Click here to load reader

Fonologi bahasa bugis

  • View
    3.708

  • Download
    33

Embed Size (px)

Text of Fonologi bahasa bugis

  • 1. Sistem FonologiBAHASA BUGIS oleh Heidyanne R. Kaeni R. A. Disyacitta N.

2. BAB 1PENDAHULUAN 3. 1.1 GAMBARAN UMUM BAHASA BUGIS Merupakan bagian dari keluarga bahasa Melayu-Polinesia(Kridalaksana, 2011). Jumlah penutur: 3.600.000 jiwa (Moeliono, 2010). Lazim digunakan di pantai barat Sulawesi Selatan diKolaka, Wundulako, Rumbia, Poleang, dan di kota-kotabesar di Sulawesi (Lewis, 2009). Beberapa dialek dalam bahasa Bugis: BonePangkepCambaSidrap PasangkayuSinjai SoppengWajo Barru SawittoLuwu 4. Sumber: Lewis (2009) 5. 1.2 TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan sistem fonologi bahasa Bugis.1.3 RUANG LINGKUP PENELITIAN Bahasa Bugis yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah bahasa Bugis sehari-hari. Selain itu, kekhususan karena pengaruh dialek tidak akan dikaji dalam penelitian ini. 6. BAB 2METODE PENELITIAN 7. 2.1 PROFIL INFORMAN Data untuk penelitian fonologi bahasa Bugis ini diperolehdari 2 (dua) orang informan yang memiliki profil sebagaiberikut. Nama (panggilan) informan: Bahdim & Jamil. Kedua informan berusia 17 tahun. Kedua informan merupakan penutur asli bahasa Bugis dan menetap di Sulawesi hingga usia 16 tahun. Saat ini kedua informan bersekolah di Bekasi dan tinggal di sebuah asrama dengan 20 orang lainnya yang juga merupakan penutur bahasa Bugis. Kedua informan hingga kini aktif menggunakan bahasa Bugis (sekitar 98 jam per minggu). 8. 2.2 TEKNIK PENJARINGAN DATA Menggunakan daftar kata Swadesh bahasa Indonesia untuk dicarikata padanannya dalam bahasa Bugis. Untuk memperoleh kata dalam bahasa Bugis, dilakukan cara: menunjukkan gambar menunjukkan alat peraga memeragakan (memakai bahasa tubuh). Data yang diperoleh langsung ditranskripsikan secara fonetis denganmenggunakan simbol-simbol IPA (Ladefoged, 2010). Untuk membantu pengecekan saat pengolahan data, wawancarajuga direkam dalam file *amr yang kemudian dikonversi ke file *wav.Selain itu, pengecekan data juga dilakukan dengan cara melakukanbeberapa kali wawancara ulang. 9. 2.3 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN Mengumpulkan data & melakukan transkripsi fonetik. Mendaftar temuan bunyi vokal & konsonan. Memetakan semua temuan bunyi ke dalam bagan bunyivokalik & bagan bunyi konsonantik. Mencari posisi bunyi vokal & bunyi konsonan dalam sukukata (distribusi bunyi dalam suku kata). Mendaftar pola-pola suku kata yang ditemukanberdasarkan distribusi bunyi dalam suku kata. Mendaftar semua bunyi pada data penelitianberdasarkan pola-pola suku katanya. Melakukan analisis fonotaktik dari tiap pola suku kata. Mencari pasangan minimal untuk membuktikan fonem. Mencari alofon dari tiap fonem yang telah diperoleh. 10. BAB 3HASIL & PEMBAHASAN 11. 3.1 PEROLEHAN DATA Dari 207 kata yang terdapat dalam daftar Swadesh,hanya diperoleh 168 padanan katanya dalam bahasaBugis, di antaranya adalah: 31 kata yang tidak berhasil ditanyakan karena peneliti tidak menemukan gambar atau alat peraga yang dapat mewakili kata-kata tersebut 8 kata yang tidak dikenal dalam Bahasa Bugis Transkripsi fonetik dilakukan dengan menggunakansimbol-simbol IPA (Ladefoged, 2010). 12. 3.2 Bunyi Vokal dan Konsonan Vokal adalah bunyi bahasa yang arus udaranya tidakmengalami rintangan dan kualitasnya ditentukan olehtiga faktor, yaitu tinggi rendahnya posisi lidah, bagianlidah yang dinaikkan, dan bentuk bibir pada saatpengucapan bunyi vokal tersebut (Alwi, dkk; 2003). Konsonan adalah bunyi bahasa yang arus udaranyamengalami rintangan dan terdapat tiga faktor yangterlibat dalam pelafalan konsonan, yaitu keadaan pitasuara, penyentuhan atau pendekatan berbagai alat ucap,dan cara alat ucap itu bersentuhan atau berdekatan(Alwi, dkk; 2003). 13. 3.2.1 BUNYI VOKAL Dari data penelitian ini, ditemukan 10 (sepuluh) bunyi vokal : No. Bunyi Contoh KataNo. Bunyi Contoh Kata VokalVokal1. [a][dara], [mal:aga] 6. [I][olI]2. [e] [bale], [tak:e]7. [o][bolo], [maponco]3. [] [jk:o], [ka]8. []],[si [mas:ol]4. [] [p:a], [matan] 9. [u] [utu], [lut:u]5. [i][ij:a], [iko], [ati] 10.[] [le], [mita] 14. 3.2.2 BAGAN BUNYI VOKALIK Pemetaan bunyi-bunyi vokal yang ditemukan dalam penelitian iniadalah sebagai berikut :depan tengah belakang i tinggi uIo e sedang rendah a 15. 3.2.3 BUNYI KONSONAN Dari data penelitian ini, ditemukan 32 bunyi konsonan berikut:BunyiContohBunyiContoh Bunyi Contoh BunyiContohNo.No. No.No.KonsonanKata KonsonanKataKonsonan KataKonsonanKata1. [b] [bapa] 9. [][aI]17.[n][bene] 25.[s] [asu]2. [b:][beb:ua]10. [:] [p:e]18. [n:][pan:i] 26. [s:] [bos:i]3. [c] [cawa]11.[k] [kanuku] 19.[] [tau]27.[t][tuo]4. [c:][dac:oli] 12. [k:] [ik:]20. [:] [ma:awa] 28.[t:][lut:u]5. [d][dara] 13.[l] [lal]21.[p] [pue] 29. [w][awu]6. [d:] [sed:i]14.[l:][tel:] 22. [p:] [malop:o] 30.[j][ije]7. [g] [gos] 15. [m] [mita]23.[r] [rau]31.[j:][ij:a]8. [h] [poho] 16. [m:] [em:a]24.[r:] [pr:u]32.[] [le] 16. 3.2.4 KONSONAN GEMINASI Konsonan geminasi : artikulasi bunyi konsonan yangsama terjadi untuk durasi dua bit bunyi konsonan(Katamba, 1996). Transkripsi fonetik bunyi konsonan geminasi adalahmenggunakan tanda [:] (Katamba, 1996). Temuan bunyi konsonan geminasi pada penelitian ini: [b:], [c:], [d:], [:], [k:], [l:], [m:], [n:], [p:], [:], [r:], [s:] , [t:], [j:] 17. 3.2.5 BAGAN BUNYI KONSONANTIK Pemetaan bunyi-bunyi konsonan yang ditemukan dalam penelitian iniadalah sebagai berikut :bilabial alveolar palatal velar glotal bersuarabd gletupan tidak bersuarapt ck sengauanmn getaran r bersuara h geseran tidak bersuara s hampiran w j(semi vokal)sampingan l 18. 3.3 Suku Kata dan Pola Suku Kata Suku kata adalah bagian kata yang diucapkan dalamsatu hembusan napas dan umumnya terdiri daribeberapa fonem (Alwi, dkk; 2003). Betapa pun panjangnya suku kata, wujud suku yangmembentuknya mempunyai struktur dan kaidahpembentukan yang sederhana. Struktur pembentukanini merupakan pola suku kata (Alwi, dkk; 2003). 19. 3.3.1 DISTRIBUSI BUNYI VOKALDALAM SUKU KATA No.Bunyi Awal Silabel Tengah SilabelAkhir Silabeldia /1 [a] [a-le-na] [ma-lam-pe]panjang[me-ga]banyakmereka2 [e] [pu-teh]putih [i-je] ini3 [ ] [ka-]gali[co-r]coret4[][cm-bo-lo] hijau[ma-ta-n] berat5 [i][i-ko]kamu [ma-tin-ro] tidur [a-ti]hati6 [I][a-I] jahit[o-lI]kulit7 [o][o-lI]kulit[ma-pon-co]pendek[ma-tin-ro]tidur8[] [si-]ikat [co-c] betul9 [u][ta-u] tahun [me-nu]minum [a-su]anjing 10[] [mi-ta-]takut[tu-l] tali Semua temuan bunyi vokal dapat berada di awal silabel kecuali [e] dan []. Semua temuan bunyi vokal dapat berada di tengah silabel. Bunyi vokal yang dapat menjadi akhir silabel: [a], [e], [], [i], [o], [u]. 20. 3.3.2 DISTRIBUSI BUNYI KONSONANDALAM SUKU KATANo. Bunyi Awal Silabel Tengah Silabel Akhir Silabel 1.[b][bu-a] jatuh 2. [c] [co-r]coret 3.[d][ri-di] kuning 4.[g][me-ga] banyak 5.[h] [po-ho] pohon[pu-teh]putih 6. [] [a-e] kaki 7. [k] [i-ko] kamu 8.[l][u-lu]kepala 9.[m] [ti-mu] mulut [rum-pu] asap10.[n][m-na] apung [ma-tin-ro]tidur11.[] [ma-l-o]licin[bi-la]hitung12.[p][a-pi]api13. [r] [ki-ri] kiri14. [s] [a-s]nama15. [t][mi-ta] melihat16.[w] [u-wa-e] air17.[j][i-ja-ro]itu18. [][ka-] gali Semua temuan bunyi konsonan dapat berada di awal silabel kecuali []. Semua temuan bunyi konsonan tidak dapat berada di tengah silabel. Bunyi konsonan yang dapat menjadi akhir silabel: [h], [m], [n], [], [] 21. 3.3.3 POLA-POLA SUKU KATA Dari distribusi bunyi dalam suku kata, ditemukan pola-pola suku kata berikut: V, contoh: [a-le-na], [u-wa-e], [u-ra-ne] VK, contoh: [maka-], [ma-um-p] KV, contoh: [a-e], [bu-no], [du-a] KVK, contoh: [rum-pu] 22. 3.3.4 Pola Suku Kata V[a][e] [] [] [i] [I][o] [][u][][du-a][u-wa-e] [i-ko][o-lI a-u] [u-ra-ne][a-e] [pu-e][i-di ma-n] [o-lI] [u-tu] [o-lI a-u][i-ko ma-n][tu-o] [u-la][a-le-na][i-je][u-lu][a-l] [i-ja-ro] [u-l][a-na] [i-] [u-wa-e][a-i][i-si] [a-ta-u] [a-pi][a-s][a-su][a-ta-u] [a-ti][a-wu]Bunyi vokal yang dapat membentuk pola suku kata V: [a], [e], [i], [o], [u].Bunyi vokal yang paling sering ditemukan dalam pola suku kata V : [a].Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan dalam pola suku kata V : [e].[], [], [I], [] [] tidak dapat membentuk pola suku kata V., 23. 3.3.5 Pola Suku Kata VK [a] [e] [ ][] [i] [I] [o][][u][ ][ma-lo-a] [ka-] [a-I] [si-] [ma-um-p] [mi-ta-] [bu-a] [ra-u][le-] [ta-u] Semua temuan bunyi vokal dapat membentuk pola suku kata VKkecuali [e], [], [i], [o]. Bunyi vokal yang paling sering ditemukan dalam pola suku kata VK : [u]. Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan dalam pola suku kata VK : []. Temuan bunyi konsonan yang dapat membentuk pola suku kata VKhanya [m], [], dan []. 24. [a] [e] [ ][][i][I] [o] [] [u][] [ba-pa][ma-be-la][ma-l-o] [bi-la][cm-bo-lo] [bu-a] [i-di ma-[ba-le] [be-ne][ma-ta-n] [bo-lo][bu-ku]n]3.3.6 Pola[ba-tu] [ca-wa] [ma-ca-we][be-re] [ma-ce-ru][a-e] [ma-um-p] [ri-di] [ki-ri] [li-la] [bo-ro][ma-pon-co][co-co][bu-lu][bu-no][bu-a] Suku Kata KV[da-ra][ba-le][li-ma] [co-r] [du-a][me-ka-li- [me-ga] [a-le-na][go-so][o-lI a-u] a][a-I] [le-] [mi-so] [i-ko][bu-ku] Bunyi vokal yang dapat membentuk[me-ka-li-a][ka-nu-ku][me-ga] [me-nu][mi-ta][mi-ta-][i-ko ma-n][cm-bo-lo] [ka-nu-ku] [bu-lu]pola suku kata KV adalah [a], [e], [], [i],[li-la][la-i][be-ne] [u-ra-ne][ma-ni-pi][a-pi] [ma-lo-a][mo-na][u-lu] [ti-mu][o], [u]. [la-l][na-e] [ma-lam-[ma-ni-pi] [bu-no] [ka-nu-ku] [la-ti][ma-ri-ca][ma-l-o] [tu-nu] pe] [li-ma][be-re][ri-di][po-ho][ma-lm-pu] Bunyi vokal yang paling sering [ma-ca-we] [ma-ce-ru] [man-re][ma-te] [ki-ri][i-si][bo-ro] [i-ja-ro][rum-pu] [pu-e][ma-lam-pe] [i-je][si-][ma-tin-ro] [pu-teh]ditemukan dalam pola suku kata KV : [a]. [ma-lm-pu][a-ti][mi-so][ma-ce-ru] [ma-l-o][la-ti] [so-ro][a-su] [ma-lo-a] [ti-mu][tu-l] Bunyi vokal yang paling jarang [i-di ma-n][tu-nu][i-ko ma-n] [ba-tu]ditemukan dalam pola suku kata KV: [] . [ma-n ma-n][ma-ni-pi] [u-tu][tu-da] [ma-pon-co][tu-o][ma-ri-ca][a-wu] [], [I], [] dan [] tidak dapat,[ma-ta][ma-ta-n]membentuk pola suku kata KV. [ma-tin-ro] [ma-te] [ma-um-p] [ma-a]Bunyi konsonan yang dapat membentuk [a-le-na] [na-e]pola suku kata KV adalah [b], [c], [d], [g], [bu-a][me-ka-li-a][], [k], [l], [m], [n], [], [p], [r], [s], [t], [w], [j] [da-ra] [u-ra-ne] [ra-u][sa-l] Bunyi konsonan yang tidak dapat[ma-ta][mi-ta]membentuk pola suku kata KV adalah [h], [ma-ta-n] [mi-ta-] [ta-pa a-e][], dan bunyi-bunyi konsonan geminatif. [ta-sI] [a-ta-u][ta-u][ca-wa] [u-wa-e] 25. 3.3.7 Pola Suku Kata KVK[a][e] [ ][][i] [I][o] [][u][ ][ma-ri-ca] [me-ka-li-a] [co-r] [cm-bo-lo][bin-ta][o-lI] [po-ho] [co-c] [me-nu] [tu-l][tu-da] [rem-p] [ma-ca-w] [ma-lm-pu][a-i] [o-lI a-u][bo-lo] [sa-l] [rum-pu] [ma-n ma-n][ma-a] [pu-teh] [la-l][ma-tin-ro] [la-I] [ma-pon-co] [go-s] [tan-r][ma-lam-pe][u-l][ta-sI][so-ro][bi-la] [a-l][u-la] [i-di ma-n][man-re][i-ko ma-n] [mo-na] [i-][a-na][u-r][ba-pa][a-s][ta-pa a-e] [tan-r][bin-ta] Semua temuan bunyi vokal dapat membentuk pola suku kata KVK. Bunyi vokal yang paling sering ditemukan pada pola suku kata KVK : [a]. Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan pada pola suku kata KVK: [] & [u]. Bunyi konsonan yang tidak ditemukan pada pola suku kata KVK: [g], [k], dan [j]. 26. 3.4 Fonotaktik Fonotaktik adalah urutan fonem yang dimungkinkandalam suatu bahasa (Kridalaksana, 2011). Setiap bahasa memiliki ciri khas dalam fonotaktik, yaknidalam merangkaikan fonem untuk membentuk satuanfonologis yang lebih besar, misalnya suku kata(Kentjono, 1997). 27. 3.4.1 Fonotaktik Pola Suku Kata V [a] [e] [ ] [] [i] [I] [o] [] [u] [ ] Bunyi yang membentuk pola V: [a], [e], [i], [o], [u] Bunyi yang tidak membentuk pola V: [], [], [I], [] 28. 3.4.2 Fonotaktik Pola Suku Kata VK VK[b] [c] [d] [g] [h] [] [k] [l] [m] [] [] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [] [a] [e] [] [] . [i] [I] [o] [] [u] [] Temuan bunyi konsonan yang membentuk pola VK hanya [m], [], dan []. Tiap bunyi vokal pada pola VK hanya dapat berpasangan dengan 1 jenis bunyikonsonan kecuali [u] yang dapat berpasangan dengan 2 jenis bunyi konsonan. 29. 3.4.2 Fonotaktik Pola Suku Kata KVKV[a] [e][][][i][I][o][][u][][b] [c] [d] [g] [h][] [k] [l] [m] [n] [] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [] Bunyi vokal yang tidak membentuk pola KV: [], [I], [ dan [].], Bunyi konsonan yang tidak membentuk pola KV: [h] dan []. Tiap temuan bunyi konsonan pada pola KV dapat berpasangan dengan2 atau lebih jenis bunyi vokal kecuali [j] yang hanya dapat berpasangandengan [e]. 30. 3.4.3 Fonotaktik Pola Suku Kata KVK [b] [c] [d] [g] [h] [] [k] [l] [m][n] [] [] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [][b][b] i a[c][c][d][d]a[g][g][h][h]o[][]a[k][k] aa a [l][l]o I[m][m]a ea a[n][n]ui [][]I[][][p][p]o a eo [r]u [r] I[s][s] [t] e[t]ia[w][w] [j][j][][] [b] [c] [d] [g] [h] [] [k] [l] [m][n] [] [] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [] Konsonan yang menjadi awal silabel: semua kecuali [g], [k], [j], dan []. Konsonan yang menjadi akhir silabel: [h], [m], [n], [], dan []. 31. 3.5 Fonem, Pasangan Minimal, dan Alofon Bunyi bahasa yang membedakan bentuk dan makna katadinamakan fonem (Alwi, dkk., 2003). Menurut Kentjono (1997), perbandingan dua ujaran yangberbeda maknanya dan berbeda minimal dalam bunyinyadisebut pasangan minimal. Menurut Clark, Yallop, dan Fletcher (2007), alofon dapatdijelaskan sebagai variasi dari fonem, yang dihasilkan olehpengkondisian fonologi. Pengkondisian fonologi biasanyadipahami sebagai aturan pengucapan bahasa spesifik. 32. No. Fonem3.5.1 Perolehan Fonem1. /a/ 2. /e/Fonem yang Pasangan Minimal3. // Diperoleh [mata] [mita] mata melihat /a/ dan /i/4. /i/[mata] [mate]mata mati /a/ dan /e/ 5. /b/ [mabec:u] [mamec:u]kecil meludah/b/ dan /m/[buku] [bulu] tulang gunung /k/ dan /l/6. /d/ [utu] [ulu]kutu kepala/t/ dan /l/ 7. //[asu] [ au]anjing kayu /s/ dan //[asu] [awu] anjing debu/s/ dan /w/ 8. /k/[api] [ati] api hati/p/ dan /t/ 9. /l/ 10./m/ 11./p/ Fonem yangPasangan MinimalDiperoleh12./s/[ij:a] [ij:]saya ya! /a/ dan // 13./t/ [isi] [idi]gigi anda/s/ dan /d/ 14./w/ 33. 3.5.2 Alofon dari Fonem Vokal Fonem Alofon Keterangan Contoh Kata[]/a/Jika didahului oleh bunyi nasal [][mekalia], [bua][a] Jika tidak didahului oleh bunyi nasal [] [dara], [mita][]Jika didahului oleh bunyi nasal [][nae]/e/[e] Selain dari kedua syarat di atas[ale], [mabela], [mec:u] [] Jika didahului oleh bunyi nasal [][ai]/i/[I]Jika diikuti oleh bunyi letupan [p], [k], []dalam suku kata tertutup (KVK)[cIp:o], [macIk:], [olI] [i]Selain dari kedua syarat di atas[iko], [lati], [lila] 34. 3.5.3 Alofon dari Fonem KonsonanFonemKeteranganAlofon Contoh Kata /k/di awal suku kata [k][iko], [kanuku]di akhir suku kata[] [remp], [tulu] 35. BAB 4PENUTUP 36. 4.1 SIMPULAN Ditemukan 10 jenis bunyi vokal dan 32 bunyi konsonan darisejumlah kata bahasa Bugis yang menjadi data untuk penelitian ini. Berdasarkan daerah artikulasinya, bunyi-bunyi yang dihasilkandalam kata-kata bahasa Bugis untuk penelitian ini dibedakan atasletupan, sengauan, getaran, geseran, hampiran, dan sampingan. Berdasarkan cara pengartikulasiannya, bunyi-bunyi yang dihasilkandalam kata-kata bahasa Bugis untuk penelitian ini dibedakan atasbilabial, alveolar, palatal, velar, dan glotal. Dari distribusi bunyi vokal dan konsonan, ditemukan adanya pola sukukata V, VK, KV, dan KVK. Sementara itu, pola suku kata yangmelibatkan konsonan berderet seperti VKK, KKV, KKVK, danseterusnya belum ditemukan melalui penelitian ini. 37. 4.1 SIMPULAN (hal.2) Ada 5 jenis bunyi yang ditemukan pada pola suku kata V, yaitu [a], [e],[i], [o], dan [u]. Bunyi vokal yang ditemukan pada pola suku kata VK adalah [a], [],[I], [] [u], dan [U], sementara bunyi konsonan yang ditemukan adalah ,[m], [], dan []. Tiap bunyi vokal pada pola VK hanya dapat berpasangan dengan 1 jenisbunyi konsonan kecuali [u] yang dapat berpasangan dengan 2 jenis bunyikonsonan. Bunyi vokal yang dapat membentuk pola suku kata KV adalah [a], [e],[], [i], [o], dan [u]. Sementara itu, umumnya bunyi konsonan dalampenelitian ini dapat membentuk pola suku kata KV kecuali [h], [], danbunyi-bunyi konsonan geminatif. 38. 4.1 SIMPULAN (hal.3) Tiap temuan bunyi konsonan pada pola KV dapat berpasangan dengan2 atau lebih jenis bunyi vokal kecuali [j] yang hanya dapat berpasangandengan [e] Semua temuan bunyi vokal dalam penelitian ini dapat membentukpola suku kata KVK. Umumnya temuan bunyi konsonan pun dapatmembentuk pola suku kata KVK kecuali [g], [j] dan konsonangeminatif. Dari bunyi-bunyi konsonan yang membentuk suku kata KVK, hanya[] yang tidak dapat menjadi awal silabel serta hanya [h], [m], [n], [],dan [] yang dapat menjadi akhir silabel. 39. 4.1 SIMPULAN (hal.4) Ditemukan 8 pasangan minimal dalam kata Bugis dari datadaftar Swadesh dan 2 pasangan minimal dari wawancaratambahan. Melalui pasangan-pasangan minimal yang ditemukan, ada 14fonem yang diperoleh, yaitu /a/, /e/, //, /i/, /b/, /d/, //, /k/, /l/, /m/,/p/, /s/, /t/, dan /w/. Alofon-alofon yang ditemukan dalam penelitian ini adalah alofondari fonem vokal, yaitu [a] dan [] yang merupakan alofon dari/a/, [e] dan [] yang merupakan alofon dari /e/, serta [i], [I], []yang merupakan alofon dari /i/. 40. 4.2 SARAN Penelitian kecil ini tentu tidak dapat mendeskripsikansistem fonologi bahasa Bugis secara lengkap danakurat. Untuk itu, akan lebih baik jika penelitian selanjutnyadilaksanakan dalam jangka waktu yang lebih panjangagar data yang diperoleh lebih banyak dan tingkatkeakuratannya lebih tinggi (melalui konsultasi yang lebihsering dengan para informan). 41. DAFTAR PUSTAKA Alwi, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Clark, John, Colin Yallop, dan Janet Fletcher. 2007. An Introduction to Phonetics and Phonology, Third Edition. Singapore: Blackwell Publishing. Katamba, Francis. 1996. An Introduction to Phonology. New York: Longman Inc. Kentjono, Djoko. 1997. Dasar-Dasar Linguistik Umum. Depok: Universitas Indonesia. Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Ladefoged, Peter dan Keith Johnson. 2010. A Course in Phonetics Sixth Edition. Boston: Wadsworth. Lewis, M. Paul. 2009. Ethnologue: Languages of the World, Sixteenth edition. Dallas: SIL International. Moeliono, Anton M. 2010. Kebijakan Bahasa dan Perencanaan Bahasa di Indonesia: Kendala dan Tantangan. Jakarta: Simposium Internasional Perencanaan Bahasa 2010. Verhaar, J.W.M. 1984. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. _____________. 2010. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 42. TERIMA KASIH