Click here to load reader

PERIOPERATIF

  • View
    101

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of PERIOPERATIF

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBedah anakadalah salah satusubspesialisbedah yang melibatkan pembedahan janin, bayi, anak, remaja, dan sebagainya. Dokter bedah anak berpraktek diRumah sakit anak.Dokter bedah anak harus telah menyelesaikanpendidikanbedah umum, lalu menyelesaikan pendidikan 2 tahun lebih sebelum bisa ikut ujian untuk sertifikasi subspesialis. Namun, sekarang seorang dokter umum diIndonesiabisa menjadi dokter bedah anak. Sejak 2006, terdapat sekitar 39 dokter spesialis bedah anak di Indonesia. Bedah anak berkembang pada pertengahan abad ke-20 sebagai perawatan bedah untukcacat bawaanyang memerlukan teknik dan metode khusus serta umumnya berbasis di rumah sakit khusus anak. Salah satu tempat terobosan ini adalahRumah Sakit Anak Philadelphia. Pada awal 1940-an, di bawah kepemimpinan bedahC. Everett Koop, teknik terbaru untukanestesiendotrakea bayi yang lebih baru memungkinkan perbaikan bedah untuk cacat bawaan yang sebelumnya tak tersembuhkan. Dari akhir 1970-an, tingkat kematian bayi dari beberapasindrommalformasi kongenital telah dikurangi hingga mendekatio nol.Penyakit anak yang umum yang perlu pembedahan termasuk:Cacat bawaanorgan dalam:higroma kistik,atresia esofagusdanfistula trakeoesofagus,stenosis pyloricum hipertrofi,atresiusus,nekrosis enterokolitis, penyakit Hirschsprung,imperforasi anus,testis yang tak menurun defekdinding abdomen:omfalosel,gastroskisis,hernia cacat dindingdada tumoranak: sepertineuroblastoma,tumorWilms,rhabdomiosarkoma,ATRT,tumor hati, teratoma.B. Rumusan Masalah1.Bagaimana perioperatif pada kasus bedah anak dan perinatologi?2.Bagaimana periopratif bedah anak dan perinatologi dilihat dari berbagai aspek?

C. Tujuan1.Tujuan Umum Untuk mengetahui perioperatif bedah anak dan perinatologi2.Tujuan Khusus Untuk mengetahui persiapan pra, intra dan post bedah anak dan perinatologi

D. Manfaat1.Manfaat TeoritisSebagaipengembangan bahan masukan atau pengkajian baru khususnya ilmukebidanan.2.Manfaat Praktisa. Manfaat bagi institusiKepada institusi, makalah ini diharapkan dapat dijadikan bahan literatureatau referensi pembuatan makalah selanjutnyab. Manfaat bagi mahasiswaKepada mahasiswa diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam kasus bedah anak dan perinatologi.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Bedah anakadalah salah satusubspesialisbedah yang melibatkan pembedahan janin, bayi, anak, remaja, dan sebagainya. Dokter bedah anak berpraktek diRumah sakit anak.Dokter bedah anak harus telah menyelesaikanpendidikanbedah umum, lalu menyelesaikan pendidikan 2 tahun lebih sebelum bisa ikut ujian untuk sertifikasi subspesialis. Namun, sekarang seorang dokter umum diIndonesiabisa menjadi dokter bedah anak. Sejak 2006, terdapat sekitar 39 dokter spesialis bedah anak di Indonesia. Bedah anak berkembang pada pertengahan abad ke-20 sebagai perawatan bedah untukcacat bawaanyang memerlukan teknik dan metode khusus serta umumnya berbasis di rumah sakit khusus anak. Salah satu tempat terobosan ini adalahRumah Sakit Anak Philadelphia. Pada awal 1940-an, di bawah kepemimpinan bedahC. Everett Koop, teknik terbaru untukanestesiendotrakea bayi yang lebih baru memungkinkan perbaikan bedah untuk cacat bawaan yang sebelumnya tak tersembuhkan. Dari akhir 1970-an, tingkat kematian bayi dari beberapasindrommalformasi kongenital telah dikurangi hingga mendekatio nol.Penyakit anak yang umum yang perlu pembedahan termasuk: Cacat bawaanorgan dalam:higroma kistik,atresia esofagusdanfistula trakeoesofagus,stenosis pyloricum hipertrofi,atresiusus,nekrosis enterokolitis,penyakit Hirschsprung,imperforasi anus,testis yang tak menurun defekdinding abdomen:omfalosel,gastroskisis,hernia cacat dindingdada tumoranak: sepertineuroblastoma,tumor Wilms,rhabdomiosarkoma,ATRT,tumor hati,teratomaB. Persiapan Pada Anak1. Persiapan umumBedah anak berbeda padari bedah dewasa. Yang pertama adalah suatu usaha agar anak dapat terbentuk seta tumbuh dan berkembang normal, sedangkan yang kedua adalah usaha mengembalikan anatomi dan/atau fungsi organ agar kembali normal.Masalah bedah pada bayi dan anak juga bukan suatu masalah bedah makluk dewasa yang kecil, karena pada bayi dan anak ada factor permukaan tubuh yang relative lebih luas dari permukaan tubuh yang dewasa dengan cadangan kalori, air dan elektrolit yang lebih kecil. Bedasarkan itu penanganan bayi dan anak membutuhkan perhatian lain daripda perhatiaan untuk orang dewasa.

2. Persiapan prabedah Sama seperti dewasa, persiapan prabedah dimulai dari memeriksa bayi dan anak sebelum ditentukan apakah pasien ini perlu dioperasi atau tidak, dioperasi segera atau masih harus menunggu. Factor kelainan yang membahayakan jiwa sampai factor orangtua yang dapat menerima kenyataan bahwa anaknya harus dioperasi perlu dipertimbangkan masak-masak. Bahaya kedinginan harus kita ingat selalu, terlebih jika tidak tersedia incubator yang hangat. Bayi dapat dibungkus dengan kertas aluminium terutama waktu transfortasi. Letak bayi harus tepat agar tidak terjadi bahaya pneumonia aspirasi, dislokasi sendi, atau kesulitan nafas. Persiapan prabedah yang penting harus diperhatiakan pada bayi dan anak ialah jalan nafas yang baik dan tidak ada gangguan sirkulasi, keseimbangan cairan dan elektrolit, dan tidak ada gangguan pembekuan darah. Pada neonatus pengawasan kadar gula darah penting dilakukan karena gula darah pada neonatus sangat labil dan kadar yang rendah akan membahayakan jiwa

3. Pra medikasiPada bayi mungkin factor takut belum disadari, tetapi rsa takut yang dialami oleh ornag tua sangat besar. Sehingga pada pasien bayi, factor menenangkan orangtua dengan cara member pengertian merupakan keharusan.Pada anak yang lebih besar sudah ada masalah takut dan rasa takut ini bermacam-macam. Takut ditinggalkan oleh orangtiua atau pengasuh, takut karena dikelilingi oleh orang asing baginya dan takut karena akan disakiti. Tambahan lagi, anak justru takut pada dokter! Pemberian obat penenang misalnya fenobarbital atau diazepam rectal, perlu pada hal terakhir ini. Orang tua sedapt mungkin harus mendampingi bayi atau anaknya sampai ke kamar persiapan.4. Pengawasan saat pembedahanHipotermia(kurang dari 36oC) atau demam (lebih dari 38oC) akan mengakibatkan pengeluaran energy yang berlebihan oleh bayi, sedangkan energy cadangan tubuh tidak banyak, oleh karena itu pada operasi bayi, pemantauan suhu bayi sangat penting terutama jika tidak dipakai matras pemanas diataas meja operasi yang dapat diukur suhunya. Penilaian kehilangan panas saat operasi harus dikerjalan seteliti mungkin sehingga jika diperkirakan kehilanggan darah lebih dari 10% volume darah, pasien sebaiknya diberikan tranfusi darah.

5. Pengawasan pasca bedahPengawasan pasien bayi dan adaka pasca bedah harus dikerjakan teliti karena cadangan fungsi berbagai system tubuh terbatas. Perhatian terutama pada jalan nafas, sirkulasi, keseimbangan cairan dan elektrolit, serta suhu badan.Pada jenis operasi tertentu seperti operasi hernia, hidrokel, sirkumsisi, operasi testis yang tidak turun, reposisi tulang dan prosedur endoskopi penderita cukup dirawat sehari karena persiapan prabedah dapat dikerjakan di rumah dan anak datang sudah dalam keadaan puasa dan bersih. Operasi dikerjakan pagi hari dan setelah sadar dan dan bebas dari pengaruh obat bius, anak dapat dipulangkan. Cara ini akan menghindarkan dari trauma psikis, infeksi nosokomila dan juga secara ekonomi menguntungkan bagi orang tua dan rumahsakit.

6. Keseimabangan cairan dan elektrolitUmumnya bayi tidak boleh minum sebelum operasi. Pemberian cairan int=ravena diperlukan untuk keperluan rumatan dan mencegah dehidrasi. Kebutuhan cairan ini harus melingkupi kebutuhan elektrolit, asam basa dan kalori.Pemeriksaan darah sedapat meungkin dilakukan denganmetoda mikto yang hanya memerlukan contoh darah kapiler dari ujung jari dan dapat dilakukan berulang-ulang tanpa resiko flebitis.7. Menjaga jalan nafasPada setiap pasien harus diperhatian kemungkinan untuk bernafas dengan cara menyesuaikan letak kepala dan badan dengan kelainan yang diderita. Pengisapan lendir dari rongga hidung dan mulut dilakukan berulang-ulang. Pemberian oksigen pada neonatus harus didasarkan pada kebutuhan actual yang dinilai dari hasil analisis gas dan darah untuk mencegah terjadinya fibroplasias retrolental (pembentukan jaringan ikat fibrosa dibelakang lensa mata akibat kelebihan oksigen) pada bayi terutama premature.8. AntibioticPengunaan antibiotic pada masa pra bedah ditunjukan untuk menanggulangi infeksi agar rseiko pembedahan dapat ditekan serendah mungkin. Dalam hal ini bila pembedahandapat ditunda, biasanya infeksi diatasi dahulu. Tetapi secara khusus antibiotic diberikan untuk tujuan pencegahan infeksi pasca bedah. Infeksi pasca bedah ini dapt terji karena pembedahan ditempat yang memang penuh kuman, atau mesuknya kuman melaui luka bedah. Jadi sebenarnya pemebrian antibiotika profilaksis merupakan pelengkap bagi tindakan antisepsis dan asepsis.9. Antibiotika profilaksisPemebrian antibiotic profilaksis harus disertai dengan pertimbangan yang benar. Dalam hai ini perlu diperhatikan adalah indikasi saat pemberian dan lama pemebrian, serta pemberian dan lamanya pemberian serta pilihan antibiotiknya. Katen bertujuan mencegah infeksi pascabedah. Maka pemberianantibioptik hanya diberikan dalam jangka waktu pendek, yaitu untukmelindungi penderita selama dilakukan tindakan bedah dan pada masa setelah pembedahan yaitu masa daya pertahan penderita masih tertekan.Berbagai antibiotic membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk mencapai kadar dalam darah yang dibutuhkan untuk menghambat pertumbuhan kuman.kadar ini biasanya 3-4 kali kadar hambat minimal. Oleh karena itu antibiotic diberikan secra parenteral. Untuk mencapai kada antibiotic di jaringan yang cukup tinggi pada waktu dilakukan pembedahan harus diberikan 1-2 jam prabedah, dilajutkan dengan 1-2 kali pemberian pascabedah. Pemberian antibiotic yang dilanjutkan lebih lama pascabedah ternyata tidak menurun