Click here to load reader

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE . Artikel.pdf · PDF filepengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team assisted individualization terhadap hasil belajar matematika

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE . Artikel.pdf · PDF filepengaruh model...

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED

INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

SISWA KELAS VIII SMP N 8 LUBUKLINGGAU

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

ARTIKEL ILMIAH

Oleh

Nama : Gusti Rangga

NPM : 4010162

Program Studi : Pendidilkan Matematika

Dosen Pembimbing : 1. Sukasno, M.Pd.

2. Drajat Friansah, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

(STKIP-PGRI) LUBUKLINGGAU

2015

1Mahasiswa, 2 Dosen Prodi Matematika

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM

ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR

MATEMATIKASISWA KELAS VIII SMP N 8 LUBUKLINGGAU

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh : Gusti Rangga1, Sukasno2, Drajat Friansah2

Program Studi Pendidikan Matematika STKIP-PGRI Lubuklinggau

E-mail: [email protected]

ABSTRACT

This thesis entitled "The Effect of Cooperative Learning Model Team Assisted

Individualization against Results Math Grade 8 VIIISMP N Lubuklinggau academic year

2014/2015". The formulation of the problem is Is there a significant influence cooperative

learning model Team Assisted Individualization of the learning outcomes of students of class

VIII SMP N 8 Lubuklinggau academic year 2014/2015? This study aims to determine the

effect of cooperative learning model Team Assisted Individualization of the results of

students' mathematics learning in class VIII SMP N 8 Lubuklinggau. This type of research in

the form of pure experimentation. The population around the eighth grade students of SMPN

8 Lubuklinggau the school year 2014/2015 and as the sample is class VIII C (experimental

class) and VIII D (control group) were taken randomly. Data collected by the testing

techniques. Data were analyzed using t-test at the significant level = 0.05. Based on the

results of data analysis can be concluded that there is significant influence cooperative

learning model Team Assisted Individualization of the learning outcomes of students of class

VIII SMP Negeri 8 Lubuklinggau. The average result of 73.48 studied experimental class and

control class is 66.34

Keyword : Team Assisted Individualization; Cooperative Learning.

PENDAHULUAN

Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peranan yang cukup

besar, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

Matematika menjadi salah satu sarana strategis yang pemanfaatannya bisa dirasakan terhadap

kehidupan secara langsung maupun penerapannya pada cabang ilmu yang lain.

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:297), pembelajaran adalah kegiatan guru secara

terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar aktif, yang menekankan

pada penyediaan sumber belajar. Dengan kata lain, tujuan pembelajaran adalah dapat

membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Guru seharusnya lebih menjadi

sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran, bisa berupa dalam hal menyusun suatu

program-program yang terencana sehingga dapat tercapainya tujuan pembelajaran itu sendiri.

Pada penerapannya pada pendidikan, pembelajaran matematika yang telah diterapkan

oleh guru memiliki beberapa hambatan untuk mencapai nilai ketuntasan yang ingin dicapai.

Pelajaran matematika dianggap sebagai salah satu pelajaran yang dianggap sulit oleh beberapa

siswa dikarenakan kurang variatifnya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dan

kecenderungan penggunaan metode konvensional yang pada penerapannya guru lebih

berperan aktif dan siswa menjadi lebih pasif dalam proses belajar mengajar.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri 8 Lubuklinggau, diperoleh

hasil rata-rata nilai ulangan harian siswa kelas VIII yang berjumlah 181 siswa adalah 63. Hal

ini masih di bawah ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah sebesar 75. Dari 181

siswa, siswa yang tuntas sebanyak 88 siswa atau sebanyak 48,62% dan yang belum tuntas

sebanyak 93 siswa atau sebanyak 51,38%. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa sebagian

besar siswa yang mengikuti pembelajaran matematika belum sepenuhnya menguasai

pelajaran tersebut.

Dari permasalahan yang telah dipaparkan, maka dari itu penulis mencoba menerapkan

model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization untuk meningkatkan

hasil belajar pada mata pelajaran matematika. Model pembelajaran kooperatif tipe Team

Assisted Individualization ini menggabungkan antara model pembelajaran kooperatif dan

model pembelajaran individu. Menurut Suyatno (2009:57) Team Assisted Individualization

adalah bantuan individual dalam kelompok dengan karakteristik bahwa tanggung jawab

belajar adalah pada siswa, sehingga keaktifan siswa lebih diutamakan dalam proses belajar

mengajar.

Pada penerapannya, model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted

Individualization membuat siswa dapat bekerja sama dalam tim-tim pembelajaran kooperatif

dan mengemban tanggung jawab mengelola dan memeriksa secara rutin, saling membantu

satu sama lain dalam menghadapi masalah, dan saling memberikan dorongan untuk maju

(Slavin, 2005:189). Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization

mengharuskan siswa saling bertukar informasi yang telah diterima sehingga siswa yang

belum mengerti tentang materi yang telah disampaikan bisa menjadi lebih mengerti, dan

siswa yang telah mengerti dapat memperdalam pengetahuannya. Dengan demikian maka

diharapkan tujuan dari pembelajaran itu sendiri dapat dicapai dengan hasil yang maksimal.

Berdasarkan uraian latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted

Individualization Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 8

Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2014/2015.

DESKRIPSI TEORITIK

Hakikat Matematika

Menurut Johnson dan Rising (dalam Ferryansyah, 2011:235), matematika adalah pola

berpikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang

menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya

dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi.

Pada hakikatnya matematika merupakan suatu ilmu yang didasarkan atas akal (rasio)

yang berhubungan benda-benda dalam pikiran yang abstrak (Yuhasriati, 2012:82). Beberapa

karakteristik dari matematika menurut Soedjadi (dalam Yuhasriati, 2012:82) adalah : (1)

memiliki objek kajian yang abstrak; (2) Bertumpu pada kesepakatan; (3) Berpola pikir

deduktif; (4) Konsisten dalam sistem; (5) Memiliki simbol yang kosong dari arti; dan (6)

memperhatikan semesta pembicaraan.

Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualization

Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization ini dikembangkan

oleh Robert E. Slavin dalam karyanya Cooperative Learning: Theory, Research and Practice.

Terjemahan bebas dari istilah Team Assisted Individualization adalah bantuan individual

dalam kelompok dengan karakteristik bahwa tanggung jawab belajar adalah pada siswa

(Suyatno, 2009:57). Slavin (2005:186) menjelaskan bahwa model pembelajaran kooperatif

tipe Team Assisted Individualization dirancang secara khusus untuk mengakomodasi berbagai

skala kemampuan siswa dalam satu kelas yang secara khusus merupakan tujuan penting

dimana pembelajaran kooperatif diperkenalkan sebagai alternatif untuk menggali kemampuan

kelompok atau digunakan untuk memfasilitasi pelaksanaan mainstreaming bagi siswa dengan

cacat akademik.

Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization model

pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran individu dan pembelajaran

kelompok dengan beranggotakan 4-5 orang yang heterogen dengan karakteristik bahwa setiap

tanggung jawab belajar ada pada setiap siswa di kelompoknya masing-masing dan saling

membantu terhadap siswa lain yang membutuhkan bantuan.

Model pembelajaran Team Assisted Individualization memiliki delapan komponen

(Slavin, 2005:195), yaitu: 1) Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas

4 sampai 5 siswa; 2) Test penempatan, yaitu pemberian pre-test kepada siswa atau melihat

rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu; 3)

Materi-materi kurikulum; 4) Belajar kelompok, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus

dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa

yang membutuhkannya; 5) Skor tim dan rekognisi tim, yaitu pemberian skor terhadap hasil

kerja kelompok dan pemberian kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara

cemerlang dan memberikan dorongan semangat kepada kelompok yang dipandang kurang

berhasil dalam menyelesaikan tugas; 6) Kelompok pengajaran, yakni pemberian materi

secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok; 7) Test Fakta, yaitu

pelaksanaan

Search related