Click here to load reader

Tatalaksana Cairan Perioperatif

  • View
    33

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Tatalaksana Cairan Perioperatif

Slide 1

TATALAKSANA CAIRAN PERIOPERATIFTERAPI CAIRAN PERIOPERATIFMeliputi tindakan terapi yang dilakukan pada prabedah, selama pembedahan, dan pasca bedahFiologis cairan tubuhDistribusi Cairan TubuhRasio distribusi cairan tubuh agak berbeda jika diklasifikasikan menurut umur:Dewasa (CIS:CES = 2/3:1/3 = 2:1)Anak-anak (CIS:CES = 3/5:2/5 = 3:2)Bayi (CIS:CES = 1/2:1/2 = 1:1)

Ada beberapa cara perpindahan cairan dan pertukaran zat di dalam tubuh, yaitu:DIFUSIDifusi adalah kecenderungan zat terlarut (solute) untuk bergerak bebas di seluruh penjuru pelarut (solven), atau bisa juga diartikan sebagai pergerakan zat terlarut dari daerah pekat ke daerah encer hingga terjadi keseimbangan.OSMOSISOsmosis adalah perembesan pelarut melalui selaput semi permeabel, atau bisa juga diartikan sebagai perembesan zat pelarut dari daerah encer ke daerah pekat hingga terjadi keseimbangan. Hasilnya adalah volume daerah encer menjadi berkurang dan volume daerah pekat menjadi bertambah. Perbedaan volume cairan akan menimbulkan tekanan yang disebut dengan tekanan osmotik. Semakin tinggi tekanan osmotik, semakin tinggi kemampuannya untuk menarik air. Semakin besar perbedaan kepekatan, tekanan osmotik semakin tinggi. Zat tertentu dengan bobot molekul besar seperti protein plasma melakukan tekanan osmotik koloid atau tekanan onkotik, yaitu tekanan yang dilakukan protein plasma terhadap selaput permeabel. Dengan cara ini maka cairan plasma dapat dipertahankan dalam pembuluh darah.FILTRASIFiltrasi adalah perembesan cairan melalui selaput permeabel yang tidak dapat dilalui oleh zat terlarut tertentu. Dalam hal ini zat merembes dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.Contohnya filtrasi cairan dalam glomerulus ginjal.TRANSPORT AKTIFTransport aktif adalah pergerakan zat dari daerah encer ke daerah pekat. Transport aktif terjadi pada elektrolit terhadap suatu gradien kepekatan. Proses ini terjadi secara aktif, oleh karena itu memerlukan energi. Contoh dari transport aktif adalah penyerapan kembali zat-zat tertentu dalam tubulus ginjal.TEKANAN HIDROSTATIKTekanan hidrostatik adalah tekanan plasma dan sel-sel darah dalam pembuluh kapiler.Komposisi mineral sel

Cairan kristaloid adalah: Merupakan larutan dengan air (aqueous) yang terdiri dari molekul-molekul kecil yang dapat menembus membran kapiler dengan mudah. Biasanya volume pemberian lebih besar, onset lebih cepat, durasinya singkat, efek samping lebih sedikit dan harga lebih murah.Cairan koloid : Merupakan larutan yang terdiri dari molekul-molekul besar yang sulit menembus membran kapiler, digunakan untuk mengganti cairan intravaskuler. Umumnya pemberian lebih kecil, onsetnya lambat, durasinya lebih panjang, efek samping lebih banyak, dan lebih mahalIsotonik: cairan infus sama dengan cairan tubuh normal. Contoh: normal saline ( NaCl 0,9%), dan Ringer LaktatHipotonik: infus dengann tekanan osmotik lebih rendah dari cairan tubuh. Contoh: dextrosa 5% dan KAENHipertonik: infus dengan tekanan osmotik lebih tinggi dari plasma darah

CairanTonusitasNa(mmol/l)Cl(mmol/l)K(mmol/l)Ca (mmol/l)Glukosa (mg/dl)Laktat (mmol/l)Asetat (mmol/l)NaCl 0,9 %308 (isotonus)154154 Saline154 (hipotonus)7777Dextrose 5 %253 (hipotonus)5000D5NS561 (hipertonus1541545000D5 NS330 (isotonus)38,538,550002/3 D & 1/3 SHipertonus51513333Ringer Laktat273 (isotonus)1301094328D5 RL273 (isotonus)130109435028Ringer Asetat273,4 (isotonus)13010943Koloid kristaloidKeuntunganEfek samping yang jarang dan sedikitHarga yang murahMudah dicariKerugianDurasi yang pendekBisa menyebabkan edemWeight dan bulky

KeuntunganDurasi yang lamaMemerlukan sedikit cairan untuk mengoreksi hipovolemikLess weighty dan bulkyKerugianHarga mahalBisa menyebabkan overload volumeBisa interfere dengan pembekuanRisiko anafilaktik

Jenis Koloid

Kebutuhan cairan tubuh Hukum rumus maintenance cairan 421

4 X 10 KgBB pertama2 X 10 KgBB Kedua1 X Sisa KgBB+

Cairan pengganti puasaI jam I: (50% Cairan puasa) + maintenanceI jam II: (25% cairan puasa)+ maintenanceI jam II: (25% cairan puasa)+miantenanceContoh kasusLaki-laki dengan BB 60kg puasa selama 8 jamBerapa difist cairan puasa?Bagaimana cara penggantian?Defisit cairan= 4x 10k+2x10+1x40= 100ccLamanya puasa = 8 jamTotal cairan= 8x100800 cc

Cara penggantian cairan selama puasa:Ijam I: (50% dari 800cc)+ 100cc = 500ccI jam II: ( 25% dari 800cc)+ 100cc=300ccI jam II: ( 25% dari 800cc)+ 100cc=300cc

Kehilangan cairan durante operasiPerdarahan bisa diukur melalui: suction, jumlah kapas ( besar dan kecil ), DukProses Evaporasi

Rumus IWL: 15x BB/24Dalam kasusIWL= 15X60/2437,5cc/jamEBV pada laki-laki 75 cc/kgBBEBV pada wanita 65 cc/kgBBEBV pada bayi 80 cc/kgBBABL= [EBV x (Hi-Hf)]/HiBalans Cairan Perioperatif

Pengganti cairan berdasarkan derajat operasiDerajat Trauma JaringanKebutuhan Cairan TambahanMinimal (contoh: herniorrhaphy)02 mL/kgSedang (contoh: cholecystectomy)24 mL/kgSevere (cotoh: bowel resection)48 mL/kgKebutuhan air dan elektrolitKebutuhan air= 25-40ml/kgbb/hariKebutuhan hemoistasis kalium= 20-30 meQ/hariKebutuhan kalium= 1 meq/kgbb/hariKebutuhan natrium= 2 meQ/kgb/hariPerdarahan:< 20% EBV= menggunakan kristaloid>20% EBV= darah33

34

35

36

Search related