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat. Wacana

adalah satuan bahasa yang terlengkap dan terbesar, tersusun dengan rapi (koherensi),

mengandung hubungan yang padu (kohesi), disampaikan secara lisan atau tertulis.

Yang termasuk satuan bahasa adalah morfem, kata frase, klausa, kalimat dan

wacana.Unsur-unsur wacana, yaitu kalimat, frase, morfem. Fonem, situasi, ruang dan

waktu pemakaian.Wacana dapat dikatakan baik apabila memiliki kreteria: topik dan

tujuan, kohesi dan koherensi, pembukan dan penutup.Modul ini menyajikan beberapa

pembahasan tentang makna wacana dan kriteria wacana yang baik, macam-macam

wacana, analisis wacana, dan permasalahan di sekitar wacana

Inisiasi Online 19

Page 20: fonologi b.indonesia

Ditinjau dari segi sifatnya

Ditinjau dari segi sifat isinya wacana dapat dibedakan dalam lima jenis, yaitu:

1. wacana naratif

2. wacana ekspositorik

3. wacana argumentative

4. wacana persuasif.

Karangan ini bertujuan memengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu atau

karangan yang besifat mengajak pembaca dengan menyampaikan alasan,

contoh, dan bukti yang meyakinkan sehingga pembaca bersedia melaksanakan

ajakan hal-hal yang baik demi kepentingan masyarakat.  Dalam persuasi

pengarang mengharapkan adanya sikap balasan berupa perbuatan yang

dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam

karangannya.

Ciri-ciri Wacana Persuasif

     Harus menimbulakn kepercayaan pada pendengar/pembacanya.

     Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.

     Harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara,

pembicara/penulis   dan yang diajak berbicara/pembaca.

     Harus menghindari konflik (baik dalam pemikiran pembaca atau sesame

pembaca) agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.

     Harus ada data dan fakta secukupnya untuk mendukung ajakan.

Langkah menyusun Wacana Persuasi:

Inisiasi Online 20

Page 21: fonologi b.indonesia

   Menentukan topik/tema

   Merumuskan tujuan

   Mengumpulkan data dari berbagai sumber

   Menyusun kerangka karangan

 Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi

Yang tergolong kedalam Wacana Persuasif

    Bentuk pidato, misalnya propaganda, kampanye lisan

    Bentuk tulisan berupa iklan dan selebaran.

    Bentuk elektronik, misalnya iklan di TV, bioskop, dan internet

Karangan persuasi dibagi menjadi empat macam, yaitu:

1. Politik

2. Pendidikan

3. Advertisi

4. Propaganda

Contoh Paragraf Persuasif

Perilaku Menyampah

            Di kota besar, setiap orang mencari kemudahan dalam hidup.

Kebiasaan makan, misalnya, di kota besar, restoran fast food cenderung

menggunakan kemasan yang terbuat dari plastik atau stirofoam yang sekali

pakai langsung buang. Kemasan kue dahulu menggunakan daun pisang yang

Inisiasi Online 21

Page 22: fonologi b.indonesia

bisa membusuk, sekarang cenderung menggunakan plastik. Semua itu

kebiasaan impor yang bukan budaya Indoesia. Budaya Indonesia

menggunakan daun pisang atau daun jati.

            Sebenarnya volume sampah dapat dikurangi drastis bukan hanya

dengan menangani sampah plastik dengan sebaik-baiknya atau dengan daur

ulang tetapi bagaimana menghindari seminim mungkin perilaku menyampah.

Hanya kekuatan konsumen yang bisa menekan produsen mengurangi bahan-

bahan yang makin menambah volume sampah.

            Semaksimal mungkin semua orang harus mengurangi penggunaan

kemasan-kemasan yang kemudian akan menjadi sampah yang tidak bisa

hancur. Misalnya, menghindari membeli makanan dan minuman yang

menggunakan kemasn plastik, stirofoam, atau kalaupun terpaksa membeli,

ambil saja makanannya, kemasan dikembalikan lagi kepada penjualnya.

Rasanya tidak menggunakan kemasan plastik tidak akan mengurangi

kenyamanan hidup ini.

b. Ditinjau dari segi bentuk

1. Wacana monolog.

Wacana monolog mencakup bentuk bahasa/tuturan lisan atau tertulis yang

tidak termasuk dalam wacana percakapan, Tanya jawab, wawancara, teks drama.

Yang trmasuk didalam jenis wacana monolog ini antara lain pemicaraan seperti pada

pidato, khotbah ceramah, dalam bentuk teks seperti pada bacaan, sepucuk surat,

sebuah berita dan lain-lan.

2. Wacana dialog

Wacana dialog atau wacana percakapan ada dua macam, yaitu dialog

sebenarnya dan dialog teks. Dialog sebenarnya adalah dialog yang tidak dihafalkan

lebih dahulu tetapi betul-betul merupakan percakapan spontan dan memerlukan tatap

muka yang sesungguhnya. Dialog teks adalah percakapan yang dibuat lebih dahulu

dalam bentuk teks. Tes itu dialihkan sebagai bahan percakapan. Wacana dialog jenis

Inisiasi Online 22

Page 23: fonologi b.indonesia

kedua inipun memerlukan tatap muka. Tetapi kalasu teks itu diperckapan, hanya

dibacakan saja, maka tatap muka tidak diperlukan.

c. Ditinjau dari segi isinya

1.Wacana Naratif

Wacana naratif adalah rangkaian tuturan yang menceritakan atau menyajikan

suatu hal kejadian melalui tokoh pelaku (I orang atau III) dengan maksud

memperluias pengetahuan pendengar atau pembaca.

2. Wacana Deskriptif

Wacana deskriptif berupa rangkaian tuturan yang memaparkan sesuatu atau melukiskan sesuatu baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya.

3. Wacana eksposisi

wacana ini merupakan rangkaian tuturan yang bersifat memaparkan suatu pokok pikiran. Pokok pikiran itu lebih dijelaskannya lagi dengan cara menyampaikan rangkaian bagian-bagian atau detailnya

4. Wacana argumentatif

Wacana argumentasi adalah tuturan yang memberikan alasan dengan contoh

dan bukti serta meyakinkan, sehingga orang akan terpengaruh dan membenarkan

pendapat, gagsan, sikap dan keyakinan kita, akhirnya orang lain akan bebuat sesuai

dengan kehendak itu.

5. Wacana persuasif

Makna kata persuasif adalah membujuk, mendorong, meyakinkan. Wacana

persuasif adalah wacana yang disusun dengan tujuan mengajak, mendoromg

membujuk, mempengruhi para pembaca agar mau mengikuti kemauan si penulis.

Latihan

Untuk memperdalam pemahaman saudara mengenai materi di atas kerjakanlah

latihan berikut ini !

1. Uraikanlah perbedaan bentuk-bentuk wacana berdasarkan isinya!

Inisiasi Online 23

Page 24: fonologi b.indonesia

2. Mengapa wacana dialogis memerlukan adanya partisipan!

3. Coba Anda buat wacana deskriptif dan argumentatif dengan topik “Anjungan

pantai losari”!

4. Anda sudah mengajarkan wacana di SD bukan? Coba Anda buat satu contoh

monolog!

Saudara Mahasiswa, setelah mengerjakan latihan tersebut, segera kirimkan

melalui email kepada tutor online Anda. Umpan balik akan dapat Anda terima paling

lambat 2 minggu setelah batas akhir pengiriman. Jangan segan untuk menghubungi

tutor online Saudara jika mengalami kesulitan.

Selamat mengerjakan dan semoga sukses

Inisiasi Online 24