42
Sistem Fonologi BAHASA BUGIS oleh Heidyanne R. Kaeni R. A. Disyacitta N.

Fonologi bahasa bugis

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Fonologi bahasa bugis

Sistem FonologiBAHASA BUGIS

olehHeidyanne R. KaeniR. A. Disyacitta N.

Page 2: Fonologi bahasa bugis

PENDAHULUANBAB 1

Page 3: Fonologi bahasa bugis

1.1 GAMBARAN UMUM BAHASA BUGIS Merupakan bagian dari keluarga bahasa Melayu-Polinesia

(Kridalaksana, 2011). Jumlah penutur: 3.600.000 jiwa (Moeliono, 2010). Lazim digunakan di pantai barat Sulawesi Selatan di

Kolaka, Wundulako, Rumbia, Poleang, dan di kota-kota besar di Sulawesi (Lewis, 2009).

Beberapa dialek dalam bahasa Bugis:

Bone Pangkep Camba Sidrap

Pasangkayu Sinjai Soppeng Wajo

Barru Sawitto Luwu

Page 4: Fonologi bahasa bugis

Sumber: Lewis (2009)

Page 5: Fonologi bahasa bugis

1.2 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan sistem fonologi bahasa Bugis.

1.3 RUANG LINGKUP PENELITIAN

Bahasa Bugis yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah bahasa Bugis sehari-hari.

Selain itu, kekhususan karena pengaruh dialek tidak akan dikaji dalam penelitian ini.

Page 6: Fonologi bahasa bugis

METODE PENELITIANBAB 2

Page 7: Fonologi bahasa bugis

2.1 PROFIL INFORMAN

• Data untuk penelitian fonologi bahasa Bugis ini diperoleh dari 2 (dua) orang informan yang memiliki profil sebagai berikut.Nama (panggilan) informan: Bahdim & Jamil.Kedua informan berusia 17 tahun.Kedua informan merupakan penutur asli bahasa

Bugis dan menetap di Sulawesi hingga usia 16 tahun.Saat ini kedua informan bersekolah di Bekasi dan

tinggal di sebuah asrama dengan 20 orang lainnya yang juga merupakan penutur bahasa Bugis.

Kedua informan hingga kini aktif menggunakan bahasa Bugis (sekitar 98 jam per minggu).

Page 8: Fonologi bahasa bugis

2.2 TEKNIK PENJARINGAN DATA Menggunakan daftar kata Swadesh bahasa Indonesia untuk dicari

kata padanannya dalam bahasa Bugis.

Untuk memperoleh kata dalam bahasa Bugis, dilakukan cara:• menunjukkan gambar • menunjukkan alat peraga • memeragakan (memakai bahasa tubuh).

Data yang diperoleh langsung ditranskripsikan secara fonetis dengan menggunakan simbol-simbol IPA (Ladefoged, 2010).

Untuk membantu pengecekan saat pengolahan data, wawancara juga direkam dalam file *amr yang kemudian dikonversi ke file *wav. Selain itu, pengecekan data juga dilakukan dengan cara melakukan beberapa kali wawancara ulang.

Page 9: Fonologi bahasa bugis

2.3 LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN Mengumpulkan data & melakukan transkripsi fonetik. Mendaftar temuan bunyi vokal & konsonan. Memetakan semua temuan bunyi ke dalam bagan bunyi

vokalik & bagan bunyi konsonantik. Mencari posisi bunyi vokal & bunyi konsonan dalam suku

kata (distribusi bunyi dalam suku kata). Mendaftar pola-pola suku kata yang ditemukan

berdasarkan distribusi bunyi dalam suku kata. Mendaftar semua bunyi pada data penelitian

berdasarkan pola-pola suku katanya. Melakukan analisis fonotaktik dari tiap pola suku kata. Mencari pasangan minimal untuk membuktikan fonem. Mencari alofon dari tiap fonem yang telah diperoleh.

Page 10: Fonologi bahasa bugis

HASIL & PEMBAHASANBAB 3

Page 11: Fonologi bahasa bugis

3.1 PEROLEHAN DATA

• Dari 207 kata yang terdapat dalam daftar Swadesh, hanya diperoleh 168 padanan katanya dalam bahasa Bugis, di antaranya adalah:31 kata yang tidak berhasil ditanyakan karena peneliti

tidak menemukan gambar atau alat peraga yang dapat mewakili kata-kata tersebut

8 kata yang tidak dikenal dalam Bahasa Bugis • Transkripsi fonetik dilakukan dengan menggunakan

simbol-simbol IPA (Ladefoged, 2010).

Page 12: Fonologi bahasa bugis

3.2 Bunyi Vokal dan Konsonan

• Vokal adalah bunyi bahasa yang arus udaranya tidak mengalami rintangan dan kualitasnya ditentukan oleh tiga faktor, yaitu tinggi rendahnya posisi lidah, bagian lidah yang dinaikkan, dan bentuk bibir pada saat pengucapan bunyi vokal tersebut (Alwi, dkk; 2003).

• Konsonan adalah bunyi bahasa yang arus udaranya mengalami rintangan dan terdapat tiga faktor yang terlibat dalam pelafalan konsonan, yaitu keadaan pita suara, penyentuhan atau pendekatan berbagai alat ucap, dan cara alat ucap itu bersentuhan atau berdekatan (Alwi, dkk; 2003).

Page 13: Fonologi bahasa bugis

3.2.1 BUNYI VOKAL

• Dari data penelitian ini, ditemukan 10 (sepuluh) bunyi vokal :

No. BunyiVokal

Contoh Kata No. BunyiVokal

Contoh Kata

1. [a] [dara], [mal:aga] 6. [I] [olIʔ]

2. [e] [bale], [tak:e] 7. [o] [boloŋ], [maponco]

3. [Ɛ] [jƐk:o], [kaƐʔ] 8. [ᴐ] [siᴐʔ], [mas:olᴐʔ]

4. [Ə] [Əp:a], [matanƏ] 9. [u] [utu], [lut:u]

5. [i] [ij:aʔ], [iko], [ati] 10. [Ʊ] [leƱʔ], [mitaƱʔ]

Page 14: Fonologi bahasa bugis

3.2.2 BAGAN BUNYI VOKALIK

• Pemetaan bunyi-bunyi vokal yang ditemukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

i

e

a

u

o

Ə

depan tengah belakang

tinggi

sedang

rendah

Ɛ

I Ʊ

Page 15: Fonologi bahasa bugis

3.2.3 BUNYI KONSONAN

• Dari data penelitian ini, ditemukan 32 bunyi konsonan berikut:

No.Bunyi

KonsonanContoh

Kata No.Bunyi

KonsonanContoh

Kata No.Bunyi

KonsonanContoh

Kata No.Bunyi

KonsonanContoh

Kata

1. [b] [bapaʔ] 9. [ɟ] [ɟaIʔ] 17. [n] [bene] 25. [s] [asu]

2. [b:] [beb:ua] 10. [ɟ:] [pƏɟ:e] 18. [n:] [pan:iʔ] 26. [s:] [bos:i]

3. [c] [cawa] 11. [k] [kanuku] 19. [ŋ] [tauŋ] 27. [t] [tuo]

4. [c:] [dac:oli] 12. [k:] [ik:ᴐʔ] 20. [ɲ:] [maɲ:awa] 28. [t:] [lut:u]

5. [d] [dara] 13. [l] [lalƏŋ] 21. [p] [pue] 29. [w] [awu]

6. [d:] [sed:i] 14. [l:] [tel:ᴐʔ] 22. [p:] [malop:o] 30. [j] [ije]

7. [g] [gosᴐʔ] 15. [m] [mita] 23. [r] [rauŋ] 31. [j:] [ij:aʔ]

8. [h] [pohoƞ] 16. [m:] [em:aʔ] 24. [r:] [pƏr:u] 32. [ʔ] [leƱʔ]

Page 16: Fonologi bahasa bugis

3.2.4 KONSONAN GEMINASI

• Konsonan geminasi : artikulasi bunyi konsonan yang sama terjadi untuk durasi dua bit bunyi konsonan (Katamba, 1996).

• Transkripsi fonetik bunyi konsonan geminasi adalah menggunakan tanda [:] (Katamba, 1996).

• Temuan bunyi konsonan geminasi pada penelitian ini:

[b:], [c:], [d:], [ɟ:], [k:], [l:], [m:],

[n:], [p:], [ɲ:], [r:], [s:] , [t:], [j:]

Page 17: Fonologi bahasa bugis

3.2.5 BAGAN BUNYI KONSONANTIK

• Pemetaan bunyi-bunyi konsonan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

    bilabial alveolar palatal velar glotal

letupanbersuara b d ɟ g  

tidak bersuara p t c k ʔ

sengauan   m n ɲ ŋ  

getaran     r      

geseranbersuara       h

tidak bersuara   s      

hampiran   w   j    

(semi vokal)

sampingan     l      

Page 18: Fonologi bahasa bugis

3.3 Suku Kata dan Pola Suku Kata

• Suku kata adalah bagian kata yang diucapkan dalam satu hembusan napas dan umumnya terdiri dari beberapa fonem (Alwi, dkk; 2003).

• Betapa pun panjangnya suku kata, wujud suku yang membentuknya mempunyai struktur dan kaidah pembentukan yang sederhana. Struktur pembentukan ini merupakan pola suku kata (Alwi, dkk; 2003).

Page 19: Fonologi bahasa bugis

3.3.1 DISTRIBUSI BUNYI VOKAL DALAM SUKU KATA

Semua temuan bunyi vokal dapat berada di awal silabel kecuali [e] dan [Ə]. Semua temuan bunyi vokal dapat berada di tengah silabel. Bunyi vokal yang dapat menjadi akhir silabel: [a], [e], [Ə], [i], [o], [u].

No. Bunyi Awal Silabel Tengah Silabel Akhir Silabel

1 [a] [a-le-na] ‘dia’ /

‘mereka’ [ma-lam-pe] ‘panjang’ [me-ga] ‘banyak’

2 [e] [pu-teh] ‘putih’ [i-je] ‘ini’

3 [Ɛ] [ka-Ɛʔ] ‘gali’ [co-rƐʔ] ‘coret’    

4 [Ə]     [cƏm-bo-lo] ‘hijau’ [ma-ta-nƏ] ‘berat’

5 [i] [i-ko] ‘kamu’ [ma-tin-ro] ‘tidur’ [a-ti] ‘hati’

6 [I] [ɟa-Iʔ] ‘jahit’ [o-lIʔ] ‘kulit’    

7 [o] [o-lIʔ] kulit' [ma-pon-co] ‘pendek’ [ma-tin-ro] ‘tidur’

8 [ᴐ] [si-ᴐʔ] ‘ikat’ [co-cᴐʔ] ‘betul’    

9 [u] [ta-uŋ] ‘tahun’ [me-nuŋ] ‘minum‘ [a-su] ‘anjing’

10 [Ʊ] [mi-ta-Ʊʔ] ‘takut’ [tu-lƱʔ] ‘tali’    

Page 20: Fonologi bahasa bugis

3.3.2 DISTRIBUSI BUNYI KONSONAN DALAM SUKU KATANo. Bunyi Awal Silabel Tengah Silabel Akhir Silabel 1. [b] [bu-aŋ] ‘jatuh’    2. [c] [co-rƐʔ] ‘coret’    3. [d] [ri-di] ‘kuning’    4. [g] [me-ga] banyak' 5. [h] [po-hoƞ] ‘pohon’ [pu-teh] 'putih'6. [ɟ] [a-ɟe] ‘kaki’    7. [k] [i-ko] ‘kamu’    8. [l] [u-lu] ‘kepala’    9. [m] [ti-mu] ‘mulut’ [rum-pu] ‘asap’

10. [n] [mᴐ-naŋ] apung' [ma-tin-ro] tidur'11. [ŋ] [ma-lƏ-ŋo] ‘licin’ [bi-laŋ] hitung'12. [p] [a-pi] ‘api’    13. [r] [ki-ri] ‘kiri’ 14. [s] [a-sƏŋ] ‘nama’    15. [t] [mi-ta] ‘melihat’    16. [w] [u-wa-e] ‘air’         17. [j] [i-ja-ro] ‘itu’         18. [ʔ]       [ka-Ɛʔ] gali'

Semua temuan bunyi konsonan dapat berada di awal silabel kecuali [ʔ]. Semua temuan bunyi konsonan tidak dapat berada di tengah silabel. Bunyi konsonan yang dapat menjadi akhir silabel: [h], [m], [n], [ŋ], [ʔ]

Page 21: Fonologi bahasa bugis

3.3.3 POLA-POLA SUKU KATA

• Dari distribusi bunyi dalam suku kata, ditemukan pola-pola suku kata berikut:

V, contoh: [a-le-na], [u-wa-e], [u-ra-ne]

VK, contoh: [maka-Ɛʔ], [ma-um-pƏ]

KV, contoh: [a-ɟe], [bu-no], [du-a]

KVK, contoh: [rum-pu]

Page 22: Fonologi bahasa bugis

3.3.4 Pola Suku Kata V[a] [e] [Ɛ] [Ə] [i] [I] [o] [ᴐ] [u] [Ʊ]

[du-a] [u-wa-e] [i-ko] [o-lIʔ a-ɟu] [u-ra-ne] [a-ɟe] [pu-e] [i-di ma-nƏŋ] [o-lIʔ] [u-tu]

[o-lIʔ a-ɟu]   [i-ko ma-nƏŋ] [tu-o] [u-laʔ] [a-le-na]   [i-je]   [u-lu] [a-lƏʔ]   [i-ja-ro]   [u-lƏŋ] [a-naʔ]   [i-ŋƏʔ]   [u-wa-e] [a-ŋiŋ]   [i-si]   [a-ta-u] [a-pi]      

[a-sƏŋ]       [a-su]        

[a-ta-u]         [a-ti]        

[a-wu]        

Bunyi vokal yang dapat membentuk pola suku kata V: [a], [e], [i], [o], [u]. Bunyi vokal yang paling sering ditemukan dalam pola suku kata V : [a]. Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan dalam pola suku kata V : [e]. [Ɛ], [Ə], [I], [ᴐ], [Ʊ] tidak dapat membentuk pola suku kata V.

Page 23: Fonologi bahasa bugis

3.3.5 Pola Suku Kata VK

Semua temuan bunyi vokal dapat membentuk pola suku kata VK kecuali [e], [Ə], [i], [o].

Bunyi vokal yang paling sering ditemukan dalam pola suku kata VK : [u].

Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan dalam pola suku kata VK : [Ɛ].

Temuan bunyi konsonan yang dapat membentuk pola suku kata VK hanya [m], [ŋ], dan [ʔ].

[a] [e] [Ɛ] [Ə] [i] [I] [o] [ᴐ] [u] [Ʊ]

[ma-lo-aŋ]   [ka-Ɛʔ]     [ɟa-Iʔ] 

[si-ᴐʔ] [ma-um-pƏ] [mi-ta-Ʊʔ]

[bu-aŋ]             [ra-uŋ] [le-Ʊʔ]

                [ta-uŋ]  

Page 24: Fonologi bahasa bugis

3.3.6 Pola Suku Kata KV

Bunyi vokal yang dapat membentuk pola suku kata KV adalah [a], [e], [Ə], [i], [o], [u].

Bunyi vokal yang paling sering

ditemukan dalam pola suku kata KV : [a].

Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan dalam pola suku kata KV: [Ə] .

[Ɛ], [I], [ᴐ], dan [Ʊ] tidak dapat membentuk pola suku kata KV.

Bunyi konsonan yang dapat membentuk pola suku kata KV adalah [b], [c], [d], [g], [ɟ], [k], [l], [m], [n], [ŋ], [p], [r], [s], [t], [w], [j]

Bunyi konsonan yang tidak dapat membentuk pola suku kata KV adalah [h], [ʔ], dan bunyi-bunyi konsonan geminatif.

[a] [e] [Ɛ] [Ə] [i] [I] [o] [ᴐ] [u] [Ʊ]

[ba-paʔ] [ma-be-la]   [ma-lƏ-ŋo] [bi-laŋ]   [cƏm-bo-lo]   [bu-aŋ]

[ba-le] [be-ne]   [ma-ta-nƏ] [i-di ma-nƏŋ]  

[bo-loŋ] 

[bu-ku]

[ba-tu] [be-re]   [ma-um-pƏ] [ri-di] 

[bo-ro] 

[bu-lu] [ca-wa] [ma-ce-ru]   [ki-ri]   [ma-pon-co]   [bu-no]

[ma-ca-weʔ] [a-ɟe]   [li-la]   [co-coʔ]   [bu-ŋa] [da-ra] [ba-le]   [li-ma]   [co-rƐʔ]   [du-a]

[me-ga] [a-le-na]   

[meŋ-ka-li-ŋa]  

[go-soʔ] 

[o-lIʔ a-ɟu] [ɟa-Iʔ] [le-Ʊʔ]     [mi-so]   [i-ko]   [bu-ku]

[meŋ-ka-li-ŋa] [me-ga]   

[mi-ta] 

[i-ko ma-nƏŋ] 

[ka-nu-ku] [ka-nu-ku] [me-nuŋ]     [mi-ta-Ʊʔ]   [cƏm-bo-lo]   [bu-lu]

[li-la] [be-ne]     [ma-ni-pi]   [ma-lo-aŋ]   [u-lu] [la-ŋiʔ] [u-ra-ne]     [a-pi]   [mo-naŋ]   [ti-mu] [la-lƏŋ] [na-ŋe]     [ma-ni-pi]   [bu-no]   [ka-nu-ku]

[la-ti] [ma-lam-pe]  

 [ma-ri-caʔ]

 [ma-lƏ-ŋo]

 [tu-nu]

[li-ma] [be-re]     [ri-di]   [po-hoƞ]   [ma-lƏm-pu] [ma-ca-weʔ] [man-re]     [ki-ri]   [bo-ro]   [rum-pu] [ma-ce-ru] [ma-te]     [i-si]   [i-ja-ro]   [pu-e]

[ma-lam-pe] [i-je]     [si-ᴐʔ]   [ma-tin-ro]   [pu-teh] [ma-lƏm-pu]     [a-ti]   [mi-so]   [ma-ce-ru] [ma-lƏ-ŋo]       [la-ti]   [so-roŋ]   [a-su] [ma-lo-aŋ]     [ti-mu]   [tu-lƱʔ]

[i-di ma-nƏŋ]         [tu-nu] [i-ko ma-nƏŋ]         [ba-tu]

[ma-nƱʔ ma-nƱʔ]           

[u-tu] [ma-ni-pi]           [tu-daŋ]

[ma-pon-co]               [tu-o] [ma-ri-caʔ]           [a-wu]

[ma-ta]           [ma-ta-nƏ]           [ma-tin-ro]          

[ma-te]               [ma-um-pƏ]              

[ma-ɟaʔ]               [a-le-na]               [na-ŋe]               [bu-ŋa]              

[meŋ-ka-li-ŋa]                 [da-ra]              

[u-ra-ne]               [ra-uŋ]                 [sa-lᴐʔ]                 [ma-ta]                 [mi-ta]                

[ma-ta-nƏ]                 [mi-ta-Ʊʔ]                

[ta-paʔ a-ɟe]                 [ta-sIʔ]                 [a-ta-u]                 [ta-uŋ]                 [ca-wa]                 [u-wa-e]                

Page 25: Fonologi bahasa bugis

3.3.7 Pola Suku Kata KVK

Semua temuan bunyi vokal dapat membentuk pola suku kata KVK. Bunyi vokal yang paling sering ditemukan pada pola suku kata KVK : [a]. Bunyi vokal yang paling jarang ditemukan pada pola suku kata KVK: [Ɛ] & [u]. Bunyi konsonan yang tidak ditemukan pada pola suku kata KVK: [g], [k], dan [j].

[a] [e] [Ɛ] [Ə] [i] [I] [o] [ᴐ] [u] [Ʊ]

[ma-ri-caʔ] [meŋ-ka-li-ŋa] [co-rƐʔ] [cƏm-bo-lo] [bin-taŋ] [o-lIʔ] [po-hoŋ] [co-cᴐʔ] [me-nuŋ] [tu-lƱʔ]

[tu-daŋ] [rem-pƏʔ][ma-ca-

wƐʔ] [ma-lƏm-pu] [a-ŋiŋ] [o-lIʔ a-ɟu] [bo-loŋ] [sa-lᴐʔ] [rum-pu] [ma-nƱʔ ma-nƱʔ]

[ma-ɟaʔ] [pu-teh]   [la-lƏŋ] [ma-tin-ro] [la-ŋIʔ] [ma-pon-co] [go-sᴐʔ] [tan-rƱʔ]

[ma-lam-pe]   [u-lƏŋ]   [ta-sIʔ] [so-roŋ]    

[bi-laŋ]   [a-lƏʔ]          

[u-laʔ]   [i-di ma-nƏŋ]        

[man-re]   [i-ko ma-nƏŋ]      

[mo-naŋ]     [i-ŋƏʔ]        

[a-naʔ]     [u-rƏʔ]        

[ba-paʔ]     [a-sƏŋ]          

[ta-paʔ a-ɟe]                

[tan-rƱʔ]                

[bin-taŋ]                

Page 26: Fonologi bahasa bugis

3.4 Fonotaktik

• Fonotaktik adalah urutan fonem yang dimungkinkan dalam suatu bahasa (Kridalaksana, 2011).

• Setiap bahasa memiliki ciri khas dalam fonotaktik, yakni dalam merangkaikan fonem untuk membentuk satuan fonologis yang lebih besar, misalnya suku kata (Kentjono, 1997).

Page 27: Fonologi bahasa bugis

3.4.1 Fonotaktik Pola Suku Kata V

[a] [e] [Ɛ] [Ə] [i] [I] [o] [ᴐ] [u] [Ʊ]

√ √     √   √   √  

• Bunyi yang membentuk pola V: [a], [e], [i], [o], [u]

• Bunyi yang tidak membentuk pola V: [Ɛ], [Ə], [I], [Ʊ]

Page 28: Fonologi bahasa bugis

3.4.2 Fonotaktik Pola Suku Kata VK

• .

VK [b] [c] [d] [g] [h] [ɟ] [k] [l] [m] [ƞ] [ŋ] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [ʔ]

[a]    √      

[e]       

[Ɛ] √

[Ə]   

[i]         

[I] √

[o]

[ᴐ]            √

[u]  √ √    

[Ʊ] √

Temuan bunyi konsonan yang membentuk pola VK hanya [m], [ŋ], dan [ʔ]. Tiap bunyi vokal pada pola VK hanya dapat berpasangan dengan 1 jenis bunyi

konsonan kecuali [u] yang dapat berpasangan dengan 2 jenis bunyi konsonan.

Page 29: Fonologi bahasa bugis

3.4.2 Fonotaktik Pola Suku Kata KV

KV [a] [e] [Ɛ] [Ə] [i] [I] [o] [ᴐ] [u] [Ʊ]

[b] √ √   √ √   √

[c] √ √     √

[d] √     √     √

[g] √       √  

[h]              

[ɟ] √ √         √

[k] √ √ √   √

[l] √ √ √ √ √   √

[m] √ √   √ √   √

[n] √ √ √ √ √   √

[ŋ] √ √   √    

[p] √ √ √ √ √

[r] √ √   √ √   √

[s] √   √ √   √

[t] √ √ √     √

[w] √           √

[j] √          

[ʔ]

Bunyi vokal yang tidak membentuk pola KV: [Ɛ], [I], [ᴐ], dan [Ʊ]. Bunyi konsonan yang tidak membentuk pola KV: [h] dan [ʔ]. Tiap temuan bunyi konsonan pada pola KV dapat berpasangan dengan

2 atau lebih jenis bunyi vokal kecuali [j] yang hanya dapat berpasangan dengan [e].

Page 30: Fonologi bahasa bugis

3.4.3 Fonotaktik Pola Suku Kata KVK  [b] [c] [d] [g] [h] [ɟ] [k] [l] [m]   [n] [ŋ] [ɲ] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [ʔ]

[b]                   [b] i

[c]                 Ə [c] a                ᴐ

[d]                   [d] a [g]                   [g] [h]                   [h] o [ɟ]                   [ɟ] a[k]                   [k]

[l]

                a

[l]

a a                Ə Ə Ə                  o I                  ᴐ

[m]                 [m] a e

[n]               

[n] a a

                Ə                 u

[ŋ]                 [ŋ] i Ə                I

[ɲ]                 [ɲ] [p]                   [p] o a

[r]              e

[r] o Ɛ

u Ə Ʊ

[s] [s] Ə I ᴐ

[t] e [t] i a [w] [w] Ɛ[j] [j] [ʔ] [ʔ]   [b] [c] [d] [g] [h] [ɟ] [k] [l] [m]   [n] [ŋ] [ɲ] [p] [r] [s] [t] [w] [j] [ʔ]

Konsonan yang menjadi awal silabel: semua kecuali [g], [k], [j], dan [ʔ]. Konsonan yang menjadi akhir silabel: [h], [m], [n], [ŋ], dan [ʔ].

Page 31: Fonologi bahasa bugis

3.5 Fonem, Pasangan Minimal, dan Alofon

• Bunyi bahasa yang membedakan bentuk dan makna kata dinamakan fonem (Alwi, dkk., 2003).

• Menurut Kentjono (1997), perbandingan dua ujaran yang berbeda maknanya dan berbeda minimal dalam bunyinya disebut pasangan minimal.

• Menurut Clark, Yallop, dan Fletcher (2007), alofon dapat dijelaskan sebagai variasi dari fonem, yang dihasilkan oleh pengkondisian fonologi. Pengkondisian fonologi biasanya dipahami sebagai aturan pengucapan bahasa spesifik.

Page 32: Fonologi bahasa bugis

3.5.1 Perolehan Fonem

Pasangan MinimalFonem yang

Diperoleh[mata] – [mita] 'mata' – 'melihat' /a/ dan /i/

[mata] – [mate] ‘mata' – 'mati' /a/ dan /e/[mabec:u] – [mamec:u] ‘kecil' – 'meludah' /b/ dan /m/

[buku] – [bulu] 'tulang' – 'gunung' /k/ dan /l/[utu] – [ulu] ‘kutu' – 'kepala' /t/ dan /l/

[asu] – [ aɟu] ‘anjing' – 'kayu' /s/ dan /ɟ/[asu] – [awu] ‘anjing' – 'debu' /s/ dan /w/[api] – [ati] ‘api' – 'hati' /p/ dan /t/

Pasangan MinimalFonem yang

Diperoleh[ij:aʔ] – [ij:Ɛʔ] ‘saya' – 'ya!' /a/ dan /Ɛ/

[isi] – [idi] ‘gigi – ‘anda’ /s/ dan /d/

No. Fonem

1. /a/

2. /e/

3. /Ɛ/

4. /i/

5. /b/

6. /d/

7. /ɟ/

8. /k/

9. /l/

10. /m/

11. /p/

12. /s/

13. /t/

14. /w/

Page 33: Fonologi bahasa bugis

3.5.2 Alofon dari Fonem Vokal

Fonem AlofonKeterangan  Contoh Kata

/a/[ã]

Jika didahului oleh bunyi nasal [ŋ] [meŋkaliŋa], [buŋa]

[a] Jika tidak didahului oleh bunyi nasal [ŋ] [dara], [mita]

/e/[ẽ] Jika didahului oleh bunyi nasal [ŋ] [naŋe]

[e] Selain dari kedua syarat di atas [ale], [mabela], [mec:u]

/i/

[ῖ] Jika didahului oleh bunyi nasal [ŋ] [aŋiŋ]

[I] Jika diikuti oleh bunyi letupan [p], [k], [ʔ] dalam suku kata tertutup (KVK) [cIp:o], [macIk:Ə], [olIʔ]

[i] Selain dari kedua syarat di atas [iko], [lati], [lila]

Page 34: Fonologi bahasa bugis

3.5.3 Alofon dari Fonem Konsonan

Fonem Keterangan Alofon Contoh Kata

/k/

di awal suku kata [k] [iko], [kanuku]

di akhir suku kata [ʔ] [rempƏʔ], [tuluʔ]

Page 35: Fonologi bahasa bugis

PENUTUPBAB 4

Page 36: Fonologi bahasa bugis

4.1 SIMPULAN Ditemukan 10 jenis bunyi vokal dan 32 bunyi konsonan dari

sejumlah kata bahasa Bugis yang menjadi data untuk penelitian ini.

Berdasarkan daerah artikulasinya, bunyi-bunyi yang dihasilkan dalam kata-kata bahasa Bugis untuk penelitian ini dibedakan atas letupan, sengauan, getaran, geseran, hampiran, dan sampingan.

Berdasarkan cara pengartikulasiannya, bunyi-bunyi yang dihasilkan dalam kata-kata bahasa Bugis untuk penelitian ini dibedakan atas bilabial, alveolar, palatal, velar, dan glotal.

Dari distribusi bunyi vokal dan konsonan, ditemukan adanya pola suku kata V, VK, KV, dan KVK. Sementara itu, pola suku kata yang melibatkan konsonan berderet seperti VKK, KKV, KKVK, dan seterusnya belum ditemukan melalui penelitian ini.

Page 37: Fonologi bahasa bugis

4.1 SIMPULAN (hal.2) Ada 5 jenis bunyi yang ditemukan pada pola suku kata V, yaitu [a], [e],

[i], [o], dan [u].

Bunyi vokal yang ditemukan pada pola suku kata VK adalah [a], [Ɛ], [I], [ᴐ], [u], dan [U], sementara bunyi konsonan yang ditemukan adalah [m], [ŋ], dan [ʔ].

Tiap bunyi vokal pada pola VK hanya dapat berpasangan dengan 1 jenis bunyi konsonan kecuali [u] yang dapat berpasangan dengan 2 jenis bunyi konsonan.

Bunyi vokal yang dapat membentuk pola suku kata KV adalah [a], [e], [Ə], [i], [o], dan [u]. Sementara itu, umumnya bunyi konsonan dalam penelitian ini dapat membentuk pola suku kata KV kecuali [h], [ʔ], dan bunyi-bunyi konsonan geminatif.

Page 38: Fonologi bahasa bugis

4.1 SIMPULAN (hal.3) Tiap temuan bunyi konsonan pada pola KV dapat berpasangan

dengan 2 atau lebih jenis bunyi vokal kecuali [j] yang hanya dapat berpasangan dengan [e]

Semua temuan bunyi vokal dalam penelitian ini dapat membentuk pola suku kata KVK. Umumnya temuan bunyi konsonan pun dapat membentuk pola suku kata KVK kecuali [g], [j] dan konsonan geminatif.

Dari bunyi-bunyi konsonan yang membentuk suku kata KVK, hanya [ʔ] yang tidak dapat menjadi awal silabel serta hanya [h], [m], [n], [ŋ], dan [ʔ] yang dapat menjadi akhir silabel.

Page 39: Fonologi bahasa bugis

4.1 SIMPULAN (hal.4) Ditemukan 8 pasangan minimal dalam kata Bugis dari data

daftar Swadesh dan 2 pasangan minimal dari wawancara tambahan.

Melalui pasangan-pasangan minimal yang ditemukan, ada 14 fonem yang diperoleh, yaitu /a/, /e/, /Ɛ/, /i/, /b/, /d/, /ɟ/, /k/, /l/, /m/, /p/, /s/, /t/, dan /w/.

Alofon-alofon yang ditemukan dalam penelitian ini adalah alofon dari fonem vokal, yaitu [a] dan [ã] yang merupakan alofon dari /a/, [e] dan [ẽ] yang merupakan alofon dari /e/, serta [i], [I], [ῖ] yang merupakan alofon dari /i/.

Page 40: Fonologi bahasa bugis

4.2 SARAN

• Penelitian kecil ini tentu tidak dapat mendeskripsikan sistem fonologi bahasa Bugis secara lengkap dan akurat.

• Untuk itu, akan lebih baik jika penelitian selanjutnya dilaksanakan dalam jangka waktu yang lebih panjang agar data yang diperoleh lebih banyak dan tingkat keakuratannya lebih tinggi (melalui konsultasi yang lebih sering dengan para informan).

Page 41: Fonologi bahasa bugis

DAFTAR PUSTAKA

• Alwi, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.• Clark, John, Colin Yallop, dan Janet Fletcher. 2007. An Introduction to Phonetics and

Phonology, Third Edition. Singapore: Blackwell Publishing.• Katamba, Francis. 1996. An Introduction to Phonology. New York: Longman Inc.• Kentjono, Djoko. 1997. Dasar-Dasar Linguistik Umum. Depok: Universitas Indonesia.• Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit PT

Gramedia Pustaka Utama.• Ladefoged, Peter dan Keith Johnson. 2010. A Course in Phonetics Sixth Edition. Boston:

Wadsworth.• Lewis, M. Paul. 2009. Ethnologue: Languages of the World, Sixteenth edition. Dallas: SIL

International.• Moeliono, Anton M. 2010. Kebijakan Bahasa dan Perencanaan Bahasa di Indonesia:

Kendala dan Tantangan. Jakarta: Simposium Internasional Perencanaan Bahasa 2010.

• Verhaar, J.W.M. 1984. Pengantar Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.• _____________. 2010. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University

Press.

Page 42: Fonologi bahasa bugis

TERIMA KASIH