of 24 /24
PERUBAHAN FONOLOGI BAHASA ARAB ‘A:MIYYAH DIALEK MESIR Muchamad Saifullah ص خ مل م كل ت ي: ري مص ل ا ة ي ي ر لع ا ب ة ي م عا ل ا ي ف م ه ت ا ي ح. ة ي م و ي ل ا د وق1 را ط ها لي ع ر ي8 ي ع ت ي ف ص ع ت ها ي ي ت و ص ة ي ح و ل و ن و ف ل ا.) م ي ي و ف لا( G ان وك ر ي ي ع ت ل ا ماK ا ف د ح ب م ن و ف ل ا( fonem و1 ا) ادة ب ز ل ا ها ت و1 ا ع ج ر ي ها. و ل دا بY ا بZ ك ل د ى ل ا ر ي8 ي ع ت ة د ه ات م ي ي و ف ل ا ة ي م عا ل ا ة ري مص ل اd ث ي ح ب ع ت م ي ي ف ال قd ت. ق ط ن ل ا ة م ل لك ا اح ي ف م ل ا ر ي8 ي ع ت ل : ا، ة ي ح و ل و ن و ف ل ا ة ي ي ر لع ا ة ي م عا ل ا. ة ري مص ل اSebagaimana lazimnya sebuah produk budaya, bahasa juga mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa mengikuti derap perkembangan masyarakat penuturnya. Taymur (dalam Chejne, tt:205) menyatakan bahwa suatu bahasa akan berkembang dalam lingkungan masyarakat dan mengikuti hukum perubahan, hal ini juga dialami bahasa Arab ‘A:miyyah (BAA) dialek Mesir. Perubahan yang dibahas dalam penelitian ini berkaitan dengan perubahan pada tataran bunyi (fonologi) yang memiliki

Perubahan Fonologi Arab

  • Author
    trixibe

  • View
    171

  • Download
    7

Embed Size (px)

Text of Perubahan Fonologi Arab

PERUBAHAN FONOLOGI BAHASA ARAB A:MIYYAH DIALEK MESIR

Muchamad Saifullah

: . ) (. ( fonem) . . : .

Sebagaimana lazimnya sebuah produk budaya, bahasa juga mengalami perubahan dan perkembangan dari masa ke masa mengikuti derap perkembangan masyarakat penuturnya. Taymur (dalam Chejne, tt:205) menyatakan bahwa suatu bahasa akan berkembang dalam lingkungan masyarakat dan mengikuti hukum perubahan, hal ini juga dialami bahasa Arab A:miyyah (BAA) dialek Mesir. Perubahan yang dibahas dalam penelitian ini berkaitan dengan perubahan pada tataran bunyi (fonologi) yang memiliki frekuensi keterpakaian paling besar dibandingkan dengan tataran lain (Abuhamdia, 1988:1240) sehingga memberinya peluang besar untuk mengalami perubahan. Data data penelitian diperoleh dari VCD ARABIC MADE EASY. VCD ini merupakan media pembelajaran bahasa Arab A:miyyah Mesir yang berisi percakapan-percakapan.VCD produksi SMiles Production Seattle ini secara garis besar berisi empat menu utama yaitu dialogue percakapan, writing tulisan, reading bacaan, dan alphabet huruf. Dialog dalam VCD ini memuat enam tema utama (city gate, market, hotel, restaurant, pharmacy, dan samiiras huose). Pembahasan mengenai perubahan bunyi dilakukan dengan mengadaptasi teori yang dikemukakan Jeffers (1972).

A. LANDASAN TEORI DAN METODE

Fonem-fonem yang ada dalam bahasa dunia biasanya terbagi menjadi dua yakni segmental dan suprasegmental. Fonem segmental adalah fonem yang berujud bunyi sedang fonem suprasegmental adalah fonem yang berujud tambahan terhadap bunyi (Sangidu, 2003:18). Jenis fonem terakhir tidak dibahas dalam makalah ini. Bahasa Arab memiliki khazanah fonem sejumlah 34 buah yang terdiri vokal dan konsonan. Ketigapuluh empat fonem segmental yang ada dalam bahasa Arab terbagi dalam tiga kelompok, yaitu: (1) tiga vokal pendek, (2) tiga vokal panjang, dan (3) 28 fonem konsonan. Bagian ini akan membahas fonem-fonem segmental yang dimiliki oleh bahasa Arab. Bahasa Arab memiliki tiga vokal utama, yaitu /a/, /i/, dan /u/ yang masing-masing berpasangan minimal dengan tiga vokal panjang /a:/, /i:/, dan /u:/, sedang konsonan dalam bahasa Arab baku ada 28 fonem (Badri, 1988:67-68), untuk daftar selengkapnya lihat pada tabel 1 berikut.

Tabel 1. konsonan bahasa Arab

No Nama fonem hamzah ba:? ta:? tsa:? ji:m ha:? kha:? da:l dza:l ra:? zai si:n syi:n sa:d da:d tha:? dza:? ain ghain fa:? qa:f ka:f la:m mi:m nu:n

Lambang Arab

Transkripsi IPA ? b t j x d r z s S T D f q k l m n

waw ha:? ya:?

w h y

Dalam kesehariannya bangsa Mesir berkomunikasi dengan bahasa Arab A:miyyah (BAA), bahasa dipakai dalam komunikasi sehari-hari yang bersifat informal. Bahasa jenis ini berbeda dengan bahasa Arab fasih Fusha yang biasanya digunakan dalam situasi-situasi formal dan juga sebagai bahasa tulisan. BAA dialek Mesir merupakan dialek paling terkenal dan paling bisa dimengerti di dunia Arab karena popularitas film dan TV buatannya (Versteegh, 1997:139). Sebagai dialek yang populer di tanah Arab, dialek Mesir dapat dengan mudah dipahami dan diidentifikasi oleh penutur Arab lainnya walaupun mereka belum tentu mampu bertutur dengan dialek tersebut. Dalam BAA dialek Mesir terdapat beberapa bunyi yang dilafalkan berbeda dengan pelafalan BAF maupun dengan BAA dialek lainnya, Seperti contoh fonem /q/ dan /j/ yang direalisasikan menjadi fonem / / dan /g/ dalam BAA Mesir. Pada contoh kata qolb hati sering dilafalkan dengan /alb/, atau pada kata jamal yang dibaca /gamal/. Terkait dengan perubahan fonologis yang umumnya terjadi pada bahasa-bahasa dunia, secara sederhana Jeffers (1972:15) membaginya ke dalam empat macam, yaitu:(1) asimilasi, (2) disimilasi, (3) penyusunan kata kembali (reordering), dan (4) penyisipan serta pelesapan (insertation and deletion). Dalam penelitian ini jenis perubahan pertama dan kedua tidak digunakan agar lebih fokus dalam lingkup yang lebih kecil. Selain itu peneliti juga menambahkan sebuah proses perubahan bunyi khas bahasa Arab yaItu Ibdal penggantian. Langkah-langkah yang di tempuh dalam menganalis perubahan bunyi adalah dengan mencatat fonem-fonem yang mengalami perubahan fonologis dalam dialog kemudian mentranskripsikannya ke simbol IPA Al Khuli (1982:321) agar diperoleh bunyi yang mendekati sebenarnya dan untuk mempermudah dalam penganalisisan. B. PERUBAHAN FONOLOGI BAHASA ARAB A:MIYYAH MESIR Dari hasil pembahasan data ditemukan tiga macam perubahan dalam BAA Mesir. Perlu dikemukakan disini bahwa di dalam sebuah kata tidak menutup kemungkinan terjadi lebih dari satu proses perubahan. Berikut paparan selengkapnya.

1 Penyisipan Bunyi Berdasarkan penelusuran data, ditemukan beberapa peristiwa penyisipan bunyi dalam BAA Mesir. Penyisipan bunyi tersebut dapat berupa protesis, epentesis, maupun paragog. Dari data yang terekam dapat dinyatakan bahwa proses penyisipan bunyi ini jarang terjadi dalam BAA Mesir.

a. Protesis Protesis adalah suatu proses perubahan kata berupa penambahan sebuah fonem pada awal kata (Keraf, 1996:91). Dalam bahasa Arab (BA) Proses ini terjadi karena untuk menghindari keberadaan konsonan rangkap consonant cluster di awal kata. Dalam BA tidak dikenal kata yang didahului oleh konsonan rangkap terdapat pada tabel 2 berikut:

Tabel 2 contoh penambahan bunyi awal BAA Mesir transkripsi ?/itfaal/ ?/ina:/ dan

No 1 2

BAF dan transkripsi / tafaal/ / nanu/

Arti silahkan kami/kita

Penambahan /?i/ /?i/

Pada contoh (1) di atas, fonem yang disisipkan adalah sebuah fonem /?/ yang diletakkan di awal kata. Proses tersebut sebelumnya didahului oleh pelesapan vokal /a/ pada silabel gabungan bunyi /ta/ sehingga menjadi /tfaal/. Akibat peristiwa pelesapan tersebut secara otomatis menimbulkan konsonan rangkap consonant cluster berupa /tf/ di awal silabel. Dalam bahasa Arab sendiri tidak dikenal silabel yang berawalan konsonan kluster. Untuk menghindari adanya konsonan rangkap tadi perlu penyisipan fonem /?/, sehingga lafal akhirnya menjadi [?itfaal]. Sebagai catatan bahwa keberadaan fonem /?/ yang berposisi menjadi sisipan awal selalu berpasangan dengan vokal /i/ dan keduanya membentuk sebuah silabel /?i/. Menurut Ibnu Jiny (1985:112) keberadaan /?/ sebagai tambahan di awal berfungsi untuk membantu pelafalan konsonan assa:kin diawal katayang tidak bersama vokal. Proses yang hampir sama juga dialami pada contoh (2). Proses ini didahului dengan pelesapan /na/ sehingga muncul konsonan rangkap berupa /hn/ kemudian disisipkan pasangan fonem silabel /?i/ untuk menghindari konsonan rangkap, dan lafalnya menjadi /inu/. Keberadaan vokal /i/ dan /u/ dalam satu kata dirasakan berat dari segi pelafalannya, sehingga untuk memperingan dan mempermudah pelafalannya vokal akhir /u/ di ganti dengan vokal /a/ panjang.

b. Epentesis

Epentesis adalah penyisipan bunyi atau huruf ke dalam kata, terutama kata-kata pinjaman untuk menyesuaikan dengan pola fonologis bahasa peminjam (Kridalaksana, 1993:51). Dalam epentesis, vokal sering disisipkan di antara konsonan-konsonan untuk memudahkan pengucapan bila ada bentuk-bentuk yang telah mengalami perbedaan artikulasi. Peristiwa ini sangat jarang di temui dalam BAA Mesir. Contoh epentesis yang ditemukan hanya satu, yaitu: 1) / hiya/ /hiyya/ dia (pr)

Penambahan yang terjadi pada contoh di atas adalah penambahan /y/ di tengahtengah kalimat. Gejala ini persis dengan apa yang dilakukan oleh bangsa Hamdan yang menggeminasikan iam fonem /w/ dan /y/ pada kata / huwa/ dia (lk) dan / hiya/ dia (pr) sehingga keduanya dilafalkan dengan /huwwa/ dan /hiyya/. Dalam bahasa Arab kedua kata tersebut merupakan kata ganti orang ketiga tunggal ami:r a:?ib.

c.

Paragog

Menurut Jeffers (1979:24) proses paragog kebanyakan muncul atau dihasilkan dari kontak bahasa yang timbul bila kata-kata yang berakhiran dengan konsonan oleh penutur bahasa lain yang tidak memiliki bentuk kata seperti itu dan biasanya hanya dengan katakata yang berakhiran vokal saja. Paragog adalah penyisipan bunyi di akhir Dari data yang didapatkan hanya didapati dua contoh, seperti pada table 3 berikut:

Tabel contoh 3 penambahan bunyi akhir BAA Mesir transkripsi / maa:ya/ ?/ axu:ya/ dan

No 1 2

BAF dan transkripsi / maiy/ ?/ axiy/

Arti bersamaku saudara (lk) ku

Penambahan /a/ /a/

Proses yang sama-sama dialami oleh kedua contoh sebelumnya adalah adanya penyisipan vokal /a/ di akhir kata. Pada contoh (1) kata /maiy/ semula berasal dari gabungan /maa/ dengan kata ganti milik tunggal amir mutakallim /-y/, akibat pengaruh fonem /y/ vokal /a/ berubah menjadi /i/ yang secara artikulasi lebih dekat dengan /y/, sehingga menjadi /maiy/. Selanjutnya kata tersebut dalam BAA dialek Mesir direalisasikan dengan /maa:ya/, yakni melalui proses penggantian /i/ dengan /a:/ serta

penyisipan /a/ di akhir kata. Alasan yang mungkin dalam penggantian dan penyisipan fonem tersebut adalah untuk meringankan pelafalan. Pada contoh (2) terjadi perubahan fonem /i/ yang diganti menjadi /u:/ sehingga lafalnya menjadi /?axu:y/. kata ini terhitung berat dari segi pelafalannya dan untuk memperingannya maka vokal /a/ disisipkan diakhir sehingga menjadi/?axu:ya/. Kedua proses diatas hampir sama dengan contoh / wa:lidayya/ kedua orang tuaku dalam BAF. Contoh tersebut merupakan gabungan kata /wa:lidayni/ dua orang tua dengan amir mutakallim kata ganti milik orang pertama /y/, menjadi /wa:lidayniy/. Proses yang dialami pada contoh ini adalah pembuangan silabel /ni/ sehingga lafalnya menjadi /wa:lidayy/. Munculnya konsonan rangkap diakhir dirasa berat dalam pelafalannya sehingga untuk meringankannya perlu penyisipan vokal /a/ ( Al Ghalayaini, 2003:89).

2 Pelesapan Bunyi Berkebalikan dengan proses penambahan bunyi yang jarang terjadi, proses pelesapan bunyi memiliki frekuensi kejadian yang tinggi dalam BAA Mesir. Dari data yang terjaring didapatkan 3 kelompok proses pelesapan bunyi yaitu aferesis, sinkop, dan apokop.

a. Aferesis Aferesis adalah penanggalan bunyi dari sebuah ujaran (Hadi, 2003:123). Contoh yang ditemukan mengenai aferesis sebagaimana yang tertera dalam tabel 4 berikut :

Tabel 4 contoh pelesapan bunyi awal BAA Mesir transkripsi /hidaar/ / hayku:n/ / fi:n/ dan

No 1 2 3

BAF dan transkripsi ?/ aada aara/ / sa +yaku:nu/ / fi:+?ayna/

Arti sebelas (akan)menjadi Di mana

Pelesapan /?i/ /a/ /?/

4

/ mini:n/

/ min+?ayna/

Dari mana

/?/

Pada contoh (1) proses yang dialami adalah pelesapan bunyi konsonan awal /?/, pelesapan ini membuat kata tersebut dimulai dengan vokal, yakni /ihda:aara/. Dalam bahasa Arab semua kata harus dimulai dengan konsonan (Nasution, 2006:128) sehingga untuk menyiasatinya vokal /i/ dipindahkan setelah /h/. Proses selanjutnya adalah penggantian vokal panjang /a:/ menjadi vokal pendek /a/. Kemudian terjadi pelesapan silabel /a/ di tengah dan pelesapan vokal /a/ di akhir. Perubahan pada contoh (1) tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: /?ihda: aara/ pelesapan

/ihda: aara/

/hidaaara/

pelesapan

/hidaar/

penggantian

Pada contoh (2) vokal /a/ lesap demi efisiensi pelafalan. Contoh tersebut semula adalah gabungan prefik /sa/ dengan /yaku:nu/. Dalam BAA Mesir prefik /sa/ diganti dengan /ha/ dengan makna yang sama. Lesapnya vokal /a/ kemungkinan karena bergabungnya prefiks /sa/ dan juga karena posisinya yang berada setelah /y/. Proses yang dialami pada contoh (3) dan (4) adalah lesapnya fonem /?/ di awal kata ?ayna. kedua contoh tersebut masing-masing merupakan gabungan kata keterangan /fi:/ dan /min/ dengan kata /?ayna/. lesapnya /?/ dimungkinkan karena posisinya yang berada di antara vokal /i/pada /fi:/ dan /mi:n/ dan semivokal /y/. Keberadaan yang demikian dianggap berat dalam hal melafalkannya. Setelah /?/ lesap maka pelafalannya menjadi lebih mudah sebab penutur hanya tinggal menambah tempo pelafalan pada vokal /i/.

b. Sinkop Sinkop adalah perubahan bunyi yang berujud penghilangan fonem di tengah kata (Keraf, 1996:91). Proses ini terhitung jarang dalam BAA Mesir. Beberapa contohnya tertera dalam tabel 5 berikut ini.

Tabel 5 contoh pelesapan bunyi tengah BAA Mesir transkripsi dan

No

BAF dan transkripsi

Arti

Pelesapan

1 2 3

/taxud/ /niwzan/ /kuluh/

/ ta?xuu/ / nuwazzinu/ / kullun+hu/

(kamu lk/ dia pr) ambil (kita) timbang semuanya

/?/ /z/ /l/

Pada contoh (1) yang terjadi adalah penghilangan atau pelesapan /?/ yang berada di tengah kata. Kata tersebut juga mengalami penggantian konsonan // menjadi konsonan /d/, kedua konsonan tersebut memiliki tempat artikulasi yang berdekatan yaitu yang pertama//apikointerdental sedang yang kedua/d/apikodental , sehingga keduanya memiliki peluang untuk saling menggantikan. Sedang pada contoh (2) fonem tengah yang dilesapkan adalah fonem yang bergeminasi, /z/. Fonem yang bergeminasi dianggap lebih berat dibanding fonem yang tidak bergeminasi. Pada kata ini juga terjadi penggantian vokal /i/ dengan vokal /a/ di akhir. Pada contoh (3) terdapat konsonan yang bergeminasi yaitu /l/, keberadaan konsonan yang bergeminasi ini dirasakan berat dalam pelafalan, kemudian salah satu konsonan tersebut dilesapkan untuk memperingan pelafalannya.

c.

Apokop

Menurut definisi Keraf (1996:91) apokope adalah penghilangan sebuah fonem pada akhir kata. Istilah apokop ini sama dengan waqaf hentian dalam bahasa Arab Di antara proses penghilangan bunyi, jenis perubahan ini memiliki frekuensi kejadian yang paling tinggi. Dalam proses ini penutur menonjolkan prinsip efisiensi pelafalan. Dari data yang terkumpul menunjukkan adanya beberapa macam penghilangan bunyi di akhir sebagai berikut.

1)

Pelesapan bunyi /h/

Dalam BAF, sufiks /-at/ yang mengalami apokop direalisasikan dengan /h/ Fungsi sufik /-at/ dalam bahasa Arab adalah sebagai penanda feminis pada sebuah kata., seperti contoh /muslimun/ orang Islam (lk) X /muslimatun/ orang Islam, namun dalam BAA dialek Mesir /h/ tersebut tidak dilafalkan. Perhatikan contoh pada tabel 6 berikut :

Tabel 6 contoh pelesapan bunyi /h/

No BAA Mesir dan transkripsi BAF dan transkripsi 1 2

Arti

Pelesapan bertemu /-at/ /-at/

/ furSa/ furSahsenang denganmu sai:da/ sai:dah/ / xamsa/ / xamsah/ lima

Pada contoh (1) dan (2) tersebut, bunyi akhiran /h/ tidak dilafalkan dan juga tidak diganti dengan fonem apapun. Dalam proses apokop ini terdapat pengecualian pada contoh : /limuddah/ selama, pada contoh ini /h/ tidak lesap sama sekali namun direalisasikan menjadi /t/ sehingga kata tersebut dilafalkan dengan /limuddat/.

2)

Pelesapan konsonan

Pelesapan pada konsonan juga terjadi dalam BAA Mesir, seperti contoh pada tabel 7 berikut:

Tabel 7 contoh pelesapan konsonan No BAA Mesir dan transkripsi BAF dan transkripsi 1 2 / nuS/ ?/ uT/ / niSf/ / quTn/ Arti setengah kain katun Pelesapan /fun/ /nun/

Pengamatan pada kedua contoh di atas menunjukkan adanya pelesapan silabel, yaitu berupa silabel /fun/ pada contoh pertama dan /nun/ pada contoh yang kedua. Peristiwa pelesapan silabel terhitung jarang terjadi dalam BAA Mesir, hanya dua contoh di atas yang ditemui dalam sumber data.

3 Penggantian Bunyi ibdal Penggantian bunyi ibdal juga termasuk jenis perubahan bunyi yang sering terjadi dalam bahasa Arab, baik dalam BAF maupun BAA. Dari data yang tersaring di temukan beberapa bentuk penggantian bunyi, yaitu:

a. Penggantian /q/ /?/ Proses ini berlaku pada semua kata yang mengandung /q/ dalam BAA Mesir. Penggantian ini dimungkinkan terjadi sebab keduanya memiliki ciri artikulasi yang sama yaitu ciri letupan. Contohnya dapat ditemui dalam tabel 8 berikut ini

Tabel 8 data penggantian /q//?/ No 1 2 3 BAA Mesir transkripsi ?/ abl/ / ha?i:?i/ / il fundu?/ dan BAF dan transkripsi / qabl/ / haqi:qiy/ / al funduq/ Arti sebelum (yang) sebenarnya hotel Penggantian /q//?/ /q//?/ /q//?/

Pada contoh di atas terjadi penggantian konsonan berupa fonem /q/ menjadi /?/. Dalam peristiwa ini /q/ yang merupakan fonem uvular letup tak bersuara menjadi fonem glotal letup /?/. kedua fonem tersebut memiliki kemiripan cara berartikulasi karena samasama fonem letup (plosif) sehingga masing-masing memiliki kemungkinan untuk saling menggantikan. Dari ketiga contoh sebelumnya, penggantian /q/ menjadi /?/ dapat terjadi dimanapun posisi /q/ berada, baik di awal, di tengah, atau di belakang. Mengenai realisasi /q/ menjadi /?/ terdapat pengecualian yakni pada contoh / al qa:hiratu/, di mana /q/ tetap dilafalkan sebagaimana artikulasinya, yaitu: /il qa:hirah/.

b. Penggantian /j/ [g] Contoh-contoh penggantian fonem /j/ menjadi [g] diperlihatkan pada tabel 9 berikut .

Tabel 9 data penggantian /j/[g] BAA Mesir transkripsi / gami:l/ / agz/ / ya: ag/ dan

No 1 2 3

BAF dan transkripsi / jami:lun/ / ajzun/ / ya: a:jja/

Arti sangat indah pesanan tuan

Penggantian /j/ [g] /j/ [g] /j/ [g]

Proses perubahan bunyi yang terjadi pada ketiga contoh diatas adalah merealisasikan fonem apikopalatal frikatif yangbersuara berupa /j/ menjadi fonem dorsovelar, letupan, dan bersuara, /g/. Dalam bahasa Arab sendiri tidak dikenal fonem /g/ tetapi yang dikenal adalah // yang juga bersifat dorsovelar geseran dengan sedikit ciri emfatik. Realisasi [g] mirip artikulasi /k/ dalam bahasa Arab, bedanya /k/ merupakan bunyi dorsovelar geseran yang bersuara sedangkan /g/ merupakan bunyi dorsovelar geseran yang tak bersuara. Proses penggantian ini berlaku pada semua kosakata yang mengandung /j/ dan dapat terjadi dimanapun posisi /j/ berada baik di awal, di tengah, maupun di akhir.

c.

Penggantian // /t/

Pada peristiwa ini posisi penggantian dapat terjadi di mana saja, apakah // berada di awal, di tengah, ataupun di akhir kata. Contohnya seperti yang ditunjukkan tabel 10 berikut:

Tabel 10 data penggantian // /t/ BAA Mesir transkripsi / tala:t/ / kati:r/ dan

No 1 2

BAF dan transkripsi / ala:atun/ / kai:ratun/

Arti tiga banyak

Penggantian // /t/ // /t/

Pada kedua contoh di atas fonem // direalisasikan sebagai /t/ dalam BAA Mesir. Perlu diketahui bahwa // merupakan bunyi frikatif yang termasuk berat dalam pengucapannya (Hilal, 1998:228) dan diperlukan usaha untuk memperingannya. Langkah yang sering terjadi adalah dengan mengganti // dengan /t/ plosif yang lebih mudah dan ringan ketika dilafalkan dengan cepat. Penggantian tersebut juga memiliki peluang besar untuk terjadi karena kedua fonem tersebut berasal dari tempat artikulasi yang berdekatan, // adalah bunyi apiko interdental sedang /t/ adalah bunyi apikodental.

d. Penggantian // /d/ Jika di lihat dari tempat artikulasinya, posisi // dan /d/ saling berdekatan dimana // adalah bunyi apiko interdental sedang /d/ adalah apikodental. Hal ini memberikan kemungkinan bagi keduanya untuk saling mengganti. Penggantian ini berfungsi memperingan pelafalan dalam BAA Mesir.Contohnya proses ini dapat dilihat pada tabel 11 berikut:

Tabel 11 contoh penggantian // /d/ BAA Mesir transkripsi dan

No

BAF dan transkripsi

Arti

Penggantian

1 2 3

/ kida/ /da:/ / di:/

/ kaa:/ / ha:a:/ / ha:ihi/

itu ini (lk) ini (pr)

// /d/ // /d/ // /d/

Pada contoh (1) terjadi dua penggantian. Penggantian pertama berupa penggantian vokal /a/ menjadi /i/ dan yang kedua berupa penggantian konsonan // menjadi /d/. proses penggantian // menjadi /d/ juga dialami dua contoh terakhir. Penggantian fonem // menjadi /d/ berlaku mutlak pada BAA Mesir dan tidak memandang dimana posisi // berada.

e.

Penggantian /?/ /y/

Contoh yang ditemukan dari proses ini hanya satu yaitu / gi:t/ saya datang. Semula realisasi kata tersebut berasal dari /ji?tu/. Keberadaan /?/ setelah vokal /i/ dinilai memberatkan pengucapan sehingga untuk memperingannya /?/ di ganti dengan fonem yang artikulasinya mirip dengan /i/, yaitu semivokal /y/.

f.

Penggantian /l/ /n/

Proses ini tidak berlaku mutlak dalam kata-kata BAA Mesir. Kata yang mengalami proses ini hanya / burtuqa:l/ jeruk. dalam BAA Mesir /l/ yang berada diakhir berubah menjadi /n/, sehingga kata tersebut direalisasikan dengan /burtu?a:n/.

g. Penggantian diftong (/ay/ [e:], /aw/ [o:]) Bahasa Arab memiliki dua macam diftong yaitu /ay/ dan /aw/ (Nur, 2006:14), kedua diftong tersebut mengalami perubahan lafal sebagaimana contoh pada tabel 12 berikut:

Tabel 12 data penggantian diftong

No 1 2 3

BAA Mesir transkripsi / il be:t/ / ile:lat/ / id do:r/ / yo:m/

dan

BAF dan transkripsi / al bayt/ / al laylat/ / ad dawr/ / yawm/

Arti rumah malam tingkat, lantai hari

Penggantian /ay/ [e:] /ay/ [e:] /aw/ [o:] /aw/ [o:]

Pada dua contoh yang pertama /ay/ direalisasikan menjadi /e:/, sedang pada dua contoh selanjutnya /aw/ diganti dengan /e:/. Proses penggantian diftong /ay/ menjadi /e:/ atau /aw/ menjadi /o:/ dalam bahasa Arab merupakan peristiwa imalah. Menurut Nasution (2006:96) proses tersebut terjadi karena penarikan vokal [a] terhadap vokal [i] atau [u]. Proses tersebut dapat diidentifikasi juga sebagai monoftongisasi yaitu perubahan karena bergabungnya dua bunyi berbeda menjadi sebuah bunyi tunggal dan tetap mengandung sejumlah ciri fonetis dari kedua bunyi semula (Hadi. 2003:130).

h. Penggantian vokal depan Selain penggantian bunyi berupa konsonan, data juga menunjukkan adanya kecenderungan mengubah bunyi vokal depan menjadi /i/. Perhatikan contoh pada tabel 13 berikut ini:

Tabel 13 contoh penggantian vokal depan BAA Mesir transkripsi / inta/ /hina:/ / tittasil/ dan

No 1 2 3

BAF dan transkripsi / anta/ /huna:/ / tattasil/

Arti Kamu lk Di sini (kamu lk) menghubungi

Penggantian /a/ /i/ /u/ /i/ /a/ /i/

Pada kata /anta/, fonem /a/ diubah menjadi /i/ sehingga menjadi /inta/. Proses perubahan vokal depan juga dialami /huna:/ di mana vokal /u/ pada kata tersebut berubah menjadi vokal /i/. Proses yang sama juga terjadi pada contoh /tattasilu/ hingga menjadi /tittasil/. Dalam BAF, kata /tattasilu/ sendiri berasal dari / tawtasilu/ dan sudah mengalami perubahan yang sedemikian rupa hingga ke bentuk / tattasilu/ . Dalam pelafalan BAA Mesir kata tersebut di ucapkan dengan /tittasil/. Fenomena penggantian vokal depan dengan vokal /i/ dalam istilah linguistik Arab disebut dengan [ taltalah bahra:?]. Menurut Sibawaih (dalam Hilal,1998: 295) proses ini biasanya dialami oleh huruf huruf mua:raah pada dialek-dialek non Hijaz seperti Mesir, Yaman dan sebagainya.

i.

Penggantian vokal pendek

Beberapa contoh yang menunjukkan adanya penggantian vokal pendek dengan vokal panjang dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 14 contoh penggantian vokal pendek

No BAA Mesir dan transkripsi BAF dan transkripsi 1 2 3 / ka:m/ / mara:tiy/ / ittaSil bi:na/ / kam/ / mar?atiy/ / ittaSil bina/

Arti berapa istri saya hubungi kami

Penggantian /a/ /a:/ /a/ /a:/ /i/ /i:/

Semua contoh di atas mengalami penggantian vokal pendek dengan vokal panjang. Vokal /a/ pada contoh pertama dan kedua berubah menjadi /a:/ sedang pada contoh (3) vokal /i/ berubah menjadi ?i:/.

j.

Penggantian posisi fonem

Penggantian posisi atau letak suatu fonem diistilahkan dengan metatesis. Peristiwa metatesis juga ditemukan dalam BAA Mesir. contoh:

/ zawjiy/

/gawziy/ suami saya

Pada contoh di atas terjadi pertukaran posisi antara /j/ dan /z/. Penggantian tersebut tidak mengubah makna sebelumnya. Penggantian ini juga ditemukan pada derivasi kata tersebut yaitu / mitgawwiz/ menikah. Proses metatesis terhitung jarang dalam BAA Mesir. k.Penggantian bentuk /iKa/ /yy/ Gabungan vokal /i/ + konsonan(/y/,/?/) + vokal /a/ akan menghasilkan /yy/ . Perubahan ini dapat diamati pada tabel 15 berikut.

Tabel 15 contoh penggantian vokal pendek No 1 2 BAA Mesir transkripsi / mayya/ / miyya/ dan BAF dan transkripsi / miya:h/ / mi?ah/ Arti air seratus Penggantian /iKa/ /yy/ /iKa/ /yy/

Proses di atas terjadi dengan mengganti bentuk /iKa/yaitu /iya:/ dan /i?a/ dengan konsonan /y/ yang bergeminasi. Hal tersebut sangat mungkin terjadi sebab posisi /i/dan /a/ yang berdekatan akan menghasilkan sebuah bunyi lain yaitu [y]. Contoh dalam bahasa indonesia adalah kata dia yang dilafalkan dengan [di ya]. Terdapat pengecualian untuk contoh (2) ketika ia didahului kata yang bervokal /i/ seperti bi dengan atau setelahnya berpapasan dengan kata yang mengandung vokal awal /i/, maka fonem /?a/ pada /mi?atun/ lesap dan diganti dengan /i/. Contoh : / bi+mi?atin/ /bimi:t/

l. Penggantian ke bentuk taSi:r Dalam BAF dikenal sebuah bentuk taSrif infleksi yang disebut taSi:r. taSir adalah proses perubahan vokal silabel awal menjadi /u/ dan vokal silabel kedua menjadi /ay/ pada sebuah ism kata benda (Al Ghalayaini, 2003:58). Pengubahan ini secara pragmatik berfungsi membentuk makna mengecilkan atau sebagai ungkapan

sayang pada seseorang. Contohnya kata /qalamun/ pensil dan /ummi/ ibu yang masing-masing ditaSgi:r menjadi /qulaymun/ pensil kecil dan /umaymatun/ bunda. Proses taSgi:r juga ditemukan dalam BAA Mesir seperti yang tertera dalam tabel 16 berikut.Tabel 16 contoh penggantian bentuk taSi:r No 1 2 BAA Mesir transkripsi ?/ urayyib/ / Suayyara/ dan BAF dan transkripsi / qari:b/ / Sai:rah/ Arti Dekat Kecil Penggantian taSi:r taSi:r

C. SIMPULAN Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa BAA dialek Mesir mengalami beberapa proses perubahan fonologis. Perubahan-perubahan tersebut dapat berupa penambahan bunyi, pelesapan bunyi, dan penggantian bunyi. Perubahan-perubahan tersebut terjadi untuk memperingan dan mengefesiensikan pelafalan. Proses penambahan bunyi memiliki intensitas yang kecil dalam BAA Mesir. Peristiwa tersebut dapat ditemukan baik di awal kata (protesis), di tengah kata (epentesis), maupun di akhir (paragog) sebuah kata. Berkebalikan dari proses penambahan bunyi yang jarang terjadi, proses pelesapan bunyi memiliki frekuensi kejadian yang tinggi dalam BAA Mesir. Data juga menunjukkan adanya tiga jenis proses pelesapan bunyi dengan merujuk pada posisi kejadian. Tiga jenis tadi adalah pelesapan bunyi awal (aferesis), pelesapan bunyi tengah (sinkop), dan pelesapan bunyi akhir (apokop). Di antara ketiga jenis tersebut proses apokop atau waqaf hentian memiliki intensitas kejadian yang paling tinggi serta memiliki dua bentuk, yaitu (1) pelesapan bunyi /h/ dan (2) pelesapan silabel. Proses yang terakhir adalah penggantian bunyi. Proses ini juga sering terjadi dalam BAA dialek Mesir. Beberapa bentuk penggantian bunyi yang ditemukan adalah : (1) penggantian konsonan /q/ /?/, (2) penggantian /j/ [g], (3) penggantian // /t/, (4) penggantian // /d/, (5) penggantian /?/ /y/, (6) Penggantian /l/ /n/, (7) penggantian diftong (/ay/ [e:]; /aw/ [o:]), (8) penggantian vokal depan, (9) penggantian vokal pendek, (10) penggantian posisi fonem, (11) penggantian bentuk /iKa/ /yy/, dan (12) penggantian ke bentuk taSi:r.