of 57 /57
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam suatu proses belajar mengajar, dapat dikatakan bahwa tugas guru sangatlah kompleks. Tugas guru tidak hanya sebagai penyampai meteri pelajaran, namun guru mengajar mempunyai tugas untuk membimbing dan mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar. Oleh karena itu guru harus mampu menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik dan metode penyampaiannya. Selain itu, guru juga harus mempunyai kemampuan nutuk membimbing semangat belajar anak didik. Apapun kenyataan yang mungkin sekali dihadapi adalah adanya tingkat motivasi yang berbeda-beda setiap peserta didik dikelas, hal ini harus didasari oleh guru. Ada peserta didik yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar dan ada pula peserta didik yang memiliki motivasi belajar rendah. Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi cenderung memperhatikan penjelasa dari guru, bersemangat, dan merasa senang ketika guru memberikan tugas, serta menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada guru. Peserta didik motivasi belajarnya rendah ditunjukkan dengan selalu berbicara sendiri ketika guru menjelaskan, tidak bersemangat 1

Ptk bhs Indo Sd Kls 6 Sudarmoyo

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ptk bhs Indo Sd Kls 6 Sudarmoyo

Text of Ptk bhs Indo Sd Kls 6 Sudarmoyo

BAB I

PENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahDalam suatu proses belajar mengajar, dapat dikatakan bahwa tugas guru sangatlah kompleks. Tugas guru tidak hanya sebagai penyampai meteri pelajaran, namun guru mengajar mempunyai tugas untuk membimbing dan mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar. Oleh karena itu guru harus mampu menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik dan metode penyampaiannya. Selain itu, guru juga harus mempunyai kemampuan nutuk membimbing semangat belajar anak didik.Apapun kenyataan yang mungkin sekali dihadapi adalah adanya tingkat motivasi yang berbeda-beda setiap peserta didik dikelas, hal ini harus didasari oleh guru. Ada peserta didik yang memiliki motivasi tinggi untuk belajar dan ada pula peserta didik yang memiliki motivasi belajar rendah. Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi cenderung memperhatikan penjelasa dari guru, bersemangat, dan merasa senang ketika guru memberikan tugas, serta menanyakan hal-hal yang belum dipahami kepada guru. Peserta didik motivasi belajarnya rendah ditunjukkan dengan selalu berbicara sendiri ketika guru menjelaskan, tidak bersemangat mengikuti pelajaran, dan enggan mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru.

Motivasi memegang peranan penting kegiatan belajar peserta didik. Motivasi belajar berfungsi untuk menggerakkan seseorang dalam meningkatkan semangat belajar. Peserta didik yang mempunyai motivasi belajar tinggi akan selalu terdorong untuk belajar lebih intens keberhasilan akan mudah untuk dicapai. Sebaliknya, peserta didik yang mempunyai motivasi belajar rendah akan sulit mencapai hasil belajar yang optimal. Hal ini karena dalam diri peserta didik tidak ada daya pendorong yang menggerakkan peserta didik tersebut untuk melakukan kegiatan belajar yang optimal. Seorang guru yang peka terhadap sikap dan tingkah laku peserta didik -siswinya dikelas akan mudah dalam menemukan cara untuk memelihara dan membangkitkan motivasi belajar bagi siwa-siswinya.

Tingkat motivasi peserta didik yang rendah juga bias disebabkan adanya penggunaan belajar yang cenderung menonton. Salah satu metode mengajar digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran adalah metode ceramah. Belajar mengajar yang menggunakan metode ceramah pada umumnya lebih cenderung terpusat pada diri guru, sedangkan peserta didik hanyalah sebagai peserta dan pendengar yang pasif.

Tidak mengherankan apabila dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung ada peserta didik yang tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran dan ada juga peserta didik yang mempunyai semangat untuk belajar. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik digunakan oleh guru dapat dilakukan dengan menggunakan metode belajar yang bervariasi.Sebagaimana dinyatakan oleh Djamarah dan Zain (1996;83) bahwa metode mengajar yang tepat dan bervariasi dapat dijadikan sebagaialat untuk memotivasi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar disekolah. Penggunaan metode bervariasi ini akan dapat menghindarkan peserta didik dari rasa kebosanan, sehingga peserta didik akan tetap semangat dalam mengikuti pelajaran sampai pelajaran usai.Dengan penggunaan metode ceramah yang terus menerus akan membuat peserta didik menjadi cepat bosan dan cenderung bersifat pasif. Oleh karena itu metode ceramah perlu untuk divariasi dengan melibatkan strategis lain yang akhirnya dapat membuat peserta didik lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya dan tidak cepat merasa bosan.Salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh guru yaitu dengan memberikan tugas-tugas kepada peserta didik. Tugas yang diberikan kepada peserta didik tersebut hendaknya bervariasi akan membuat peserta didik menjadi bosan. Contohnya pada pertemuan pertama guru memberikan tugas untuk mengerjakan soal-soal, kemudian pada pertemuan berikutnya guru memberikan tugas merangkum suatu bacaan. Tugas yang diberikan tersebut dapat dikemas dengan berbagai bentuk yang dapat membuat peserta didik merasa tertantang dan lebih termotivasi untuk belajar.Motivasi belajar peserta didik dapat dilihat dari minat peserta didik dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran. Semangat peserta didik untuk melakukan tugas-tugas belajar, tanggung jawab peserta didik didalam mengerjakan tugas, reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru, dan rasa senang dalam mengerjakan tugas.

Kenyataan yang sering dijumpai adalah guru seringkali memberikan tugas yang tidak beragam. Guru sering memberikan tugas-tugas untuk mengerjakan soal-soal yang terdapat di lembar kerja peserta didik, sehingga dapat mengakibatkan semangat untuk belajar menjadi berkurang. Oleh karena itu, tugas yang bervariasi sangat diperlukan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Adapun yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah pelajaran bahasa Indonesia, dimana pokok bahasan yang menjadi fokus penelitian ini disampaikan dengan menggunakan metode ceramah dan juga dengan memberikan tudgas yang bervariasi kepada peserta didik. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena peserta didik tentunya menjadi lebih aktif dalam belajar dengan adanya tugas dari guru.Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas, penelitian ingin mengaji lebih dalam tentang permasalahan tersebut dalam sebuah penelitian tindakan kelas dengan mengangkat sebuah judul Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Tema Komunikasi Melalui Penerapan Metode Ceramah Bervariasi Dengan Menggunakan Media Teks Bergambar Bagi Peserta Didik Kelas VI SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang telah disusun oleh peneliti adalah : 1. Bagaimana proses penerapan pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode ceramah bervariasi pada peserta didik kelas VI SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak ?

2. Bagaimana hasil peningkatan motivasi belajar dalam pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode ceramah bervariasi pada peserta didik kelas VI SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak ?

3. Bagaimana perubahan perilaku dan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi di kelas VI SDN Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak ?C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan :

1. Untuk mengetahui apakah dengan penggunaan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas bervariasi dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VI SDN Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak 2. Mendeskripsikan hasil peningkatan motivasi belajar dalam pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan metode ceramah bervariasi pada peserta didik kelas VI SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

3. Mendepkripsikan perubahan perilaku dan motivasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi di kelas VI SDN Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :a. Bagi peneliti, menambah wawasan ilmu pengetahuan khususnya masalah pendidikan dan sebagai wahana untuk menerapkan hasil penelitian ini kepada anak didik khususnya pada SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

b. Bagi guru, sebagai acuan dalam mengajar dengan menerapkan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

c. Bagi peserta didik , lebih termotivasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang disampaikan oleh guru.

BAB II

KAJIAN PUSTAKAA. Metode Ceramah

Salah satu metode mengajar yang sering digunakan oleh para guru adalah metode ceramah, dimana metode ini mudah dalam penggunaannya dan tidak terlalu membutuhkan persiapan yang begitu rumit, sehingga banyak guru yang memanfaatkan metode ini.

Roestiyah (1998;68) menyatakan bahwa metode ceramah adalah cara menyajikan pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan secara lisan tentang bahan pelajaran yang bias menggunakan alat bantu mengajar.pendapat lain menyatakan bahwa metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap peserta didik (Sudirman, 1991;113).

Berdasarkan kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode ceramah adalah metode mengajar yang digunakan oleh guru untuk menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik dengan penuturan secara lisan yang bias menggunakan alat bantu pengajaran.

Tujuan penggunaan metode ceramah menurut pasaribu dan simanjuntak (1989;87) menyatakan bahwa tujuan penggunaan metode ceramah adalah sebagai berikut:

1. Membangkitkan minat anak terhadap pelajaran

2. Memberikan keterangan keterangan kepada peserta didik dalam membantu memecahkan suatu masalah jika peserta didik menghadapi kesulitan.3. Sebagai realisasi apabila guru akan memulai pelajaran baru atau untuk memberikan kesimpulan yang dilaksanakan pada akhir pelajaran.

Dalam kegiatan mengajar, seorang guru dituntut untuk bias membangkitkan minat peserta didik terhadap bahan yang akan disampaikan. Proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancer bila peserta didik mempunyai minat terhadap pelajaran. Misalnya menghubungkan antara suatu bahan yang akan disampaikan dengan bahan pelajaran yang lalu, menguraikan manfaat dari bahan yang akan disampaikan. Selain itu, penyampaian materi dikelas juga dapat dihubungkan dengan lingkungan sekitar peserta didik. Hal ini membuat peserta didik terlihat aktif didalam proses belajar mengajar sehingga peserta didik bermotivasi untuk belajar.

Ahmadi dan Prasetya (1997;55) menyatakan bahwa dengan menggunakan metode ceramah membuat peserta didik cenderung pasif dan bila di gunakan terlalu lama akan menimbulkan kebosanan pada peserta didik. Akan tetapi, metode ceramah mempunyai banyak kelebihan.

Sudirman (1991;113) menyatakan bahwa kelebihan dari metode ceramah adalah sebagai berikut:

1. Dalam waktu yang singkat guru dapat menyampaikan bahan pelajaran sebanyak banyaknya.

2. Organisasi kelas dapat diatur menjadi lebih sederhana.

3. Guru yang dapat menguasai seluruh kelas.

4. Guru yang dapat berceramah dengan baik dapat menimbulkan semangat belajar peserta didik .5. Fleksibel artinya bahwa jika waktu sedikit bahwa dapat dipersingkat dengan menerangkan yang penting-penting saja. Jika waktu banyak bahan dapat disampaikan secara mendalam dengan memberikan contoh-contoh.Disamping memiliki kelebihan, metode ceramah ini juga memiliki beberapa kekurangan. Untuk itu gur perlu memperhatikan dan mengatasi kelemahan dari metode ceramah. Hal-hal berikut ini dapat dilakukan agar metode ceramah dapat berjalan optimal, antara lain:

1. Metode ceramah hendaknya dikombinasikan dengan metode-metode lainnya, seperti: tanya jawab, atau penguasaan tertentu.

2. Guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik dapat menggunakan berbagai media atau alat peraga yang jelas dan menarik peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru.

3. Penggunaan metode ceramah hendaknya juga memperhatikan prinsip prinsip didaktif dalam ceramah, seperti: mengadakan persepsi, memotifasi peserta didik agar menjadi lebih terangsang dan bergairah dalam belajarnya (sudirman, 1991;115) Sesuai dengan pendapat Ahmadi dan Prasetya (1997;53), metode ceramah dapat digunakan apabila bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru banyak berisi tentang konsep-konsep atau teori.Penggunaan metode ceramah dimaksudkan untuk menanamkan pengertian tentang suatu konsep atau teori. Bahan pelajara yang banyak berisi tentang ide atau pendapat, hukum, atau gambaran umum suatu peristiwa dapat disampaikan dengan menggunakan metode ceramah.B. Tugas yang bervariasi

Sudirman (1991;142) menyatakan bahwa tugas akan akan dapat memperluas dan memperkaya pengetahian serta ketrampilan peserta didik . Dewasa ini tumbuh kesadaran makin kuat dikalangan dunia pendidikan bahwa proses belajar mengajar akan efektif bila peserta didik lebih aktif belajar. Untuk meningkatkan keaktifan dan ketertiban peserta didik dalam belajar, guru dapat memberikan tugas kepada peserta didik. Misalnya peserta didik diberi tugas untuk membaca sebuah buku. Setelah itu peserta didik disuruh untuk membaca buku yang lain sebagai perbandingan, dengan tugas tersebut, maka peserta didik akan mendapat banyak informasi yang mungkin tidak diperoleh dari guru sehingga pengetahuan dari peserta didik akan bertambah luas.

Adapun tujuan pemberian tugas adalah untuk mengaktifkan anak-anak mempelajari sendiri sesuatu masalah, mengisi waktu luang peserta didik untuk belajar, membiasakan anak giat belajar (Ahmadi dan Prasetyo, 1997;61). Dengan adanya tugas dari guru maka dapat dimungkinkan peserta didik akan lebih aktif untuk belajar dan peserta didik akan terangsang untuk melakukan kegiatan belajar dengan memanfaatkan waktu luangnya. Pendapat yang lain menyatakan bahwa tujuan pemberian tugas adalah untuk memotifasi belajar peserta didik (Nasution, 2000;81). Menurutnya dengan pemberian tugas akan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik karena didalam suatu tugas mengandung suatu permasalahan yang menantang peserta didik untuk berfikir hingga akan mengeluarkan segenap tenaga dan perhatiannya akan tercurah untuk menyelesaikan tugas dari guru.

Didalam penelitian ini tugas diberikan kepada peserta didik untuk dikerjakan disekolah. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kebosanan dan kejenuhan peserta didik sehingga peserta didik tetap bergairah untuk mengikuti pelajaran sampai pelajaran berakhir. Peserta didik termotivasi untuk mengerjakan tugas dari guru dalam memberikan tugas memperhatikan beberapa hal.

Pasaribu dan Simanjutak (1989;1009) menyatakan bahwa guru harus memberikan beberapa hal yang berhubungan dengan pemberian tugas, diantaranya adala sebagai berikut.

1. Guru hendaknya menjelaskan kepada peserta didik tentang tempat dan lama waktu penyelesaian tugas serta harus dijelaskan peserta didik apakah tugas tersebut dikerjakansecara individu atau dikerjakan secara kelompok.

2. Guru dapat menjelaskan kepada peserta didik tentang kesulitan-kesulitan yang akan ditemui peserta didik saat mereka mengerjakan tugas tersebut.

3. Tugas yang diberikan kepada peserta didik harus sesuai dengan materi yang telah disampaikan oleh guru sehingga dapat menarik minat dan perhatian peserta didik .

Tugas tugas yang telah disesuaikan oleh peserta didik perlu diperiksa dan dinilai oleh soerang guru. Guru akan memberikan nilai sesuai dengan hasil pekerjaan peserta didik . Nilai yang telah diperoleh dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk memperhatikan atau meningkatkan hasil tersebut. Apabila peserta didik mendapat nilai rendah akan berusaha untuk mendapatkannya, sehingga penilaian terhadap hasil pekerjaan peserta didik dapat menumbhkan semangat kerja yang lebih baik dan meningkatkan hasrat belajar.

Pasaribu dan Simanjutak (1989;111) menyatakan bahwa guru dapat memberikan tugas untuk dikerjakan secara individu dan secara kelompok. Dalam penelitian ini, tugas diberikan oleh guru kepada masing-masing peserta didik . Tugas individu adalah tugas yang dibebankan kepada masing-masing peserta didik. Penberian tugas individual melatih peserta didik untuk berfikir dalam memecahkan msalah secara mandiri. Hal tersebut dilakukan dengan memberikan suatu permasalahan agar merangsang peserta didik berfikir sehingga peserta didik berkembang sesuai dengan yang diharapkan yaitu peserta didik menemukan sendiri suatu pemahaman terhadap suatu materi.

Pada dasarnya tugas yang diberikan kepada seorang peserta didik secara individu mempunyai beberapa kelemahan. Roestiyah (1998;17) menyatakan bahwa kelemahan tugas individu adalah kurang mengembangkan bakat kepemimpinan, kurang memberi kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan rasa menghargai dan menghormati pribadi temanya. Tetapi disamping kelemahan diatas pemberia tugas individual dalam proses belajar mengajar juga banyak mempunyai kelebihan.

Roestiyah (1998;21) menyatakan bahwa kelebihan dari tugas individual sebagai berikut :

1. Memberikan kesenpatan kepada peserta didik untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

2. Tugas yang sesuai dengan minat peserta didik akan membangkitkan kegairahan belajar peserta didik .

3. Peserta didik yang memperoleh pengetahuan yang bersifat pribadi sehingga dapat kokoh dan mendalam tertinggal didalam diri peserta didik .

4. Membantu peserta didik untuk memperkuat dan menambah rasa percaya diri.

Adapun jenis tugas menurut Suharto (1996;25) adalah membuat rangkuman bacaan, mengerjakan pemecahan masalah terhadap suatu masalah Membuat kliping. Sedangkan pasaribu dan simanjuntak (1998;111) menjelaskan bahwa jenis-jenis tugas mengejakan sejumlah pertanyaan. Dengan banyaknya jenis-jenis tugas tersebut, maka guru dapat memberikan tugas yang lebih bervariasikepda peserta didik .

Djumarah dan Zain (1996;99) menyatakan bahwa pemberian tugas yang bervariasi adalah guru memberikan tugas yang berbeda -beda kepada peserta didik. Lebih lanjut menyatakn bahwa tugas yang bervariasi dapat menghindarkan peserta didik dari kebosanan tugas tersebut diberikan dengan berbagai bentuk sehingga tidak membosankan peserta didik. Dalam memberikan tugas Guru harus menyesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Perlu diketahui bahwa tugas yang terlalu sukar dan akhirnya tidak dapat dikerjakan oleh peserta didik akan membuat peserta didik frustasi sehingga motivasi peserta didik menjadi rendah. Selain itu tugas yang diberikan guru harus juga disesuaikan dengan pokok bahasan yang telah di peljari oleh peserta didik.C. Metode Ceramah yang disertai dengan pemberian Tugas Bervariasi

Djamarah (2009;193) menyatakan bahwa salah satu dasar pertimabangan pemilihan metode mengajar adalah kelemahan dan kelebihan metode. Setiap metode pasti mempunyai kelemahan dan kelebihan. Kelemahan yang ada pada satu metode dapat diatasi dengan metode yang lain. Demikian juga dengan metode ceramah yang mana jika digunakan secara terus-menerus akan membuat peserta didik bosan dan cenderung pasif.

Terkait dengan hal tersebut, maka guru oerku memberikan tugas tugas kepada peserta didik agar peserta didik lebih aktif belajar. Oleh karena itu, guru dapat memberikan tugas yang lebih bervariasi kepada peserta didik. Metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi membuat peserta didik lebih aktif belajar dan mengajar menjadi menyenangkan bagi peserta didik . Salah satu tujuan penggunaan metode ceramah yang di sertai dengan pemberian tugas yang bervariasi adalah untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik . Hal ini sesuai Djamarah dan Zain (1996;178) yang menyatakan bahwa:

Ada kalanya anak didik merasa bosan dengan menggunakan metode ceramah yang disebabkan mereka harus setia dan tenang mendengarkan penjelasan dari guru. Kegiatan pengajaran seperti itu perlu guru alih dengan suasana lain, barang kali menggunakan metode tanya jawab, diskusi, penguasaan baik individual maupun kelompok

Penggunaan metode ceramah yang disetai dengan pemberian tugas yang bervariasi dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar peserta didik sehingga peserta didik dapat lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengikuti pelajaran sampai jam pealjaran terakhir.D. Motivasi Belajar

Pada dasarnya motivasi merupakn daya pendorong yang mengarahkan individu tersebut melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi mencapai suatu tujuan itulah yang disebut dengan motivasi. Aktifitas-aktifitas tersebut biasanya ditimbulkan oleh rangsangan baik rangsanga yang berasal dari dalam maupun yang berasal dari luar individu. Contohnya apabila seorang peserta didik yang belajar dengan giat, disebabkan karena ingin mendapat pengetahian, mendapat nilai yang bagus, mendapat hadiah, dan lain lain.

Handoko (2003; 9) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu tenaga atau faktor yang terdapat didalam diri manusia yang menimbulkan, mengarahkan, mengorganisasikan tingkahlakunya. Sedangkan Dimyati dan Mudjiyono (1992; 42) menyatakan bahwa motivasi adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktifitas seseorang. Tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktifitas seseorang dapat berasal dari dalam diri dan orang lain.

Lebih lanjut, Dimyati dan Mudjiyono (1999; 90) menyatakan bahwa motivasi belajar peserta didik dapat bersumber pada dari peserta didik dan luar diri peserta didik. Motivasi yang berasal dari dalam diri peserta didik disebut juga motivasi intrinsic, yaitu motivasi yang sebenarnya timbul dari dalam diri peserta didik. Berdasarkan kedua pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu dorongan baik dari dalam maupun luar diri peserta didik yang mendorong peserta didik melakukan kegiatan belajar.

Motivasi belajar peserta didik dapat dilihat melalui sikap yang menunjukkan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Menurut Sudjana (1990; 61) motivasi belajar peserta didik dapat dilihat dalam hal berikut :

Minat dan perhatian peserta didik pada pelajaran Semangat peserta didik untuk melakukan tugas-tugas belajarnya.

Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya.

Reksi yang ditunjukkan peserta didik terhadap stimulus yang diberikan sorang guru

Rasa senang dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Kelima aspek dari motivasi belajar yang digunakan dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

D.1. Minat dan perhaian peserta didik terhadap pelajaran

Tujuan belajar akan tercapai ketika peserta didik mempunyai minat dan perhatian terhadap pelajaran. Minat dan perhatian mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Minat dan perhatian merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Peserta didik yang berminat dalam suatu pelajaran, cenderung memberikan perhatian yang lebih besar pada pelajaran tersebut.

Sebagaimana dinyatakan oleh Dimyati dan Mudjiono (1999; 43) bahwa peserta didik yang memiliki minat terhadap suatu bidang study tertentu cenderung tertarik perhatiannya untuk mempelajari bidang study tersebut. Hal ini berarti perhatian peserta didik tersebut mempunyai minat terhadap pelajaran.

Dalam penelitian ini, minat dan perhatian peserta didik ditunjukkan dengan peserta didik mendengarkan, memperhatikan dan mencatat bagian-bagian penting yang dijelaskan oleh peserta didik yang memiliki minat dan perhatian terhadap pelajaran yang ditunjukkan dengan berbagai aktivitas yang positif.D.2. Semangat belajar peserta didik

Agar tujuan belajar peserta didik dapat tercapai maka setiap peserta didik diharapkan mempunyai semangat belajar yang tinggi baik dirumah maupun disekolah. Peserta didik yang mempunyai semangat belajar yang tinggi ditunjukkan dengan berbagai aktifitas. Dimyati dan Mudjiono (1999: 51), Sudjana (1990: 61) mengatakan bahwa peserta didik yang mempunyai semangat belajar yang tinggi bertanya kepada guru dan peserta didik yang lain apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. Ketika guru menyampaikan materi pelajaran, peserta didik kadang tidak memahami materi yang disampaikan oleh guru. Demikian juga ketika peserta didik mendapatkan peserta didik dari guru. Mereka kadang kurang paham terhadap tugas yang mereka terima.

Perlu diketahui bahwa peserta didik yang mempunyai semangat belajar akan bertanya langsung kepada guru dan peserta didik lain yang lebih pandai apabila peserta didik menemui masalah atau kesulitan memahami materi yang disampaikan oleh guru atau kesulitan memahami tugas yang diberikan oleh guru. Dalam penelitian ini, semangat belajar peserta didik ditunjukkan dengan peserta didik aktif bertanya kepada guru apabila tidak memahami materi yang disampaikan oleh guru. Selain itu, semangat peserta didik ditunjukkan dengan aktif bertanya kepada guru apabila tidak memahami tugas yang diberikan kepada mereka.

D.3. Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya

Dimyati dan Mudjiono (1999: 53) menyatakan bahwa salah satu bentuk tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas tugas dari guru dapat berupa melaksanakan tugas secara mandiri. Lebih lanjut Haryanto (1997: 259) menyatakan bahwa tanggung jawab peserta didik terhadap tugas yang diberikan oleh guru ditunjukkan dengan apabila mendapat tugas dari guru maka peserta didik tidak mencontek pekerjaan temannya.

Dari dua pendapat diatas peserta didik dinyatakan tanggung jawab terhadap tugas-tugas belajarnya apabila peserta didik tersebut mengerjakan sendiri tugas-tugas yang diberikan oleh guru dan tidak mencontek pekerjaan temannya. Motivasi belajar dapat dilihat dari tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Tanggung jawab peserta didik dapat dilihat dengan ketepatan peserta didik untuk mengumpulkan tugas tepat pada waktunya. Tugas merupakan kewajiban peserta didik yang harus diselesaikan peserta didik dan merupakan tanggung jawab peserta didik untuk menyelesaikan tugas tersebut tepat pada waktunya. Misalnya, apabila guru memberikan waktu 40 menit untuk mengerjakan tugas maka peserta didik harus menepatinya.

Peserta didik yang memiliki tanggung jawab tinggi akan mengumpulkan tugas sesuai waktu yang telah ditetapkan oleh guru. Sesuai dengan pendapat Usman (1997: 39) bahwa peserta didik yang memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru akan menyelesaikan tugas-tugas tersebut tepat pada waktunya. Akan tetapi, ada juga peserta didik yang tidak tepat mengumpulkan tugas tepat pada waktunya.

Dalam penelitian ini, tanggung jawab peserta didik dapat dilihat dari ketepatan peserta didik dalam mengumpulkan tugas dari guru. Selain itu, tanggung jawab peserta didik dapat ditunjukkan dengan peserta didik tidak mencontek pekerjaan temannya.D.4. Senang terhadap tugas yang diberikan guru

Tugas yang sesuai dengan kemampuan peserta didik dapat menjadi dorongan bagi peserta didik untuk mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya. Tugas yang diberikan guru kadang-kadang merupakan tugas yang tidak menyenangkan bagi peserta didik . Hal ini memungkinkan disebabkan karena tugas tersebut terlalu sulit untuk dikerjakan sehingga peserta didik tidak termotivasi untuk mengerjakan tugas dari guru. Oleh karena itu, guru dalam memberikan tugas harus mengetahui dan memperhatikan kemampuan peserta didik .

Slameto (1995: 57) menyakatan bahwa rasa senang peserta didik dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam mengerjakan tugas dari guru. Lebih lanjut Dimyati dan Mudjiono (1999: 28) menyatakan bahwa partisipasi mencangkup kerelaan, kesediaan, memperhatikan dan berpartisipasi dalam suatu kegiata. Berdasarkan kedua penadapat diatas dapat disimpulkan bahwa peserta didik dikatakan merasa senang terhadap tugas yang diberikan oleh guru, bila peserta didik tersebut dengan kerelaan dan esadaran bersedia mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Motivasi belajar juga dapat dilihat dari rasa senang peserta didik terhadap tugas yang diberikan oleh guru. Misalnya, ketika guru memberikan tugas, peserta didik langsung mengerjakan tugas tersebut dengan perasaan senang tanpa menggerutu. Sudjana (1990; 31) menyatakan behwa salah satusikap peserta didik terhadap tugas yang diberikan oleh guru yaitu senang terhadap tugas tersebut. Rasa senang ditunjukkan dengan peserta didik tidak akan berkeluh kesah ketika guru memberikan tugas. Pemberian tugas yang bervariasi akan membentuk sikap yang positif.

Terhadapa kecenderungan bahwa mereka tidak akan memberikan komenter-komentar yang negatif karena tugas dikerjakan dengan rasa senang. Dalam penelitian ini, rasa senang peserta didik terhadap tugas yang diberikan oleh guru ditunjukkan dengan peserta didik tidak mengeluh ketika guru memberikan tugas tersebut.D.5. Reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan guru

Kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan peserta didik dan peserta didik dengan peserta didik. Proses interaksi guru dengan peserta didik dapat terjadi karena guru memberikan stimulus kepada peserta didik dan peserta didik menanggapi stimulus yang diberikan oleh guru.

Sudjana (1990: 61) menyatakan bahwa interaksi antara guru dengan peserta didik dapat dilihat dengan tanggung jawab yang dilakukan oleh guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dalam proses belajar memberikan stimulus berupa pertanyaanpertanyaan kepada peserta didik . Dengan stimulus yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada peserta didik maka diharapkan peserta didik memberikan reaksi berupa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Stimulus yang berupa pertnyaan dari guru dapat ditinjau dengan peserta didik langsung menjawab pertanyaan tersebut secara langsung dengan tepat. Ini artinya bahwa peserta didik memberikan reaksi cepat terhadap stimulus yang diberikan oleh guru sehingga dengan adanya reaksi yang tepat dari peserta didik akan menyebabkan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar.

Dalam penelitian ini stimulus guru dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan kepada peserta didik dalam reaksi peserta didik dapat ditunjukkan dengan langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru.

BAB IIIMETODE PENELITIAN

A. Tempat Penelitian

Tampat penelitian ini ditetapkan dalam SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Penelitian tempat tersebut berdasarkan pada alasan bahwa penelitian adalah guru SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak, sehingga akan merupakan kemudahan dan menghemat biaya.

Penelitian tempat ini menggunakan Metode purposive yaitu penelitian tepat penelitian dilakukan dengan sengaja dan ditentukan sendiri oleh peneliti. Penentuan objek penelitian menggunakan metode purposive sampling, yaitu penerapan sampel yang berorientasi kepada pemilihan sampel untuk mencapai tujuan tertentu (hadi, 2002: 82)

Adapun subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI (Enam). Pemilihan kelas VI (Enam) sebagai subjek karena peserta didik kelas VI (Enam) mempunyai motivasi belajar paling rendah dari pada kelas yang lain pada proses pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mana yang telah peneliti paparkan pada latar belakang penelitian.

B. Desain Penelitian dan Rencana Tindakan

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar kelas VI (Enam) dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada pokok bahasan Komunikasi.Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu merencanakan, melakukan tindakan, mengamati dan mereflesi. Setiap tahap yang dilakukan dalam PTK akan terus berulang sampai motivasi belajar peserta didik meningkat. Pembatasan pelaksanaan penelitian yang terdiri atas dua siklus karena keterbatasan peneliti diantaranya : biaya, waktu, dan tenaga, Keempat fase tersebut adalah sebagai berikut:

B.1. PerencanaanPada tahap pernecanaan kegiatan adalah sebagai berikut :1. Mempersiapkan rencana pembelajaran pokok bahasan Komunikasi

2. Membuat alat bantu mengajar untuk menjelaskan

3. Mempersiapkan tugas yang akan diberikan kepada peserta didik yang terdiri dari penyusun kerangka karangan dan mengembangkan kerangka karangan.

4. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan untuk kegiatan wawancara dalam lembar wawancara.

5. Membuat lembar observasi yang digunakan peneliti untuk menilai motivasi belajar peserta didik pada saat peneliti mengaplikasikan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi.B.2. Tindakan

Tahapan yang digunakan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan adalah melakukan tindakan berdasarkan pada perencanaan yang telah dibuat. Penelitian yang akan dilakukan terdri atas dua siklus.1. Siklus I

Pada siklus I dilakukan pada pokok bahasan Komunikasi pada siklus I, kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :a. Menjelaskan tujuan yang akan dicapai oleh peserta didik setelah pembelajaran berakhir, mengemukakan garis besar materi yang akan dibahas, mengadakan apersepsi dengan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang diajarkan.

b. Menyampaikan materi yang disampaikan kepada peserta didik selama 30 menit dengan menggunakan metode ceramah.

c. Peneliti memberikan tugas menyusun kerangka karangan pada buku tulis. Tugas tersebut dikerjakan dikelas selama 40 menit.

Setelah peserta didik mengerjakan tugas, peneliti menilai hasil dari pekerjaan peserta didik. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, peneliti dibantu seorang guru kelas VI (Enam) mengobservasi belajar peserta didik .2. Siklus II

Pada siklus II dilaksanakan pada pokok bahasan yang sama, yaitu Komunikasi dengan menggunakan alokasi waktu 2 X 35 menit. Pada siklus II, kegiatan yang akan dilakukan sebagai berikut :

a. Menjelaskan tujuan yang akan dicapai peserta didik setelah pembelajaran berakhir, mengadakan apersepsi dengan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang akan dibahas dengan materi yang telah diajarkan, menyampaikan pokok-pokok materi kepada peserta didik .

b. Peneliti memberikan tugas mengembangkan kerangka karangan. Tugas tersebut harus selesai selama 45 menit.

Setelah peserta didik menyelesaikan tugas tersebut, peneliti menilai langsung hasil pekerjaaan peserta didik. Pada saat kegiatan belajar berlangsung peneliti dibantu oleh seorang guru bahasa Indonesia kela VI (Enam) mengobservasi motivasi belajar peserta didik .

B.3. Observasi

Pada saat observasi, peneliti dibantu satu orang guru untuk mengamati perubahan peserta didik saat meneliti pengimplementasikan tindakan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari subjektifitas dari peneliti sehingga data yang dihasilkan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Apapun hal-hal yang berobservasi adalah :

a. Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran bahasa Indonesia

b. Semangat peserta didik untuk melakukan tugas-tugas belajarnya

c. Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya

d. Reaksi cepat yang ditunjukkan peserta didik terhadap stimulus yang diberikan guru

e. Rasa senang dalam mengerjakan tugas yang diberikanB.4. Refleksi

Tahap refleksi dilakukan untuk mengkaji kembali hasil tindakan dan hasil observasi yang kemudian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan yang akan dilakukan kemudian. Dengan melakukan refleksi peneliti mengetahui kekurang-kekurangan yang perlu diadakan tindakan perbaikan.

C. Metode Pengumpulan Data

C.1. Metode Observasi

Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara pengamatan secara langsung terhadap gejala yang tampak pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Observasi dalam penelitian ini dilakukan secara langsung untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik kelas VI (Enam).

Kegiatan yang dilakukan selama observasi adalah mengamati dalam menilai sikap peserta didik yang berkaitan dengan motivasi belajar. Sikap peserta didik sebagai aspek yang diamati tersebut lain : minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran semangat peserta didik untuk melakukan tugas belajar reaksi cepat yang ditunjukkan peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru serta rasa senang dalam mengerjakan tugas yang diberikan.C.2. Metode Wawancara

Metode ini merupakan cara pengumpulan data yang dilakukan dengan cara tanya jawab secara langsung antara peneliti dengan guru. Teknik wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara tanya jawab secara langsung kepada guru dengan memakai daftar pertanyaan yang telah disusun sebagai alat wawancara.

Wawancara akan dilakukan kepada guru kelas VI (Enam) SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen yang meliputi tingkat motivasi belajar peserta didik sesudah diterapkan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi. Setelah itu, wawancara juga dilakukan dengan peserta didik untuk mengetahui motivasi belajar setelah diterapkan metode ceramah yang disertai pemberian tugas yang bervariasi. Selanjutnya data yang diperoleh dari wawancara digunakan sebagai croo-check dengan data dari observasi.C.3 Metode Test

Jenis test yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik setelah tindakan.C.4 Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi dimaksudkan untuk memperoleh data yang berasal dari bukti tertulis yang ada pada tempat penelitian. Data tersebut diperoleh dari data kelas yang antara lain : denah SD Negeri Jragung 2 Kecamatan Karangawen, Jumlah Peserta didik kelas VI (Enam), dan data yang lain yang menunjang penelitian. Data yang diperoleh tidak akan dianalisis melainkan hanya dideskripsikan untuk melengkapi data yang ada.D. Analisis Data

Adalah data dalam penelitian ini mengunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian menentukan aspek-aspek yang diamati pada masing-masing indikator motivasi belajar seperti pada tabel berikut :Tabel I

Aspek Yang Diamati Pada Masing-Masing Indikator

NoIndikatorAspek yang diamati

1Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaranMendengarkan penjelasan dari guru

Memperhatikan dengan sunguh-sungguh

Tidak sering meninggalkan kelas

Mencatat bagian-bagian penting yang dijelaskan oleh guru

2Semangat belajar peserta didik Bertanya kepada guru jika ada materi yang tidak dimengerti

Bertanya kepada guru jika tidak memahami tugas yang diberikan oleh guru

Tidak mudah putus asa dalam mengerjakan tugas dari guru

Antusias mengikuti pelajaran

3Tanggug jawab peserta didik terhadap tugas-tugas belajarnyaLangsung mengerjakan tugas dari guruTidak mencotek pekerjaan teman

Tekun mengerjakan tugas

Tepat waktu dalam mengumpulkan tugas

4Rasa senang peserta didik terhadap tugas yang diberikan oleh guruTidak keluh kesah saat guru memberikan tugas

Berpoertisipasi mengerjakan tugas dari guru

Mengerjakan tugas sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh guru

Tidak bergantung padaorang lain atau mandiri

5Reaksi peserta didik tehadap stimulus yang diberikan oleh guruMemperhatikan pertanyaan dari guru

Langsung menjawab pertanyaan dari guru

Memberikan reaksi yang tepat tehadap stimulus dari guru

Keseriusan peserta didik dalam menjawab pertanyaan dari guru

Setelah penelitimenentukan skor peserta didik untuk masing-masing indikator dengan cara sebagai berikut : Jika peserta didik memenuhi keempat aspek yang diamati maka peserta didik tersebut memperoleh skor 5 Jika peserta didik memenuhi 3 dari 4 aspek yang diamati maka peserta didik tersebut memperoleh skor 4

Jika peserta didik memenuhi 2 dari 4 aspek yang diamati maka peserta didik tersebut memperoleh skor 3

Jika peserta didik memenuhi 1 dari 4 aspek yang diamati maka peserta didik tersebut memperoleh skor 2

Jika peserta didik tidak memenuhi keempat aspek yang diamati maka peserta didik tersebut memperoleh skor 1

Adapun kriteria dari skor diatas adalah ;

Skor 5 : Sangat Tinggi

Skor 4 : Tinggi

Skor 3 : Cukup

Skor 2 : Rendah

Skor 1 : Sangat Rendah

Setelah itu peneliti melakukan tabulasi kemudian menghitung skor rata-rata pada masing-masing indikator dan skor rata-rata motivasi belajar kemudian dideskripsikan.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Peneliti melakukan observasi awal pada saat guru bahasa Indonesia kelas VI mengajar pada pokok bahasan komunikasi dengan menggunakan metode ceramah yang kemudian guru memberikan tugas mengerjakan soal-soal pada LKS. Adapun hasil observasi tersebut adalah sebagai berikut.A. Motivasi Belajar Peserta didik Sebelum TindakanTabel 2 : Motivasi Belajar Peserta didik Sebelum Tindakan

NoIndikatorJumlah peserta didik yang mendapat skorSkor rata-rata

12345

1Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajran4667-2,7

2Semangat bealajr peserta didik 4577-2,7

3Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas3668-2,8

4Rasa senang di dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru5558-2,7

5Reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru4676-2,6

Skor rata-rata motivasi belajar2,7

Sumber : Data primer yang diolah

Pada tabel 2 di atas dari kelima indikator motivasi belajar peserta didik, terlihat bahwa minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran bahasa Indonesia rendah dengan skor rata-rata 2,7 dimana dari 23 peserta didik, sebanyak 4 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang sangat rendah, 6 orang mempunyai minat dan perhatian yang rendah, 6 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang cukup, 7 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang tinggi serta tidak seorangpun peserta didik yang mempunyai minat dan perhatian yang sangat tinggi terhadap pelajaran bahasa Indonesia rendah dengan skor rata-rata 2,7.

Pada tabel telihat bahwa semangat belajar peserta didik dalam proses belajar mengajar diketahui sebanyak 4 peserta didik memiliki semangat belajar sangat redah, 5 orang peserta didik memiliki semangat belajar yang rendah, 7 orang peserta didik memiliki semangat belajar cukup, dan hanya 7 peserta didik yang memiliki semangat belajar tinggi dan tidak seorang peserta didik pun yang memiliki semangat belajar sangat tinggi. Semangat belajar peserta didik dalam proses belajar ini tergolong rendah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan skor rata-rata semangat belajar peserta didik sebesar 2,7.

Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa sebanyak 3 peserta didik memiliki tanggung jawab yang sangat rendah, 6 peserta didik memiliki tanggung jawab rendah, 6 orang peserta didik memiliki tanggung jawab cukup, 8 peserta didik memiliki tanggung jawab yang tinggi dan tidak seorangpun yang memiliki tanggung jawab sangat tinggi dalam mengerjakan tugas dari guru. Skor rata-rata pada indikator tanggung jawab dalam mengerjakan tugas sebesar 2,8. Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas tergolong rendah.

Pada tabel 2 terlihat 5 peserta didik sangat senang dengan tugas yang diberikan gurunya, 5 peserta didik merasa tidak senang dengan tugas yang diberikan guru, 5 peserta didik merasa cukup senang mengerjakan tugas yang diberikan guru, 8 orang peserta didik merasa senang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan tidak satu pun peserta didik yang merasa senang apabila menerima tugas dari guru tersebut. Rasa senang dalam mengejakan tugas yang diberikan oleh guru juga tergolong rendah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan skor rata-rata yang diperoleh pada indikator rasa senang peserta didik dalam mengerjakan tugas dari guru sebesar 2,7.

Dilihat daei reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan guru sebanyak 4 peserta didik mempunyai reaksi yang sangat rendah terhadap stimulus dari guru, 6 orang mempunyai reaksi yang sangat rendah terhadap stimulus dari guru, 7 peserta didik mempunyai reaksi yang cukup terhadap stimulus dari guru, 6 peserta didik mempunyai reaksi yang tinggi terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Rendahnya reaksi dari peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru dapat ditunjukkan dengan skor rata-rata sebesar 2,6.B. Siklus IPeneliti dalam menyampaikan materi pelajaran pada siklus I menggunakan metode ceramah kemudian peneliti memberikan tugas berupa menyusun kerangka karangan pada pokok bahasan komunikasi pada sebuah buku tulis. Tugas tersebut dikerjakan disekolah selama 40 menit. Saat belajar mengajar berlangsung, peneliti dibantu oleh kepala sekolah melakukan observasi untuk mengetahui motivasi peserta didik. Adapun hasil observasi tersebut adalah sebagai berikut:Tabel 3Motivasi Peserta didik Setelah Diterapkan Metode Ceramah Yang Dilakukan Dengan Pemberian Tugas Menyusun Kerangka KaranganNoIndikatorJumlah peserta didik yang mendapat skorSkor rata-rata

12345

1Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajran-36773,8

2Semangat bealajr peserta didik -46673,9

3Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas-35783,9

4Rasa senang di dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru-36683,8

5Reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru-56663,6

Skor rata-rata motivasi belajar3,8

Sumber : Data primer yang diperoleh

Pada tabel diatas, motivasi belajar peserta didik meningkat dengan scor rata-rata 3,8. Nampak minat peserta didik dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran bahasa indonesia tergolong tinggi.

Terdapat 7 peserta didik mempunyai minat yang sangat tinggi terhadap pelajaran, 7 orang peserta didik mempunyai minat dan perhatian tinggi terhadap pelajaran, 6 orang peserta didik mempunyai minat dan perhatian yang cukup terhadap pelajaran, 3 orang memmpunyai minat rendah terhadap pelajaran dan tidak satupun peserta didik memliki minat dan perhatian yang sangat rendah terhadap pelajaran bahasa Indonesia. Minat dan Perhatian peserta didik yang cukup dengan skor rata-rata minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran sebesar 3,8.

Dari tabel 3 diatas dapat dilihat 7 orang peserta didik memiliki semangat belajar yang sangat tinggi, 6 orang peserta didik memiliki semngat yang tinggi terhadap pelajaran, 6 orang peserta didik memiliki semangat belajar yang cukup, 4orang peserta didik memiliki semangat belajar yang rendah, dan tidak seorangpun peserta didik yang memiliki semangat belajar yang rendah. Semangat belajar peserta didik tergolong sedang dengan skor rata-rata 3,9.

Terdapat 8 orang peserta didik yang memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi, 7 orang peserta didik memiliki tanggung jawab yang tinggi, 5 orang peserta didik memiliki tanggung jawab yang cukup, 3 orang peserta didik memiliki tanggung jawab yang reendah dalam mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru dan tidak seorangpun peserta didik yang mempunyai tanggung jawab yang sangat rendah terhadap tugas yang diberikan oleh guru.tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tinggi, hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas dari guru sebesar 3,9.

Terdapat sebanyak 8 orang peserta didik sangat senang mengerjakan tugas, 6 orang peserta didik senang mengerjakan tugas, 6 orang peserta didik cukup senang mengerjakan tugas, 3 orang peserta didik kurang senang mengerjakan tugas. Skor rata-rata pada indicator rasa senang peserta didik dalam mengerjakan tugas menyusun kerangka karangan sebesar 3,8. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kelas VI mempunyai rasa senang yang sangat tinggi dalam mengerjakan tugas tersebut.

Terdapat sebanyak 9 orang mempunyai reaksi yang sangat tinggi saat peneliti memberikan stimulus berupa pertanyaan, 6 orang peserta didik mempunyai reaksi yang tinggi terhadap stimulus yang di berikan oleh guru, 6 orang peserta didik mempunyai reaksi cukup terhadap stimulus yang diberikan oleh guru, 5 orang peserta didik mempunyai reaksi yang rendah terhadap stimulus yang diberikan oleh guru dan tidak satu peserta didik yang mempunyai reaksi yang sangat rendah ketika guru memberikan stimulus. Hal ini ditunjukkan dengan scor rata-rata reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru sebesar 3,6.2. Siklus II

Hasil observasi terhadap siklus I menunjukkan masih ada peserta didik yang memiliki motivasi yang sangat rendah pada semua aspek motivasi belajar. Oleh karena itu penelitian ini dilanjutkan pada siklus II.

Penyampaian materi pada siklus II, peneliti menggunakan metode ceramah kemudian peneliti memberikan tugas mengembangkan kerangka karangan pada sebuah buku tulis. Tugas tersebut harus diselesaikan dalam waktu 45 menit.

Pada saat proses belajar mengajar berlangsung, peneliti dibantu kepala sekolah untuk melakukan observasi terhadap motivasi belajar peserta didik. Adapun observasi tersebut adalah sebagai berikut:Tabel 4

Motivasi Peserta didik Setelah Diterapkan Metode Ceramah yang disertai dengan Pemberian Tugas Mengembangkan Kerangka KaranganNoIndikatorJumlah peserta didik yang mendapat skorSkor rata-rata

12345

1Minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajran--7884,0

2Semangat bealajr peserta didik --7794,1

3Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas--5994,2

4Rasa senang di dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru--6894,3

5Reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan oleh guru--6984,1

Skor rata-rata motivasi belajar4,1

Sumber : Data primer yang diperoleh

Dari tabel diatas, motivasi belajar peserta didik meningkat meskipun tidak bisa optimal dengan skor rata-rata 4,1. Sebanyak 8 peserta didik mempunyai minat dan perhatian yang sangat tinggi, 8 orang peserta didik memiliki menat dan perhatian yang tinggi terhadap pelajaran, 7 orang peserta didik memiliki minat dan perhatian yang cukup terhadap pelajaran dan tidak ada satu orang peserta didik yang memiliki minat dan perhatian yang rendah maupun sangat rendah terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia. Minat dan perhatian peserta didik tergolong tinggi terhadap pelajaran dengan scor rata-rata 4,0.

Terhadap 9 orang peserta didik memiliki semangat belajar yang sangat tinggi terhadap pelajaran, 7 orang memiliki semangat yang tinggi, 7 orang memiliki semangat belajar yang cukup dan tidak satupun peserta didik yang mempunyai semangat belajar rendah maupun sangat rendahterhadap pelajaran bahasa Indonesia. Semangat belajar peserta didik tergolong tinggi dengan scor rata-rata 4,1.

Setelah siklus II ini, sebanyak 9 peserta didik mempunyai tanggung jawab yang sangat tinggi dalam mengerjakan tugas dari guru. 9 orang peserta didik mempunyai tanggung jawab yang cukup dan tidak satupun peserta didik yang memiliki tanggung jawab rendah maupun sangat rendah dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Tanggung jawab peserta didik tergolong tinggi dalam mengerjakan tugas mengembangkan kerangka karangan. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas sebesar 4,2.

Terdapat banyak 9 orang peserta didik sangat senang mengerjakan tugas, 8 orang peserta didik senang mengerjakan tugas, 6 orang peserta didik cukup senang mengerjakan tugas dan tidak satupun dari semua peserta didik tedak senang mengerjakan tugas maupun peserta didik yang sangat tidak senang mengerjakan tugas. Skor rata-rata pada indikator rasa senang peserta didik dalam mengerjakan tugas sebesar 4,1. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik kelas VI mempunyai rasa senang yang tinggi dalam mengerjakan tugas tersebut.

Terdapat banyak 8 orang peserta didik mempunyai reaksi yang sangat tinggi saat peneliti memberikan stimulus berupa pertanyaan, 9 orang peserta didik mempunyai reaksi yang tinggi terhadap stimulus yang diberikan guru, 6 orang memiliki reaksi yang cukup terhadap stimulus yang diberikan oleh guru, dan tidak satupun peserta didik mempunyai reaksi yang rendah dan sangat rendah terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Hal ini ditunjukan bahwa reaksi peserta didik terhadap stimulus yang diberikan terhadap guru adalah tinggi dengan skor rata-rata 4,1

Hasil observasi menunjukkan adanya perubahan motivasi belajar peserta didik sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Dari hasil observasi sebelum dan sesudah tindakan dapat dibuat rekap sebagai berikut:Tabel 5Rekapitulasi Hasil Observasi Sebelum dan Sesudah TindakanNoKeteranganKategori Keberhasilan

Sanagt RendahRendahSedangTinggiSangat Tinggi

1Sebelum tindakan-2,7---

2Setelah tindakan I--3,8--

3Setelah tindakan II---4,1-

Sebelum : Data observasi yang diolah

Berdasarkan tabel 5 diatas dapat dilihat bahwa ada perubahan tingkat motivasi belajar peserta didik kelas VI sebelum dan sesudah tindakan. Sebelum tindakan, motivasi belajar peserta didik kelas VI tergoleng rendah dengan skor rata-rata motivasi belajar peserta didik 2,7 setelah tindakan I motivasi belajar peserta didik kelas VI meningkat dari rendah menjadi tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata motivasi belajar peserta didik kelas VI pada tindakan I sebesar 3,8 setelah tindakan II dapat dilihat ada peningkatan motivasi belajar peserta didik dari pada tindakan I yang mana skor rata-rata motivasi belajar peserta didik kelas VI setelah tindakan II menjadi 4,1.

Tinggi rendahnya motivasi belajar peserta didik kelas VI dapat dilihat dari ketentasan belajar baik secara individual maupun secara klasikal. Hal ini nampak pada tabel berikut :Tabel 6Hasil Belajar Peserta didik Sebelum Dan sesudah Tindakan I dan IINoKetKategori Keberhasialan

SR%R%S%T%ST%

1

2

3Sebelum

Tindakan

Setelah

Tindakan

Setelah

Tindakan4-

-17,4-

-63

-26,113,1

-66

726,126,1

30,477

830,430,4

34,8-7

8-30,4

34,8

Berdasarkan tabel diatas, nampak bahwa sebelum tindakan 4 peserta didik (17,4%) meperoleh hasil belajar yang rendah, dan 6 peserta didik (26,1%) memperoleh hasil belajar yang sedang 7 peserta didik (30,4%) memperoleh hasil belajar yang tinggi. Setelah diadakan tindakan I terlihat 3 orang peserta didik (13,1%) memperoleh hasil belajar yang rendah dan 6 peserta didik (26,1%) memperoleh hasil belajar yang sedang, 7 peserta didik (30,4 %) memperoleh hasil belajar yang tinggi dan 7 peserta didik (30,4 %) memperoleh hasil belajar yang tinggi. Lebih-lebuh setelah dilakukan tindakan ke II nampak 7 peserta didik (30,4%) memperoleh hasil belajar yang sedang, 8 peserta didik (34,8%) memperoleh hasil belajar yang tinggi (34,8%) memperoleh hasil belajar yang sangat tinggi.A. Motivasi Belajar Peserta didik

Skor rata-rata motivasi belajar peserta didik kelas VI sebelum adanya tindakan adalah 2,7 ini menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik kelas VI berada pada tingkat rendah hal ini disebabkan karena guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik kurang menarik. Guru menggunakan ceramah tanpa mengunakan alat bentu pelajara. Selain itu, guru dalam memberikan tugas kepada peserta didik cenderung monoton, yaitu dengan memberikan tugas dengan memberikan soal-soal pada LKS, sehingga membuat peserta didik bosan.

Dari hasil observasi pada situs I, sebanyak 14 peserta didik memiliki minat dan perhatian yang tinggi terhadap pelajaran. Hal ini karena dalam menyampaikan materi pelajaran menggunakan alat bantu mengajar yang berupa alat peraga. Penggunaan alat bantu mengajar tersebut dapat menarik minat dan perhatian peserta didik terhadap pelajaran.

Tugas yang diberikan untuk membuat kerangka karangan menyebabkan peserta didik lebih termotivasi untuk belajar. Hal ini karena tugas tersebut menyenangkan bagi peserta didik. Dengan guru memberikan tugas tersebut, maka peserta didik merasa tertantang untuk mengerjakannya. Peserta didik akan mengeluarkan segenap tenaga dan perhatiannya akan tercurah pada tugas tersebut. Nampak peserta didik sangat antusias dalam mengerjakan tugas tersebut. Jika menemui kesulitan dalam mengerjakan tugas tersebut, mereka bertanya langsung kepada guru. Semangat belajar yang tinggi akan membuat peserta didik mudah dalam mencapai tujuan belajar.

Tanggung jawab peserta didik dalam mengerjakan tugas tersebut juga tinggi. Peserta didik tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tekun dalam mengerjakan tugas, dan langsung mengerjakan tugas tersebut tanpa menunda waktu. Selain itu, hasil belajar peserta didik berbeda antara yang satu dengan yang lain. Pemberian tugas dapat membina tanggung jawab peserta didik . Hal ini dapat membuat peserta didik belajar tanpa menggantung diri pada orang lain. Jika peserta didik mempunyai tanggung jawab yang tinggi, maka peserta didik tersebut dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Respon yang diberikan peserta didik cepat terhadap stimulus yang diberikan oleh guru. Saat guru memberikan pertanyaan, maka peserta didik langsung mengacungkan tangan dan mereka berusaha untuk menjawab pertanyaan dari guru. Dengan demikian terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik. Stimulus yang berupa pertnyaan-pertanyaan membuat peserta didik aktif berfikir dan dapat mengembangkan kebiasaan peserta didik untuk mengeluarkan pendapatnya.

Dari hasil observasi metode ceramah yang disertai dengan tugas yang bervariasi yang diterapkan oleh peneliti dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VI. Hal ini karena tidak hanya peserta didik yang pasif mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi juga peserta didik lebih aktif belajar dengan mengerjakan tugas-tugas. Selain itu, pemberian tugas yang bervariasi akan menghindarkan peserta didik dari kebosanan, sehingga motivasi belajarnya meningkat.BAB VPENUTUP

A. Simpulan

Hasil penelitian pada bab-bab yang telah dibahas dapa disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode ceramah yang disertai dengan pemberian tugas yang bervariasi dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas VI SDN Jragung 2 Kecamatan Karangawen Kabupaten Lumajang pada pokok bahasan Komunikasi. Setelah siklus I motivasi belajar peserta didik meningkat dengan skor rata-rata 3,8 dan setelah siklus II ada sedikit peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan skor rata-rata 4,1.B. Saran

Dari hasil yang telah dilakukan maka kami menyarankan kepada :

1. Guru kelas VI pada khususnya dan guru kelas lain pada umumnya untuk menggunakan alat bantu pengajaran serta diberikan tugas yang lebih bervariasi kepada peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik lebih termotivasi untuk dapat belajar.

2. Sekolah agar senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya dengan mengadakan kolaborasi dengan LPTK yang ada.

3. Kesabaran merupakan kata kunci agar proses belajar dapat berlangsung baik dengan sasaran peserta didik mengerti.

4. Berilah penghargaan agar peserta didik termotivasi. Apabila motivasi ini terjadi, peserta didik menjadi senang dan menyenangkan belajar pelajaran bahasa indonesia.5. Bahasa Indonesia harus disenangi oleh peserta didik karena bahasa indonesia sebagai bahasa nasional kita. Sangat ironis apabila guru bahasa Indonesia tidak menyenangi bahasa Indonesia yang akan diajarkan kepada peserta didik.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Jok tri Prasetya. 1997. Strategi Belajar Mengajar, Bandung : CV. Pustaka Setia.

Dimyati dan Mudjiono. 1990. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Djamarah, S.B dan Aswan Zain.1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka

Cipta

Hadi, Sutrisno. 2002. Metodelogi Research jilid I. Yogyakarta : Penerbit Andi

Handoko, Martin 2003. Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. Jakarta : KanisiusHaryanto.1997 Perencanaan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.Imron, Ali. 1996. Belajar Dalam Pembelajaran. Jakarta : PT Dunia Pustaka Jaya.

Nasution. 2000. Diaktit Asas-Asas Mengajar. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Pasaribu dan Simanjutak. 1989. Diaktit dan Metodik. Bandung : Transito

Rostyah. 1998. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta

Slameto.1995 Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sudirman, dkk.1991. Ilmu Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Sudjana, Nana.1990. Penilaian Hasil Mengajar. Bandung : Remaja RosdakaryaSuharto. 1996. Pendidikan dan Tehnik Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung :

Transito

Tim Pelatih Proyek PGSM. 1999. Pendidikan Tindakan Kelas. Jakarta : Dirjen

Pendidikan Tinggi.

Usman, Uzer. 1997. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya

35