Click here to load reader

Ppt Diabetes Insipidus

  • View
    134

  • Download
    35

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DM

Text of Ppt Diabetes Insipidus

Assalamualaikum wr.wb

Assalamualaikum wr.wb

Kelompok 3Asuhan keperawatan Gangguan Diabetes insipidus

Nama : Erika damayanti Fitirani Memo lukito Sari

STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Hormon ADH ( Anti diuretik hormone) berasal dari kelenjar hipofisSi posterior yang memiliki fungsi mengatur kecepatan ekskresi air ke dalam urin dan dengan cara ini akan membantu mengatur konsentrasi air dalam cairan tubuh, Mencegah agar urin yang keluar tidak terlalu banyak ( in put = out put) bila tidak akan menyebabkan diabetes incipidus

HORMON ADHDiabetes Insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.

Diabetes insipidus adalah kegagalan tubuh untuk menyimpan air karena kekurangan hormon antidiuretik (ADH, vasopresin) yang disekresikan oleh ginjal, atau karena ketidakmampuan ginjal untuk berespon pada ADH Diabetes insipidus ditandai oleh polidipsi dan poliuria (Nettina M Sandra 2001)

Diabetes insipidus adaah suatu penyakit yang ditandai oleh penurunan produksi sekresi dan fungsi dari adh (corwin.2000)

Gangguan Diabetes Insipidus Diabetes insipidus terbagi 2 macam :

Diabetes insipidus sentral (CDI) : Pada DI sentral terjadi defisiensi hormon antidiuretik (antidiuretic hormone, ADH), yang juga disebut vasopresin, defisiensi produksi ADH oleh neuron sekretori ADH dihipotalamus dapat berupah gangguan primer (mis: kongenital) atau sekunder (mis: trauma kepala)

Diabetes Insipidus Nefrogenik (NDI):Pada diabetes insipidus nefrogenik, produksi ADH normal, namun kemampuan ginjal untuk merespon ADH terganggu , keadaan ini dapat pula berupa gangguan primer (mis: kelainan genetik) atau sekunder karena penyakit ginjal , hipokalemia, atau karena obat yang menghambat kerja perifer ADH , seperti lithium.Klasifikasi Diabetes Insipidus Gangguan yang didapat (akuisita), familial, idiopatik, neirogenik atau nefrogenikBerkaitan dengan stroke tumor hipotalamus atau hipofisis dan trauma atau pembedahan kranial (diabetes insipidus neurogeni)Galur terkait x resesif atau gagal ginjal stadium terminal (end stage renal falure) (diabetes insipidus nefrogenik yang lebih jarang terjadi)Obat-obat tertentu seperti litium (duralith) fenitioin (dilantin) atau alkohol (diabetes insipidus transien)

Penyebab diabetes insipidus meliputi :5Diabetes insipidus centralTrauma (fraktur dasar tulang tengkorak)Tumor ( Karsinoma metastasis, kraniofaringioma, kista suprasellar, pinealoma)Granuloma (sarkoid, TB, sifilis)Infeksi (meningitis, ensefalitis, sindrom Lemdry-Guillain-Barre's

Diabetes insipidus nephrogenik:Penyakit ginjal kronik: ginjal polikistik, medullary cystic disease, pielonefretis, obstruksi ureteral, gagal ginjal lanjut.Gangguan elektrolit: Hipokalemia, hiperkalsemia.Obat-obatan: litium, demoksiklin, asetoheksamid, tolazamid, glikurid, propoksifen.Gangguan diet (intake air yang berlebihan, penurunan intake NaCl, penurunan intake protein)

Next...Suatu keadaan yang ditandai dengan berkemih berlebihan (poliuria) akibat ketidakmampuan ginjal menyerap air dengan benar dari urine, disebabkan oleh defisiensi ADH (Anti Deuretik Hormon). Keadaan ini terjadi oleh beberapa proses, termasuk trauma kepala, tumor, penyakit peradangan hipotalamus dan hipofisis serta tindakan bedah yang mengenai hipotalamus dan hipofisis. Penyakit ini juga dapat timbul spontan tanpa penyakit yang mendasari (Kumar, 2010:1187).

PATOFISIOLOGI

Pathway Polidpsia / rasa haus yang berlebihan ( tanda utama ) asupan cairan 5 hingga 20l/hari Poliuria / (tanda utama) haluaran urine yang encer sebanyak 2 hingga 20 liter dalam periode 24 jam.Nokturia yang menimbulkan gangguan tidur dan rasa lelahBerat jenis urine yang rendah kurang dari 1,006 , Penurunan osmolaritas urine < 50-200m. Osm/kg berat badan, Peningkatan osmolaritas serum > 300 m. Osm/kg.DemamPerubahan tingkat kesadaran HipotensiTacicardiaSakit kepala dan gangguan penglihatan akibat gangguan elektrolit dan dehhidrasiRasa penuh pada abdomen , anoreksia, dan penurunan berat badan akibat komsumsi cairan yang hampir terus menerus.

Manifestasi klinik Hasil urinalisis yang memperlihatkan urine yang hampir tidak berwarna dengan osmolaritas rendah (50 hingga 200 mOsm/kg yang lebih kecil daripada osmolaritas plasma) dan berat jenis yang rendah ( kurang dari 1.005)

Tes eliminasi air untuk mengidentifikasi defisiensi vasopresin yang menyebabkan ketidakmampuan ginjal dalam memekatkan urine.

Diagnosis klinisIdentifikasi dan pengobatan penyebab

Vasopresin untuk mengontrol keseimbangan cairan dan mencegah dehidrasi

Desmopresin asetat melalui mulut atau semprotan hidung

Klorpropamid untuk mengurangi rasa haus

Asupan cairan yang adekuat untuk mencegah dehidrasi Penatalaksanaan Dilatasi traktus urianriusDehidrasi beratSyock dang gagal ginjal ( Jika dehidrasi berat )

Komplikasi Asuhan Keperawatan Gangguan Diabetes Insipidus (DI)1. Data biografi : identitas klien dan identitas penanggung jawab klien 2. Riwayat kesehatan :Keluhan utama : rasa haus berlebihan dan sering kencing berlebihan Riwayat kesehatan sekarang : tidak ada nafsu makan karena merasakan perut nya penuh dan juga klien mengalami poliuria, polidipsi, nocturia.Riwayat penyakit dahulu : Adanya cedera otak sekitar 1 bulan yang laluRiwayat penyakit keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gangguan pada hipotalamus yang memungkinkan terjadinya penularan sebelumnyaRiwayat Psikologis :Klien merasa stress, cemas/tidak nyaman dengan penyakitnya

PengkajianRiwayat sosial : Klien mengatakan suka merokok apabila stress dansuka mengikuti kegiatan dalam masyarakat dilingkunganyaRiwayat Spiritual: Dalam keseharianya klien rajin beribadah tetapi saat masuk RS klien hanya berdoa

3. Pola aktivitas sehari-hariPola nutrisi : minum berlebihan dan tidak ada nafsu makan Pola eliminasi: Diare dan poliuriaPola istirahat dan tidur :sulit tidur karena nocturiaPersonal hygiene: bersih dan sering dibantuPola aktivitas dan latihan : sering dibantu krn lemas dalam beraktivitas .

Lanjutan Pengkajian4. Pemeriksaan fisik Keadaan umum : Kesadaran : composmentisTanda tanda vital : TD : 130/90 mmHg Pols: 84x/menit RR: 20x/menit Temp: 38 degres celcius Keadaan khusus : Kulit : turgor kulit buruk akibat pola pengeluaran eliminasi urin dan kurangnya volume cairan dalam tubuh5. Pemeriksaan penunjang: Osmolaritas urin Osmolalitas plasma Urea , kreatinin serum Bilirubin direk Bilirubin total

Lanjutan Pengkajian6. Terapi Demopresin asetat (DDAVP)Klorpropamid (diabinase)Karbamazepin dan HidroklorotiazidDiet rendah kalium, rendah protein,

Lanjutan PengkajianNOAnalisa dataEtiologiMasalah keperawatan1Ds :Klien mengatakan malas untuk makan ( anoreksia) Do :BB turunMuntah Suhu tinggi : 380 CDiare Naik asam lambungMual muntahAnoreksiaPerubahan nutrisi kurang dari kebutuhanPerubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh2 Ds :Pasien mengeluh haus dan badanya lemas Do:Intake : < 2500 cc/hrOutput : 3000 cc/hrIWL : 500 cc/hrTurgor kulit burukDiabetes insipidusHiperosmolaritas serumMerangsang haus pergantian air yang tidak adekuatVolume cairan tubuh yang berkurang Kurangnya volume cairan didalam tubuh 3Ds :Pasien sering mengatakan sering kencing berlebihanDo : Poliuria sangat encer (3000cc/hr + IWL 500cc/hr) dengan berat jenis 1.010, osmolalitas urin 50-150 mosmol/lMata cowong ( jarang tidur )Sering minumTurgor burukCedera kepalaKelainan fungsi hipotalamusPenurunan pembentukan ADHAir kemih tiak terkontrolDiuresis osmotikPoliuriDehidrasiPerubahan pola eliminasi urinPerubahan pola eliminasi urin4 Ds : Klien mengatakan sulit tidur karena harus bangun untuk kencing pada malam hari Do :Badan lemasBb turunMata cowongTD : 130/80 mmHgTerlihat ngantukPoliuriNokturiaGangguan pola istirahat tidur Gangguan pola istirahat tiduur5Ds : Pasien mengatakan tidak tahu tentang pengobatan dan perawatan penyakityaDo : Klien tidak mengikuti instruksi secara akuratKlien selalu bertanya tentang tindakan yang dilakukanRiwayat diabetes insipidus keluarga Minimnya informasi tentang pengobatan dan perawatan diriSelalu bertanya tentang penyakitnyaKurangnya informasi dan pengetahuanPrioritas masalah :Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuhKurangnya volume cairanDevisit volume cairanGangguan pola tidurKurangnya pengetahuan

DIAGNOSA KEPERAWATAN1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan output yang berlebih ( muntah,diare)2. Kurangnya volume cairan didalam tubuh berhubungan dengan eksresi yang meningkat dan intake cairan yang tidak adekuat3. Devisit volume cairan berhubungan dengan poliuria4.Gangguan pola tidur berhubungan dengan nokturia5. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi mengenai proses penyakit pengobatan dan perawatan diri

Diagnosa keperwatan NoTgl / jam Diagnosa keperawatanTujuanIntervensi Rasional 107 April 2015/08.00Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan output yang berlebih ( muntah,diare)Ds :Klien mengatakan malas untuk makan ( anoreksia) Do :BB turunMuntah Suhu tinggi : 380 CTujuan umum : Kebutuhan nutrisi pasien kembali terpenuhiKriteria hasil :TTV Normal(-) Mual dan muntahBB meningkatTurgor kulit normalIntake dan outputnya seimbangDiare berhenti

Timbang berat badan tiap hari Anjurkan istirahat sebelum makan Sediakan makanan dalam ventilasi yang baik, lingkungan yang menyenangkan, dengan situasi yang tidak terburu-buru dan temaniKolaborasi dengan ahli giziMemberikan informasi tentang kebutuhan diet / kefektifan terapiMenenangkan peristaltik dan meningkatkan energi untuk makanLingkungan yang menyenangkan menurunkan stress dan lebih kondusif untuk makanMembantu mengkaji kebutuh