Referat parotitis epidemika

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kedokteran

Text of Referat parotitis epidemika

Referat MENIERES DISEASE

ReferatPAROTITIS EPIDEMIKAPembimbing :Dr. H. Farid Wajdi, Sp.THT-KLOleh :Tatang Ade Permana09310141KEPANITRAAN KLINIK SENIOR (KKS) SMF ILMU THT-KL RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYAFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI 2014

LATAR BELAKANGParotitis merupakan penyakit sistemik pada anak yang sampai saat ini masih sering dijumpai. Mumps merupakan salah satu virus penyebab parotitis yang tersering. Saat ini sudah tersedia vaksin yang dapat mencegah parotitis yang disebabkan oleh mumps. 2TINJAUAN PUSTAKAPAROTITIS EPIDEMIKADEFINISIMumps atau parotitis epidemika adalah self limiting disease yang disebabkan oleh virus yang ditandai dengan pembengkakan satu atau lebih kelenjar ludah terutama kelenjar parotisEPIDEMIOLOGISebelum ditemukan vaksin parotitis pada tahun 1967, parotitis epidemika merupakan penyakit yang sangat sering ditemukan pada anak. Insidens pada umur < 15 tahun adalah 85% dengan puncak insidens kelompok umur 5-9 tahun. Setelah ditemukan vaksin parotitis, kejadian parotitis epidemika menjadi sangat jarangANATOMI DAN FISIOLOGIKelenjar parotis besar terletak didepan telinga antara otot masseter dan kulit. Saluran parotid menonjol sejajar dengan lengkungan zygomatikus, menembus otot buccinator, dan bermuara di molar atas kedua

Kelenjar-kelenjar saliva mayor terletak agak jauh dari rongga mulut dan sekretnya disalurkan melalui duktusnya kedalam rongga mulut. Kelenjar saliva mayor terdiri dari :kelenjar parotis yang terletak dibagian bawah telinga dibelakang ramus mandibulakelenjar submandibularis yang terletak dibagian bawah korpus mandibula dan kelenjar sublingualis yang terletak dibawah lidah

Selain itu terdapat juga kelenjar saliva minor yang terdiri dari :kelenjar labialkelenjar bukalkelenjar Bladin-Nuhnkelenjar Von Ebner ,dan kelenjar WeberdllKelenjar saliva mior tidak memiliki duktus, kelanjar saliva minor teroriantasi di regio bukal,labial dan lingual. Kelenjar saliva minor mungkin juga ditemukan pada pool atas tonsil (webers gland), dasar lidah (von ebners gland). Paling banyak kelenjar ini terdapat di palatum, bibir atas dan pipi.10Kelenjar parotis berfungsi menghasilkan saliva yang berfungsi :untuk membersihkan mulutmemecahkan molekul makanan agar dapat dirasakan,membasahi makanan dan membentuknya menjadi bolus, dan memecahkan molekul kimiawi tepungETIOLOGIParotitis epidemika adalah penyakit virus sistemik yang disebabkan oleh virus ribonucleic acid (RNA) spesifik, yang dikenal sebagai Rubulavirus (virus mumps). Rubulavirus termasuk dalam genus Paramyxovirus dan merupakan anggota dari famili ParamyxoviridaePATOFISIOLOGI

KLASIFIKASIParotitis AkutParotitis akut ditandai dengan rasa sakit yang mendadak, kemerahan dan pembengkakan pada daerah parotis. Parotitis KambuhanSudah pernah terinfeksi sebelumnya kemudian kambuh. Anak-anak mudah terkena parotitis kambuhan yang timbul pada usia antara 1 bulan hingga akhir masa kanak-kanak. Kambuhan berarti sebelumnya anak telah terinfeksi virus kemudian kambuh lagi MANISFESTASI KLINIKSuhu tubuh biasanya naik sampai 38,5 39,5 Ckemudian timbul pembengkakan kelenjar parotitis yang mula-mula unilateral tetapi kemudian bilateralTerasa nyeri baik spontan maupun pada perabaannyeri kepalaAnorexiamalaise

PROGNOSISParotitis merupakan penyakit self-limited, dapat sembuh sendiri. Prognosis parotitis adalah baik, dapat sembuh spontan dan komplit serta jarang berlanjut menjadi kronis.

PENEGAKKAN DIAGNOSISAnamnesisPemeriksaan FisikSuhu meningkat mencapai 38,9-40o CelciusPembengkakan di daerah temporomandibulerNyeri tekan pada kelenjar yang membengkakPemeriksaan PenunjangPemeriksaan darah rutin Amilase serumUji serologi Complement fixation antibodies (CF)Hemagglutination inhibition antibodies (HI)Virus neutralizing antibodies (VN)

Pemeriksaan ini tidak spesifik karena gambarannya seperti infeksi virus lain. Biasanya menunjukan leukopenia dengan limfositosis relative Didapatkan pula kenaikan kadar amilase pada serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu Complement fixation antibodies (CF)CF test dapat digunakan untuk menentukan jumlah respon antibodi terhadap komponen antigen S dan V bagi diagnosis infeksi parotitis epidemika akut. Virus ini memiliki 2 komponen yang sanggup memfiksasi,yaitu : antigen S (yg dapat larut dan) berasal dari nukleokapsid, antigen Vyg berasal dari hemaglutinin permukaan Hemagglutination inhibition antibodies (HI)Uji ini memerlukan dua spesimen serum, satu serum dengan onset cepat dan serum yang satunya diambil pada hari ketiga. Jika perbedaan titer spesimen 4 kali selama infeksi akut, maka kemungkinannya parotitis Virus neutralizing antibodies (VN)Tes ini untuk menentukan imunitas terhadap parotitis epidemika. Tes ini adalah metode yang paling dapat dipercaya untuk menemukan imunitas tetapi tidak praktis dan mahal

18DIAGNOSIS BANDINGTumor kelenjar ludah ganas atau jinakSialolithiasisChronic recurrent parotitisStadium histopatologi WHOTumor jinak : -pleiomorphic adenoma -monomorphic adenoma-papillary cyst adenomaTumor ganas:-mucoepidermoid carsinoma-acinic cell carsinoma19

PENATALAKSANAANParotitis merupakan penyakit yang bersifat self-limited (sembuh/hilang sendiri) yang berlangsung kurang lebih dalam satu minggu. Tidak ada terapi spesifik bagi infeksi virus Mumps oleh karena itu pengobatan parotitis seluruhnya simptomatis dan suportif.

Penderita rawat jalanPenderita baru dapat dirawat jalan bila : tidak ada komplikasi, keadaan umum cukup baik.a. Istirahat yang cukupb. Pemberian diet lunak dan cairan yang cukupc. MedikamentosaAnalgetik-antipiretik bila perlumetampiron : anak > 6 bulan 250 500 mg/hari maksimum 2 g/hariparasetamol : 7,5 10 mg/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis

Penderita rawat inapPenderita dengan demam tinggi, keadaan umum lemah, nyeri kepala hebat, gejala saraf perlu rawat inap diruang isolasia. Diet lunak, cair dan TKTPb. Analgetik-antipiretikc. Penanganan komplikasi tergantung jenis komplikasinya.

KOMPLIKASIKomplikasi dari infeksi mumps lazimnya adalah keterlibatan sistem saraf pusat (meningitis), tetapi tidak seringsetengah dari pasien orkitis memiliki resiko terjadinya atropi testis, tetapi jarang hingga menimbulkan kemandulanOoforitis (pembengkakan ovarium) dan mastitis dapat terjadi pada wanita yang telah mengalami pubertasPencegahan Pasif antibodi yang didapatkan dari ibu melalui plasentaAktif dilakukan dengan memberikan vaksinasi dengan virus parotitis hidup yang dilemahkan (Mumpsvax-merck, sharp and dohme)antibodi yang didapatkan dari ibu melalui plasenta dapat melindungi bayi dari parotitis epidemika. Maka dari itu, jarang ditemukan gondong pada bayi kurang dari 6 bulan

dilakukan dengan memberikan vaksinasi dengan virus parotitis hidup yang dilemahkan (Mumpsvax-merck, sharp and dohme). Vaksin ini tidak menyebabkan panas atau reaksi lain serta tidak mengekskresi virus dan tidak menular terhadap kelompok yang rentan. Jarang ditemukan parotis yang dapat berkembang selama 7-10 hari sesudah vaksinasi 26DAFTAR PUSTAKABM,Erwanto, R,Okki. Gondongan (Mumps).2010 Maldonado Yvonne, Parotitis Epidemika (Gondong, Mumps), dalam Ilmu Kesehatan Anak Nelson, 1999, Edisi XV, EGC, Jakarta, hal : 1074-1076.Franklin H. Top, SR., Paul F. Wehrle, Mumps, dalam Communicable and infectious Disease, Edisi IX, The C.V.Mosby company, 1972, hal: 427-434.Komite Medis RSUP Dr. Sardjito dan FK UGM Yogyakarta, Parotitis Epidemika, dalam Standar Pelayanan Medis, Edisi II, Komite Medis RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta, 1999, hal : 62-64.Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI, Parotitis Epidemika, dalam Ilmu Kesehatan Anak, Edisi VI, infomedika, Jakarta 2000, hal: 629-632.Suprohaita, Arif Mansjoer, Wahyu Ika Wardhani, Wiwiek Setiowulan, Parotitis Epidemika, dalam Kapita Selekta Kedokteran, Edisi III, Jilid II, Media Aesculapius FK UI, Jakarta, 2000, hal: 418-419.C.George Ray, Parotitis Epidemika, dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Harrison, Edisi XIII,EGC, Jakarta, 1999, hal : 935-938.Wu FY. Mumps. In: Dambro MR, editor. Griffith's 5 minute clinical consult. Philadelphia: Lippincott; 2006. p. 730-1.Templer JW. Parotitis. In: Meyers AD, editor.: Medscape; 2011.TERIMAKASIH